
Sharing Dharma (ShaDhar) berbagi Sembako oleh HinduKupang.com Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Bulan Purnama Sasih Sadha 10 Juni 2025, di Keluarga Dharmika Bapak I Gusti Bawa, berjumpa dengan Ida Bhawati I Made Suaba Aryanta, di Kebun Taebenu Baumata Kupang NTT.
HinduKupang.com, NTT — Aksi Kemanusiaan Hindu Kupang Warnai Purnama Juni 2025. Hindu Kupang menggelar aksi sosial bertajuk Sharing Dharma (ShaDhar) Pawongan bertepatan dengan Bulan Purnama Sasih Sadha pada 10 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan Dharma kemanusiaan, menyasar umat Hindu yang membutuhkan, seperti janda, keluarga disabilitas, dan para penganut Hindu Dharmika (Penganut Hindu pemula) yang hidup dalam keterbatasan.
Momentum Bulan terang "Purnama" serta Matahari (Surya) menuju "Uttarayana" Jadi Landasan Spiritualitas kegiatan kemanusiaan Hindukupang.com yang mengikuti petunjuk "Nature code" Kode AlamNYA sesuai Sastra Tattwa Pustaka Suci Hindu "Sarasamuccaya" dalam beramal sedekah.

Sumber BMKG : Garis Balik Utara (GBU) = God Bless Us (GBU), Uttarayana (Pustaka Suci Sarasamuccaya)
Kegiatan Aksi Kemanusiaan berbagi Sembako Hindukupang.com ini digelar pada masa "Uttarayana", saat matahari bergerak ke belahan bumi utara dari garis khatulistiwa. Dalam ajaran Hindu, dan Pustaka Suci Hindu Sarasamuccaya, pada Sloka 181-183 , kemudian Sloka 187-189, sangat jelas dan tegas aturan dalam beramal sedekah.
Sarasamuccaya ≈ Sa Rasa Kamu Harus Percaya
pada Sloka 183,
Bahasa Sanskerta :
ayaneșu ca yaddattarin şadacitimukhesa ca, candrasüryoparáge ca visuve ca tadakşayam
Jawa Kuno :
Nyang cubhakala, pratyekanya, hana dakainayana ngaranya, tambe sang hyang ädityängidul, hana uttarayana ngaranya, tambe sang byang adityängalor, hana sadasitimukha ngaranya, somagraha, suryagraha, wisuwakala wisu kunang, ikang wastu dānākéna ri kāla samangkana, atisaya rakwa bhärani phalanika.
Artinya :
Inilah perincian waktu yang baik ada yang disebut daksinayana, waktu matahari mulai berkisar ke arah selatan; uttarayana, waktu mulai matahari ke arah utara; ada yang bernama saat menjelang sadaciti mukha, saat gerhana bulan atau gerhana matahari; juga waktu baik yaitu ketika matahari berada di khatulistiwa (wisuwakala); sesuatu barang yang disedekahkan pada waktu itu, bukan alang kepalang besar pahalanya.




"Uttarayana Jadi Momentum Berbagi, Hindu Kupang NTT Salurkan Sembako dan Spiritualitas" , Perpaduan aspek astronomis keagamaan dengan aksi sosial.
Periode "Waktu" Beramal dalam Sloka 181-190 Pustaka Suci Hindu Sarasamuccaya oleh Bhagawan Wararuci, ini dipercaya dan diyakini umat Hindu sebagai waktu terbaik untuk berbagi, bersedekah, dan menebar kebajikan. Ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kasih sayang sesama dalam wujud spiritualitas yang lebih dalam dan penuh makna.

"ShaDhar Purnama : Hindu Kupang Tebar Kasih di Tengah Keterbatasan" , momen Bulan Purnama dan aksi nyata kepada umat Hindu yang membutuhkan.
Bantuan Sembako serta Dupa Sebagai Wujud Kasih disalurkan melalui berbagai donatur yang turut berpartisipasi bersama Hindukupang.com. Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok seperti beras 10 kilogram, minyak goreng 2 liter, minyak goreng tambahan 1 liter, satu papan telur ayam, dan Dupa untuk sembahyang. Semua bantuan ini dimaksudkan untuk meringankan beban para keluarga Hindu yang tengah berjuang dalam keterbatasan.

Dharmika Hindu Kupang sedang "Mejejahitan" Merangkai Bunga dan Wangi Daun Pandan, Canang Sari dan Buat Kwangen untuk SembaHyang sore hari Bulan Purnama Sasih Sadha 10 Juni 2025.

"Dari Dharma untuk Sesama : Bantuan Hindu Kupang Sentuh Umat Marginal" , Kepedulian dan Semangat Pelayanan Dharma dalam bentuk bantuan nyata kepada umat kecil.
Tujuh Keluarga Penerima Bantuan terpilih melalui informasi media Hindukupang. Adapun Tercatat tujuh kepala keluarga menerima bantuan ini, antara lain keluarga Bapak Wayan Sutama di Liliba, keluarga I Gusti Bawa dan Ibu Tutut Wati di Taebenu Baumata, serta Ibu Yuliana seorang janda yang menjaga tanah Banjar Dharma Agung Kupang di Lasiana. Juga keluarga Bapak Nyongki (Tim BorBor) atau tim krematorium Hindu yang berprofesi ojek online Grab Bike, serta juga Ibu Agung Rai, janda yang seorang diri masih bertahan menjadi pemeluk Hindu di Kelapa Lima walaupun beberapa anaknya sudah menikah dan beralih keyakinan.
Kemudian Bantuan juga disalurkan kepada Disabilitas Hindu dan Pekerja Swasta di Lapangan pun Tak Dilupakan. Bantuan juga menyasar keluarga Bapak Eka Kurniawan, seorang disabilitas Hindu di Alak, serta Bapak Nyoman Simpen, ojek online Maxim Hindu yang berdomisili di Belo, Kolhua. Mereka adalah simbol perjuangan umat yang tetap teguh dalam Dharma meskipun berada dalam kondisi yang serba sulit.

"Solidaritas Tanpa Nama : Donatur Hindu Kupang Bergerak untuk Umat Dharmika" , Fokus pada nilai keikhlasan dan kerja kolektif untuk kepedulian Umat.
Kegiatan aksi kemanusiaan ini dengan dukungan para Donatur Tanpa Pamrih melalui bersama Hindukupang. Dana bantuan diperoleh dari berbagai donatur yang memilih untuk tidak disebutkan namanya. Para dermawan ini percaya bahwa amal terbaik adalah yang dilakukan tanpa pamrih dan tanpa harus diketahui banyak orang apalagi para donatur juga tidak mau disebut namanya. Semangat berbagi ini mencerminkan nilai-nilai luhur dalam ajaran Hindu.
Penyaluran Berlangsung dari Pagi Hingga Petang pada 10 Juni 2025. Penyaluran bantuan dilakukan sepanjang hari, mulai pukul 09.00 hingga 18.30 WITA. Tak hanya distribusi sembako, kegiatan juga diisi dengan penguatan kerohanian dan "Sharing Dharma" untuk memberikan semangat hidup kepada para penerima bantuan.

Tanah Banjar Dharma Agung Kupang (BDAK) di Lasiana, dan Penjaga Ibu Yuliana bersama Anaknya Wayan Nurchana

ShaDhar : Berbagi Dharma dan Kasih,
Konsep "ShaDhar" atau "Sharing Dharma menjadi inti kegiatan Hindukupang.com di Ibukota Provinsi NTT ini. Tidak hanya berbagi materi, tetapi juga menyebarkan kebijaksanaan, semangat, dan dukungan spiritual kepada umat Hindu Dharma. Ini adalah bentuk sedekah spiritual yang memberi manfaat lebih luas dan mendalam.
Panggilan Kepedulian bagi Semua Organisasi dan Lembaga Hindu di Kupang maupun NTT.
Kegiatan ini menjadi panggilan moral bagi semua organisasi dan lembaga Hindu, baik di Kupang maupun Provinsi Nusa Tenggara Timur, untuk lebih peka dan proaktif mendeteksi kondisi keumatan di masyarakat, agar tidak ada umat yang terabaikan dalam kesulitan hidup.

Sedekah Bukan Hanya Materi.
Penyaluran bantuan melalui Hindukupang.com menegaskan bahwa bantuan tidak selalu dalam bentuk uang. Sedekah bisa berupa bahan makanan, dukungan moral, tenaga, waktu, bahkan hanya dengan mendengarkan keluh kesah umat. Ini adalah bentuk-bentuk cinta kasih yang harus terus dijaga dan dibudayakan.
Permasalahan "Pawongan" Umat Hindu di Kupang dan NTT pun Masih Banyak, Realita di lapangan menunjukkan masih banyak permasalahan *Pawongan* (hubungan antar manusia) umat Hindu di Kupang dan sekitarnya. Kesadaran kolektif sangat dibutuhkan agar persoalan umat dapat diselesaikan sejak dini, langsung dari akar rumput, dan menjadi Tugas Bersama Para Pengurus Organisasi Umat Hindu di Kupang dan NTT.

Hindukupang.com : Penyaluran Sembako kepada Keluarga Dharmika Bapak Wayan Sutama di LiLiba (Foto Atas), Keluarga Dharmika Bapak Nyongki - oesapa, Tim BorBor Krematorium Hindu di Kupang (Foto Tengah), dan Keluarga Ibu Agung Rai (Janda Hindu) di Kelapa Lima Kota Kupang NTT (Foto Bawah), 10 Juni 2025.


Tanggung jawab besar ini tidak bisa hanya ditanggung satu pihak. Semua elemen Pengurus Organisasi umat Hindu, dari Lembaga, Pura, organisasi , pemuda, hingga lembaga keagamaan Hindu, memiliki peran penting untuk saling bahu membahu dalam membantu sesama, dalam sisi Pawongan, Sudah Cukup Parahyangan dengan upacara puluhan bahkan ratusan juta, namun sisi kepedulian Pawongan, hubungan sesama manusia masih banyak yang terabaikan, bahkan cenderung tak terdeteksi dan tak pernah mengetahui kondisi umat Hindu di level terbawah. Maka tak heran kondisi ekonomi terjepit, hingga berbagai permasalahan dan desakan depresi yang terakumulasi menjadi penyebab dari banyaknya kasus Ulah Pati "Bunuh Diri" terjadi dan harus segera diantisipasi berbagai pihak. Sebagai para pengurus Organisasi dan lembaga Hindu di Kupang dan NTT harus lebih sering turun melihat kondisi umat Hindu yang masih banyak sekali memerlukan bantuan dan siraman kerohanian agar mereka tidak kekeringan dan dahaga kehausan dalam memperoleh siraman Tattwa , dan etika susila dalam berupacara yadnya yang tulus dan ihklas (Lascarya).

Keluarga Dharmika Bapak Eka Kurniawan, Disabilitas Hindu, di Alak Kota Kupang NTT
Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

Peliharaan usaha ternak Bebek, Keluarga Bapak Eka Kurniawan (Disabilitas Hindu), dan Juga Usaha Laundry Rumahan di Alak Kota Kupang NTT

Sarasamuccaya : Petunjuk Luhur dalam Beramal
Di Dalam kitab suci Sarasamuccaya, disebutkan bahwa sedekah dan beramal adalah jalan utama menuju kebahagiaan sejati. “Di dunia ini tiada tempat berbuat Dharma yang tak menghasilkan kebahagiaan.” Maka dari itu, berbagi adalah jalan menuju kebebasan rohani dan kebahagiaan sejati, baik bagi pemberi maupun penerima.(*OMTatSat/RyGuN)
Sumber dan Foto : Hindukupang.com / Guntara

Hindukupang.com : Keluarga Dharmika Bapak I Nyoman Simpen, di Belo Kolhua Kota Kupang NTT,
Kak Guntara, Bersama Ojek Online Bapak Made Wawan Grab Bike dan Bapak Nyoman Simpen Maxim Hindu Kupang NTT.

Baca Juga : Rangkaian Kegiatan Nyepi Tahun Baru Saka 1947 di Kota Kupang Tahun 2025
Baca Juga : Upacara Melasti 2025 Umat Hindu Kupang Gelar Ritual Penyucian Sambut Datangnya Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947
- Details
- Written by Admin
- Category: Kegiatan
- Published: 10 June 2025
- Hits: 643















.jpg)









