
HinduKupang.com, NTT – Sekolah Dasar Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pendidikan dan teknologi. Dalam ajang perlombaan Filosi Robotic tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur, sekolah dasar (SD) Adi Widyalaya Saraswati yang memiliki akreditasi A tersebut berhasil meraih Juara III setelah menunjukkan kemampuan merakit dan memahami sistem robotik sederhana hingga tingkat lanjutan. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pelajar tingkat sekolah dasar di NTT memiliki potensi besar dalam penguasaan teknologi dan inovasi digital sejak usia dini.
Tim SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati yang mewakili sekolah terdiri dari Komang Devania Maharini Wijaya, Kadek Denaya Putri Gangga Maheswari, dan Kadek Arya Bramasta. Ketiga siswa tersebut didampingi oleh Christian Eumeric Louis Fallo, S.T., yang berperan dalam membimbing proses persiapan hingga pelaksanaan lomba. Partisipasi mereka tidak hanya membawa nama baik sekolah, tetapi juga memperlihatkan semangat generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi modern yang semakin kompetitif.

Dalam Acara Pembukaan Filosi Robotic Competition 2026, Pemerintah Kota Kupang menunjukkan dukungan nyata terhadap pengembangan teknologi dan inovasi generasi muda yang berlangsung di Aula Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kementerian Ketenagakerjaan, pada hari rabu hingga jumat , 20-22 Mei 2026. Kompetisi 2 hari ini menjadi ajang robotik pertama berskala besar di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, dunia pendidikan, dan komunitas teknologi dalam upaya bersama membangun ekosistem inovasi digital di daerah.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Franscies,S.Sos.,M.Sc dan dihadiri sejumlah tokoh penting dari kalangan pendidikan dan teknologi. Di antaranya Founder Logosi Institute Erwin Alexander, Co-Founder dan Manager Logosi Institute Virginia Da Silva, Koordinator Satpel BPVP Kupang Wilfrianus Sabon Tawa, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT Ambrosius Kodo, serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi di NTT. Kehadiran berbagai elemen tersebut memperlihatkan adanya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kemajuan teknologi di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Kupang Serena menegaskan bahwa Filosi Robotic Competition 2026 , tingkat SD,SMP, SMA dan umum ini bukan sekadar perlombaan robotik, tetapi sebuah gerakan awal untuk mengubah pola pikir generasi muda NTT agar lebih siap menghadapi era digital dan perkembangan teknologi global. Menurutnya, budaya tetap menjadi identitas utama masyarakat NTT, namun penguasaan teknologi merupakan sarana penting untuk membuka peluang masa depan yang lebih luas bagi generasi muda.
Ia menilai kompetisi ini membuktikan bahwa anak-anak muda NTT memiliki kreativitas, semangat inovasi, dan kemampuan untuk berkembang di bidang teknologi apabila diberikan ruang dan kesempatan yang memadai. Serena juga menyoroti bahwa dunia saat ini membutuhkan generasi yang mampu berpikir kreatif, menyelesaikan masalah, serta menciptakan solusi nyata, bukan hanya sekadar memiliki gelar akademik.
“Apa yang terjadi hari ini bukan sekadar perlombaan robot biasa. Ini adalah gerakan. Kita ingin anak-anak muda NTT tidak hanya menjadi penonton perkembangan teknologi, tetapi tampil sebagai pencipta dan inovator,” tegas Serena dalam sambutannya.
Selain itu, Wakil Wali Kota Kupang Serena juga menekankan pentingnya teknologi dalam menjawab persoalan riil masyarakat, khususnya di sektor pertanian yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat NTT. Ia menilai penerapan teknologi dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja para petani yang selama ini masih banyak menggunakan metode tradisional.
“Kalau dulu petani kita bekerja secara tradisional dengan hasil terbatas, maka dengan teknologi produktivitas bisa meningkat berkali-kali lipat. Teknologi harus menjadi jawaban untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Serena turut menyampaikan pesan kepada generasi muda mengenai penggunaan Artificial Intelligence (AI). Ia mengingatkan bahwa AI harus dimanfaatkan sebagai alat untuk memperkuat kreativitas dan ide manusia, bukan menggantikan fungsi berpikir manusia sepenuhnya. Pesan tersebut menjadi sorotan penting di tengah perkembangan AI yang kini semakin pesat memengaruhi berbagai bidang kehidupan.
Pemerintah Kota Kupang, lanjut Serena, berkomitmen membuka lebih banyak ruang kreatif dan akses pendidikan teknologi agar generasi muda di NTT memiliki kesempatan yang lebih luas dalam mengembangkan kemampuan di bidang digital dan inovasi teknologi.
Sementara itu, Founder Logosi Institute, Erwin Alexander, menjelaskan bahwa rendahnya literasi dan minat robotik di NTT menjadi salah satu alasan utama lahirnya Filosi Robotic Competition 2026. Kompetisi ini dirancang terbuka untuk pelajar tingkat SD, SMP, SMA hingga kategori umum sebagai langkah memperkenalkan teknologi sejak usia dini kepada generasi muda di daerah.

Berbagai kategori lomba disiapkan sesuai jenjang pendidikan peserta. Untuk tingkat SD, peserta diperkenalkan dengan perakitan robot sederhana berbasis permainan edukatif. Tingkat SMP ditantang membuat Smart Obstacle Car atau mobil penghindar rintangan, sedangkan peserta tingkat SMA diminta menciptakan sistem robotik yang mampu memberikan solusi terhadap persoalan di NTT. Adapun kategori umum akan mengikuti kompetisi Line Follower yang menguji kemampuan robot membaca jalur otomatis.
Erwin juga menjelaskan bahwa seluruh peserta mendapatkan fasilitas workshop gratis sebelum kompetisi berlangsung. Pelatihan tersebut menghadirkan pembimbing dari sejumlah perguruan tinggi di NTT seperti Universitas Nusa Cendana, Universitas Widya Mandira Kupang, dan Universitas Timor untuk membantu peserta memahami dasar robotika, coding, serta demonstrasi teknologi sederhana.
Koordinator Satpel BPVP Kupang, Wilfrianus Sabon Tawa, menilai kompetisi seperti ini sangat penting untuk membangun kualitas sumber daya manusia di bidang teknologi di NTT. Menurutnya, selama ini robotik masih dianggap sebagai bidang yang rumit dan mahal sehingga belum banyak diminati masyarakat.
Namun demikian, melalui demonstrasi alat sederhana seperti tempat sampah otomatis dan sistem rumah pintar, minat pelajar terhadap dunia robotika mulai tumbuh secara signifikan. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa generasi muda NTT memiliki potensi besar untuk berkembang di bidang teknologi apabila terus diberikan akses pembelajaran dan dukungan yang memadai.
Usai membuka kegiatan, Wakil Wali Kota Kupang Serena bersama tamu undangan lainnya meninjau langsung hasil karya robotik yang ditampilkan para peserta. Kompetisi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem teknologi yang kuat di NTT sekaligus membuka jalan lahirnya generasi muda yang siap bersaing di era digital dan perkembangan teknologi masa depan.
SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang Raih Juara III Filosi Robotic Competition 2026 Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Perlombaan robotik tersebut diselenggarakan sebagai wadah untuk melatih kreativitas, kemampuan berpikir logis, serta keterampilan teknis para siswa di bidang teknologi. Para peserta ditantang untuk memahami cara kerja alat-alat sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti tempat sampah otomatis dan lampu lalu lintas pintar. Selain fokus pada kemampuan teknis, kompetisi ini juga menanamkan nilai kerja sama tim, ketelitian, dan kemampuan menyelesaikan masalah secara sistematis.

Dalam proses perlombaan, peserta SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati melewati dua tahapan utama, yakni babak kualifikasi dan babak final. Pada tahap awal, peserta diminta merakit sistem Smart Trash Bin atau tempat sampah otomatis menggunakan sensor ultrasonik dan motor servo. Teknologi tersebut memungkinkan tutup tempat sampah terbuka secara otomatis ketika mendeteksi keberadaan objek di sekitarnya. Tahapan ini menjadi ujian dasar bagi peserta dalam memahami fungsi sensor, aktuator, serta penyusunan rangkaian elektronik sederhana.

Sementara itu, pada babak final, peserta menghadapi tantangan yang lebih kompleks melalui proyek Smart Traffic Light atau lampu lalu lintas pintar. Sistem yang dirancang menggunakan kombinasi LED merah, kuning, dan hijau, sensor ultrasonik, buzzer, serta LCD sebagai media informasi. Lampu bekerja berdasarkan durasi yang telah diprogram, sedangkan buzzer akan berbunyi apabila terdeteksi kendaraan melintas saat lampu merah menyala. Pada tahap ini, peserta diuji dalam memahami logika pemrograman, integrasi komponen, hingga kemampuan menciptakan sistem yang berjalan secara efektif dan terstruktur.
Keberhasilan SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang meraih posisi tiga besar menunjukkan bahwa pendidikan berbasis teknologi mulai berkembang secara positif di Nusa Tenggara Timur. Prestasi ini sekaligus menjadi sinyal penting bahwa sekolah-sekolah di daerah memiliki kemampuan untuk bersaing dalam bidang sains dan teknologi apabila didukung oleh pembinaan yang tepat. Kompetisi seperti Filosi Robotic dinilai mampu membuka wawasan siswa terhadap dunia robotika, kecerdasan buatan, dan teknologi digital yang menjadi kebutuhan masa depan.
Harapan Kepala Sekolah Dasar (SD) Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang, Ni Nyoman Suparwati.,S.Pd.,M.Pd.,Gr dalam wawancara bersama media Hindukupang.com mengatakan keberhasilan ini membuktikan bahwa dengan ketekunan, murid sekolah dasar pun mampu bersaing dan bersinar di bidang teknologi modern. Juara 3 ini diharapkan menjadi pijakan awal dari perjalanan panjang anak-anak Saraswati di dunia teknologi. Semoga pengalaman berkompetisi ini membentuk mentalitas juara yang tangguh, dan rendah hati untuk menyongsong masa depan yang cerah.
Di tahun 2026 ini juga akan membuka dan menerima siswa-siswi dari berbagai tempat, Sekolah SD Adi Widyalaya Saraswati Kupang yang telah memiliki Akreditasi A ini berlokasi di areal Pura Oebananta , Kelurahan Fatubesi Kota Lama, Kota Kupang , dan juga gedung sekolah baru di wilayah belo jalur 40 kolhua. Prestasi Robotic ini menjadi pelecut semangat bagi pihak sekolah untuk terus memfasilitasi, mendukung, dan mengembangkan bakat-bakat serta potensi terpendam murid kami di bidang teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), dan robotika melalui model pembelajaran yang adaptif dan modern.(Guntara)
Editor : Rygun
Sumber dan Foto : Kepala Sekolah SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati, dan Prokopim Kota Kupang

Tim SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati yang mewakili sekolah terdiri dari Komang Devania Maharini Wijaya, Kadek Denaya Putri Gangga Maheswari, dan Kadek Arya Bramasta. Ketiga siswa tersebut didampingi oleh Christian Eumeric Louis Fallo,S.T
Baca Juga : Lokakarya Penguatan Empat Pilar Pembangunan Manusia Hindu Digelar Di Kupang NTT
Baca Juga : Rayakan HUT ke-38, WHDI Kota Kupang Gelar Turnamen Bulu Tangkis dan Berdayakan UMKM
Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama Dari Nusa Tenggara Timur Teguhkan Persatuan Gotong Royong Dan Komitmen Kemanusiaan
Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando
Baca Juga : Bhakti Untuk Regenerasi, MPAB ke XX Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT : "Melahirkan Kader Hindu Berjiwa Pemimpin”
Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama
- Details
- Written by Admin
- Category: Kegiatan
- Published: 23 May 2026
- Hits: 325

















.jpg)









