6134440938240151530

HinduKupang.com, NTT – Panitia Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948/2026 Kota Kupang mengawali rangkaian perayaan dengan kegiatan bakti sosial dan donor darah yang digelar di Wantilan Pura Agung Giri Kertha Bhuwana, hari Minggu , tanggal 1 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 12.12WITA ini dihadiri umat Hindu Kupang dari berbagai sektor/tempekan Banjar Dharma Agung Kupang, serta melibatkan sejumlah organisasi keagamaan Hindu di Kota Kupang. Sejumlah lembaga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, antara lain Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Kupang dan NTT, Pemuda Hindu Peradah Indonesia Kupang NTT, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT, Forum Alumni KMHDI, Puskor Hindunesia, serta Organisasi dan Lembaga hindu di Kupang NTT. Keterlibatan lintas organisasi ini mencerminkan soliditas internal umat Hindu dalam menyukseskan agenda keagamaan sekaligus sosial kemasyarakatan.

6134440938240151561

Dalam kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan UPTD.Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTT, tercatat lebih dari 70 orang mendaftar. Namun, setelah melalui pemeriksaan kesehatan seperti tensi darah dan kadar hemoglobin (Hb), sebanyak 59 peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya. Adapun total 59 kantong darah yang didapatkan dalam kegiatan Donor Darah Panitia Hari Suci Nyepi Saka 1948 Tahun 2026 Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur terdiri dari : golongan darah A sebanyak 7 kantong, golongan darah B sebanyak 22 kantong, golongan darah O sebanyak 24 kantong, golongan darah AB sebanyak 6 kantong, total 59 kantong darah.

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

6134440938240151529

Ketua Panitia Nyepi Kota Kupang Tahun Saka 1948, I Wayan Gede Astawa,S.Sos.,MM, dalam wawancara bersama media Hindukupang.com mengatakan bahwa donor darah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata nilai kemanusiaan. Ia menekankan semangat “satu bumi satu keluarga” Vasudaiva Kutumbhakam, Kita Semua adalah bersaudara , atau Vasudhaiva Kutumbakam (वसुधैव कुटुम्बकम्) yang dalam frasa Sansekerta berasal dari kitab suci Hindu seperti Maha Upanishad, yang bermakna "Seluruh Dunia adalah Satu Keluarga" sebagai landasan kegiatan, di mana seluruh umat manusia dipandang sebagai satu keluarga besar yang saling membantu, khususnya kegiatan Donor Darah sambut Nyepi 2026 ini sangat penting bagi mereka yang membutuhkan transfusi darah untuk menyelamatkan jiwa.

I Wayan Gede Astawa menambahkan, dari 64 peserta yang sempat terdata ulang, hanya 59 orang yang dapat mendonorkan darahnya karena beberapa kendala kesehatan. Sementara sebagian pendaftar lainnya tidak hadir akibat kondisi cuaca hujan. Meski demikian, panitia tetap bersyukur atas capaian tersebut dan menilai partisipasi masyarakat cukup tinggi.

6134440938240151557

Pada sore harinya,Panitia Hari Suci Nyepi Saka 1948 Tahun 2026 Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur melanjutkan kegiatan dengan pembagian 200 paket takjil kepada warga di sekitar Masjid Al Fitrah, Oesapa, yang dikenal sebagai kawasan kampung nelayan dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Pemilihan lokasi ini disebut sebagai simbol harmoni dan wujud toleransi antarumat beragama di Kota Kupang.

Di sisi lain, Wantilan Pura Agung Giri Kertha Bhuwana saat Donor Darah berlangsung, dukungan terhadap perayaan Nyepi juga datang dari sektor korporasi. PT.Pegadaian (Persero) melalui Deputi Bisnis Area Kupang NTT menyalurkan dana CSR sebesar Rp30 juta kepada Panitia Nyepi Tahun Saka 1948 Kota Kupang. Bantuan tersebut diserahkan untuk mendukung kelancaran rangkaian kegiatan, mulai dari prosesi rangkaian hari Suci Nyepi Tawur Kesanga hingga pawai ogoh-ogoh.

Deputi Bisnis Pegadaian Area Kupang, I Nyoman Mas Aryana, menyatakan bahwa kontribusi ini merupakan bagian dari komitmen sosial perusahaan melalui program Pegadaian Peduli. Ia berharap dukungan tersebut tidak hanya membantu suksesnya perayaan, tetapi juga memperkuat kehadiran Pegadaian di tengah masyarakat.

Komitmen Sosial yang Berkelanjutan dengan Pemberian bantuan ini merupakan bagian dari program Pegadaian Peduli. Selain menyasar kegiatan keagamaan, Pegadaian Area Kupang secara rutin menyalurkan CSR ke berbagai sektor lainnya, seperti bantuan ke panti asuhan dan tempat ibadah lainnya di wilayah NTT.

Sebagai informasi, wilayah kerja Pegadaian Area Kupang mencakup area yang sangat luas, meliputi 9 kabupaten/kota, di antaranya: Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, Rote Ndao, Alor, hingga Sabu Raijua.

Tring by Pegadaian adalah aplikasi keuangan digital terintegrasi untuk investasi emas, gadai, dan pembiayaan dalam satu genggaman. Dengan konsep "1 User ID", aplikasi ini memudahkan pembelian/penjualan emas (Tabungan Emas), cicil emas, hingga gadai digital, serta aman berizin OJK. Aplikasi ini dapat diunduh di Google Play Store atau App Store.

Selain penyaluran CSR, Pegadaian turut memperkenalkan aplikasi digital “Tring” sebagai inovasi layanan investasi emas. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat menabung emas mulai Rp10.000, melakukan cicilan emas, serta memiliki emas dalam bentuk digital maupun fisik tanpa harus datang ke outlet. Langkah ini dinilai sebagai strategi mendorong literasi keuangan dan budaya menabung berbasis digital di wilayah NTT. 

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

6134440938240151556

Dalam Wawancara bersama Media Hindukupang.com, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang, dr.I Wayan Ari Wijana S.Putra,M.Si, menyampaikan rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 atau bertepatan dengan tahun 2026 Masehi yang akan dirayakan pada 19 Maret 2026. Dalam wawancara bersama media hindukupang.com, ia menegaskan bahwa rangkaian kegiatan Panitia Nyepi tingkat Kota Kupang ini dimulai sejak 1 Maret 2026 sebagai agenda perdana panitia Nyepi tahun ini.

Ketua PHDI Kota Kupang, dr. I Wayan Ari Wijana S. Putra,M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian perayaan Nyepi tahun ini. Selain donor darah, panitia juga merencanakan bakti sosial pembagian bahan pangan bersama Banjar serta kegiatan Saka Boga Sewanam berupa pembagian takjil bagi umat Muslim di bulan Ramadan. Kegiatan berbagi tersebut dilaksanakan di Masjid Al Fitrah, sekaligus dirangkaikan dengan peringatan HUT PHDI ke-67 pada 23 Februari 2026.

6134440938240151528

Kegiatan pembuka diawali dengan bakti sosial berupa donor darah, yang kemudian direncanakan dilanjutkan dengan pembagian bahan pangan hasil kolaborasi bersama Banjar. Pada sore harinya, Panitia Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 Kota Kupang juga menggelar aksi berbagi takjil di Masjid Al-Fitrah sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas antar umat beragama, sekaligus memperingati HUT ke-67 PHDI Indonesia (pada 23 Feb 2026 silam).

Pada Tahun 2025 sebelumnya, kegiatan Saka Boga Sevanam, berbagi buka puasa bersama umat islam pernah dilaksanakan di Masjid Kelapa Lima. Di Tahun 2026 ini, Panitia Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 Kota Kupang dijadwalkan berada di lokasi mulai pukul 17.00 WITA menggelar aksi berbagi takjil buka puasa bersama umat muslim di Masjid Al-Fitrah Oesapa Kota Kupang.

Memasuki rangkaian ritual keagamaan menyambut datangnya Hari Suci Nyepi, upacara Melasti akan digelar pada 16 Maret 2026 di Pura Manik Segara, kelurahan Fatubesi yang berada di belakang Pura Oebananta. Jika sebelumnya Upacara Melasti dilaksanakan di Pantai Pasir Panjang, kini lokasi dipusatkan di area Pura tersebut. Seluruh "Pralingga" Pura Hindu di Kota Kupang dijadwalkan ikut ambil bagian dalam prosesi penyucian ini.

Selanjutnya, pada 18 Maret 2026 bertepatan dengan Bulan gelap atau Tilem Sasih Kesanga, akan dilaksanakan upacara Tawur Kesanga sebagai simbol pengorbanan "Yadnya" demi keseimbangan dan kedamaian alam. Prosesi persembahyangan dimulai pukul 12.00 WITA, dilanjutkan Pawai Ogoh-Ogoh pada pukul 16.00 WITA. Rute pawai dimulai dari perempatan Patung Kirab menuju Taman Nostalgia, kemudian berbelok di depan Gedung Keuangan dan kembali finish di Patung Kirab.

Puncak perayaan Hari Suci Nyepi tepat pada 19 Maret 2026 dengan pelaksanaan Catur Brata Penyepian, yakni tidak bekerja, tidak bepergian, tidak menikmati hiburan, dan tidak menyalakan api amarah, kendali diri dengan berpuasa (upawasa). Umat Hindu menjalankan puasa dan tapa brata selama 24 jam, dari pukul 06.00 pagi hingga 06.00 pagi keesokan harinya. Rangkaian kegiatan Nyepi Tahun Saka 1948 juga mengingatkan kembali esensi Catur Brata Penyepian, yakni Amati Geni (tidak menyalakan api dan mengendalikan amarah), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelunganan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak mencari hiburan). Empat pantangan ini menjadi inti refleksi spiritual umat Hindu dalam mencapai ketenangan batin dan penyucian diri.

Keesokan harinya, pada 20 Maret 2026, umat Hindu merayakan Hari Ngembak Geni sebagai momentum Simakrama (silaturahmi) yang biasanya diisi dengan tradisi open house dan saling memaafkan, ungkap Ketua PHDI Kota Kupang dr.Wayan Ari Wijana.

Rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi 1948 Saka akan ditutup dengan Dharma Santi yang direncanakan berlangsung pada April 2026. Wali Kota Kupang, dr.Christian Widodo, juga telah menyetujui penggunaan aula rumah jabatan sebagai lokasi kegiatan tersebut. Penjadwalan Dharma Santi disesuaikan april, karena masih suasana libur dengan momentum Idul Fitri yang berdekatan dengan Nyepi tahun 2026 ini.

Dalam pesannya Ketua PHDI Kota Kupang, dr.I Wayan Ari Wijana menekankan pentingnya menjaga toleransi di Kota Kupang yang dikenal sebagai “Kota Kasih” dan salah satu kota toleran di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa upacara Tawur Kesanga di Catus Pata Patung Kirab merupakan doa bersama untuk membersihkan dan memohon keselamatan bagi Kota Kupang agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Ia juga mengapresiasi dukungan lintas agama yang selama ini terjalin erat. Menurutnya, kolaborasi antara umat Hindu, Muslim, Kristen, dan Katolik, Buddha, Khonghucu, terasa nyata dalam berbagai kegiatan keagamaan di Kupang. Sebagai pribadi yang telah 32 tahun mengabdi di Kota Kupang sebagai dokter hingga masa pensiun, ia merasakan langsung kuatnya semangat kebersamaan dan harmoni antarumat beragama di daerah Kota Kupang. "Kupang Kota Kasih" adalah julukan bagi Kota Kupang, sebagai ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang merupakan akronim dari KASIH : Karya, Aman, Sehat, Indah, dan Harmonis. Semboyan KASIH ini mencerminkan kota yang toleran, ramah, dan menjunjung tinggi solidaritas antar sesama di tengah masyarakat yang multietnis.(Guntara)

Editor : Rygun

Sumber dan Foto : HinduKupang.com / K'Gun

6134440938240151560

6134440938240151559

6134440938240151558

Baca Juga : Lokakarya Penguatan Empat Pilar Pembangunan Manusia Hindu Digelar Di Kupang NTT

Baca Juga : Rayakan HUT ke-38, WHDI Kota Kupang Gelar Turnamen Bulu Tangkis dan Berdayakan UMKM

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama Dari Nusa Tenggara Timur Teguhkan Persatuan Gotong Royong Dan Komitmen Kemanusiaan

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando

Baca Juga : "Guru Wisesa" Gubernur NTT Bersama Wakil Gubernur NTT Buka Perayaan HUT RI ke 80 Tahun Dengan Semangat Ayo Bangun NTT Dalam Acara Kirab Budaya NTT "BaGaYa" : Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya Tahun 2025

Baca Juga : Bhakti Untuk Regenerasi, MPAB ke XX Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT : "Melahirkan Kader Hindu Berjiwa Pemimpin”

Baca Juga : Audiensi Bersama Gubernur NTT Melki, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT Tekankan Akses Jalan Pura Oebanantha , Pemerataan Pendidikan, Penguatan UMKM Serta Jaminan Perlindungan Kesehatan Sosial Masyarakat NTT

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

 

IMG 20260208 123848

Hindukupang.com – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) yang jatuh pada 12 Februari 2026 mendatang, WHDI Kota Kupang menggelar turnamen bulu tangkis di Lapangan Puku Puku Arena, Oesapa, Minggu (8/2/2026).

Acara yang dimulai tepat pukul 08.30 WITA ini dibuka secara resmi oleh Ketua WHDI Kota Kupang, dr. Dewa Ayu Putu Shinta Widari, Sp.KJ. Pembukaan ditandai dengan dimulainya pertandingan di tiga lapangan secara bersamaan yang diikuti oleh para peserta dengan penuh antusias.

IMG 20260208 140131

dr.Dewa Ayu Putu Shinta Widari,Sp.KJ, Ketua WHDI Kota Kupang

Fisik Sehat, Jiwa Kuat
​Dalam Segalanya, dr. Shinta Widari menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental. Menurutnya, olahraga merupakan sarana yang tepat untuk mengimplementasikan prinsip Mens Sana in Corpore Sano .

​"Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menyehatkan badan, tetapi juga memperkuat jiwa. Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat," ujar pakar kedokteran jiwa tersebut di sela-sela pembukaan turnamen.
Suksesnya penyelenggaraan turnamen bulu tangkis dalam rangka HUT ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Kupang memicu optimisme baru bagi pengembangan bakat umat Hindu di Nusa Tenggara Timur. Ke depan, ajang olahraga ini diharapkan dapat bertransformasi menjadi Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) yang lebih komprehensif.
Kegiatan serupa tidak hanya terbatas pada cabang olahraga seperti bulutangkis, namun juga merambah ke bidang seni budaya.
 
Integrasi Olahraga dan Pelestarian Budaya
​Wacana pengembangan ke arah PORSENI ini bertujuan untuk mewadahi minat dan bakat umat dalam spektrum yang lebih luas. Selain mengasah ketangkasan fisik melalui berbagai cabang olahraga, ajang ini nantinya diproyeksikan menjadi panggung bagi seni religius dan tradisional. 
 
IMG 20260208 122630
Melalui Kegiatan ini bisa menjadi cikal bakal PORSENI bagi umat Hindu di Kupang. Selain badminton, juga bisa melihat lomba lainnya seperti kolaborasi seni mekidung , keharmonisan irama bleganjuran , hingga penampilan drama dan seni tari. 
Langkah ini dinilai sebagai strategi dalam menjaga eksistensi budaya Bali dan Hindu di tanah NTT, sekaligus mempererat tali persaudaraan antarumat melalui kompetisi yang sehat dan kreatif.
 
IMG 20260208 123055
Puncak Acara dan Penganugerahan Pemenang
​Kegiatan yang berlangsung meriah di Puku Puku Arena ini ditutup pada siang hari dengan upacara penyerahan penghargaan. Suasana penuh haru dan bangga mengukur prosesi pembagian piala serta medali kepada para pemenang lomba bulu tangkis.
​Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas sportivitas dan kerja keras para atlet selama bertanding di lapangan. Penyerahan medali ini sekaligus menandai suksesnya rangkaian peringatan HUT WHDI ke-38 yang mampu memadukan aspek kesehatan, ekonomi kreatif, dan semangat kebersamaan.
​Dengan berakhirnya turnamen ini, panitia berharap semangat "Sehat, Kuat, Semangat" tetap tertanam dalam jiwa setiap peserta hingga ajang yang lebih besar terlaksana di masa mendatang.


Geliat Ekonomi Kreatif
​Berdasarkan pantauan media HinduKupang.com , turnamen ini diikuti oleh sedikitnya 21 pasangan ganda . Persaingan sengit namun sportif tampak memenuhi atmosfer Puku Puku Arena sejak pagi hari.
​Menariknya, kemeriahan HUT WHDI kali ini tidak hanya mengacu pada bidang olahraga. Pihak panitia juga melibatkan berbagai UMKM Hindu di Kupang untuk menjajakan produk kuliner dan kesehatan. Pengunjung dapat menikmati aneka hidangan seperti bakso, soto, rujak buah, hingga bubur kacang hijau dan minuman kesehatan.
​”Selain berolahraga, kami ingin menggiatkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM Hindu. Ini adalah langkah nyata dalam mendukung kemandirian ekonomi umat,” dr. Shinta.

​Perayaan ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh anggota WHDI di Kota Kupang untuk tetap sehat, kuat, dan bersemangat dalam menjalankan pengabdian kepada organisasi dan masyarakat. Selamat Hari Ulang Tahun Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Kupang dan NTT ke 38 Tahun.(kgun) 
 
Sumber foto : HinduKupang.com / RyGuN
#Pukupukuarena #WHDIKotaKupang #Hindukupang #OlahragaBali #HUTWHDI38
6275926541178965711
*"Upacara Mejaya-Jaya dan Pengukuhan Pengurus KSP Serba Usaha Dewi Gangga dan Gelar RAT ke-19, Aset Tembus Rp15,5 Miliar"*
 
Hindukupang.com — Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Serba Usaha Dewi Gangga menggelar Rapat Akhir Tahun (RAT) ke-19 Tahun Buku 2025 pada Sabtu, 11 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 16.00 WITA ini dilaksanakan di Aula Hotel Kristal dan sekitar menghadirkan 512 peserta dari total 577 anggota koperasi.
 
RAT tahun ini menjadi forum penting bagi pengurus dan anggota untuk menyiarkan kinerja koperasi sepanjang tahun 2025, sekaligus menyampaikan laporan usaha pengelolaan koperasi.
 
Dalam laporan Neraca Keuangan yang dipaparkan, KSP Serba Usaha Dewi Gangga menunjukkan pertumbuhan aset yang cukup konsisten dari tahun ke tahun. Pada tahun 2023, total aset koperasi tercatat sebesar Rp14.357.466.773. Jumlah tersebut meningkat pada tahun 2024 menjadi Rp14.726.896.958, dan kembali mengalami kenaikan pada tahun 2025 hingga mencapai Rp15.515.722.658.
 
Sementara itu, dari sisi penyaluran pinjaman kepada anggota, koperasi berhasil menyalurkan dana untuk kebutuhan modal kerja maupun konsumsi dengan nilai yang cukup besar. Pada tahun 2023, total penyaluran pinjaman mencapai Rp8.523.616.299. Angka ini meningkat pada tahun 2024 menjadi Rp8.681.035.598. Namun, pada tahun 2025 tercatat sedikit penurunan dengan total penyaluran sebesar Rp8.186.959.715.
6275926541178965703
Penerima undian Hadiah Door Price 
6275926541178965704
6275926541178965705
 
6275926541178965706
Untuk Sisa Hasil Usaha (SHU), KSP Serba Usaha Dewi Gangga membukukan SHU sebesar Rp1.234.361.577 pada tahun 2023. Pada tahun 2024, SHU tercatat sebesar Rp1.196.757.951, dan pada tahun 2025 sebesar Rp1.082.570.173. Penurunan ini dijelaskan sebagai bagian dari strategi penguatan cadangan dan kelangsungan usaha koperasi.
 
6275926541178965707
6275926541178965708
6275926541178965709
6275926541178965710
Jumlah cadangan pengembangan usaha koperasi pada tahun 2025 tercatat mencapai Rp2.058.918.663. Dengan cadangan tersebut, pengurus berharap para anggota dapat lebih aktif memanfaatkan fasilitas pinjaman koperasi untuk mengembangkan usaha-usaha produktif di tahun 2026.
Selain itu, sepanjang tahun 2025, KSP Serba Usaha Dewi Gangga juga mencatat pendapatan dari usaha simpan pinjam sebesar Rp2.126.163.877, yang menjadi salah satu sumber utama pendapatan koperasi.
 
6275926541178965712
6275926541178965713
6275926541178965714
Penerima Undian Door Price Hadiah Utama
 
Ketua KSP Serba Usaha Dewi Gangga, I Nyoman Rajendra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa capaian kinerja koperasi sepanjang tahun 2025 telah mendekati target yang ditetapkan. “Untuk tahun 2025, target pencapaian koperasi berada di kisaran 98 persen,” ujarnya.
Melalui RAT ini, pengurus dan anggota sepakat untuk terus memperkuat peran koperasi sebagai lembaga keuangan berbasis anggota yang sehat, transparan, dan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan bersama.
 
6275926541178965715
6275926541178965716
6275926541178965717
Dana Bantuan Sosial Kepada Pengurus Pengempon Pura Hindu Kupang
 
Berdasarkan data laporan realisasi rencana kerja (target) tahun 2025 dari KSP Serba Usaha DEWI GANGGA, gambaran kinerja koperasi dalam Ketahanan Finansial KSP Serba Usaha Dewi Gangga di Tahun 2025 Likuiditas Melimpah, Ekspansi Pinjaman Selektif. 
 
6275926541178965718
6275926541178965719
6275926541178965720
 
 Koperasi Serba Usaha (KSP) Dewi Gangga menunjukkan kinerja keuangan yang cukup stabil sepanjang tahun buku 2025. Meski menghadapi dinamika ekonomi, koperasi ini berhasil menjaga kepercayaan anggota yang tercermin dari pencapaian aset dan pengelolaan simpanan yang mendekati target tahunan.
 
1. Pertumbuhan Aset dan Kepercayaan Anggota
Hingga akhir tahun 2025, KSP Dewi Gangga mencatatkan total aset sebesar Rp15,51 miliar, atau mencapai 96% dari target yang ditetapkan sebesar Rp16,19 miliar. Dari sisi pengumpulan, koperasi ini didukung oleh 577 anggota aktif, yang berarti mencakup 98% dari proyeksi awal sebanyak 586 orang. Stabilitas ini menunjukkan bahwa dasar kepercayaan masyarakat terhadap koperasi tetap terjaga kuat.
 
2. Lonjakan Likuiditas yang Signifikan
Satu hal yang paling mencolok dalam laporan ini adalah posisi Kas Lancar. Realisasi kas lancar melonjak tajam hingga Rp6,30 miliar, jauh melampaui target yang hanya dipatok sebesar Rp3,82 miliar. Dengan persentase pencapaian sebesar 165%, koperasi ini memiliki tingkat likuiditas yang sangat tinggi (over-liquid), yang berarti tersedia dana segar yang sangat mencukupi untuk memenuhi kewajiban jangka pendek maupun rencana pengembangan usaha ke depan.
 
3. Penyaluran Kredit dan Pengelolaan Utang
Di sisi intermediasi, Pinjaman Yang Diberikan terealisasi sebesar Rp8,18 miliar (86% dari target). Angka ini menunjukkan sikap kehati-hatian pengurus dalam menyalurkan kredit kepada anggota guna memitigasi risiko kredit macet.
Sementara itu, struktur kewajiban koperasi didominasi oleh Hutang Jangka Pendek: berjumlah Rp7,53 miliar (98%), yang terdiri dari anggota simpanan seperti Sidia (106%) dan Sipendi (124%). Kenaikan pada Sipendi yang melampaui target menunjukkan minat anggota untuk menabung dalam skema tertentu sangat tinggi.
 Hutang Jangka Panjang: Terealisasi Rp2,39 miliar (95%), di mana dana aktuaria terserap sempurna 100%.
 
4. Penguatan Permodalan Mandiri
KSP Dewi Gangga juga menunjukkan kemandirian modal yang sehat. Total Modal yang terkumpul mencapai Rp5,47 miliar atau 98% dari target. Menariknya, komponen Simpanan Pokok (103%) dan Simpanan Wajib (102%) keduanya melampaui target. Hal ini merupakan indikator positif bahwa komitmen anggota dalam menyetor modal dasar mereka sangat disiplin, yang menjadi landasan utama kekuatan koperasi.
 
Secara keseluruhan, KSP Serba Usaha Dewi Gangga menutup tahun 2025 dengan rapor yang positif. Tantangan utama ke depan adalah bagaimana mengoptimalkan "dana pengangguran" pada kas lancar yang melimpah (165%) agar dapat diputar menjadi aset produktif yang menghasilkan keuntungan lebih besar bagi anggota, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.(Kgun) 
 
Sumber foto : RyGuN / HinduKupang.com dan Adhit Wiratma
 
#KSPDewiGangga, #Kupangkota, #HinduKupang, #DekopindaKotaKupang, #NatureCode, #RapatAkhirTahun

 6195236342048951207

HinduKupang.com, NTT — Organisasi dan lembaga Hindu di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti Lokakarya Penguatan Pendidikan, Ekonomi, Kelembagaan, dan Ritual sebagai Tiang Penyangga Utama Pembangunan Manusia Hindu Seutuhnya di NTT. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi NTT ini berlangsung di Aula Jayaphita Guesthouse, Kota Kupang, pada Minggu (14/12/2025), pukul 08.30 hingga 15.30 WITA. Acara yang dipandu oleh Master of Ceremony (MC) Ni Kadek Adnyani Puspitasari, dimulai dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya oleh semua peserta Lokakarya , dan Doa Hindu yang dipimpin oleh Pinandita I Putu Abdi Riadi, kemudian Lokakarya dibuka secara resmi oleh Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr.Ir.Wayan Darmawa,MT.

Lokakarya tersebut dihadiri sekitar 108 peserta yang berasal dari berbagai organisasi dan lembaga Hindu sebanyak 33 lembaga yang ada di kota kupang dan Wilayah Provinsi NTT, termasuk perwakilan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Timor Tengah Utara , PHDI kabupaten Kupang serta PHDI dari wilayah lain di daratan Pulau Timor.

6195236342048951200

6195236342048951201

Ketua Panitia, Dr.dr.Dewa Putu Sahadewa,Sp.OG, dalam wawancara bersama media Hindukupang.com menyampaikan bahwa lokakarya ini didukung oleh anggaran Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kanwil Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi NTT. Ia menegaskan bahwa hasil kajian dari masing-masing kelompok kerja (Pokja) diharapkan dapat menjadi pedoman strategis bagi pembinaan dan penguatan umat Hindu di NTT. “Lokakarya ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga menghasilkan rumusan yang aplikatif untuk pengembangan keumatan Hindu di NTT,” ujarnya. Kemudian Kegiatan Lokakarya PHDI NTT ini diharapkan menghasilkan pokok pikiran dan garis besar program yang bisa dilaksanakan lembaga, dalam tetap koordinasi antar lembaga jadi tidak ada ego sektoral diantara organisasi hindu di NTT, ungkap Dr.Sahadewa. Output Lokakarya berupa kertas kerja dan makalah berupa rumusan 4 Pilar Tiang Penyangga Manusia Hindu NTT yang sudah disepakati bersama, ruang lingkupnya mencakup PHDI kabupaten Kupang, PHDI Kota Kupang, PHDI Kabupaten TTS, hadir juga PHDI TTU serta wilayah PHDI NTT lainnya.

Sementara itu, Ketua PHDI NTT, Dr. Ir. Wayan Darmawa, MT, dalam sambutannya menjelaskan bahwa tujuan utama lokakarya ini adalah untuk memperoleh gambaran yang utuh dan komprehensif mengenai kondisi pendidikan, ekonomi, kelembagaan, dan ritual umat Hindu di NTT. Keempat aspek tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bersama atau role model sebagai pilar utama pembangunan manusia Hindu yang berkelanjutan di daerah ini.

6195236342048951203

6195236342048951202

Lokakarya menghadirkan sejumlah pemateri narasumber kompeten sesuai bidang masing-masing, yakni Jero Gede I Made Suparta sebagai narasumber Pokja Ritual, Dr.Made Susilawati,SE.,MM sebagai narasumber Pokja Ekonomi, Prof.Dr.I Gusti Bagus Arjana sebagai narasumber Pokja Pendidikan, serta Dr.Ir.Wayan Darmawa,MT sebagai narasumber Pokja Kelembagaan.

Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari, pantauan media Hindukupang.com  membahas berbagai aspek kelompok Kerja (Pokja). Adapun Hasil dari pembahasan berbagai 4 kelompok Kerja (PokJa) dan rekomendasinya yaitu :

I. Pokja Bidang Ritual Hindu

Pleno Kelompok Kerja Bidang Ritual Hindu menghasilkan kesepakatan penting terkait klasifikasi dan tata pelaksanaan yadnya pada dua jenis pura, yakni Pura Swagina dan Pura Jagatnatha. Pembagian ini dimaksudkan untuk memberikan kejelasan dan keseragaman dalam pelaksanaan upacara keagamaan Hindu agar sesuai dengan fungsi, kedudukan, dan karakteristik masing-masing pura.

Dalam pembahasan piodalan, pleno menetapkan klasifikasi Pujawali Alit, Jelih, dan Nadhi, dengan penekanan bahwa Pujawali Nadhi berkaitan langsung dengan momentum pertemuan purnama. Penetapan besaran upacara juga menjadi perhatian, guna memastikan pelaksanaan yadnya (upacara Hindu) tetap berlandaskan prinsip kesederhanaan, ketepatan sastra, serta kemampuan umat.

6195236342048951206

Pokja juga merekomendasikan penyusunan dua buku pedoman, yakni buku Upacara Dewa Yadnya dan Pedoman Upakara sarana prasarana Yadnya, yang disusun sesuai jenis yadnya dan telah melalui konsultasi dengan Ida Bhawati. Dua buku ini dirancang sebagai acuan resmi dalam pelaksanaan pujawali di Pura Swagina dan Pura Jagatnatha.

Selain itu, pleno menekankan pentingnya pembentukan Lembaga Sarati Banten di tingkat provinsi serta kabupaten/kota untuk mendukung standarisasi dan ketersediaan sarana upakara. Pedoman tentang pemuput, penganteb, serta manggala yadnya juga ditegaskan, termasuk pengaturan kepemimpinan upacara, di mana Ida Rsi memimpin yadnya utama tingkatan PuLaGembaL, sementara pelaksanaan teknis selain tingkatan PuLagembaL maka dapat dipimpin oleh Jero Gede , Ida Bhawati dan Pinandita.

Aspek pembinaan spiritual turut diperhatikan melalui penyerahan dharma wacana kepada masing-masing pengempon pura, agar persembahyangan dapat berjalan lebih tertib, khusyuk, dan sesuai tuntunan. Keseluruhan rekomendasi ini disimpulkan dalam dua buku utama yang menjadi pedoman pujawali, sebagaimana ditegaskan oleh Jero Gede I Made Suparta.

Rangkuman Pokja Ritual Hindu
Pleno menetapkan pembagian yadnya berdasarkan jenis pura, klasifikasi piodalan dan pujawali, penyusunan dua buku pedoman upacara dan upakara, penguatan lembaga sarati banten, serta kejelasan peran pemuput dan pemimpin yadnya demi keseragaman dan ketertiban ritual Hindu.

6195236342048951204

II. Pokja Pendidikan

Kelompok Kerja Pendidikan dalam rapat pleno yang dipimpin Prof.I Gusti Made Ngurah Budiana dan didampingi Prof.I Gusti Bagus Arjana serta Prof.I Gusti Bagus Adwita Arsa menegaskan penguatan pendidikan Hindu melalui jalur formal, nonformal, dan informal sebagai satu kesatuan yang berkelanjutan. Salah satu fokus utama adalah keberlanjutan peran Dewan Penyantun hingga tahun 2026.

Pleno merekomendasikan standarisasi pembelajaran Hindu lintas kabupaten/kota, termasuk pengembangan media pembelajaran yang adaptif terhadap kemajuan teknologi. Penegerian Adi Widyalaya SD Hindu Saraswati dan Pratama Widyalaya TK Hindu Saraswati menjadi agenda strategis, disertai dengan penyusunan kompetensi guru serta pelaksanaan workshop pembelajaran digital.

Dalam aspek sarana, Pokja mendorong pembangunan sekolah melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pengajuan proposal kepada Wali Kota Kupang dan Direktorat Jenderal Bimas Hindu. Sementara itu, pendidikan informal diarahkan pada penguatan peran keluarga dalam menanamkan militansi dan pemahaman nilai-nilai Hindu.

6195236342048951229

Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok lansia melalui program motivasi dan penyegaran spiritual. Ke depan, penyediaan media digital ajaran Dharma yang dapat diakses umat direncanakan pada 2027, seiring optimalisasi komunikasi melalui grup-grup komunitas whatsapp Hindu.

Penguatan SDM Hindu Dharmika diwujudkan melalui pengaktifan kembali pesantian, penjaringan kader Utsawa DharmaGita (UDG) dan Dharma Wacana, serta kembali melaksanakan pasraman kilat sebagai ruang pembinaan intensif umat dan generasi penerus Hindu Kupang NTT.

Rangkuman Pokja Pendidikan
Pokja Pendidikan menekankan standarisasi pembelajaran, peningkatan kualitas guru, penguatan pendidikan keluarga dan lansia, pemanfaatan media digital, serta kaderisasi SDM Hindu melalui pesantian dan pasraman kilat.

6195236342048951208

 6195236342048951209

6195236342048951205

6195236342048951210

III. Pokja Ekonomi

Pokja Ekonomi dalam pleno yang dipimpin Dr. Made Susilawati menghasilkan rekomendasi yang dinilai dinamis dan progresif. Fokus utama diarahkan pada pencapaian kemandirian ekonomi umat melalui tiga pilar, yakni ekonomi individu, ekonomi lembaga, dan ekonomi usaha baru.

Pleno mendorong pemenuhan sarana dan prasarana upacara melalui pembelian produk umat sendiri, sebagai upaya memperkuat sirkulasi ekonomi internal. Kemunculan pedagang baru kebutuhan upakara serta pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan umat juga menjadi prioritas.

Untuk menjamin keberlanjutan, Pokja merekomendasikan formulasi tata kelola organisasi ekonomi yang jelas, disertai panduan, pendataan mata pencaharian, serta bimbingan teknis bagi individu dan lembaga. Inventarisasi dan optimalisasi aset lembaga turut ditekankan.

Aspek akuntabilitas diperkuat melalui pengawasan, evaluasi, dan audit pengelolaan dana umat. Literasi ekonomi dan gerakan punia bersama diintegrasikan dengan pembelajaran Hindu, termasuk keterkaitannya dengan kebijakan BDDN.

Rangkuman Pokja Ekonomi
Pokja Ekonomi menargetkan kemandirian ekonomi umat melalui penguatan usaha individu dan lembaga, tata kelola transparan, optimalisasi aset, serta literasi ekonomi berbasis nilai-nilai Dharma atau disebut "Dharmanomic".

6195236342048951211

6195236342048951227

6195236342048951212

6195236342048951213

IV. Pokja Kelembagaan

Pokja Kelembagaan yang dipimpin Dr. Wayan Darmawa menekankan pentingnya penyesuaian tugas struktur lembaga Hindu dengan program Asta Cita, agar selaras dan tidak terjadi tumpang tindih tugas pokok dan fungsi. Transparansi administrasi menjadi prinsip dasar yang ditekankan.

Pleno mendorong kolaborasi lintas lembaga Hindu di NTT dengan pendekatan terpadu, berbasis kajian dan pengalaman kolaborasi yang telah berhasil. Terobosan dalam perencanaan bersama dan penyatuan sumber pendanaan dalam satu wadah dinilai mendesak.

6195236342048951214

61952363420489512156195236342048951216

Optimalisasi peran PHDI NTT sebagai majelis tertinggi umat Hindu ditegaskan, termasuk penataan hierarki kelembagaan, mekanisme penetapan kebijakan, dan resolusi konflik. Organisasi lain diposisikan sebagai pelaksana teknis.

Pembatasan rangkap jabatan maksimal dua posisi, penjaringan calon pemimpin melalui tempekan di tingkat kabupaten/kota, serta penetapan iuran keumatan sebagai anggota PHDI menjadi rekomendasi tegas. Pengempon pura ditetapkan melalui SK PHDI Kota Kupang, disertai kewajiban upacara rutin dan pemeliharaan fisik pura.

Setiap kesepakatan diwajibkan disertai pakta integritas, pembentukan forum simakrama tahunan, serta perencanaan lokasi sekretariat bersama (sekber) sebagai pusat koordinasi umat Hindu.

Rangkuman Pokja Kelembagaan
Pokja Kelembagaan merekomendasikan penataan struktur organisasi Hindu NTT, penguatan peran PHDI, kolaborasi lintas lembaga, pembatasan rangkap jabatan maksimal 2, serta pembentukan sekretariat bersama (SekBer) dan forum Simakrama pertemuan tetap umat minimal setahun sekali.

Melalui forum ini, PHDI NTT berharap terbangun sinergi yang kuat antar lembaga Hindu dalam memperkuat fondasi pembangunan manusia Hindu yang berkarakter, mandiri secara ekonomi, kokoh secara kelembagaan, serta berakar pada nilai-nilai ritual dan spiritual Hindu di Nusa Tenggara Timur.(kgun)

Editor, Sumber dan Foto : Hindukupang.com / RyGun

Lokakarya Pemateri 4 Narasumber dan Google Drive Link Download Pembahasan : Kunjungi Disini

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama Dari Nusa Tenggara Timur Teguhkan Persatuan Gotong Royong Dan Komitmen Kemanusiaan

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando

Baca Juga : "Guru Wisesa" Gubernur NTT Bersama Wakil Gubernur NTT Buka Perayaan HUT RI ke 80 Tahun Dengan Semangat Ayo Bangun NTT Dalam Acara Kirab Budaya NTT "BaGaYa" : Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya Tahun 2025

Baca Juga : Bhakti Untuk Regenerasi, MPAB ke XX Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT : "Melahirkan Kader Hindu Berjiwa Pemimpin”

Baca Juga : Audiensi Bersama Gubernur NTT Melki, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT Tekankan Akses Jalan Pura Oebanantha , Pemerataan Pendidikan, Penguatan UMKM Serta Jaminan Perlindungan Kesehatan Sosial Masyarakat NTT

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

 Doa Bersama4

HinduKupang.com, NTT - Kegiatan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung khidmat di Aula Rumah Jabatan Gubernur pada Kamis, 10 Desember 2025. Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT Irjen Pol.(Purn) Dr.Drs.Johni Asadoma,S.I.K.,M.Hum, Ketua DPRD NTT Ir.Emelia Julia Nomleni, Kapolda NTT Irjen Pol.Dr.Rudi Darmoko,S.I.K.,M.Si, Komandan KODAERAL VII Laksda TNI Joni Sudianto,CHRMP.,M.Tr.Opsla, Komandan Korem 161 Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono, Komandan LANUD El Tari Kupang Marsma TNI Somad,S.I.P, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT Roch Adi Wibowo,S.H.,M.H, dan Pengadilan Tinggi NTT, Tim Penggerak PKK NTT, unsur Forkopimda NTT, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Para Pimpinan dan Tokoh Agama, komunitas pemuda, insan pers media, Perbankan, hingga berbagai organisasi masyarakat dan Tamu Undangan. Kehadiran lintas elemen tersebut mencerminkan komitmen kolektif pemerintah daerah dalam memperkuat persatuan serta meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika nasional.

Doa Bersama1

Doa bersama dipimpin secara berurutan oleh lima tokoh agama yaitu Ketua SINODE GMIT (Kristen Protestan) Pendeta Samuel Benyamin Pandie,S.Th, kemudian Keuskupan Agung Kupang (Katolik), MUI NTT (Islam), Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi NTT Dr.Ir.Wayan Darmawa,MT, dan Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) NTT Indra Effendy, ini sebagai simbol harmoni dalam keberagaman yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat NTT. Seusai doa, peserta menyanyikan lagu Padamu Negeri dan Indonesia Pusaka, menegaskan kembali rasa cinta tanah air dan kesetiaan menjaga keutuhan bangsa.

Doa Bersama2

Doa Bersama3

Dalam sambutannya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena,S.Si.,Apt menyampaikan duka mendalam atas bencana alam yang menimpa masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November. Ia menekankan bahwa situasi tersebut membutuhkan persatuan, dukungan, dan doa dari seluruh elemen bangsa. Gubernur NTT Melki juga mengapresiasi solidaritas masyarakat NTT yang telah menyalurkan bantuan ke tiga provinsi terdampak, yaitu Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Barat sebagai wujud kepedulian antar daerah.

Doa Bersama7

Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan pentingnya gotong royong dan kolaborasi pemangku kepentingan dalam membantu para korban bencana, tidak hanya melalui bantuan materi, tetapi juga melalui kekuatan doa dan dukungan moral. Pemerintah Provinsi NTT juga menyalurkan bantuan 1,5 miliar rupiah bagi para korban bencana di 3 provinsi di Pulau Sumatera. Ia menyebut Provinsi Nusa Tenggara Timur telah memberikan contoh konkret penguatan persatuan dengan berkoordinasi langsung bersama para gubernur dari wilayah terdampak untuk menyalurkan bantuan secara terorganisir.

Doa Bersama5

Acara Ramah Tamah Forkompinda NTT, bersama Para Tokoh Agama NTT, dan bertepatan 10 Desember 2025, Hindukupang.com mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena ke 49 Tahun, Semangat "Ayo Bangun NTT."

Doa Bersama6

Menutup sambutannya, Gubernur NTT Melki mengajak masyarakat dan jajaran pemerintah untuk tetap waspada menghadapi musim penghujan serta bekerja sama mencegah dan menangani potensi bencana alam di wilayah NTT. Ia menegaskan bahwa mitigasi dan kesiapsiagaan menjadi tanggung jawab bersama demi keselamatan masyarakat di wilayah 22 Kabupaten dan Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Doa bersama ini dipandang sebagai ruang pemulihan dan penguatan batin bagi bangsa yang tengah dirundung duka, sekaligus menjadi momen penyatuan harapan agar keselamatan tercurah bagi Provinsi NTT dan seluruh Indonesia. Melalui kegiatan ini, nilai persatuan dan solidaritas kembali ditegaskan sebagai fondasi ketahanan sosial masyarakat.(kgun)

Editor, Sumber dan Foto : Hindukupang.com , Humas NTT dan melkilakalena.official

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando

Baca Juga : "Guru Wisesa" Gubernur NTT Bersama Wakil Gubernur NTT Buka Perayaan HUT RI ke 80 Tahun Dengan Semangat Ayo Bangun NTT Dalam Acara Kirab Budaya NTT "BaGaYa" : Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya Tahun 2025

Baca Juga : Bhakti Untuk Regenerasi, MPAB ke XX Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT : "Melahirkan Kader Hindu Berjiwa Pemimpin”

Baca Juga : Audiensi Bersama Gubernur NTT Melki, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT Tekankan Akses Jalan Pura Oebanantha , Pemerataan Pendidikan, Penguatan UMKM Serta Jaminan Perlindungan Kesehatan Sosial Masyarakat NTT

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana