Prodigit1 qr-code-url Prodigit2

6095989659407159726

HinduKupang.com, NTT - Denpasar Bali – Suasana kebersamaan dan semangat kaderisasi mewarnai kegiatan Simakrama Forum Alumni Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (FA.KMHDI) yang digelar pada 24 Mei 2026 di Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan (KaKek) Pasraman Satyam Eva Jayate, Kota Denpasar, Provinsi Bali. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 14.30 hingga 18.00 WITA itu menghadirkan alumni dan kader KMHDI dari berbagai kabupaten/kota seluruh Bali, serta sejumlah peserta dari luar pulau. Forum tersebut menjadi ruang silaturahmi (simakrama) sekaligus ajang diskusi strategis mengenai arah organisasi dan kontribusi generasi muda Hindu terhadap pembangunan Bali di masa mendatang.

6095989659407159727

Acara dibuka secara formal melalui rangkaian pembukaan oleh Master of Ceremony (MC), dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza, Mars KMHDI, dan doa bersama sebagai simbol rasa syukur. Momentum tersebut memperlihatkan semangat nasionalisme dan nilai spiritual yang menjadi identitas organisasi mahasiswa Hindu tersebut. Kehadiran para alumni lintas generasi juga mempertegas posisi KMHDI sebagai organisasi kader yang terus menjaga kesinambungan nilai, jaringan, dan pengabdian sosial.

6095989659407159730

6095989659407159731

Ketua Forum Alumni KMHDI Provinsi Bali, I Ketut Sae Tanju,SE.,MM., dalam sambutannya, menekankan bahwa Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) harus berkembang dari sekadar ruang kaderisasi menuju ruang strategis dalam pembangunan Bali. Ia menyampaikan bahwa organisasi yang telah memasuki usia 33 tahun itu perlu membangun kapasitas kader secara serius agar mampu hadir di berbagai sektor, mulai dari UMKM, dunia usaha, hingga kepemimpinan publik. Menurutnya, topik simakrama “KMHDI Menguasai Bali” bukanlah bentuk arogansi organisasi, melainkan simbol kesiapan kader serta para alumninya dalam membangun jaringan, kualitas diri, dan daya saing untuk masa depan Bali.

Baca Juga : Rumah Kebangsaan Dan Kebhinnekaan “KaKek” Rayakan Tiga Tahun Pengabdian Dalam Semangat Hari Kebangkitan Nasional Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara

6095989659407159724

Semangat regenerasi juga disampaikan oleh Komang Dia Damayanti sebagai Ketua dari Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC.KMHDI) Buleleng. Dalam mimbar sharing bersama di simakrama FA.KMHDI, ia sebagai mahasiswi Hindu menyampaikan apresiasi kepada para alumni yang telah membangun fondasi kaderisasi KMHDI sejak 1993-2026 hingga menjadi ruang belajar dan perjuangan bagi mahasiswa Hindu secara Nasional. Ia menilai berbagai diskusi dan pertukaran gagasan antar Pengurus Cabang KMHDI di Bali menjadi modal penting dalam memperkuat organisasi. Menurutnya, kader muda KMHDI harus mampu melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya dan menjadikan organisasi lebih progresif serta relevan dengan tantangan zaman.

Sementara itu, Ketua PC KMHDI Badung, I Made Arya Bayu Suta, menilai kegiatan simakrama seperti ini penting untuk terus dilaksanakan guna mempererat hubungan antara kader dan alumni. Ia juga memaparkan sejumlah agenda organisasi, seperti talkshow, Dharma Tula, hingga kegiatan Tirtha Yatra yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai kampus, termasuk Politeknik Negeri Bali dan Forum Persaudaraan Mahasiswa Hindu Dharma (FPMHD) Udayana. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah pengembangan wawasan, solidaritas, dan kreativitas kader mahasiswa Hindu di Bali.

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

6095989659407159725

Salah satu sesi yang paling mendapat perhatian peserta adalah mimbar refleksi yang disampaikan oleh Alumni KMHDI yaitu I Nyoman Parta yang juga Anggota Komisi III DPR RI Daerah Pemilihan Bali. Ia memberi semangat bagi kaum generasi mahasiswa Hindu KMHDI agar terus mengembangkan diri dan menggapai cita-cita. Seperti Kutipan Pesan Presiden RI 1 Ir.Soekarno dalam mendirikan bangsa Indonesia ini mengatakan "Gantungkan cita-citamu setinggi langit, Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang", yang disambut tepuk tangan antusias kader KMHDI. Dalam pemaparannya, ia mengajak peserta Simakrama Forum Alumni dan KMHDI untuk melihat kondisi Bali secara kritis di tengah pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata. Ia menyinggung pentingnya refleksi terhadap arah pembangunan Bali dalam 25 tahun terakhir, termasuk dampak sosial dan lingkungan yang muncul akibat tingginya kunjungan wisatawan. Menurutnya, Bali perlu melakukan “moratorium” atau jeda reflektif agar pembangunan tidak mengorbankan identitas budaya, lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat lokal.

IMG 20260524 223132e2

I Nyoman Parta juga menyoroti ketimpangan antara pertumbuhan ekonomi Bali dengan kesejahteraan masyarakat. Ia mempertanyakan relevansi angka pertumbuhan ekonomi yang terus positif, sementara Upah Minimum Regional (UMR) Bali masih berada di kisaran Rp3,2 juta hingga Rp3,5 juta, jauh dibandingkan beberapa daerah industri lain seperti Bekasi maupun Surabaya yang telah di angka 5-6 juta per bulan. Ia menilai tingginya jumlah wisatawan ke Bali yang mencapai sekitar 17 juta kunjungan belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan taraf hidup masyarakat Bali. Masukan tersebut menjadi sorotan penting dalam forum, terutama terkait arah kebijakan ekonomi dan distribusi manfaat pariwisata bagi warga lokal dan juga menjaga kebudayaan Bali. Nyoman Parta juga menyampaikan Bali istimewa karena merupakan daerah yang toleransi terhadap daging babi, kemudian masyarakat dalam ritual upacara juga menggunakan hewan babi, serta Bali menjadi daerah yang banyak dikunjungi wisatawan dari mancanegara dan juga wisatawan domestik, ini adalah potensi yang perlu dijaga, bahkan perlu adanya managemen terkait pelestarian indukan hewan babi (jantan dan betina), pabrikasi serta pakan babi, dengan nilai jual daging babi yang sesuai agar bisa mensejahterakan para peternak babi di Bali, yang disambut tepuk tangan para kader mahasiswa hindu, tamu undangan dan alumni KMHDI.

6095989659407159723

Foto Alumni KMHDI : Rary Triguntara Bersama I Nyoman Parta , Anggota Komisi III DPR RI Daerah Pemilihan Provinsi Bali

6095989659407159732

Dinamika internal organisasi turut menjadi perhatian dalam forum simakrama tersebut. Ketua PD KMHDI Bali, Pitriyo, menegaskan perlunya rekonsiliasi internal dan peningkatan keaktifan kader dalam organisasi. Ia mengajak seluruh anggota untuk menjaga soliditas dan memperkuat komunikasi antarstruktur organisasi. Kepengurusan PD KMHDI Bali periode 2025–2027, kata dia, berkomitmen menjaga persatuan serta terus membangun semangat kaderisasi dengan dukungan penuh dari para alumni.

IMG 20260524 230342e2

6095989659407159728

Dukungan moral juga datang dari Alumni KMHDI Dr.I Wayan Jondra yang juga pengurus PHDI Pusat , ia meminta para kader KMHDI untuk tidak berkecil hati dalam menghadapi tantangan organisasi maupun kehidupan sosial. Ia menekankan pentingnya penyusunan arah dan timeline perjuangan jangka panjang, mulai dari lima hingga 50 tahun ke depan. Menurutnya, keberhasilan kader tidak hanya ditentukan oleh usaha, tetapi juga oleh doa dan nilai spiritual yang terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Doa dan berusaha harus berjalan beriringan bagi setiap kader KMHDI maupun para alumni agar tujuan bisa tercapai, ungkap Wayan Jondra.

6095989659407159729

Foto Dari atas ke Bawah : Bli I Nyoman Parta Komisi III DPR RI, Bli Anak Agung Lidartawan KPU Provinsi Bali, Bli Gede Wirakusuma Wahyudi Kepala Dinas Kominfo Kota Denpasar, I Ketut Sae Tanju Ketua Forum Alumni KMHDI Bali, I Kadek Adiawan Ketua KPU Kabupaten Bangli, Dewa Wirajaya Presidium PP KMHDI Pusat 2010-2012, Bli Prama Budarta (Jambenk) Alumni KMHDI Karangasem Bali, Bli Putu Arnata Wakil Ketua Komisi Informasi (KI) Bali, Bli Ketut Narta Bawaslu Kabupaten Tabanan, Alumni KMHDI dan Peradah.

Kegiatan Simakrama FA.KMHDI kemudian ditutup dengan sosialisasi pembangunan Gedung Creative Space KMHDI di Jakarta yang telah mencapai 75%, kemudian sesi foto bersama Alumni dan kader KMHDI seluruh Bali, menikmati suguhan loloh don cemcem dan makan bersama, hiburan karaoke, dan tari "ngibing joged bumbung" yang berlangsung penuh keakraban. Penutupan tersebut menjadi simbol bahwa Forum Alumni KMHDI bukan hanya ruang diskusi intelektual, tetapi juga ruang kebersamaan lintas generasi dalam memperkuat identitas, solidaritas, gotong royong, dan masa depan KMHDI di Bali maupun tingkat nasional.(Guntara)

Editor : Rygun

Sumber dan Foto : Forum Alumni KMHDI, Alumni KMHDI NTT dan Rygun / Hindukupang.com

6095989659407159721

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Rumah Kebangsaan Dan Kebhinnekaan “KaKek” Rayakan Tiga Tahun Pengabdian Dalam Semangat Hari Kebangkitan Nasional Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara

Baca Juga : SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang Raih Juara III Di Filosi Robotic Competititon 2026 Provinsi Nusa Tenggara Timur

Baca Juga : Dinas Pendidikan Kota Kupang Gelar Olimpiade Sains Nasional OSN 2026, SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Meraih Peringkat 6 Besar Kategori IPA Dari 158 Sekolah Dasar Dan Siap Harumkan Nama NTT

Baca Juga : Dharma Santi Nyepi Nasional 2026 Di Taman Werdhi Budaya Art Center Denpasar Bali, Tegaskan Tat Twam Asi, Tri Hita Karana Dan Persaudaraan Dalam Semangat "Vasudhaiva Kutumbakam, Satu Bumi, Satu Keluarga, Harmoni Nusantara Indonesia Maju”

Baca Juga : Ribuan Umat Hindu Kupang NTT Gelar Prosesi Melasti Jelang Nyepi Tahun Baru Saka 1948 / 2026 Dalam Semangat "Vasudaiva Kutumbakam"

Baca Juga : Donor Darah Bagi Kemanusiaan Sambut Datangnya Tahun Saka 1948/2026, Panitia Hari Suci Nyepi Kota Kupang Himpun 59 Kantong Darah Serta Perkuat Harmoni Toleransi Antarumat Beragama

Baca Juga : Lokakarya Penguatan Empat Pilar Pembangunan Manusia Hindu Digelar Di Kupang NTT

Baca Juga : Rayakan HUT ke-38, WHDI Kota Kupang Gelar Turnamen Bulu Tangkis dan Berdayakan UMKM

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama Dari Nusa Tenggara Timur Teguhkan Persatuan Gotong Royong Dan Komitmen Kemanusiaan

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando

Baca Juga : "Guru Wisesa" Gubernur NTT Bersama Wakil Gubernur NTT Buka Perayaan HUT RI ke 80 Tahun Dengan Semangat Ayo Bangun NTT Dalam Acara Kirab Budaya NTT "BaGaYa" : Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya Tahun 2025

Baca Juga : Bhakti Untuk Regenerasi, MPAB ke XX Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT : "Melahirkan Kader Hindu Berjiwa Pemimpin”

Baca Juga : Audiensi Bersama Gubernur NTT Melki, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT Tekankan Akses Jalan Pura Oebanantha , Pemerataan Pendidikan, Penguatan UMKM Serta Jaminan Perlindungan Kesehatan Sosial Masyarakat NTT

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

 

6091628244672123794

HinduKupang.com, NTT – Sekolah Dasar Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pendidikan dan teknologi. Dalam ajang perlombaan Filosi Robotic tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur, sekolah dasar (SD) Adi Widyalaya Saraswati yang memiliki akreditasi A tersebut berhasil meraih Juara III setelah menunjukkan kemampuan merakit dan memahami sistem robotik sederhana hingga tingkat lanjutan. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pelajar tingkat sekolah dasar di NTT memiliki potensi besar dalam penguasaan teknologi dan inovasi digital sejak usia dini.

Tim SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati yang mewakili sekolah terdiri dari Komang Devania Maharini Wijaya, Kadek Denaya Putri Gangga Maheswari, dan Kadek Arya Bramasta. Ketiga siswa tersebut didampingi oleh Christian Eumeric Louis Fallo, S.T., yang berperan dalam membimbing proses persiapan hingga pelaksanaan lomba. Partisipasi mereka tidak hanya membawa nama baik sekolah, tetapi juga memperlihatkan semangat generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi modern yang semakin kompetitif.

6091628244672123795

Dalam Acara Pembukaan Filosi Robotic Competition 2026, Pemerintah Kota Kupang menunjukkan dukungan nyata terhadap pengembangan teknologi dan inovasi generasi muda yang berlangsung di Aula Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kementerian Ketenagakerjaan, pada hari rabu hingga jumat , 20-22 Mei 2026. Kompetisi 2 hari ini menjadi ajang robotik pertama berskala besar di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, dunia pendidikan, dan komunitas teknologi dalam upaya bersama membangun ekosistem inovasi digital di daerah.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Franscies,S.Sos.,M.Sc dan dihadiri sejumlah tokoh penting dari kalangan pendidikan dan teknologi. Di antaranya Founder Logosi Institute Erwin Alexander, Co-Founder dan Manager Logosi Institute Virginia Da Silva, Koordinator Satpel BPVP Kupang Wilfrianus Sabon Tawa, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT Ambrosius Kodo, serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi di NTT. Kehadiran berbagai elemen tersebut memperlihatkan adanya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kemajuan teknologi di wilayah Nusa Tenggara Timur.

filosi

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Kupang Serena menegaskan bahwa Filosi Robotic Competition 2026 , tingkat SD,SMP, SMA dan umum ini bukan sekadar perlombaan robotik, tetapi sebuah gerakan awal untuk mengubah pola pikir generasi muda NTT agar lebih siap menghadapi era digital dan perkembangan teknologi global. Menurutnya, budaya tetap menjadi identitas utama masyarakat NTT, namun penguasaan teknologi merupakan sarana penting untuk membuka peluang masa depan yang lebih luas bagi generasi muda.

Ia menilai kompetisi ini membuktikan bahwa anak-anak muda NTT memiliki kreativitas, semangat inovasi, dan kemampuan untuk berkembang di bidang teknologi apabila diberikan ruang dan kesempatan yang memadai. Serena juga menyoroti bahwa dunia saat ini membutuhkan generasi yang mampu berpikir kreatif, menyelesaikan masalah, serta menciptakan solusi nyata, bukan hanya sekadar memiliki gelar akademik.

“Apa yang terjadi hari ini bukan sekadar perlombaan robot biasa. Ini adalah gerakan. Kita ingin anak-anak muda NTT tidak hanya menjadi penonton perkembangan teknologi, tetapi tampil sebagai pencipta dan inovator,” tegas Serena dalam sambutannya.

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Selain itu, Wakil Wali Kota Kupang Serena juga menekankan pentingnya teknologi dalam menjawab persoalan riil masyarakat, khususnya di sektor pertanian yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat NTT. Ia menilai penerapan teknologi dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja para petani yang selama ini masih banyak menggunakan metode tradisional.

“Kalau dulu petani kita bekerja secara tradisional dengan hasil terbatas, maka dengan teknologi produktivitas bisa meningkat berkali-kali lipat. Teknologi harus menjadi jawaban untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Serena turut menyampaikan pesan kepada generasi muda mengenai penggunaan Artificial Intelligence (AI). Ia mengingatkan bahwa AI harus dimanfaatkan sebagai alat untuk memperkuat kreativitas dan ide manusia, bukan menggantikan fungsi berpikir manusia sepenuhnya. Pesan tersebut menjadi sorotan penting di tengah perkembangan AI yang kini semakin pesat memengaruhi berbagai bidang kehidupan.

Pemerintah Kota Kupang, lanjut Serena, berkomitmen membuka lebih banyak ruang kreatif dan akses pendidikan teknologi agar generasi muda di NTT memiliki kesempatan yang lebih luas dalam mengembangkan kemampuan di bidang digital dan inovasi teknologi.

Sementara itu, Founder Logosi Institute, Erwin Alexander, menjelaskan bahwa rendahnya literasi dan minat robotik di NTT menjadi salah satu alasan utama lahirnya Filosi Robotic Competition 2026. Kompetisi ini dirancang terbuka untuk pelajar tingkat SD, SMP, SMA hingga kategori umum sebagai langkah memperkenalkan teknologi sejak usia dini kepada generasi muda di daerah.

Baca Juga : Dinas Pendidikan Kota Kupang Gelar Olimpiade Sains Nasional OSN 2026, SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Meraih Peringkat 6 Besar Kategori IPA Dari 158 Sekolah Dasar Dan Siap Harumkan Nama NTT

6091628244672123796

Berbagai kategori lomba disiapkan sesuai jenjang pendidikan peserta. Untuk tingkat SD, peserta diperkenalkan dengan perakitan robot sederhana berbasis permainan edukatif. Tingkat SMP ditantang membuat Smart Obstacle Car atau mobil penghindar rintangan, sedangkan peserta tingkat SMA diminta menciptakan sistem robotik yang mampu memberikan solusi terhadap persoalan di NTT. Adapun kategori umum akan mengikuti kompetisi Line Follower yang menguji kemampuan robot membaca jalur otomatis.

Erwin juga menjelaskan bahwa seluruh peserta mendapatkan fasilitas workshop gratis sebelum kompetisi berlangsung. Pelatihan tersebut menghadirkan pembimbing dari sejumlah perguruan tinggi di NTT seperti Universitas Nusa CendanaUniversitas Widya Mandira Kupang, dan Universitas Timor untuk membantu peserta memahami dasar robotika, coding, serta demonstrasi teknologi sederhana.

Koordinator Satpel BPVP Kupang, Wilfrianus Sabon Tawa, menilai kompetisi seperti ini sangat penting untuk membangun kualitas sumber daya manusia di bidang teknologi di NTT. Menurutnya, selama ini robotik masih dianggap sebagai bidang yang rumit dan mahal sehingga belum banyak diminati masyarakat.

Namun demikian, melalui demonstrasi alat sederhana seperti tempat sampah otomatis dan sistem rumah pintar, minat pelajar terhadap dunia robotika mulai tumbuh secara signifikan. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa generasi muda NTT memiliki potensi besar untuk berkembang di bidang teknologi apabila terus diberikan akses pembelajaran dan dukungan yang memadai.

Usai membuka kegiatan, Wakil Wali Kota Kupang Serena bersama tamu undangan lainnya meninjau langsung hasil karya robotik yang ditampilkan para peserta. Kompetisi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem teknologi yang kuat di NTT sekaligus membuka jalan lahirnya generasi muda yang siap bersaing di era digital dan perkembangan teknologi masa depan.

SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang Raih Juara III Filosi Robotic Competition 2026 Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Perlombaan robotik tersebut diselenggarakan sebagai wadah untuk melatih kreativitas, kemampuan berpikir logis, serta keterampilan teknis para siswa di bidang teknologi. Para peserta ditantang untuk memahami cara kerja alat-alat sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti tempat sampah otomatis dan lampu lalu lintas pintar. Selain fokus pada kemampuan teknis, kompetisi ini juga menanamkan nilai kerja sama tim, ketelitian, dan kemampuan menyelesaikan masalah secara sistematis.

6093880044485807877

Dalam proses perlombaan, peserta SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati melewati dua tahapan utama, yakni babak kualifikasi dan babak final. Pada tahap awal, peserta diminta merakit sistem Smart Trash Bin atau tempat sampah otomatis menggunakan sensor ultrasonik dan motor servo. Teknologi tersebut memungkinkan tutup tempat sampah terbuka secara otomatis ketika mendeteksi keberadaan objek di sekitarnya. Tahapan ini menjadi ujian dasar bagi peserta dalam memahami fungsi sensor, aktuator, serta penyusunan rangkaian elektronik sederhana.

6091628244672123797

Sementara itu, pada babak final, peserta menghadapi tantangan yang lebih kompleks melalui proyek Smart Traffic Light atau lampu lalu lintas pintar. Sistem yang dirancang menggunakan kombinasi LED merah, kuning, dan hijau, sensor ultrasonik, buzzer, serta LCD sebagai media informasi. Lampu bekerja berdasarkan durasi yang telah diprogram, sedangkan buzzer akan berbunyi apabila terdeteksi kendaraan melintas saat lampu merah menyala. Pada tahap ini, peserta diuji dalam memahami logika pemrograman, integrasi komponen, hingga kemampuan menciptakan sistem yang berjalan secara efektif dan terstruktur.

Keberhasilan SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang meraih posisi tiga besar menunjukkan bahwa pendidikan berbasis teknologi mulai berkembang secara positif di Nusa Tenggara Timur. Prestasi ini sekaligus menjadi sinyal penting bahwa sekolah-sekolah di daerah memiliki kemampuan untuk bersaing dalam bidang sains dan teknologi apabila didukung oleh pembinaan yang tepat. Kompetisi seperti Filosi Robotic dinilai mampu membuka wawasan siswa terhadap dunia robotika, kecerdasan buatan, dan teknologi digital yang menjadi kebutuhan masa depan.

Harapan Kepala Sekolah Dasar (SD) Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang, Ni Nyoman Suparwati.,S.Pd.,M.Pd.,Gr dalam wawancara bersama media Hindukupang.com mengatakan keberhasilan ini membuktikan bahwa dengan ketekunan, murid sekolah dasar pun mampu bersaing dan bersinar di bidang teknologi modern. Juara 3 ini diharapkan menjadi pijakan awal dari perjalanan panjang anak-anak Saraswati di dunia teknologi. Semoga pengalaman berkompetisi ini membentuk mentalitas juara yang tangguh, dan rendah hati untuk menyongsong masa depan yang cerah.

Di tahun 2026 ini juga akan membuka dan menerima siswa-siswi dari berbagai tempat, Sekolah SD Adi Widyalaya Saraswati Kupang yang telah memiliki Akreditasi A ini berlokasi di areal Pura Oebananta , Kelurahan Fatubesi Kota Lama, Kota Kupang , dan juga gedung sekolah baru di wilayah belo jalur 40 kolhua. Prestasi Robotic ini menjadi pelecut semangat bagi pihak sekolah untuk terus memfasilitasi, mendukung, dan mengembangkan bakat-bakat serta potensi terpendam murid kami di bidang teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), dan robotika melalui model pembelajaran yang adaptif dan modern.(Guntara)

Editor : Rygun

Sumber dan Foto : Kepala Sekolah SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati, dan Prokopim Kota Kupang

6091628244672123815

Tim SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati yang mewakili sekolah terdiri dari Komang Devania Maharini Wijaya, Kadek Denaya Putri Gangga Maheswari, dan Kadek Arya Bramasta. Ketiga siswa tersebut didampingi oleh Christian Eumeric Louis Fallo,S.T

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Rumah Kebangsaan Dan Kebhinnekaan “KaKek” Rayakan Tiga Tahun Pengabdian Dalam Semangat Hari Kebangkitan Nasional Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara

Baca Juga : Dinas Pendidikan Kota Kupang Gelar Olimpiade Sains Nasional OSN 2026, SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Meraih Peringkat 6 Besar Kategori IPA Dari 158 Sekolah Dasar Dan Siap Harumkan Nama NTT

Baca Juga : Dharma Santi Nyepi Nasional 2026 Di Taman Werdhi Budaya Art Center Denpasar Bali, Tegaskan Tat Twam Asi, Tri Hita Karana Dan Persaudaraan Dalam Semangat "Vasudhaiva Kutumbakam, Satu Bumi, Satu Keluarga, Harmoni Nusantara Indonesia Maju”

Baca Juga : Ribuan Umat Hindu Kupang NTT Gelar Prosesi Melasti Jelang Nyepi Tahun Baru Saka 1948 / 2026 Dalam Semangat "Vasudaiva Kutumbakam"

Baca Juga : Donor Darah Bagi Kemanusiaan Sambut Datangnya Tahun Saka 1948/2026, Panitia Hari Suci Nyepi Kota Kupang Himpun 59 Kantong Darah Serta Perkuat Harmoni Toleransi Antarumat Beragama

Baca Juga : Lokakarya Penguatan Empat Pilar Pembangunan Manusia Hindu Digelar Di Kupang NTT

Baca Juga : Rayakan HUT ke-38, WHDI Kota Kupang Gelar Turnamen Bulu Tangkis dan Berdayakan UMKM

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama Dari Nusa Tenggara Timur Teguhkan Persatuan Gotong Royong Dan Komitmen Kemanusiaan

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando

Baca Juga : "Guru Wisesa" Gubernur NTT Bersama Wakil Gubernur NTT Buka Perayaan HUT RI ke 80 Tahun Dengan Semangat Ayo Bangun NTT Dalam Acara Kirab Budaya NTT "BaGaYa" : Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya Tahun 2025

Baca Juga : Bhakti Untuk Regenerasi, MPAB ke XX Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT : "Melahirkan Kader Hindu Berjiwa Pemimpin”

Baca Juga : Audiensi Bersama Gubernur NTT Melki, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT Tekankan Akses Jalan Pura Oebanantha , Pemerataan Pendidikan, Penguatan UMKM Serta Jaminan Perlindungan Kesehatan Sosial Masyarakat NTT

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

6084524832621006868

Penanggung jawab pembangunan "Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan (Kakek)" , I Ketut Udi Prayudi, Dalam Peringatan 3 Tahun Rumah Kakek Di Pasraman Satyam Eva Jayate

Hindukupang.com NTT, Denpasar Bali  – Semangat persatuan dan kebhinnekaan kembali digaungkan melalui perayaan Hari Ulang Tahun ke-3 Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan Pasraman Satyam Eva Jayate atau yang dikenal dengan sebutan Rumah “KaKek”, yang berlangsung di Denpasar, Bali, Selasa (20/5/2026). Momentum tersebut sekaligus dipadukan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.

Rumah “KaKek” yang berlokasi di Jalan Trengguli Gang IV No. D3, Penatih, Denpasar Timur, menjadi simbol ruang kebangsaan yang lahir dari semangat gotong royong para Alumni KMHDI bersama generasi muda Hindu Nusantara. Tempat ini dibangun atas gagasan Forum Alumni (FA) KMHDI, bersama kader sebagai wadah pembinaan karakter, penguatan nilai kebangsaan, serta pengembangan kreativitas generasi muda lintas daerah dan komunitas.6084524832621006867

Penanggung jawab pembangunan "Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan (Kakek)" Pasraman Satyam Eva Jayate, I Ketut Udi Prayudi, menjelaskan bahwa bangunan gedung Merah Putih Hitam (warna Tridatu, Brahma, Wisnu, Iswara) yang berlantai 3 tersebut memiliki filosofi kuat tentang persatuan Indonesia. Pondasinya menggunakan batu mulia yang dikumpulkan dari berbagai penjuru Nusantara, mulai dari Papua di wilayah timur, Sabang di ujung barat, Miangas di utara, hingga Kolbano di Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Selain itu, rumah kebangsaan ini juga dihimpun dengan 45 tirta suci dari pura-pura Hindu di berbagai wilayah Indonesia sebagai simbol spiritual persatuan bangsa.

Menurutnya, Rumah “KaKek” tidak hanya dibangun sebagai pusat kegiatan organisasi, tetapi juga dirancang sebagai percontohan green building yang mengedepankan konsep pembangunan ramah lingkungan dan energi hijau. Kehadiran tempat ini diharapkan mampu menjadi ruang edukasi sekaligus pusat pembentukan karakter generasi muda Nusantara agar tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas, kreatif, dan memiliki semangat pengabdian terhadap bangsa dan negara, ungkap I Ketut Udi Prayudi.

6084524832621006874

Dalam sambutannya, Dewan Penasehat Forum Alumni KMHDI, I Nyoman Sukadana, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang melibatkan berbagai organisasi dan komunitas tersebut. Ia menegaskan bahwa semangat Hari Kebangkitan Nasional harus dimaknai sebagai ajakan menjaga generasi muda sebagai tunas bangsa yang akan menentukan masa depan Indonesia. Menurutnya, generasi muda harus terus didorong untuk berkarya sesuai swadharma atau tanggung jawab masing-masing demi memperkuat kedaulatan bangsa.

Sementara itu, I Ketut Udi Prayudi mengungkapkan bahwa selama tiga tahun berdiri, Rumah “KaKek” telah dimanfaatkan oleh sedikitnya 99 organisasi dan komunitas dari berbagai latar belakang. Pada perayaan kali ini, seluruh elemen organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan komunitas lintas daerah diundang untuk hadir dalam doa syukuran bersama serta malam kebersamaan yang penuh nuansa persaudaraan Nusantara.

6084524832621006905

Perayaan berlangsung meriah dengan menghadirkan beragam sajian khas daerah dari seluruh Indonesia. Menu yang disuguhkan antara lain nasi tumpeng, pecel Jawa, nasi uduk, lawar Bali, pindang patin khas Lampung, papeda ikan kuah pindang Papua, ayam taliwang Nusa Tenggara Barat, gudeg Yogyakarta, gado-gado, jukut ares Bali, sate lilit, dan aneka kuliner Nusantara lainnya. Ragam hidangan tersebut menjadi simbol keberagaman budaya Indonesia yang hidup dalam satu meja persaudaraan.

6084524832621006870

6084524832621006871

6084524832621006869

Acara turut dihadiri Pandita Ida Rsi, alumni dan kader Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cipayung Plus, Forum Persaudaraan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Udayana (FPMHD UNUD), mahasiswa-mahasiswi Universitas Mahasaraswati Bali, Komunitas Mahasiswi islam, Komunitas Mahasiswa Sumba , dan maluku Tanimbar Kei, serta berbagai tamu undangan , forum, organisasi dan komunitas lainnya. Suasana penuh kekeluargaan terlihat sejak awal kegiatan hingga akhir acara.

6084524832621006875

 

6084524832621006876

6084524832621006873

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza sebagai simbol penghormatan terhadap nilai nasionalisme. Pemutaran video film dan berbagai kegiatan 3 tahun Rumah KaKek Pasraman Satyam Eva Jayate, Bersih lingkungan, pantai, penuangan eco enzyme, donor darah, pengembangan lifeskill pada generasi penerus Indonesia, dan berbagai kegiatan bermanfaat lainnya. Selanjutnya, para tokoh dan tamu undangan menyampaikan pesan serta kesan mengenai pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman. Salah satu momen yang paling sakral adalah prosesi simbolis menuangkan air suci dari 45 tirta ke lambang Garuda Pancasila sebagai simbol persatuan, kebangsaan, dan kebhinnekaan Indonesia.

6084524832621006872

6084524832621006880

Acara kemudian ditutup dengan simakrama, foto bersama, serta ramah tamah antar organisasi dan komunitas yang hadir. Kegiatan simakrama tersebut memperlihatkan kuatnya ikatan persaudaraan di antara kader Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) dan Forum Alumni KMHDI serta seluruh tamu undangan, forum, komunitas , organisasi yang terlibat. Selanjutnya acara diakhiri dengan santap makan malam bersama-sama diantara seluruh organisasi, komunitas dan tamu undangan, Forum Alumni KMHDI dari pelosok Nusantara indonesia yang hadir dan Kader Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma indonesia (KMHDI) , Satyam Eva Jayate Jaya.(Guntara)

 Editor : Rygun

Sumber dan Foto : Guntara / Alumni KMHDI / hindukupang.com

6084524832621006893

Hindukupang.com NTT bersama Hindu Buru (Suku Buru), Tanimbar Kei Maluku sdr.Ongen LehaLima, dan juga Para Alumni Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (FA.KMHDI) di Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908-2026, Pasraman Satyam Eva Jayate, Denpasar Bali

6084524832621006886

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Dinas Pendidikan Kota Kupang Gelar Olimpiade Sains Nasional OSN 2026, SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Meraih Peringkat 6 Besar Kategori IPA Dari 158 Sekolah Dasar Dan Siap Harumkan Nama NTT

Baca Juga : Dharma Santi Nyepi Nasional 2026 Di Taman Werdhi Budaya Art Center Denpasar Bali, Tegaskan Tat Twam Asi, Tri Hita Karana Dan Persaudaraan Dalam Semangat "Vasudhaiva Kutumbakam, Satu Bumi, Satu Keluarga, Harmoni Nusantara Indonesia Maju”

Baca Juga : Ribuan Umat Hindu Kupang NTT Gelar Prosesi Melasti Jelang Nyepi Tahun Baru Saka 1948 / 2026 Dalam Semangat "Vasudaiva Kutumbakam"

Baca Juga : Donor Darah Bagi Kemanusiaan Sambut Datangnya Tahun Saka 1948/2026, Panitia Hari Suci Nyepi Kota Kupang Himpun 59 Kantong Darah Serta Perkuat Harmoni Toleransi Antarumat Beragama

Baca Juga : Lokakarya Penguatan Empat Pilar Pembangunan Manusia Hindu Digelar Di Kupang NTT

Baca Juga : Rayakan HUT ke-38, WHDI Kota Kupang Gelar Turnamen Bulu Tangkis dan Berdayakan UMKM

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama Dari Nusa Tenggara Timur Teguhkan Persatuan Gotong Royong Dan Komitmen Kemanusiaan

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando

Baca Juga : "Guru Wisesa" Gubernur NTT Bersama Wakil Gubernur NTT Buka Perayaan HUT RI ke 80 Tahun Dengan Semangat Ayo Bangun NTT Dalam Acara Kirab Budaya NTT "BaGaYa" : Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya Tahun 2025

Baca Juga : Bhakti Untuk Regenerasi, MPAB ke XX Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT : "Melahirkan Kader Hindu Berjiwa Pemimpin”

Baca Juga : Audiensi Bersama Gubernur NTT Melki, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT Tekankan Akses Jalan Pura Oebanantha , Pemerataan Pendidikan, Penguatan UMKM Serta Jaminan Perlindungan Kesehatan Sosial Masyarakat NTT

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

 

6057616501734314629

HinduKupang.com, NTT - Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi melalui panitia melakukan seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SD/MI dan SMP/MTs tahun 2026. Ajang bergengsi ini menjadi panggung bagi talenta muda Kupang Kota Kasih untuk mengadu ketajaman berpikir di bidang Matematika, IPA, dan cabang terbaru, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Pelaksanaan kompetisi ini dibagi dalam dua tahap krusial. Jenjang SD/MI mengawali kompetisi pada Senin (11/05/2026) bertempat di UPTD SMP Negeri 5 Kupang, sementara jenjang SMP/MTs dijadwalkan menyusul pada Selasa (12/05/2026) di UPTD SMP Negeri 8 Kupang. Menyesuaikan dengan tuntutan digitalisasi, para peserta diwajibkan membawa perangkat Gadget Android dengan dukungan koneksi internet stabil guna mengakses aplikasi Exam Browser sebagai instrumen utama pengerjaan soal ujian.

Salah satu kontestan yang menarik perhatian adalah delegasi dari Sekolah Dasar Hindu Adi Widyalaya Saraswati (SD Saraswati). Sekolah Adi Widyalaya (SD) Hindu Saraswati ini menerjunkan enam siswa terbaik dari kelas IV untuk berlaga di tiga kategori berbeda. Di sektor IPA, terdapat peserta Olimpiade Sains Nasional tingkat kelas IV SD dengan nama Ida Ayu Putu Shinta Maheswari dan Ni Putu Rain Pratista. Bidang IPS diwakili oleh I Gusti Agung Nanda Kusuma dan I Gusti Ayu Desyta Permana Putri, sedangkan bidang mata pelajaran Matematika diperkuat oleh I Komang Dibya Bhagavanta serta Ngurah Kadek Agastya Gita Dwipayana. Keikutsertaan mereka didasari oleh bimbingan intensif yang melibatkan sinergi solid antara guru pendamping dan dukungan penuh orang tua.

6057616501734314627

6057616501734314626

6057616501734314628

Para Peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026, Sekolah Adi Widyalaya (SD) Hindu Saraswati Kupang (Sumber foto : Kepala Sekolah SD)

Menurut Plt.Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Bapak Ernest S.Ludji.,S.STP.,M.Si melalui Panitia OSN mencatat persaingan ketat dalam pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tingkat SD/MI se-Kota Kupang. Berdasarkan rekap nilai yang dirilis Panitia Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 pada Senin, 11 Mei 2026, peserta dari berbagai sekolah menunjukkan kemampuan akademik yang kompetitif dalam ajang bergengsi tersebut.

Posisi peringkat pertama berhasil diraih siswa dari MIS Fathul Mubin Namosain atas nama Ahmad Azkatsany Al Farikh dengan perolehan skor 29 dan nilai 72,5. Sementara posisi kedua ditempati Joseph Andrew Cicero Thomas dari SD Kupang Montessori School dengan skor 27 dan nilai 67,5.

Persaingan semakin ketat pada posisi berikutnya, di mana empat peserta memperoleh skor identik 26 dengan nilai 65,0. Mereka masing-masing berasal dari UPTD SD Inpres Oeba 2, UPTD SD Negeri Maulafa, SD GMIT Bonipoi 3456, serta SD Adi Widyalaya Saraswati.

Delegasi dari SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati, Ida Ayu Putu Shinta Maheswari, berhasil menembus enam besar dan menjadi salah satu wakil sekolah berbasis Hindu yang mencuri perhatian dalam kompetisi tersebut. Capaian ini memperlihatkan kualitas pembinaan akademik yang terus dikembangkan sekolah dalam mendorong siswa berprestasi di bidang sains.

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

6057616501734314629

Pelaksanaan OSN tahun ini juga menunjukkan adaptasi dunia pendidikan terhadap sistem digital. Seluruh peserta mengerjakan soal menggunakan aplikasi berbasis Exam Browser dengan dukungan perangkat Android dan koneksi internet stabil. Selain menguji kemampuan akademik, sistem tersebut turut menuntut ketepatan, kecepatan, dan kesiapan teknologi dari para peserta.

Ajang OSN tidak hanya menjadi arena perebutan prestasi akademik, tetapi juga wadah pembentukan karakter, mental kompetitif, serta semangat berprestasi sejak usia dini bagi pelajar Kota Kupang.

Kepala Sekolah Adi Widyalaya (SD) Hindu Saraswati Kupang Ibu Ni Nyoman Suparwati,S.Pd mengungkapkan bahwa partisipasi dalam OSN bukan sekadar perburuan medali, melainkan investasi karakter bagi para siswa dan bertujuan untuk menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat, mengasah kemampuan berpikir kritis, serta memotivasi siswa agar terus semangat bertumbuh dan berproses.
Siswa-siswi SD Saraswati telah melalui tahap bimbingan yang intensif oleh guru pendamping dan kerja sama dari orang tua murid. Pelaksanaan ujian menggunakan aplikasi berbasis komputer (Exam Browser), di mana ketepatan dan kecepatan murid menjadi poin utama dalam pengerjaan soal, ungkap Ni Nyoman Suparwati.

Kepala Sekolah Adi Widyalaya (SD) Hindu Saraswati Kupang sangat bangga atas keberanian dan kerja keras anak-anak dalam mengikuti ajang ini, pungkas Ni Nyoman Suparwati. Harapan saya, melalui OSN ini, anak-anak tidak hanya sekadar mengejar juara, tetapi lebih kepada pembentukan karakter berjuang dan bangun kepercayaan diri.

Semoga hasil yang dicapai dapat memberikan kebanggaan bagi diri mereka sendiri, orang tua, dan tentunya sekolah. Kami berharap delegasi dari Sekolah Adi Widyalaya (SD) Hindu Saraswati Kupang dapat terus melaju ke tingkat provinsi hingga Nasional, Serta membawa nama baik Kota Kupang NTT dan komunitas Hindu kita dalam kancah prestasi akademik. Seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2023 SD Saraswati juga masuk menuju tingkat Nasional dalam ajang Olahraga Renang kategori anak Putra tingkat Sekolah Dasar.

Harapan yang dititipkan agar para siswa-siswi Sekolah Adi Widyalaya (SD) Hindu Saraswati Kupang yang memiliki Akreditasi A ini mampu membawa nama harum Kota Kupang dan komunitas Hindu di Kupang NTT hingga ke kancah nasional dalam bidang Olimpiade Akademik, sekaligus memupuk mentalitas pantang menyerah dan raih prestasi sejak dini.(Guntara)

Editor : RyGuN

Sumber dan Foto : Hindukupang.com / Kepala Sekolah SD Saraswati / Ni Nyoman Suparwati

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Dharma Santi Nyepi Nasional 2026 Di Taman Werdhi Budaya Art Center Denpasar Bali, Tegaskan Tat Twam Asi, Tri Hita Karana Dan Persaudaraan Dalam Semangat "Vasudhaiva Kutumbakam, Satu Bumi, Satu Keluarga, Harmoni Nusantara Indonesia Maju”

Baca Juga : Ribuan Umat Hindu Kupang NTT Gelar Prosesi Melasti Jelang Nyepi Tahun Baru Saka 1948 / 2026 Dalam Semangat "Vasudaiva Kutumbakam"

Baca Juga : Donor Darah Bagi Kemanusiaan Sambut Datangnya Tahun Saka 1948/2026, Panitia Hari Suci Nyepi Kota Kupang Himpun 59 Kantong Darah Serta Perkuat Harmoni Toleransi Antarumat Beragama

Baca Juga : Lokakarya Penguatan Empat Pilar Pembangunan Manusia Hindu Digelar Di Kupang NTT

Baca Juga : Rayakan HUT ke-38, WHDI Kota Kupang Gelar Turnamen Bulu Tangkis dan Berdayakan UMKM

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama Dari Nusa Tenggara Timur Teguhkan Persatuan Gotong Royong Dan Komitmen Kemanusiaan

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando

Baca Juga : "Guru Wisesa" Gubernur NTT Bersama Wakil Gubernur NTT Buka Perayaan HUT RI ke 80 Tahun Dengan Semangat Ayo Bangun NTT Dalam Acara Kirab Budaya NTT "BaGaYa" : Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya Tahun 2025

Baca Juga : Bhakti Untuk Regenerasi, MPAB ke XX Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT : "Melahirkan Kader Hindu Berjiwa Pemimpin”

Baca Juga : Audiensi Bersama Gubernur NTT Melki, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT Tekankan Akses Jalan Pura Oebanantha , Pemerataan Pendidikan, Penguatan UMKM Serta Jaminan Perlindungan Kesehatan Sosial Masyarakat NTT

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

6183938507886235302 Umat Hindu Kupang Gelar Ritual Tawur Kasanga dan Pawai Ogoh-Ogoh Sambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 , Tanggal 18 Maret 2026 (Foto : k'gun)

HinduKupang.com, NTT – Ribuan umat Hindu di Kota Kupang memadati perempatan Catus Pata Jalan El Tari, tepat di depan Kantor Gubernur NTT, untuk melaksanakan upacara Tawur Kasanga dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948, pada hari Rabu 18 Maret 2026.
Prosesi ritual yang berlangsung khidmat sejak pukul 12.00 WITA ini dipimpin langsung oleh Ida Rsi Agung Nanda Wijaya Kusuma Manuaba, didampingi Ida Rsi Istri Manuaba. Turut serta dalam prosesi tersebut Ida Bhawati I Made Suaba Aryanta, para Jero Gede, serta Jero Mangku Lanang dan Istri.
Usai persembahyangan bersama dan prosesi nunas tirta serta bija, suasana berubah menjadi meriah dengan penampilan berbagai tarian persembahan. Seni tari tersebut dibawakan secara apik oleh Siswi TK Pratama Widyalaya Saraswati dan SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang, Sekolah Pasraman Upanisada Remaja Hindu, perwakilan sanggar seni, hingga ibu-ibu dari Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Kupang NTT.

6183938507886235319

6183938507886235321

6183938507886235327

6183938507886235326

6183938507886235325

6183938507886235309

Puncak acara yang paling dinantikan warga adalah Pawai Ogoh-ogoh. Sebanyak empat Ogoh-ogoh berukuran besar dan beberapa Ogoh-ogoh cilik diarak mengelilingi rute Jalan El Tari menuju Rumah Jabatan Gubernur NTT dan kembali ke titik semula. Karya seni tersebut berasal dari Umat Hindu yang tergabung dalam paguyuban Warga Banjar Dharma Agung Kupang (BDAK) yaitu Sektor / Tempekan Kuanino TNI, Tempekan Brimob, dan Tempekan Polda NTT, yang semuanya menampilkan wujud Asura (Raksasa) sebagai simbol Bhuta Kala, dan sisi gelap manusia yaitu amarah, dengki, iri hati dan kerakusan.

6183938507886235337

Rangkaian acara ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Kupang, Bapak dr.Christian Widodo, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang Ibu dr.Widya Cahya, Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol. Djoko Lestari,S.I.K.,M.M., Dandim 1604 Kupang yang diwakili Danramil 1604-01/Kupang Bapak Mayor Infanteri Hendry Dunant,S.IP, Jajaran Forkompinda Kota Kupang dan Wakil ketua II Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang Bapak I Gusti Ngurah Suarnawa, serta Ketua Panitia Nyepi 2026, I Wayan Gede Astawa. Hadir juga Ketua PHDI Provinsi NTT I Wayan Darmawa, Ketua Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korwil NTT Jero Gede I Made Suparta, Ketua Permabudhi NTT Indra Effendy, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi NTT Theo Widodo, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang yang diwakili Kepala Tata Usaha, serta Camat dan Lurah sekota Kupang, Mahasiswa-Mahasiswi Hindu PD.KMHDI NTT, Peradah Kupang NTT, Alumni KMHDI NTT, Puskor Hindunesia, ICHI NTT, BDAK, Organisasi dan Lembaga Hindu di Kupang, serta tamu undangan lainnya.

6183938507886235311

6183938507886235314

6183938507886235308

6183938507886235306

Kegiatan Pawai Ogoh-ogoh berlangsung hingga sore hari pukul 17.30 WITA, antusiasme umat Hindu Kupang dan warga sekitar tetap tinggi menyaksikan iring-iringan budaya tersebut di jantung Kota Kupang sebagai Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Acara pawai ogoh-ogoh juga diiringi oleh Sekehe Gong TAT TWAM ASI yang terdiri dari sekehe Sentana Satya Budaya (SSB), dan Sekehe Demen dan sekehe bleganjur Tri Datu.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana Nyepi Tahun Baru Saka 1948 / 2026 PHDI Kota Kupang, I Wayan Gede Astawa,S.Sos.,M.M., menyampaikan bahwa perayaan tahun ini mengusung tema "Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju". Tema ini menekankan pentingnya persatuan di tengah keberagaman bangsa.

"Rangkaian kegiatan telah kami mulai sejak awal Maret, yang tidak hanya menyasar internal umat Hindu, tetapi juga melibatkan saudara-saudara kita dari lintas agama," ujar Wayan Gede Astawa di hadapan jajaran Forkopimda Kota Kupang.

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

6186138755207467051

6183938507886235329

6183938507886235331

Aksi Sosial dan Simbol Toleransi
Panitia Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 / 2026 PHDI Kota Kupang, I Wayan Gede Astawa melaporkan sejumlah agenda yang telah sukses dilaksanakan, di antaranya:

Bakti Sosial: Donor darah di Pura Agung Giri Kertha Bhuwana pada 1 Maret 2026, yang berhasil mengumpulkan 59 kantong darah.

Saka Bhoga Sewanam: Aksi toleransi nyata berupa pembagian takjil dan buka puasa bersama umat islam jamaah Masjid Al-Fitrah Kampung Nelayan Oesapa.

Ritual Keagamaan: Upacara Melasti yang digelar di Pura Manik Segara Oebananta pada Senin (16/3/2026) sebagai sarana penyucian diri dan alam semesta.

6183938507886235320

6183938507886235318

6183938507886235307

Pawai Ogoh-ogoh di Tengah Libur Panjang
Tepat pada hari ini, Rabu (18/3), sebanyak empat buah Ogoh-ogoh diarak sebagai simbol penetralan kekuatan negatif sebelum umat melaksanakan Catur Brata Penyepian. I Wayan Gede Astawa mengakui adanya tantangan jumlah umat tahun ini, mengingat banyak warga yang memilih pulang ke Bali karena bertepatan dengan libur panjang nasional.

Meski demikian, dukungan dari berbagai pihak tetap mengalir kuat, termasuk bantuan dana dari Pemerintah Kota Kupang, sektor swasta, hingga kontribusi dari Klasis Kota Kupang Timur. "Dukungan dari saudara-saudara umat Kristiani melalui Klasis Kota Kupang Timur, baik secara moril maupun materiil, menunjukkan bahwa toleransi di Kota Kupang telah terjalin sangat harmonis dan menyentuh sisi emosional yang mendalam," tambahnya.

Pesan Damai Lintas Agama
Menutup laporannya, Wayan Gede Astawa juga memberikan ucapan selamat kepada umat Muslim yang tengah menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia berharap momentum Nyepi dan Idul Fitri yang berdekatan ini dapat membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kota Kupang.

6183938507886235323

6183938507886235322

6183938507886235328

Acara yang berlangsung khidmat dan meriah ini dipusatkan sebagai momentum penyucian diri serta alam semesta sebelum memasuki masa Catur Brata Penyepian. Wakil Ketua II Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang, I Gusti Ngurah Suarnawa,SKM.,M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ritual Tawur Kesanga Nyepi Tahun Saka 1948/2026 merupakan bagian dari upacara Bhuta Yadnya. Ritual ini bertujuan menjaga keseimbangan antara manusia dengan alam (Bhuana Agung) dan diri sendiri (Bhuana Alit).

"Kami bersyukur pelaksanaan Tawur Kesanga yang dipimpin oleh Ida Rsi Agung Nanda Wijaya Kusuma Manuaba berjalan lancar. Ini adalah upaya menetralkan energi negatif dan memohon kesejahteraan bagi seluruh makhluk," ujar Gusti Ngurah Suarnawa di hadapan Wali Kota Kupang serta para undangan.

Filosofi Ogoh-Ogoh dan Pesan Perdamaian

Puncak keramaian ditandai dengan pawai Ogoh-ogoh, karya seni patung raksasa yang melambangkan sifat buruk atau Bhuta Kala. I Gusti Ngurah Suarnawa menjelaskan bahwa pengarakan patung-patung Ogoh-Ogoh berwujud Raksasa ini merupakan simbol pembersihan diri manusia kalau amarah mirip raksasa yaitu berbagai sifat marah, rakus, dan iri hati yang nantinya akan disucikan, agar menjadi sifat dewata dan welas kasih.

Tahun 2026 ini, perayaan Nyepi mengusung tema "Vasudhaiva Kutumbakam", yang berarti Satu Bumi, Satu Keluarga. Tema ini menekankan harmoni nusantara dan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam menjaga persaudaraan dan toleransi di tengah masyarakat.

Baca Juga : Ribuan Umat Hindu Kupang NTT Gelar Prosesi Melasti Jelang Nyepi Tahun Baru Saka 1948 / 2026 Dalam Semangat "Vasudaiva Kutumbakam"

6183938507886235353

Persiapan Tapa Brata
Memasuki hari puncak Nyepi pada Kamis, 19 Maret 2026, umat Hindu akan melaksanakan Catur Brata Penyepian selama 24 jam penuh. Terdapat empat pantangan utama yang wajib dipatuhi:

Amati Geni: Tidak menyalakan api atau cahaya sebagai simbol pengendalian amarah.

Amati Karya: Tidak bekerja atau melakukan aktivitas fisik.

Amati Lelungaan: Tidak bepergian dan tetap berada di rumah untuk perenungan.

Amati Lelanguan: Tidak mencari hiburan demi menjaga keheningan batin.

"Keheningan ini adalah momen refleksi untuk menjaga hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta atau Tri Hita Karana," ungkap I Gusti Ngurah Suarnawa, Wakil Ketua PHDI Kota Kupang.

6183938507886235352

Baca Juga : Donor Darah Bagi Kemanusiaan Sambut Datangnya Tahun Saka 1948/2026, Panitia Hari Suci Nyepi Kota Kupang Himpun 59 Kantong Darah Serta Perkuat Harmoni Toleransi Antarumat Beragama

Apresiasi untuk Pemerintah Kupang Kota Kasih

Dalam kesempatan tersebut, PHDI Kota Kupang menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Pemerintah Kota Kupang atas dukungan dan fasilitas yang diberikan. Menurut I Gusti Ngurah Suarnawa, meskipun secara kuantitas umat Hindu di Kupang tergolong kecil, namun perhatian pemerintah memberikan ruang bagi kami umat Hindu Kota Kupang untuk berkontribusi dalam pembangunan kota ini.

"Kami bangga Bapak Wali Kota Kupang memberikan kesempatan bagi semua umat beragama, termasuk kami, untuk berpartisipasi di Kota Kasih ini," pungkasnya sebelum memohon kesediaan Wali Kota Kupang untuk melepas secara resmi peserta pawai Ogoh-ogoh. Rangkaian hari raya ini nantinya akan ditutup dengan prosesi Ngembak Geni pada tanggal 20 Maret 2026, di mana umat kembali simakrama / silaturahmi serta memulai aktivitas sosial dengan semangat kesucian yang baru.

6183938507886235301

Dalam sambutannya Wali Kota Kupang Bapak dr.Christian Widodo mengatakan tema Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di tahun 2026 adalah VASUDHAIVA KUTUMBAKAM, Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju. Tema pada puncak hari Suci Nyepi 19 Maret 2026 sangat bagus dan relevan dengan kota Kupang sebagai Kota Toleran dan Harmoni. Ibarat untaian nada-nada dalam lagu musik semua nada harmoni berbeda namun menjadi alunan yang indah, ungkap dr.Christian Widodo. Begitupun Nyepi sebagai hari keheningan yang bisa dimaknai untuk kita semuanya, sangat penting di era saat ini, ternyata kita memang harus perlu hening sejenak dari segala kesibukan, ibarat gadget HP saja apabila bapak ibu pakai terus tanpa restart atau hening jeda sejenak maka bisa macet error / hang, pungkas Wali Kota Kupang yang disambut tepuk tangan ribuan masyarakat.

6183938507886235304

Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo mengatakan begitupun juga kalau kalimat kata per kata disambung tanpa adanya jeda hening seperti spasi, maka kalimat akan tersambung semua dan tidak memiliki makna. Maka itulah jeda hening "Nyepi" seperti demikian, kata per kata diberikan spasi, jeda, agar menjadi makna dan bahasa yang bisa dipahami, ucap dr.Christian Widodo. Kemudian warna-warni kita perlu menjaga keragaman dalam semangat toleransi beragama di Kupang Kota KASIH, seperti warna warni dalam lukisan canvas,tidak mungkin semua satu warna saja, perlu ada warna warni lainnya di atas canvas sehingga menghasilkan lukisan yang indah dipandang, ibarat kota Kupang ini canvas Lukisan maka mari kita bersama-sama membangun kota kupang dalam Harmoni, semangat solidaritas dan toleransi. Kota Kupang NTT juga telah meraih penghargaan masuk 10 besar tingkat Nasional sebagai daerah toleransi terbaik, mari terus kita jaga, ungkap Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo. Acara Pawai Ogoh-Ogoh dibuka secara resmi oleh Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo dengan membunyikan gong gamelan disambut dengan sekehe gong Tat Twam Asi, dan parade Mepeed dari anak-anak dan ibu ibu WHDI Kota Kupang NTT kemudian dengan pawai Ogoh-Ogoh.

6183938507886235312

Pawai Ogoh-Ogoh Umat Hindu Kupang , Provinsi Nusa Tenggara Timur, Di Tilem Sasih Kesanga, dan Buda Wage Klawu , 18 Maret 2026, Alumni KMHDI NTT Bersama Ketua Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT sdr.Putu Eka Saputra.

6183938507886235305

6183938507886235310

6183938507886235311

Makna Ogoh-Ogoh dalam Ajaran Hindu Dharma

Dalam ajaran Hindu Dharma, Ogoh-ogoh bukan sekadar patung raksasa untuk pawai, melainkan memiliki kedalaman filosofis yang berkaitan erat dengan konsep Sad Kerthi dan keharmonisan alam semesta.
1. Simbolis Bhuta Kala
Ogoh-ogoh divisualisasikan dalam wujud Asura (raksasa) yang menyeramkan sebagai representasi dari Bhuta Kala. Dalam kosmologi Hindu, Bhuta berarti kekuatan alam dan Kala berarti waktu. Wujud yang menyeramkan ini menyimbolkan sifat-sifat negatif, angkara murka, dan kekuatan destruktif yang ada di alam semesta maupun di dalam diri manusia (Microcosmos).
2. Ritual Nyomya (Netralisasi)
Tujuan utama dari pembuatan dan pengarakan Ogoh-ogoh adalah untuk proses Nyomya. Setelah diarak, Ogoh-ogoh biasanya akan dibakar (ritual Pralina). Proses ini melambangkan upaya manusia untuk menetralisir kekuatan negatif (Bhuta Kala) agar menjadi kekuatan positif (Dewa) yang mendukung kehidupan.
3. Pembersihan Diri Sebelum Catur Brata Penyepian
Secara spiritual, pawai ini dilakukan pada hari Pengerupukan (sehari sebelum Nyepi). Dengan "mengeluarkan" simbol-simbol buruk dalam bentuk Ogoh-ogoh dan kemudian memusnahkannya, umat Hindu diharapkan telah membersihkan lingkungan dan batinnya dari noda-noda duniawi. Hal ini menjadi persiapan penting sebelum memasuki keheningan total saat melaksanakan Catur Brata Penyepian keesokan harinya.
4. Keseimbangan Bhuana Alit dan Bhuana Agung
Upacara ini merupakan manifestasi dari ajaran Tri Hita Karana, khususnya hubungan harmonis antara manusia dengan alam (Palemahan). Dengan menghormati dan menyeimbangkan kekuatan alam bawah, diharapkan tercipta kedamaian di dunia (Bhuana Agung) dan di dalam jiwa manusia (Bhuana Alit).

Narasi : k'Gun / HinduKupang.com
Foto : RyGuN

6183938507886235336

Foto Hindukupang.com : Alumni KMHDI bersama Bli Dewa Putra Utama, (Alumni Ketua PD.KMHDI NTT Ke 3)

6183938507886235324

6183938507886235315

 

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Ribuan Umat Hindu Kupang NTT Gelar Prosesi Melasti Jelang Nyepi Tahun Baru Saka 1948 / 2026 Dalam Semangat "Vasudaiva Kutumbakam"

Baca Juga : Donor Darah Bagi Kemanusiaan Sambut Datangnya Tahun Saka 1948/2026, Panitia Hari Suci Nyepi Kota Kupang Himpun 59 Kantong Darah Serta Perkuat Harmoni Toleransi Antarumat Beragama

Baca Juga : Lokakarya Penguatan Empat Pilar Pembangunan Manusia Hindu Digelar Di Kupang NTT

Baca Juga : Rayakan HUT ke-38, WHDI Kota Kupang Gelar Turnamen Bulu Tangkis dan Berdayakan UMKM

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama Dari Nusa Tenggara Timur Teguhkan Persatuan Gotong Royong Dan Komitmen Kemanusiaan

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando

Baca Juga : "Guru Wisesa" Gubernur NTT Bersama Wakil Gubernur NTT Buka Perayaan HUT RI ke 80 Tahun Dengan Semangat Ayo Bangun NTT Dalam Acara Kirab Budaya NTT "BaGaYa" : Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya Tahun 2025

Baca Juga : Bhakti Untuk Regenerasi, MPAB ke XX Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT : "Melahirkan Kader Hindu Berjiwa Pemimpin”

Baca Juga : Audiensi Bersama Gubernur NTT Melki, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT Tekankan Akses Jalan Pura Oebanantha , Pemerataan Pendidikan, Penguatan UMKM Serta Jaminan Perlindungan Kesehatan Sosial Masyarakat NTT

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana