
HinduKupang.com, NTT - Bali - Kegiatan Dharma Santi Nyepi Nasional Tahun Baru Saka 1948 / 2026 M digelar pada 17 April 2026 di Taman Werdhi Budaya Art Center, Denpasar Provinsi Bali yang berlangsung sejak pukul 16.00 hingga 22.00 WITA dihadiri sekitar 5000an peserta. Acara Dharma Santi Nasional ini menjadi puncak rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi dengan mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju.” Tema tersebut menegaskan pentingnya persaudaraan universal, persatuan bangsa, serta keharmonisan budaya sebagai fondasi membangun Indonesia yang lebih maju dan inklusif.
Sebelum pembukaan resmi, rangkaian acara diawali dengan berbagai pertunjukan seni budaya seperti Tari Cendrawasih dan Sendratari Drama Gong yang mencerminkan kekayaan tradisi Bali. Penampilan musisi Bali, Arya Suarnata, turut memeriahkan suasana dengan sajian hiburan yang mendapat apresiasi peserta. Pembukaan resmi ditandai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza, pembacaan Pancasila, Tari Selat Segara, serta Pembacaan Sloka dari Pustaka Suci Veda.

Dalam prosesi acara, hadir juara peserta juara Utsawa Dharma Gita Dewasa Putri tingkat provinsi Bali, yang membawakan Alunan sloka Suci dari Atharvaveda dibacakan dalam acara Dharma Santi Nyepi Nasional sebagai pengingat nilai universal tentang keberagaman umat manusia dalam satu keluarga besar di bumi.
Atharvaveda XII.1.4.5 :
*Janam Bbhrati bahudha vivacasam, Nanadharmanam prthivi jathaukasam Sahasram dhara dravinasya me duham, Dhuruveva dhenur anapas phuranti.*
Terjemahan : Bumi Pertiwi yang memikul
beban, bagaikan sebuah keluarga, semua
orang berbicara dengan bahasa yang
berbeda-beda dan memeluk kepercayaan
yang berbeda, semoga ia melimpahkan
kekayaan kepada kita tumbuh
penghargaan diantara kita.
Pesan tersebut menekankan pentingnya toleransi dan saling menghargai antarumat beragama dan budaya. Kegiatan juga diisi dengan persembahyangan bersama Puja Tri Sandhya tepat jam 18:00 WITA yang diikuti seluruh peserta Dharma Santi Nyepi Nasional sebagai bentuk penguatan spiritual kolektif.

Acara ini dihadiri secara langsung oleh sejumlah Tokoh Nasional, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof.Dr.Pratikno,M.Soc.Sc, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Hindu Kementerian Agama RI Prof.Dr.Drs. I Nengah Duija,M.Si, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI / Senator Daerah Pemilihan Bali Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, dan Arya Wedakarna, serta Guru Wisesa / Gubernur Provinsi BaLi periode 2018-2023 dan 2025-2030, Bapak Dr.Ir. I Wayan Koster,M.M. Selain itu, hadir pula jajaran pengurus PHDI Pusat diantaranya Ketua Pengurus Harian PHDI Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Sabha Walaka Kolonel Inf.(Purn) I Nengah Dana,S.Ag , dan Dharma Adhyaksa Ketua Sabha Pandita Ida Pedanda Nabe Gde Bang Buruan Manuaba, hadir juga Ketua Prambanan Festival 2026 I Nyoman Ariawan Atmaja, serta perwakilan PHDI daerah dari seluruh Provinsi di Indonesia yang memperkuat nuansa kebangsaan dalam kegiatan tersebut.


Ucapan selamat "Dharma Santi Nyepi Nasional Tahun Saka 1948" disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (HOR)(Purn) H.Prabowo Subianto Joyohadikusumo melalui tayangan video. Presiden RI Prabowo Subianto mengajak umat Hindu di seluruh Indonesia menjadikan nilai Tat Twam Asi , Aku adalah Kamu, Kamu adalah Aku, sebagai pedoman kehidupan bermasyarakat serta ajaran Hindu Dharma Hubungan Tri Hita Karana (Parahyangan, Pawongan dan Palemahan) sebagai landasan menjaga harmoni sosial dan persatuan nasional. Pesan tersebut mempertegas relevansi ajaran Hindu Dharma Indonesia di dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.


Hindukupang.com : RaryTriguntara bersama Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Hindu Kementerian Agama RI Prof.Dr.Drs. I Nengah Duija,M.Si, Dan Arkeolog Muda, Ketua Panitia Abhiseka Candi Prambanan (2019) sdri.Nur Kesawa (Nur Khotimah)

Ketua Panitia Dharma Santi Nyepi NasionaL 2026 Tahun Saka 1948, Marsekal Muda (Marsda) TNI (Purn) I Made Susila Adnyana,S.I.P.,S.H.,M.Hum Bersama Rary Triguntara (Hindukupang.com)

Sekretaris Panitia Dharma Santi Nasional 2026 I Made Sunarsa,SE bersama HinduKupang.com

Dharma Wacana disampaikan oleh Ida Pedanda Gede Made Putra Kekeran yang menekankan pentingnya persatuan dan kerja bersama dalam membangun peradaban. Laksanakan Swadharma Kewajiban tanpa mengharapkan hasil, karena Hasil itu adalah milik Hyang Maha Kuasa.
Ketua Panitia Dharma Santi Nyepi NasionaL 2026 Tahun Saka 1948, Marsekal Muda TNI (Purn.) I Made Susila Adnyana, dalam laporan panitia menyampaikan seluruh rangkaian kegiatan Nyepi telah berjalan lancar, dan ucapan terima kasih telah didukung oleh partisipasi berbagai pihak. Hal ini diperkuat oleh Sekretaris Panitia I Made Sunarsa yang menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban publik atas pelaksanaan rangkaian acara dari menyambut Hari Suci Nyepi, bakti sosial, menjaga ekosistem lingkungan, seminar nasional Nyepi, hingga penutup yaitu dengan Dharma Santi Nyepi Nasional yang beberapa tahun lalu dilakukan di Jakarta dan Candi Prambanan Yogyakarta, dan pada tahun 2026 ini dilaksanakan di Art Center Denpasar Bali.
Sebagai penutup, rangkaian Dharma Santi diakhiri dengan sambutan dari sejumlah pejabat serta penegasan kembali komitmen untuk menjaga harmoni dalam keberagaman. Selain itu juga dilaksanakan Penandatangan Kerjasama PHDI Pusat dengan Direktur Kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan, dan pemberian perlindungan BPJS kepada Rohaniawan Hindu. Momentum ini tidak hanya menjadi refleksi spiritual umat Hindu, tetapi juga ruang penguatan nilai kebangsaan yang inklusif dan berkelanjutan.(Guntara)
Editor : RyGuN
Sumber dan Foto : Hindukupang.com / Dharma Santi Nasional 2026 / Guntara
Video Streaming Dharma Santi Nasional 2026 di Art Center Bali Kunjungi Disini
Video Ucapan Dharma Santi Nyepi Nasional dari Presiden RI Prabowo Subianto melalui ucapan Video Kunjungi Disini

Foto Hindukupang.com : Acara Dharma Santi Nyepi NasionaL, 17 ApriL 2026,
di Art Center Denpasar Bali, Rary Triguntara Bersama Bapak Letnan Jenderal TNI AD
*"Letjen TNI I Nyoman Cantiasa,S.E.,M.Tr.(Han)."*
Beliau pernah menjabat Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (Waka BIN), dan
Saat ini menjadi Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Darat (Koorsahli KSAD).
Beliau juga pernah menjadi Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III.
Kemudian Beliau adalah mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus ke-31 pada tahun 2019 dan merupakan lulusan terbaik (Adhi Makayasa) Akmil 1990 yang berpengalaman di bidang infanteri Kopassus

HinduKupang.com bersama Forum Alumni KMHDI, Para Alumni Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI)






Baca Juga : Lokakarya Penguatan Empat Pilar Pembangunan Manusia Hindu Digelar Di Kupang NTT
Baca Juga : Rayakan HUT ke-38, WHDI Kota Kupang Gelar Turnamen Bulu Tangkis dan Berdayakan UMKM
Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama Dari Nusa Tenggara Timur Teguhkan Persatuan Gotong Royong Dan Komitmen Kemanusiaan
Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando
Baca Juga : Bhakti Untuk Regenerasi, MPAB ke XX Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT : "Melahirkan Kader Hindu Berjiwa Pemimpin”
Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama
- Details
- Written by Admin
- Category: Kegiatan
- Published: 18 April 2026
- Hits: 425

HinduKupang.com , NTT - Suasana religius menyelimuti pesisir Oebananta, Kelurahan Fatubesi, pada Senin (16/3/2026) sore. Nampak ribuan umat Hindu dari Kota Kupang dan Kabupaten Kupang memadati Pura Manik Segara Oebananta, untuk melaksanakan upacara Melasti (Melis) dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 , yang tepat NYEPI dirayakan nanti pada 19 Maret 2026.
Di hari Senin, 16 maret 2026, sejak pukul 15.00 WITA, iring-iringan umat Hindu yang mengusung berbagai Pralingga dan Tapakan (simbol suci Tuhan) dari berbagai Pura Hindu tiba di lokasi diiringi perpaduan sekehe gamelan gong Sentana Satya Budaya, sekehe demen dan sekehe bleganjur Tri Datu.
Deburan ombak Teluk Kupang menjadi saksi kekhusyukan umat dalam melakukan ritual penyucian, baik penyucian diri (Bhuana Alit) maupun alam semesta (Bhuana Agung), dengan sarana air suci kehidupan (Amerta) dari Tengah lautan TeLuk Kupang NTT. Perayaan Nyepi tahun 2026 ini mengusung tema nasional yang sarat makna: "Vasudaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga". Menurut Ketua Panitia Perayaan Hari Suci Nyepi 2026 PHDI Kota Kupang, I Wayan Gede Astawa bahwa pesan universal ini menekankan pentingnya persaudaraan tanpa sekat, harmoni, serta tanggung jawab kolektif seluruh umat manusia dalam menjaga kelestarian bumi.


Tema "Vasudaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga" ini merupakan panggilan bagi kita semua untuk menyadari bahwa di bawah langit yang sama, kita adalah satu keluarga besar yang harus saling menjaga," ujar Rary Triguntara , Alumni KMHDI NTT dan tokoh umat HinduKupang saat wawancara bersama media di sela-sela prosesi Upacara Melasti berlangsung. Upacara melasti ini juga turut berpartisipasi keamanan dari Satpol PP kota Kupang, Karang Taruna Kota Kupang dan Kelurahan Fatubesi, para pemuda lintas agama, kemudian Dinas Perhubungan serta Pecalang Banjar Dharma Agung Kupang, sehingga jalur menuju pasar Oeba Fatubesi dalam upacara Melasti berjalan dengan lancar.
Rangkaian hari suci akan berlanjut pada 18 Maret 2026 dengan ritual Tawur Kesanga. Menurut Wakil Ketua PHDI Kota Kupang I Gusti Ngurah Suarnawa bahwa di Kota Kupang, kemeriahan akan memuncak melalui Upacara Tawur Kesanga dan kemudian Pawai Ogoh-ogoh yang dipusatkan di Jalan El Tari, tepat di depan Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT. Pawai ini bertujuan sebagai simbol netralisasi kekuatan negatif agar alam semesta kembali murni sebelum memasuki hari Sipeng atau Nyepi pada 19 Maret 2026.


Makna Filosofis Upacara Melasti dan Nyepi 1948 Saka yaitu melalui Upacara Melasti bukan sekadar ritual tahunan, melainkan memiliki esensi teologis dan ekologis yang mendalam bagi umat Hindu :
1. Melasti (Penyucian Spirit, Jiwa dan raga)
Secara harfiah, Melasti bertujuan menyucikan berbagai Pralingga (Daksina Linggih), senjata Dewata Nawa Sanga, Pajeng Kober, berbagai Pura Hindu yang ada di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, dengan tirta Amerta dari laut menyucikan , kemudian kepada umat untuk menghanyutkan kotoran batin (klesa) dan segala bentuk pencemaran melebur spiritual ke laut menyambut datangnya Tahun Baru Saka 1948. Laut dipercaya sebagai sumber air suci (Amerta) yang mampu melebur kesalahan dan memberikan energi kehidupan baru.


2. Peningkatan Kesadaran "Vasudaiva Kutumbakam"
Sesuai tema tahun 1948 Saka, Melasti menjadi momentum untuk meruntuhkan ego individu. Melalui konsep "Satu Bumi, Satu Keluarga", umat diingatkan bahwa kerukunan antar sesama manusia dan toleransi adalah fondasi utama dalam menjaga kedamaian dunia.
3. Implementasi Tri Hita Karana
Rangkaian Melasti Nyepi ini merupakan wujud nyata keseimbangan hidup:
* Parahyangan: Hubungan harmonis manusia dengan Tuhan (brahman) melalui Doa SembaHyang di Pura Manik Segara , manifestasi Brahman yaitu Sang Hyang Baruna Dewa Penguasa Lautan.
* Pawongan: Hubungan harmonis antar sesama umat yang berkumpul tanpa membedakan status sosial.
* Palemahan: Hubungan harmonis dengan alam, yang disimbolkan melalui penyucian lingkungan dan pelestarian laut.

4. Refleksi dalam Keheningan
Puncak dari seluruh prosesi ini adalah hari Nyepi (19 Maret), di mana umat menjalankan Catur Brata Penyepian. Dalam keheningan total, manusia diajak untuk "pulang" ke dalam diri sendiri, mengevaluasi tindakan setahun terakhir, dan menyusun niat baru untuk menjadi pribadi yang lebih bijaksana di tahun yang baru. Adapun Informasi Tambahan rangkaian kegiatan Perayaan Hari Suci Nyepi tahun Saka 1948 / 2026 adalah :
* Tawur Kasanga : 18 Maret 2026 (Pembersihan alam semesta).
* Pawai Ogoh-ogoh: 18 Maret 2026 sore di Jalan El Tari, Kupang.
* Puncak Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 : 19 Maret 2026 dengan Catur Brata Nyepi (Refleksi dalam sunyi).
* Dharma Santi Nyepi Kota Kupang NTT, simakrama dan silaturahmi Nyepi Tahun Saka 1948 bersama yang akan dilaksanakan april 2026.
Editor : K'Gun
Sumber dan foto : Hindukupang.com / RyGuN

Baca Juga : Lokakarya Penguatan Empat Pilar Pembangunan Manusia Hindu Digelar Di Kupang NTT
Baca Juga : Rayakan HUT ke-38, WHDI Kota Kupang Gelar Turnamen Bulu Tangkis dan Berdayakan UMKM
Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama Dari Nusa Tenggara Timur Teguhkan Persatuan Gotong Royong Dan Komitmen Kemanusiaan
Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando
Baca Juga : Bhakti Untuk Regenerasi, MPAB ke XX Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT : "Melahirkan Kader Hindu Berjiwa Pemimpin”
Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama
- Details
- Written by Admin
- Category: Kegiatan
- Published: 16 March 2026
- Hits: 322

HinduKupang.com, NTT – Panitia Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948/2026 Kota Kupang mengawali rangkaian perayaan dengan kegiatan bakti sosial dan donor darah yang digelar di Wantilan Pura Agung Giri Kertha Bhuwana, hari Minggu , tanggal 1 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 12.12WITA ini dihadiri umat Hindu Kupang dari berbagai sektor/tempekan Banjar Dharma Agung Kupang, serta melibatkan sejumlah organisasi keagamaan Hindu di Kota Kupang. Sejumlah lembaga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, antara lain Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Kupang dan NTT, Pemuda Hindu Peradah Indonesia Kupang NTT, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT, Forum Alumni KMHDI, Puskor Hindunesia, serta Organisasi dan Lembaga hindu di Kupang NTT. Keterlibatan lintas organisasi ini mencerminkan soliditas internal umat Hindu dalam menyukseskan agenda keagamaan sekaligus sosial kemasyarakatan.

Dalam kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan UPTD.Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTT, tercatat lebih dari 70 orang mendaftar. Namun, setelah melalui pemeriksaan kesehatan seperti tensi darah dan kadar hemoglobin (Hb), sebanyak 59 peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya. Adapun total 59 kantong darah yang didapatkan dalam kegiatan Donor Darah Panitia Hari Suci Nyepi Saka 1948 Tahun 2026 Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur terdiri dari : golongan darah A sebanyak 7 kantong, golongan darah B sebanyak 22 kantong, golongan darah O sebanyak 24 kantong, golongan darah AB sebanyak 6 kantong, total 59 kantong darah.

Ketua Panitia Nyepi Kota Kupang Tahun Saka 1948, I Wayan Gede Astawa,S.Sos.,MM, dalam wawancara bersama media Hindukupang.com mengatakan bahwa donor darah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata nilai kemanusiaan. Ia menekankan semangat “satu bumi satu keluarga” Vasudaiva Kutumbhakam, Kita Semua adalah bersaudara , atau Vasudhaiva Kutumbakam (वसुधैव कुटुम्बकम्) yang dalam frasa Sansekerta berasal dari kitab suci Hindu seperti Maha Upanishad, yang bermakna "Seluruh Dunia adalah Satu Keluarga" sebagai landasan kegiatan, di mana seluruh umat manusia dipandang sebagai satu keluarga besar yang saling membantu, khususnya kegiatan Donor Darah sambut Nyepi 2026 ini sangat penting bagi mereka yang membutuhkan transfusi darah untuk menyelamatkan jiwa.
I Wayan Gede Astawa menambahkan, dari 64 peserta yang sempat terdata ulang, hanya 59 orang yang dapat mendonorkan darahnya karena beberapa kendala kesehatan. Sementara sebagian pendaftar lainnya tidak hadir akibat kondisi cuaca hujan. Meski demikian, panitia tetap bersyukur atas capaian tersebut dan menilai partisipasi masyarakat cukup tinggi.

Pada sore harinya,Panitia Hari Suci Nyepi Saka 1948 Tahun 2026 Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur melanjutkan kegiatan dengan pembagian 200 paket takjil kepada warga di sekitar Masjid Al Fitrah, Oesapa, yang dikenal sebagai kawasan kampung nelayan dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Pemilihan lokasi ini disebut sebagai simbol harmoni dan wujud toleransi antarumat beragama di Kota Kupang.
Di sisi lain, Wantilan Pura Agung Giri Kertha Bhuwana saat Donor Darah berlangsung, dukungan terhadap perayaan Nyepi juga datang dari sektor korporasi. PT.Pegadaian (Persero) melalui Deputi Bisnis Area Kupang NTT menyalurkan dana CSR sebesar Rp30 juta kepada Panitia Nyepi Tahun Saka 1948 Kota Kupang. Bantuan tersebut diserahkan untuk mendukung kelancaran rangkaian kegiatan, mulai dari prosesi rangkaian hari Suci Nyepi Tawur Kesanga hingga pawai ogoh-ogoh.
Deputi Bisnis Pegadaian Area Kupang, I Nyoman Mas Aryana, menyatakan bahwa kontribusi ini merupakan bagian dari komitmen sosial perusahaan melalui program Pegadaian Peduli. Ia berharap dukungan tersebut tidak hanya membantu suksesnya perayaan, tetapi juga memperkuat kehadiran Pegadaian di tengah masyarakat.
Komitmen Sosial yang Berkelanjutan dengan Pemberian bantuan ini merupakan bagian dari program Pegadaian Peduli. Selain menyasar kegiatan keagamaan, Pegadaian Area Kupang secara rutin menyalurkan CSR ke berbagai sektor lainnya, seperti bantuan ke panti asuhan dan tempat ibadah lainnya di wilayah NTT.
Sebagai informasi, wilayah kerja Pegadaian Area Kupang mencakup area yang sangat luas, meliputi 9 kabupaten/kota, di antaranya: Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, Rote Ndao, Alor, hingga Sabu Raijua.
Tring by Pegadaian adalah aplikasi keuangan digital terintegrasi untuk investasi emas, gadai, dan pembiayaan dalam satu genggaman. Dengan konsep "1 User ID", aplikasi ini memudahkan pembelian/penjualan emas (Tabungan Emas), cicil emas, hingga gadai digital, serta aman berizin OJK. Aplikasi ini dapat diunduh di Google Play Store atau App Store.
Selain penyaluran CSR, Pegadaian turut memperkenalkan aplikasi digital “Tring” sebagai inovasi layanan investasi emas. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat menabung emas mulai Rp10.000, melakukan cicilan emas, serta memiliki emas dalam bentuk digital maupun fisik tanpa harus datang ke outlet. Langkah ini dinilai sebagai strategi mendorong literasi keuangan dan budaya menabung berbasis digital di wilayah NTT.

Dalam Wawancara bersama Media Hindukupang.com, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang, dr.I Wayan Ari Wijana S.Putra,M.Si, menyampaikan rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 atau bertepatan dengan tahun 2026 Masehi yang akan dirayakan pada 19 Maret 2026. Dalam wawancara bersama media hindukupang.com, ia menegaskan bahwa rangkaian kegiatan Panitia Nyepi tingkat Kota Kupang ini dimulai sejak 1 Maret 2026 sebagai agenda perdana panitia Nyepi tahun ini.
Ketua PHDI Kota Kupang, dr. I Wayan Ari Wijana S. Putra,M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian perayaan Nyepi tahun ini. Selain donor darah, panitia juga merencanakan bakti sosial pembagian bahan pangan bersama Banjar serta kegiatan Saka Boga Sewanam berupa pembagian takjil bagi umat Muslim di bulan Ramadan. Kegiatan berbagi tersebut dilaksanakan di Masjid Al Fitrah, sekaligus dirangkaikan dengan peringatan HUT PHDI ke-67 pada 23 Februari 2026.

Kegiatan pembuka diawali dengan bakti sosial berupa donor darah, yang kemudian direncanakan dilanjutkan dengan pembagian bahan pangan hasil kolaborasi bersama Banjar. Pada sore harinya, Panitia Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 Kota Kupang juga menggelar aksi berbagi takjil di Masjid Al-Fitrah sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas antar umat beragama, sekaligus memperingati HUT ke-67 PHDI Indonesia (pada 23 Feb 2026 silam).
Pada Tahun 2025 sebelumnya, kegiatan Saka Boga Sevanam, berbagi buka puasa bersama umat islam pernah dilaksanakan di Masjid Kelapa Lima. Di Tahun 2026 ini, Panitia Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 Kota Kupang dijadwalkan berada di lokasi mulai pukul 17.00 WITA menggelar aksi berbagi takjil buka puasa bersama umat muslim di Masjid Al-Fitrah Oesapa Kota Kupang.
Memasuki rangkaian ritual keagamaan menyambut datangnya Hari Suci Nyepi, upacara Melasti akan digelar pada 16 Maret 2026 di Pura Manik Segara, kelurahan Fatubesi yang berada di belakang Pura Oebananta. Jika sebelumnya Upacara Melasti dilaksanakan di Pantai Pasir Panjang, kini lokasi dipusatkan di area Pura tersebut. Seluruh "Pralingga" Pura Hindu di Kota Kupang dijadwalkan ikut ambil bagian dalam prosesi penyucian ini.
Selanjutnya, pada 18 Maret 2026 bertepatan dengan Bulan gelap atau Tilem Sasih Kesanga, akan dilaksanakan upacara Tawur Kesanga sebagai simbol pengorbanan "Yadnya" demi keseimbangan dan kedamaian alam. Prosesi persembahyangan dimulai pukul 12.00 WITA, dilanjutkan Pawai Ogoh-Ogoh pada pukul 16.00 WITA. Rute pawai dimulai dari perempatan Catus Pata Perempatan gedung Sasando Kantor Gubernur NTT menuju Rumah Jabatan Gubernur NTT dan kembali ke Perempatan Jalan El Tari depan Kantor Gubernur NTT.
Puncak perayaan Hari Suci Nyepi tepat pada 19 Maret 2026 dengan pelaksanaan Catur Brata Penyepian, yakni tidak bekerja, tidak bepergian, tidak menikmati hiburan, dan tidak menyalakan api amarah, kendali diri dengan berpuasa (upawasa). Umat Hindu menjalankan puasa dan tapa brata selama 24 jam, dari pukul 06.00 pagi hingga 06.00 pagi keesokan harinya. Rangkaian kegiatan Nyepi Tahun Saka 1948 juga mengingatkan kembali esensi Catur Brata Penyepian, yakni Amati Geni (tidak menyalakan api dan mengendalikan amarah), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelunganan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak mencari hiburan). Empat pantangan ini menjadi inti refleksi spiritual umat Hindu dalam mencapai ketenangan batin dan penyucian diri.
Keesokan harinya, pada 20 Maret 2026, umat Hindu merayakan Hari Ngembak Geni sebagai momentum Simakrama (silaturahmi) yang biasanya diisi dengan tradisi open house dan saling memaafkan, ungkap Ketua PHDI Kota Kupang dr.Wayan Ari Wijana.
Rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi 1948 Saka akan ditutup dengan Dharma Santi yang direncanakan berlangsung pada April 2026. Wali Kota Kupang, dr.Christian Widodo, juga telah menyetujui penggunaan aula rumah jabatan sebagai lokasi kegiatan tersebut. Penjadwalan Dharma Santi disesuaikan april, karena masih suasana libur dengan momentum Idul Fitri yang berdekatan dengan Nyepi tahun 2026 ini.
Dalam pesannya Ketua PHDI Kota Kupang, dr.I Wayan Ari Wijana menekankan pentingnya menjaga toleransi di Kota Kupang yang dikenal sebagai “Kota Kasih” dan salah satu kota toleran di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa upacara Tawur Kesanga di Catus Pata Jalan El Tari Kantor Gubernur NTT merupakan doa bersama untuk membersihkan dan memohon keselamatan bagi Kota Kupang agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Ia juga mengapresiasi dukungan lintas agama yang selama ini terjalin erat. Menurutnya, kolaborasi antara umat Hindu, Muslim, Kristen, dan Katolik, Buddha, Khonghucu, terasa nyata dalam berbagai kegiatan keagamaan di Kupang. Sebagai pribadi yang telah 32 tahun mengabdi di Kota Kupang sebagai dokter hingga masa pensiun, ia merasakan langsung kuatnya semangat kebersamaan dan harmoni antarumat beragama di daerah Kota Kupang. "Kupang Kota Kasih" adalah julukan bagi Kota Kupang, sebagai ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang merupakan akronim dari KASIH : Karya, Aman, Sehat, Indah, dan Harmonis. Semboyan KASIH ini mencerminkan kota yang toleran, ramah, dan menjunjung tinggi solidaritas antar sesama di tengah masyarakat yang multietnis.(Guntara)
Editor : Rygun
Sumber dan Foto : HinduKupang.com / K'Gun



Baca Juga : Lokakarya Penguatan Empat Pilar Pembangunan Manusia Hindu Digelar Di Kupang NTT
Baca Juga : Rayakan HUT ke-38, WHDI Kota Kupang Gelar Turnamen Bulu Tangkis dan Berdayakan UMKM
Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama Dari Nusa Tenggara Timur Teguhkan Persatuan Gotong Royong Dan Komitmen Kemanusiaan
Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando
Baca Juga : Bhakti Untuk Regenerasi, MPAB ke XX Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT : "Melahirkan Kader Hindu Berjiwa Pemimpin”
Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama
- Details
- Written by Admin
- Category: Kegiatan
- Published: 01 March 2026
- Hits: 369

Hindukupang.com – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) yang jatuh pada 12 Februari 2026 mendatang, WHDI Kota Kupang menggelar turnamen bulu tangkis di Lapangan Puku Puku Arena, Oesapa, Minggu (8/2/2026).
Acara yang dimulai tepat pukul 08.30 WITA ini dibuka secara resmi oleh Ketua WHDI Kota Kupang, dr. Dewa Ayu Putu Shinta Widari, Sp.KJ. Pembukaan ditandai dengan dimulainya pertandingan di tiga lapangan secara bersamaan yang diikuti oleh para peserta dengan penuh antusias.

dr.Dewa Ayu Putu Shinta Widari,Sp.KJ, Ketua WHDI Kota Kupang
Fisik Sehat, Jiwa Kuat
Dalam Segalanya, dr. Shinta Widari menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental. Menurutnya, olahraga merupakan sarana yang tepat untuk mengimplementasikan prinsip Mens Sana in Corpore Sano .
"Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menyehatkan badan, tetapi juga memperkuat jiwa. Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat," ujar pakar kedokteran jiwa tersebut di sela-sela pembukaan turnamen.
Kegiatan serupa tidak hanya terbatas pada cabang olahraga seperti bulutangkis, namun juga merambah ke bidang seni budaya.
Wacana pengembangan ke arah PORSENI ini bertujuan untuk mewadahi minat dan bakat umat dalam spektrum yang lebih luas. Selain mengasah ketangkasan fisik melalui berbagai cabang olahraga, ajang ini nantinya diproyeksikan menjadi panggung bagi seni religius dan tradisional.

Langkah ini dinilai sebagai strategi dalam menjaga eksistensi budaya Bali dan Hindu di tanah NTT, sekaligus mempererat tali persaudaraan antarumat melalui kompetisi yang sehat dan kreatif.

Puncak Acara dan Penganugerahan Pemenang
Kegiatan yang berlangsung meriah di Puku Puku Arena ini ditutup pada siang hari dengan upacara penyerahan penghargaan. Suasana penuh haru dan bangga mengukur prosesi pembagian piala serta medali kepada para pemenang lomba bulu tangkis.
Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas sportivitas dan kerja keras para atlet selama bertanding di lapangan. Penyerahan medali ini sekaligus menandai suksesnya rangkaian peringatan HUT WHDI ke-38 yang mampu memadukan aspek kesehatan, ekonomi kreatif, dan semangat kebersamaan.
Dengan berakhirnya turnamen ini, panitia berharap semangat "Sehat, Kuat, Semangat" tetap tertanam dalam jiwa setiap peserta hingga ajang yang lebih besar terlaksana di masa mendatang.
Geliat Ekonomi Kreatif
Berdasarkan pantauan media HinduKupang.com , turnamen ini diikuti oleh sedikitnya 21 pasangan ganda . Persaingan sengit namun sportif tampak memenuhi atmosfer Puku Puku Arena sejak pagi hari.
Menariknya, kemeriahan HUT WHDI kali ini tidak hanya mengacu pada bidang olahraga. Pihak panitia juga melibatkan berbagai UMKM Hindu di Kupang untuk menjajakan produk kuliner dan kesehatan. Pengunjung dapat menikmati aneka hidangan seperti bakso, soto, rujak buah, hingga bubur kacang hijau dan minuman kesehatan.
”Selain berolahraga, kami ingin menggiatkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM Hindu. Ini adalah langkah nyata dalam mendukung kemandirian ekonomi umat,” dr. Shinta.
#Pukupukuarena #WHDIKotaKupang #Hindukupang #OlahragaBali #HUTWHDI38
- Details
- Written by Admin
- Category: Kegiatan
- Published: 08 February 2026
- Hits: 448


















- Details
- Written by Admin
- Category: Kegiatan
- Published: 11 January 2026
- Hits: 231


















.jpg)









