MPAB18 PD KMHDI NTT10

PD KMHDI NTT Merayakan Hari Sumpah Pemuda ke 95 Melalui Kegiatan MPAB Masa Penerimaan Anggota Baru ke XVIII Dengan Semangat "Nangun Wirasa Kerthi" (Sumber Foto : PD.KMHDI NTT)

Hindukupang.com - NTT , Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (PD.KMHDI NTT) Pada momen bersejarah peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95, dengan penuh semangat dan semarak melaksanakan Kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) ke-XVIII. Acara MPAB PD KMHDI NTT yang bertajuk "Nangun Wirasa Kerthi, membangun hubungan dengan rasa yang harmonis,"  dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 Oktober 2023, dimulai pukul 08.00 WITA hingga selesai, yang bertempat di Aula Serbaguna Pura Oebanantha , Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam suasana penuh kehormatan dan keharmonisan, turut hadir pula perwakilan anggota Forum Alumni Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (FA-KMHDI) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama para pengurus PD KMHDI NTT, teman-teman panitia pelaksana kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB), dan peserta mahasiswa-mahasiswi Hindu Kupang dalam MPAB ke 18, dibuka dengan Sembahyang Doa mantra Hindu untuk puja puji syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Hyang Maha Kuasa.

Dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Aula Serbaguna Pura Oebanantha Kupang, kehadiran para peserta mahasiswa-mahasiswi Hindu yang berasal dari berbagai universitas dan Kampus ini mengikuti kegiatan MPAB ke XVIII yang sangat istimewa ini dengan penuh sukacita dan semangat.

MPAB18 PD KMHDI NTT9

Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) ke XVIII Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (PD.KMHDI NTT),
Di Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2023, Aula Serbaguna Pura Oebanantha Kupang NTT,
Master of Ceremony (MC) Sdr.Eka, Pembacaan Asta Prasetya Brahmacarya sdri.Ingga, Pembacaan Doa sdr.Dede, Sekretaris PD.KMHDI NTT Sdr.Shindu, dan Ketua Panitia Pelaksana MPAB sdri. Nikita. (Sumber foto : Hindukupang.com)

Dalam Laporan ketua panitia MPAB ke-XVIII PD KMHDI NTT sdri.Nikita Sumartiani mengatakan selamat datang bagi calon kader KMHDI NTT. Seluruh peserta dan pihak yang hadir dalam Kegiatan MPAB ke-XVIII ini agar memahami pemilihan tema "Nangun Wirasa Kerthi, Membangun Hubungan dengan Rasa yang Harmonis" . Kegiatan MPAB berlangsung selama satu hari penuh, pada hari Sabtu, 28 Oktober 2023, di Aula Serbaguna Pura Oebanantha Kupang.

Tujuan utama dari MPAB ke-XVIII PD KMHDI NTT adalah memberikan pemahaman awal dan pengenalan tentang organisasi kemahasiswaan yang berbasis pada nilai-nilai Hindu kepada para anggota baru yang akan bergabung dalam keluarga besar KMHDI NTT. Dalam suasana yang sarat makna ini, mereka berharap untuk membentuk hubungan yang harmonis di antara para anggota baru.

Ketua panitia sdri.Nikita juga mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh anggota panitia yang telah bekerja sama dengan penuh semangat dalam mempersiapkan kegiatan ini. Selain itu, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pengurus dan teman-teman yang telah mempercayakan kepercayaan besar ini kepadanya sebagai ketua panitia. Meskipun demikian, dia juga memohon maaf jika terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan MPAB.

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

MPAB18 PD KMHDI NTT6

Adapun rangkaian agenda kegiatan MPAB ke-XVIII bisa menjadi momentum penting dalam penguatan kader  Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Provinsi NTT.

Agenda acara MPAB ke-XVIII melibatkan serangkaian kegiatan yang beragam yaitu dimulai dengan acara Pembukaan dengan pembacaan doa dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars KMHDI, Serta Pembacaan Asta Prasetya Brahmacarya oleh sdri.ingga yang diikuti semua peserta MPAB. Selanjutnya Laporan Ketua MPAB PD KMHDI NTT 2023 mengenai gambaran menyeluruh tentang pencapaian dan tujuan kegiatan MPAB ke 18.

MPAB18 PD KMHDI NTT2

Sambutan anggota Forum Alumni KMHDI yang diwakili oleh kak Guntara,SKM, mengatakan selamat berproses di KMHDI, sebagai wadah pemersatu mahasiswa intelektual hindu dan selamat MPAB , serta silahkan mahasiswa-mahasiswi Hindu ikuti semua jenjang kaderisasi, seperti DMO Diklat Manajemen Organisasi, Train of Trainer (TOT), Rakornas, Kaderisasi Tahap 1 dan seterusnya, asah soft skill kalian dalam berorganisasi, dan memperkuat Kecerdasan EQ (Emotional Quotient), SQ (Spiritual Quotient) bahkan AQ (Adversity Quotient) daya tahan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Kemudian dilanjutkan Sambutan Ketua PD KMHDI NTT karena masih KKN di luar Kabupaten sehingga diwakili oleh Sekretaris PD.KMHDI NTT sdr.Made Sindhu Jaya Purusa yang melaksanakan Pembukaan resmi kegiatan MPAB 2023 dan selanjutnya diakhiri dengan foto bersama. Sekretaris PD.KMHDI NTT sdr.Made Sindhu Jaya Purusa juga mengungkapkan selamat datang dan selamat belajar semua peserta MPAB dalam organisasi Mahasiswa Hindu tingkat nasional, mari kita mengasah diri dan memperkuat kualitas maupun kuantitas dalam melaksanakan Dharma Agama dan Dharma Negara. 

Adapun berbagai Persiapan Kegiatan MPAB ke 18, seluruh mahasiswa hindu PD.KMHDI NTT  Menyajikan tahapan-tahapan persiapan yang penting. Seperti Perkenalan Anggota PD KMHDI NTT dengan Peluang untuk mengenal anggota baru. Kemudian pemaparan materi mengenai Sejarah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia yang Menyajikan sejarah organisasi KMHDI. Selanjutnya Purwaka KMHDI: Mengenai visi dan misi KMHDI, dan Struktur serta Hubungan Kelembagaan Organisasi KMHDI: Pemahaman lebih dalam tentang organisasi.

MPAB18 PD KMHDI NTT3

Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) ke XVIII Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (PD.KMHDI NTT), Di Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2023, Aula Serbaguna Pura Oebanantha Kupang NTT

Pada Siang hari dilaksanakan doa Siang Puja Tri Sandhya dan makan siang bersama dan lanjut pemateri mengenai Bentuk, Tujuan dan Atribut Organisasi KMHDI: Mengulas esensi organisasi dan tujuannya. Kemudian Untuk Apa Saya dan Anda Ada di KMHDI dan Mempertanyakan makna kehadiran di KMHDI.

Para kader Mahasiswa-Mahasiswi Hindu Kupang , PD KMHDI NTT bisa mampu Menggali Nilai dan Jati Diri Kader KMHDI yaitu Religiusitas, Humanisme, Nasionalisme, dan Progresifitas.

Dalam pondasi eksistensinya, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) menjadi wadah bagi mahasiswa Indonesia yang menganut agama Hindu dalam melaksanakan kewajiban agama dan negara. Dalam upaya mencapai visi ini, KMHDI telah merumuskan Konsep Jati Diri sebagai panduan yang mengarahkan langkah para kader dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Standar kualitas yang menjadi target dalam pendidikan yang diselenggarakan oleh KMHDI tercermin dalam Konsep Jati Diri Anggota KMHDI, yang meliputi aspek religius, humanis, nasionalis, dan progresif.

1. Religiusitas

Religiusitas menjadi perwujudan Dharma, yaitu agama, bagi para anggota KMHDI. Hal ini melibatkan penerapan nilai-nilai religius dalam kehidupan sosial masyarakat tanpa menginginkan homogenitas agama. Religiusitas diwujudkan melalui praktik nilai-nilai keagamaan yang universal saat anggota menjalankan hak dan kewajiban sosial mereka. Selain itu, nilai religiusitas juga mencakup pemahaman yang mendalam terhadap agama Hindu dan hasrat untuk melakukan kajian kritis terhadap nilai-nilai dasar dan praktik-praktik keagamaan yang ada dalam masyarakat Hindu.

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

MPAB18 PD KMHDI NTT1

2. Humanisme

Pemahaman bahwa setiap manusia adalah manifestasi dari Tuhan dan memiliki esensi ke-Tuhan-an yang sama, sebagaimana terkandung dalam konsep Atman, menjadi dasar nilai humanisme dalam agama Hindu. Anggota KMHDI diharapkan dapat melihat manusia lain sebagai cerminan dari diri mereka sendiri, sesuai dengan prinsip Tat Twam Asi. Dalam pandangan humanisme KMHDI, mereka didorong untuk membantu sesama manusia dan tidak hanya menghindari mengganggu kehidupan manusia lain. Kehadiran nilai humanisme ini memacu anggota untuk bersikap peduli terhadap masalah-masalah kemanusiaan.

MPAB18 PD KMHDI NTT4

3. Nasionalisme

Nasionalisme diartikan sebagai dorongan anggota untuk menjalankan Dharma negara. Namun, dalam konteks KMHDI, nasionalisme mengacu pada solidaritas dan saling menghormati dengan sesama warga negara, tanpa memandang batasan bangsa. Anggota diharapkan dapat merasakan kedekatan dengan sesama warga negara dan merasa bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup negara itu sendiri. Mereka mendukung gagasan pembentukan negara bangsa yang inklusif, menentang eksklusivitas yang bersumber dari primordialisme atau sektarianisme, serta aktif terlibat dalam pembentukan bangsa.

MPAB18 PD KMHDI NTT12

4. Progresifitas

Para anggota KMHDI harus mengadopsi pandangan progresif, siap untuk perubahan, dan menjadi pelopor dalam mengusulkan dan mengimplementasikan perubahan. Mereka harus menjadi pionir dalam menggagas perubahan yang dianggap mampu meningkatkan situasi yang ada. Dalam terminologi KMHDI, progresifitas mencerminkan peran anggota sebagai perancang ide, pelaksana ide tersebut, dan siap menjalani proses dialektika dalam mengembangkan ide tersebut.

MPAB18 PD KMHDI NTT11

Acara MPAB kemudian dilanjutkan dengan Pelantikan Kader PD KMHDI NTT 2023 dan Penutupan acara yang kembali disemarakkan dengan nyanyian Hymne KMHDI, sambutan Ketua PD KMHDI NTT, doa, dan foto bersama.

Dalam spirit peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 95 ini, PD KMHDI NTT mengharapkan kegiatan MPAB ke 18 bisa memberi makna Bangga menjadi Hindu pada seluruh kader, dan menumbuhkan semangat bagi generasi muda-mudi Hindu dalam meningkatkan 4 nilai jati diri mahasiswa Hindu KMHDI. Seperti tercantum dalam Kitab Suci Hindu Mundaka Upanishad III.1.6 yaitu Hanya Kebenaran yang akan menang, Satyam Eva Jayate "JAYA".  (Hindukupang/kgun)

MPAB18 PD KMHDI NTT8

MPAB18 PD KMHDI NTT5

 MPAB18 PD KMHDI NTT11

Satyam Eva Jayate "JAYA" Forum Alumni KMHDI bersama PD.KMHDI NTT
Dalam Kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) ke XVIII Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (PD.KMHDI NTT),
Di Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2023, Aula Serbaguna Pura Oebanantha Kupang NTT,

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

 

 MB01

Hindukupang.com - NTT, Para tokoh agama, Pinandita (Pemangku), Calon Pinandita dan tokoh masyarakat Hindu di Kota Kupang berkumpul untuk mengawali acara Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama dan Moderasi Beragama, dalam sebuah kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Sahid T-More Kupang. Acara Kegiatan "Dialog Kerukunan dan Moderasi Beragama Pinandita, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat Hindu dari Kantor Kementerian Agama Kota Kupang Pada Program Kerukunan Umat dan Layanan Kehidupan Beragama" ini mencerminkan peran pemerintah dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ajaran agama Hindu dan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama di wilayah Kupang kota KASIH, Karya, Aman, Sehat, Indah dan Harmonis.

IMG 0236e

MB02

Adapun Peserta kegiatan ini melibatkan 20 orang yang terdiri dari unsur Pinandita atau Pendeta Hindu, calon Pinandita, dan tokoh agama Hindu di wilayah Kota Kupang. Acara ini berlangsung pada tanggal 26 Oktober 2023 di Hotel Sahid T-More Kupang dan didanai melalui DIPA Program Bimbingan Masyarakat Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Kupang Tahun Anggaran 2023.

Acara Kegiatan "Dialog Kerukunan dan Moderasi Beragama Pinandita, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat Hindu dari Kantor Kementerian Agama Kota Kupang Pada Program Kerukunan Umat dan Layanan Kehidupan Beragama" Dibuka secara resmi oleh Bapak Ismail E. Natonis,SH.,MH sebagai Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, dan turut hadir juga Pembimbing Masyarakat Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur / Pembimas Hindu NTT Ibu Dra.Ni Wayan Sunarsih,M.M, kemudian Kepala Subbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Kupang Bapak Melkianus T. Rensini,S.Sos.,M.AB, Kepala Penyelenggara Bimas Hindu Kota Kupang Bapak I Gusti Putu Wirata,S.Ag, serta para Kepala Seksi/Penyelenggara di lingkup Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, nampak hadir juga Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang yang diwakili Sekretaris II Bapak Ngurah Eka Negara Suantara, Ketua WHDI Kota Kupang Ibu dr.Dewa Ayu Putu Shinta Widari,Sp.KJ.,MARS, Perwakilan Banjar Dharma Agung Kupang (BDAK) dan juga Peserta Kegiatan.

MB03

Dalam Laporan Ketua Panitia Bapak Pratama B.A.P. Samosir,S.Ag mengatakan konteks kehidupan beragama dan bermasyarakat di Ibu Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, dalam Kegiatan Dialog Kerukunan dan Moderasi Beragama Kota Kupang 2023 berbagai perbedaan antar individu dan kelompok tidak dapat dihindari. Perdebatan dan pertentangan yang tidak bijaksana dapat menimbulkan ketersinggungan dan mengancam kerukunan sosial. Hal ini adalah sebuah tantangan yang diakui sebagai dinamika Kerukunan Intern yang terus berlangsung, mencakup multikulturalisme, lembaga keagamaan, dan hubungan antar agama. Dinamika tersebut sering kali muncul akibat perbedaan pandangan dan sikap terhadap suatu masalah, dan jika tidak dihadapi dengan niat baik dan semangat kerukunan, dapat mengganggu kerukunan itu sendiri. Oleh karena itu Kegiatan Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama dan Moderasi Beragama yang berlangsung hari ini 26 Oktober 2023, jam 08:00-14:00 WiITA di Aula Kelimutu, Hotel Sahid T-More Kupang NTT adalah bagian dari upaya untuk mendukung Tahun 2023 sebagai Tahun Kerukunan Umat yang didorong oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Program ini menjadi tanggung jawab bersama kita untuk menciptakan dan memperkuat kerukunan di kalangan umat Hindu di Kota Kupang.

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

IMG 0248

MB09

Moderator Bapak Prof.Dr.I Gusti Made Ngurah Budiana,S.Si.,M.Si Bersama Narasumber Bapak Jro Gde Dwija I Dewa Ketut Alit Suastama, dengan judul topik Moderasi Beragama Bagi Pinanditha dan Calon Pinanditha, Berbagai Mantra (Doa) Hindu bagi Calon Pinandita dalam Upacara Hindu Panca Yadnya

MB07

Indonesia, sebagai negara dengan beragam suku, ras, agama, dan adat istiadat, menuntut kita untuk lebih menerima dan menghargai perbedaan dengan sikap toleransi dan saling menghormati satu sama lain. Hal ini sejalan dengan konsep moderasi beragama, yang tidak hanya berfokus pada agama itu sendiri, tetapi juga pada bagaimana kita menjalani agama tersebut. Terdapat berbagai kasus di mana orang menjadi sangat ekstrem atau fanatik dalam menjalankan budaya atau kebiasaan tertentu yang mereka anggap tak boleh berubah. Mereka khawatir bahwa dengan menerima perbedaan, identitas agama mereka akan tergerus.

MB04

MB06

MB05

Pentingnya moderasi beragama adalah memberi ruang bagi umat Hindu untuk berkembang secara universal tanpa menghadapi kendala yang kaku. Selain itu, ruang hati juga harus tetap terbuka bagi mereka yang menganut agama lain, seperti Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu, yang juga mencari semangat pertumbuhan yang sama. Moderasi beragama memiliki empat indikator penting, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, penolakan terhadap kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi lokal yang beragam.

Dalam Sambutan Bapak Ismail E. Natonis,SH.,MH sebagai Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, mengatakan melalui kegiatan Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama dan Moderasi Beragama, diharapkan dapat meningkatkan kerukunan di kalangan umat Hindu di Kota Kupang, terutama di antara para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan cendikiawan yang ikut serta dalam kegiatan ini. Upaya ini merupakan langkah nyata dalam membangun kerukunan dan moderasi beragama di masyarakat, menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan semangat toleransi bagi semua individu dan kelompok agama.

IMG 0242

1112

MB08

Acara Pembukaan kegiatan Dialog Kerukunan dan Moderasi Beragama ini dihadiri oleh para tokoh agama dan masyarakat Hindu. Acara ini merupakan bagian dari program Kerukunan Umat dan Layanan Kehidupan Beragama yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Kupang.

Ketua Panitia, Pratama B.A.P Samosir,S.Ag  juga menyampaikan latar belakang kegiatan ini yang menekankan pentingnya peran pemerintah dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keyakinan agama Hindu. Dalam konteks kerukunan intern umat beragama, perbedaan pandangan dan kebiasaan dapat menimbulkan ketegangan jika tidak dihadapi dengan semangat kerukunan. Oleh karena itu, kegiatan ini mendukung program Tahun 2023 sebagai Tahun Kerukunan Umat, dan menjadi tugas bersama untuk menciptakan kerukunan di antara umat Hindu di Kota Kupang.

Pratama Samosir juga menjelaskan bahwa moderasi beragama tidak hanya berarti memoderasi ajaran agama, tetapi juga cara beragamanya. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kerukunan umat Hindu di Kota Kupang, khususnya di kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan cendikiawan.

MB17

Tujuan umum terselenggaranya Kegiatan Dialog Kerukunan Dan Moderasi Beragama Pinandhita/Tokoh Agama/Tokoh Masyarakat Hindu Kota Kupang ini adalah adanya output yang bisa diterapkan dalam lingkungan masyarakat maupun intern umat beragama yaitu yang pertama Meningkatkan kualitas pemahaman, penghayatan dan pengamalan akan nilai-nilai moderasi beragama dan kerukunan intern umat. Yang kedua Bisa terus berkontribusi dalam menggagas kebersamaan dan toleransi di Kota Kupang. Sehingga kegiatan ini bisa meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai moderasi beragama serta menggagas kebersamaan dan toleransi di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur.


Adapun Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang Nomor: 78 Tahun 2023 tanggal 17 Oktober 2023. Panitia pelaksana terdiri dari dua orang ASN dari Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, dan juga berbagai pihak yang mendukung kegiatan ini. Rangkaian Acara dibuka oleh MC yaitu ibu Sri Wahyuni, dan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya oleh tim teknis Bapak Kadek Dharma bersama seluruh undangan dan peserta,  dilanjutkan Pembacaan Sloka Suci VEDA oleh Ibu Pratiwi, serta laporan ketua panitia dan sambutan sekaligus pembukaan Acara secara resmi oleh Bapak Ismail E. Natonis,SH.,MH sebagai Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang. Adapun Doa Pembukaan Acara  dibawakan oleh ibu Manik Utami sebagai Penyuluh Hindu Non PNS.

Materi dan narasumber dalam kegiatan ini mencakup kerukunan intern umat beragama bagi Pinanditha dan calon Pinanditha, serta moderasi beragama bagi Pinanditha dan calon Pinanditha,
Dengan Materi dan Narasumber Pertama yaitu : Ida Bhawati Ir. I Made Suaba Aryanta, MP, dengan judul topik materi : Kerukunan Intern Umat Beragama Bagi Pinanditha dan Calon Pinanditha, Dharmaning (Sesana) Pinandita atau Kewenangan dan Persyaratan Pinandita (Pemangku), serta Padewasan atau pemilihan hari dalam Upacara Hindu, dengan Moderator Rary Triguntara,S.KM. di akhir sesi tanya jawab bersama pemateri ditutup dengan pantun oleh moderator : 

Buah nangka buah sukun
Manis rasanya dibawah pohon
Mari tingkatkan moderasi beragama
Menuju Kupangkota Kasih yang hidup rukun

Narasumber kedua yaitu : Jro Gde Dwija I Dewa Ketut Alit Suastama, dengan judul topik Moderasi Beragama Bagi Pinanditha dan Calon Pinanditha, Berbagai Mantra (Doa) Hindu bagi Calon Pinandita dalam Upacara Hindu Panca Yadnya, dengan Moderator Prof.Dr.I Gusti Made Ngurah Budiana,S.Si.,M.Si.
Pelatihan dan pembekalan mantra doa Hindu dari kedua Narasumber kepada ± 9 Calon Pemangku ini juga sebagai awal untuk nantinya pada Hari Suci Saraswati dan Piodalan 15 Tahun Pujawali Pura Agung Giri Kertha Bhuwana, Kolhua Kupang di tanggal 16-17 Desember 2023 akan dilaksanakan Upacara Mewinten bagi para calon Pinandita yang dipimpin oleh Ida Rsi Agung Nanda Wijaya Kusuma Manuaba, serta Upacara Manusa Yadnya : Potong Gigi (metatah) dan Upacara menek kelih sebagai tanda beranjak dewasa.

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

MB14

MB11

MB12

MB13

MB15

MB16

Di Akhir acara Ketua Panitia Bapak Pratama B.A.P. Samosir,S.Ag mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan ini, termasuk Bapak Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang yang telah membuka acara secara resmi. Kegiatan ini ditutup pada jam 14:00WITA  secara resmi oleh Kepala Subbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Kupang Bapak Melkianus T. Rensini,S.Sos.,M.AB  yang mengatakan kegiatan yang bermartabat ini bisa semoga membawa manfaat bagi para peserta, dan semua tokoh Hindu dalam menjaga kerukunan dan semangat Moderasi Beragama di kota Kupang NTT. (Guntara/Hindukupang)

Adapun Materi dari kedua Narasumber tentang kerukunan intern umat beragama bagi Pinanditha dan calon Pinanditha, serta moderasi beragama bagi Pinanditha dan calon Pinanditha, bisa diakses kunjungi DISINI. 

 MB10

 Moderator : Rary Triguntara,SKM bersama Narasumber Ida Bhawati Bapak Ir.I Made Suaba Aryanta,MP

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

 

ShaDhar001

Foto Hindukupang.com : Sharing Dharma (ShaDhar)  Pertemuan Organisasi Hindu Kupang NTT bersama dengan
Bapak Drs.Ketut Donder,M.Ag.,Ph.D dan Bapak Dr.I Gede Suwantana,M.Ag dari Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Bali ke Kota Kupang NTT

Hindukupang.com - NTT, Pada Hari Redite , Paing Wuku Matal, yakni pada hari Minggu dilaksanakan Pertemuan Organisasi Hindu di Kupang dan NTT serta umat Hindu Kupang bersama 2 Guru (S3) Doktor Hindu dari Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, 8 Oktober 2023, jam 15:00-18:00 Wita di Wantilan Pura Agung Giri Kertha Bhuwana, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam kunjungan kerja yang telah berlangsung sejak 6 hingga 9 Oktober 2023 di wilayah Kabupaten Belu, Atambua, NTT, dua Guru Doktor Hindu dari Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Bali, telah berinteraksi dengan umat Hindu di wilayah perbatasan antar negara di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan telah memperhatikan dengan seksama aktivitas kehidupan umat Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kunjungan Kerja beliau berdua ke wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur ini sudah sejak 6-9 Oktober 2023 di wilayah Kabupaten Belu Atambua NTT, dan berjumpa dengan umat Hindu di perbatasan antar negara pada Pos Lintas Batas Negara (PLBN) serta melihat aktifitas keumatan hindu di NTT.

Dalam Pantauan Hindukupang.com Acara yang bertajuk Sharing Dharma (ShaDhar)  Pertemuan Organisasi Hindu bersama dengan Bapak Drs.Ketut Donder,M.Ag.,Ph.D dan Bapak Dr.I Gede Suwantana,M.Ag dari UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Bali ke Kota Kupang NTT ini melibatkan berbagai pemimpin organisasi Hindu Kupang NTT, diantara hadir dari Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korwil NTT, Ida Bhawati I Made Suaba Aryanta yaitu Ketua PHDI Kabupaten Kupang, Sekretaris PHDI NTT Bapak Dr.Ir.I Gusti Bagus Adwita Arsa,MP, Wakil Ketua PHDI NTT Bapak Pinandita dr.Dewa Putu Sahadewa,SpOG(K), Kemudian Wakil Ketua PHDI Kota Kupang Bapak Ir.I Wayan Sumartika,M.Si, hadir pula Ketua Hindu Peduli Ibu Ni Nyoman Yuliani,S.Si,S.Farm.Apt,M.Si , WHDI Kupang NTT,  Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kupang Bapak I Ketut Suwijana, Ketua Badan Penyiaran Hindu (BPH) Provinsi NTT Bapak Pinandita Supardi,S.Pd, Ketua ICHI NTT Bapak Prof.Dr. I Gusti Made Ngurah Budiana,S.Si,M.Si , Pengurus Banjar Dharma Agung Kupang Bapak I Gusti Agung Ngurah Suarnawa,SKM.,M.Kes, serta hadir juga  Alumni KMHDI sdr. Rary Triguntara Dekornas Puskor Hindunesia, Tokoh Hindu Kupang NTT Bapak Prof.Dr. I Gusti Bagus Arjana,M.S., Sabha Walaka PHDI NTT, Bapak I Nyoman Ramia Pengurus PHDI NTT, Penyuluh pada Bimas Hindu NTT Kemenag RI Bapak Pancami Samosir,S.Fil.H, Pemuda, mahasiswa, Dosen - Dosen Bapak Putu Agus Indrawan, Bapak Wayan Nampa, Ketua Pengempon Pura Agung Giri Kertha Bhuwana Bapak I Nengah Pustaka , Ketua Pengempon Pura Oebanantha Bapak I Ketut Nurata, dan Pengurus Pengempon Pura Wira Tirtha Yudha Bapak Pinandita I Wayan Budiadnya , beberapa ketua Tempekan (Sektor), serta berbagai undangan lainnya.

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

ShaDhar002

Adapun berbagai topik yang dibahas pada pertemuan dengan Bapak Drs.Ketut Donder,M.Ag.,Ph.D dan Bapak Dr.I Gede Suwantana,M.Ag dari UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Bali bersama umat Hindu di Kota Kupang NTT ini cukup beragam mulai dari : konsep bahwa agama tidak dapat dirasionalkan karena bersifat esoteris, namun dengan peran penting ajaran VEDA Hindu  mampu sebagai jembatan pemahaman antara skala dan niskala, para dan Apara Vidya, kemudian pentingnya memahami kosmologi Hindu, serta proses pembelajaran Veda. Dalam konteks ini, kitab suci Hindu diakui sebagai sumber pengetahuan yang sangat ilmiah dan dipelajari oleh para ilmuwan di seluruh dunia.

Diskusi juga menyoroti pengkajian Veda, yang ternyata sangat digemari oleh ilmuwan dan peneliti. Bapak Drs.Ketut Donder,M.Ag.,Ph.D bahkan mengungkapkan hubungan erat antara medan Quantum energy dan ajaran Veda Hindu. Selain itu, konsep Satyam, Rajas, dan Tamas yang terdapat dalam kosmologi Hindu dijelaskan sebagai bagian integral dari pemahaman Hindu tentang penciptaan dan perubahan alam semesta.

Bapak Drs.Ketut Donder,M.Ag.,Ph.D yang juga sebagai penulis dan pengajar  "Brahmavidya Teologi Kasih Semesta" adalah ilmu yang mengkaji atau membahas mengenai teologi kasih semesta dalam konteks Brahman, yaitu konsep tertinggi dalam filsafat Hindu. Istilah ini juga mengaitkan konsep ilmu pengetahuan atau pengetahuan (Vidya) tentang Brahman atau aspek-aspek spiritual tertinggi dalam Hinduisme. Brahmavidya teologi kasih semesta dalam kerangka Hinduisme  memperdalam pemahaman tentang konsep kasih semesta dalam ajaran Hindu dan bagaimana hal ini terkait dengan pemahaman tentang Brahman sebagai realitas tertinggi.

Pengkajian Veda sangat digemari oleh para ilmuwan dan peneliti, bahkan Bapak Drs.Ketut Donder,M.Ag.,Ph.D mengungkapkan hubungan kaitan antara medan Quantum energy dan ajaran Veda Hindu sangatlah erat, seperti halnya unsur Panca Datu, logam, berbagai elemen-elemen Panca Maha Bhuta, kemudian Satyam Rajas Tamas, hingga dari Niskala (tak mewujud) menjadi Skala (terukur) dan berwujud. Beliau juga sekaligus sebagai penulis Buku : Panca Dhatu, Atom, Atma dan Animisme, sebuah evolusi konsep tentang pemahaman terhadap substansi yang amat kecil sebagai Asas Hidup dan Kehidupan yang dikenal dengan Philosofiareligiopsikosains. Adapun buku-buku Filsafat (Tattwa) Hindu dari Bapak Drs.Ketut Donder,M.Ag.,Ph.D bisa diakses Kunjungi Disini , dan Juga Buku Ajaran Hindu dari Penulis Bapak Dr.I Gede Suwantana,M.Ag juga bisa kunjungi disini.

ShaDhar004

ShaDhar003

Foto Hindukupang.com : Rary Triguntara,SKM bersama Bapak Drs.Ketut Donder,M.Ag.,Ph.D dari Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Bali ke Kota Kupang NTT, dalam Acara Sharing Dharma (ShaDhar)  Pertemuan Organisasi Hindu Kupang NTT , 8 Oktober 2023, di Wantilan Pura Agung Giri Kertha Bhuwana, Kolhua Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur

ShaDhar005

Foto Hindukupang.com : Moderator Bapak Prof.Dr. I Gusti Made Ngurah Budiana,S.Si,M.Si bersama Bapak Drs.Ketut Donder,M.Ag.,Ph.D dan Bapak Dr.I Gede Suwantana,M.Ag , Kunjungan dari Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Bali ke Kota Kupang NTT, dalam Acara Sharing Dharma (ShaDhar)  Pertemuan Organisasi Hindu Kupang NTT , 8 Oktober 2023, di Wantilan Pura Agung Giri Kertha Bhuwana, Kolhua Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur

Konsep Satyam, Rajas, dan Tamas adalah bagian integral dari kosmologi Hindu dan berhubungan dengan penciptaan dan perubahan alam semesta. Konsep ini ditemukan dalam ajaran-ajaran Hindu, terutama dalam filosofi Samkhya dan dalam ajaran-ajaran Upanishad. Mereka menggambarkan tiga guna (sifat) utama yang mempengaruhi alam semesta dan segala yang ada di dalamnya:

Satyam: Satyam adalah guna ketenangan, keseimbangan, dan kejernihan. Ini adalah aspek keberadaan yang mewakili kesadaran dan kebijaksanaan. Ketika Satyam dominan, alam semesta dalam keadaan harmoni dan ketenangan. Dalam konteks penciptaan dunia, Satyam mewakili tahap awal, di mana kesadaran murni (Brahman) yang tidak termanifestasi memancar menjadi dunia manifestasi. Ini adalah tahap ketika potensi penciptaan pertama kali muncul.

Rajas: Rajas adalah guna aktivitas, hasrat, dan gerakan. Ini adalah aspek yang memicu perubahan, energi, dan dinamika dalam alam semesta. Ketika Rajas mendominasi, alam semesta mengalami perubahan, pertumbuhan, dan aktivitas yang intens. Dalam konteks penciptaan dunia, Rajas mewakili tahap di mana energi dan daya kreatif mulai bergerak dan menciptakan beragam bentuk dan manifestasi.

Tamas: Tamas adalah guna kegelapan, inersia, dan ketidaksadaran. Ini adalah aspek yang memperlambat atau menghambat perubahan. Ketika Tamas mendominasi, alam semesta cenderung menuju ke keadaan statis, kebingungan, atau ketidaksadaran. Dalam konteks penciptaan dunia, Tamas mewakili tahap di mana energi kreatif memasuki bentuk-bentuk yang lebih konkrit dan munculnya materi fisik.

Penciptaan dunia dalam kosmologi Hindu seringkali dijelaskan sebagai hasil dari interaksi antara tiga guna ini. Pada awalnya, dalam keadaan Satyam, alam semesta adalah kesadaran murni yang belum termanifestasi. Kemudian, interaksi antara Rajas dan Tamas menghasilkan keragaman dan kehidupan di dalamnya. Penciptaan dan perubahan di dunia fisik adalah hasil dari dinamika yang kompleks antara ketiga guna ini.

Di Dalam konteks filosofis dan kosmologis, Tri Guna ini membantu untuk memahami ajaran Hinduisme yang menjelaskan perubahan dan keragaman di alam semesta, serta bagaimana kesadaran dan energi kreatif berinteraksi dalam penciptaan dan evolusi dunia.

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

ShaDhar006

ShaDhar007

Agama Hindu memiliki banyak aspek yang mencerminkan pemikiran ilmiah dan filosofis yang mendalam. Hindu dalam agama sains" secara arti modern, banyak konsep dan ajaran dalam Ajaran Hindu (Hinduisme) yang selaras dengan prinsip-prinsip ilmiah dan pemikiran para peneliti ilmuwan. Berikut adalah beberapa aspek yang menunjukkan hubungan antara Hinduisme dan ilmu pengetahuan :

Konsep Siklus Keberlangsungan (Samsara): Konsep siklus keberlangsungan dalam Hinduisme menggambarkan pandangan yang sangat mirip dengan hukum kekekalan energi dalam ilmu fisika. Dalam Samsara, kehidupan dan kematian adalah bagian dari siklus alamiah yang tak terputus, di mana energi atau jiwa berpindah dari satu keberadaan ke yang lain. Ini mencerminkan pemahaman tentang konsep energi dan kekekalan dalam alam semesta.

Konsep Karma dalam Hinduisme mengatakan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi yang sesuai. Ini adalah prinsip kausalitas yang berhubungan dengan hukum sebab-akibat dalam sains. Pemahaman ini mencerminkan pandangan tentang kausalitas dan hukum alam yang mendasari banyak ilmu pengetahuan.

Konsep Kosmologi di Hinduisme memiliki pandangan tentang alam semesta dan struktur kosmos yang sering kali bersinggungan dengan konsep-konsep ilmiah. Misalnya, konsep Brahman sebagai realitas tertinggi yang tak tergambarkan mencerminkan gagasan tentang alam semesta yang lebih besar dan misterius yang juga menjadi fokus ilmu pengetahuan.
Kosmologi Hindu merupakan salah satu aspek penting dalam tradisi agama dan filsafat Hindu yang menjelaskan asal mula alam semesta, strukturnya, dan konsep-konsep filosofis terkait. Ini mencakup berbagai pandangan dan pemahaman tentang alam semesta, keberadaan, dan peran manusia dalam konteks kosmik.

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

ShaDhar009

Yoga dan Meditasi ajaran Hinduisme mengembangkan teknik meditasi dan yoga yang melibatkan pemahaman mendalam tentang psikologi manusia dan pengendalian pikiran. Ini memiliki implikasi dalam kajian psikologi modern dan ilmu saraf, menunjukkan bagaimana praktik spiritual Hinduisme telah memahami koneksi antara tubuh, pikiran, dan kejiwaan.

Astronomi dan Kalender Hindu yakni Sistem kalender Hindu memiliki akurasi yang luar biasa dan memiliki dasar dalam pengamatan langit dan gerak planet-planet. Hal ini mencerminkan pemahaman yang baik tentang astronomi dan matematika, dan kontribusi Hindu terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang ini.

Pandangan tentang Keanekaragaman Alam di ajaran Hinduisme mengajarkan penghormatan terhadap semua bentuk kehidupan dan konsep kesatuan antara manusia dan alam semesta. Ini mencerminkan pemahaman tentang ekologi dan konservasi yang menjadi fokus ilmu pengetahuan lingkungan modern.

Penting untuk diingat bahwa Hinduisme adalah agama yang sangat beragam dengan berbagai aliran, sehingga pemahaman tentang hubungan antara Hinduisme dan ilmu pengetahuan dapat bervariasi di antara aliran-aliran tersebut. Meskipun Hinduisme memiliki elemen-elemen ilmiah, perlu juga diingat bahwa agama ini juga sangat spiritual dan filosofis, yang berfokus pada aspek-aspek seperti pencarian makna dan tujuan hidup, etika, dan transformasi pribadi. Oleh karena itu, walaupun ada persinggungan dengan ilmu pengetahuan, Hinduisme juga memiliki dimensi spiritual yang sangat mendalam, Ungkap Ketut Donder. Bahkan teori ledakan Big bang itu sendiri terungkap di dalam ajaran Kitab Suci VEDA, dalam filsafat Hindu awal mula penciptaan semesta ini sunya (kosong) lalu mewujud berbagai materi unsur semesta, seperti terciptalah berbagai unsur-unsur berbagai elemen, dalam Ajaran Hindu Upanishad pun disebutkan awalnya Asura diciptakan kemudian para Dewata dan selanjutnya diciptakan Manusia itu sebagai Nol (0) Puyung, tidak negatif tidak positif, untuk menyeimbangkan element Asura menjadi sifat Dewata, hal ini sangat terkait dengan elektron (muatan negatif -), proton (muatan positif +) dan neutron (netral).

Pada tahap selanjutnya, pembahasan melibatkan hubungan antara Hinduisme dan ilmu pengetahuan modern. Konsep dalam Hinduisme seperti siklus keberlangsungan (Samsara), karma, kosmologi, yoga, meditasi, astronomi, dan pandangan tentang keanekaragaman alam semesta mencerminkan pemikiran yang memiliki persamaan dengan prinsip-prinsip ilmiah. Hinduisme dilihat sebagai agama yang mencakup aspek ilmiah dan filosofis yang mendalam.

ShaDhar010

Foto Hindukupang.com :  Bapak Dr.I Gede Suwantana,M.Ag menyerahkan Buku Saku Spiritual Generasi Emas Hindu Nusantara
Kepada Sekretaris Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak Dr. Ir. I Gusti Bagus Adwita Arsa, MP

Dalam konteks filosofis, menurut Bapak Dr.I Gede Suwantana,M.Ag menjelaskan tahap-tahap pembelajaran dalam tradisi Hindu, seperti Sravanam, Mananam, dan Nididhyasana, digambarkan sebagai upaya untuk memahami dan menginternalisasi ajaran-ajaran spiritual dan filosofis. Tahap Sravanam berfokus pada mendengarkan ajaran-ajaran dari guru, Mananam melibatkan kontemplasi dan refleksi, dan Nididhyasana melibatkan meditasi mendalam dan pengendapan untuk mencapai pemahaman yang lebih dalam.

Sravanam, Mananam, dan Nididhyasana adalah tiga tahap penting dalam proses pembelajaran dalam tradisi filosofis Hindu, terutama dalam ajaran Vedanta. Ini adalah tahap-tahap yang dirancang untuk memahami dan menginternalisasi ajaran-ajaran spiritual dan filosofis dari teks-teks klasik Hindu. Berikut adalah penjelasan singkat tentang masing-masing tahap ini:

Sravanam: Tahap pertama dalam belajar adalah Sravanam, yang berarti "mendengarkan" atau "mengikuti pendengaran." Pada tahap ini, seorang siswa mendengarkan ajaran-ajaran spiritual dan filosofis dari guru atau pandit yang berpengetahuan dalam tradisi Hindu. Guru menjelaskan konsep-konsep penting, ajaran-ajaran, dan teks-teks suci seperti Upanishad, Bhagavad Gita, atau Vedanta. Tujuannya adalah untuk memperoleh pemahaman awal tentang ajaran-ajaran tersebut melalui pendengaran dan refleksi atas apa yang telah didengar.

ShaDhar011

ShaDhar012

Mananam: Setelah mendengarkan ajaran-ajaran tersebut, tahap selanjutnya adalah Mananam, yang berarti "mengkontemplasikan" atau "menghubungkan." Pada tahap ini, siswa merenungkan dan merenungkan ajaran-ajaran yang telah mereka dengar sebelumnya. Mereka mencoba untuk memahami ajaran tersebut lebih dalam, mengaitkannya dengan pengalaman hidup mereka sendiri, dan mengatasi keraguan atau ketidakpahaman yang mungkin muncul selama proses ini. Mananam membantu mengkonsolidasikan pemahaman dan melatih pikiran untuk berpikir kritis tentang ajaran-ajaran spiritual.

Nididhyasana: Tahap terakhir adalah Nididhyasana, yang berarti "meditasi mendalam" atau "pengendapan." Pada tahap ini, siswa merenungkan ajaran-ajaran dengan penuh konsentrasi dan kontemplasi yang mendalam. Tujuannya adalah untuk mencapai pemahaman yang lebih dalam dan pengalaman langsung dari ajaran-ajaran tersebut. Nididhyasana melibatkan meditasi dan refleksi yang mendalam, dan seringkali melibatkan praktik spiritual seperti Yoga dan Japa Mantra. Ini adalah tahap di mana seseorang mencoba untuk menginternalisasi ajaran-ajaran Spiritual Hindu tersebut sehingga menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari.

Penting untuk diingat bahwa proses ini dalam tradisi Hindu adalah berkelanjutan dan dapat memakan waktu bertahun-tahun atau bahkan seumur hidup. Ini adalah upaya yang serius dan mendalam untuk mencapai pemahaman spiritual yang mendalam dan transformasi diri. Selain itu, memiliki seorang guru yang kompeten dan berpengalaman sangat penting dalam membimbing siswa melalui tahap-tahap ini. Agama Hindu tidak sulit mencari rujukan science , secara filsafat tattwa,  materi dan spiritual, karena tempat yang sama yakni Dunia ini adalah Pengejawantahan dari yang tiada menjadi ada yang Metafisis menjadi Fisik, atau skala. Begitupun Kesadaran cosmos dan implementasi secara ritual semua terungkap jelas dalam setiap Pupuh dan ajaran Suci Hindu.

Di dalam Kitab Suci Hindu Manava Dharmasastra (MDS) disebutkan : 

MĀNAVA DHARMAŚĀSTRA - SLOKA V-109

अद्भिर् गात्राणि शुद्ध्यन्ति मनः सत्येन शुद्ध्यति
विद्यातपोभ्यां भूतात्म बुद्धिर् ज्ञानेन शुद्ध्यति


adbhir gātrāṇi śuddhyanti manaḥ satyena śuddhyati
vidyātapobhyāṁ bhūtātma buddhir jñānena śuddhyati

Artinya :

Tubuh dibersihkan dengan air, pikiran disucikan dengan kebenaran, jiwa manusia dengan pelajaran suci dan tapa brata, kecerdasan dengan pengetahuan yang benar.

ShaDhar014

Dalam akhir acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama Bapak Drs.Ketut Donder,M.Ag.,Ph.D dan Bapak Dr.I Gede Suwantana,M.Ag dari Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Bali dan juga pembagian Buku Saku Spiritual "Generasi Emas Hindu Nusantara" dan majalah Wartam, kemudian dilanjutkan sesi foto bersama umat Hindu dan tamu undangan.  Pembagian buku saku spiritual, "Generasi Emas Hindu Nusantara," serta majalah Wartam menjadi bukti nyata bahwa Ajaran Hindu Dharma (Hinduisme) tidak hanya memiliki dimensi spiritual yang mendalam, tetapi juga mengandung unsur-unsur yang sejalan dengan ilmu pengetahuan modern. Selanjutnya dilaksanakan SembaHyang Puja Tri Sandhya dan KramaNing Sembah bersama di Utama Mandala Pura Agung Giri Kertha Bhuwana , Kolhua Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur.(Hindukupang/Guntara)

Adapun buku-buku Filsafat (Tattwa) Hindu dari Bapak Drs.Ketut Donder,M.Ag.,Ph.D bisa diakses Kunjungi Disini , dan Juga Buku Ajaran Hindu dari Penulis Bapak Dr.I Gede Suwantana,M.Ag juga bisa kunjungi disini.

ShaDhar008

Foto Hindukupang.com : Bersama Bapak Dr.I Gede Suwantana,M.Ag dari Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Bali, yang juga sebagai Anggota Tim Pengkaji Kitab Suci Hindu Sarasamuccaya, Bhagawadgita dan Catur VEDA, serta pada Bulan November 2023 akan dikaji Rg VEDA sesuai Permintaan Dirjen Bimas Hindu.

ShaDhar013

 

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

 

 

ShaDhar1

Hindukupang.com - NTT, Pada Hari Saniscara, Umanis Wuku Medangkungan, yang jatuh pada Hari Sabtu, 7 Oktober 2023, pukul 15:30-18:45 WITA, bertempat lokasi Wantilan Pura Agung Giri Kertha Bhuwana, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi saksi kedatangan Ida Pandita Rsi Acharya Swi Rarendra Mahadharma. Kunjungan Ida Pandita Rsi Rarendra ke Kota Kupang ini tak hanya sekadar kunjungan biasa, melainkan dalam rangka menghadiri undangan pernikahan dari anggota keluarga ipar.

Selama kunjungan ini, Ida Rsi Rarendra, yang sebelumnya bernama Walaka Dr.Ketut Arnaya,MM pun pernah juga mengunjungi Kota Kupang pada tahun 1992, Sebelum menjadi Pandita Ida Rsi, saat Walaka Beliau pun pernah sebagai Ketua Ekonomi dan Kesejahteraan pada Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat periode 2013 silam.

Adapun Perjalanan Beliau dalam Pendidikan formal , beliau pernah meraih gelar :
S3, (Doktor), Manajemen Pendidikan pada Universitas Negeri Jakarta, dengan Yudicium Cum Laude (8 April 2009)
S2, Magister Manajemen (Keuangan) pada STIE-IPWIJA Jakarta (2004)
S1, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Mataram (1977)

Serta saat masih aktif sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak tahun 1977 pada Kanwil Departemen Perdagangan Propinsi NTB di Mataram. Kemudian Beliau juga pernah pada tahun :
2001 – 2009 : Direktur Utama (CEO) PT Sarinah (Persero), BUMN
2007 – 2009 : Komisaris PT Sari Arthamas Hotel Internasional, Jakarta
1995 – 2001 : Commercial Counsellor (Atase Perdagangan), di KBRI Wina – Austria,
1991 – 1995 : Kepala Sub Direktorat pada Ditjen Perdagangan Dalam Negeri, Departemen Perdagangan di Jakarta
1984 – 1991 : Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, di Kanwil Departemen Perdagangan Propinsi NTB di Mataram.

Di Luar Dinas/setelah Pensiun , Beliau juga pada tahun  : 
i. 2018 – kini : Vice President World Hindu Parisad (WHP), di Denpasar
ii. 2018 – kini : Pengurus Veda Poshana Ashram (VPA Pusat) di Denpasar
iii. 2015 – kini : Dosen Pascasarjana dan S1 Undiknas dan Universitas Warmadewa
iv. 2016 - kini : Dosen Warmadewa International Program (klas internasional)
v. 2015 – kini : Ketua Yayasan Pitra Yadnya Indonesia, di Jakarta
vi. 2011 – kini : Ketua Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan dalam Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat
vii. 2009 - 2017 : Dosen Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta, Swiss German University (SGU) dan Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta
viii. 2009 – 2015 : Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Tangerang Selatan
ix. 2011 - 2021 : Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat
x . 2009 – 2010 : Program Studi Magister Manajemen, Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta,
xi 1988 – 1991 : Dekan Fakultas Ekonomi Univ. Mahasaraswati Mataram di Mataram.
xii. 1984 – 1988 : Pembantu Rektor II (Bidang Administrasi dan Keuangan) Universitas Mahasaraswati Mataram di Mataram.
xiii. 1981 – 1984 : Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Mahasaraswati Mataram (Perguruan Tinggi Swasta/PTS).

Berbagai Penghargaan pernah diraih Beliau saat masih aktif bekerja dalam Bidang Ekonomi yaitu sebagai :
1. Finalis best CEO (23 finalis dari 600 CEO BUMN dan Swasta Tbk) dalam Anugrah Business Indonesia (2008).
2. The best CEO on Crisis Management pada BUMN dan CEO BUMN Award dari Kementerian BUMN (2006),
3. Business Indonesian Awards, dari International Acheivement Foundation di Jakarta (2004),
4. Satya Lancana Karya Satya 30 tahun dari Presiden RI ( 2008)
5. Satya Lancana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden R.I. (2000),
6. Satya Lancana Karya Satya 10 Tahun dari Presiden R.I. (1995),

ShaDhar2

Di Pertemuan Sharing Dharma (ShaDhar) bersama umat Hindu Kupang membahas berbagai aspek dalam ajaran Hindu. Acara ShaDhar ini dihadiri oleh Wakil Ketua PHDI Kota Kupang Bapak Ir.I Wayan Sumartika,M.Si, Tokoh Hindu Kupang NTT Bapak Prof.Dr. I Gusti Bagus Arjana,M.S., Sekretaris Pinandita Sanggraha Nusantara NTT Bapak Pinandita Supardi,S.Pd, Ketua Ikatan Cendikiawan Hindu (ICHI) NTT Bapak Prof.Dr. I Gusti Made Ngurah Budiana,S.Si,M.Si, Kemudian Wanita Hindu Dharma Indonesia Kupang NTT, Tokoh Banjar Dharma Agung Kupang Bapak I Ketut Suardita, Ketua Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Provinsi NTT Bapak I Nengah Aditanaya,S.Pd.,M.M, Ketua Pengempon Pura Agung Giri Kertha Bhuwana Bapak I Nengah Pustaka, Alumni KMHDI, Puskor Hindunesia sdr.Rary Triguntara,SKM serta umat Hindu Kupang.
Salah satu topik yang dibahas oleh Ida Pandita Rsi Acharya Swi Rarendra Mahadharma adalah "Sapta Dharmaning Pandita" atau tujuh kewajiban seorang pendeta dalam kepercayaan Agama Hindu. Ida Rsi Rarendra mengatakan Kewajiban-kewajiban ini ada Tujuh (Sapta) termasuk diantaranya yaitu : memuja matahari (Surya Sevana), mempelajari Veda, mengajarkan Veda, membimbing dan melayani umat dalam pemujaan (Lokaphala Seraya), menerima Daksinam, dan memberikan daksinam pada Umat, serta melakukan Tirtha Yatra Kunjungan Ke Tempat Suci Hindu seperti Pura, Mandir, Candi Hindu, dll. Kemudian Ida Rsi Rarendra menjelaskan dalam Hidup ini ada lahir eka Jati dari rahim Ibu, dan ada juga lahir kedua kali (Dwi Jati) yaitu dari Ilmu Pengetahuan Suci VEDA sesuai tuntunan Guru Nabe yang kemudian mendapatkan Abhiseka nama yang baru. Bahkan umat Hindu dalam Upacara kematian juga Mediksa melalui NgAksara. Jadi pilihan kembali pada setiap umat mau Mediksa saat masih Hidup ataukah saat kematian tiba, ungkap Ida Rsi. Maka Selama masih Hidup sebagai seorang Hindu Dharma segera perdalam Jnana Yoga, Ilmu Pengetahuan Suci VEDA, menemukan Guru sebagai tuntunan Kesadaran Diri jalan menuju Spiritual sesungguhnya Sang Atman (Roh Suci) yang bersemayam dalam berbagai lapisan tubuh (Sarira).

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

ShaDhar3

ShaDhar4

ShaDhar5

Selain itu, Ida Rsi Rarendra juga membahas konsep "Sapta Padi," yang merupakan tujuh langkah sukses dalam berumah tangga menurut ajaran Hindu. Langkah-langkah ini mencakup memperoleh makanan, meningkatkan kesehatan, mendapatkan kekayaan, mencapai kebahagiaan, mendapatkan keturunan, menjaga kesetiaan, dan membangun persahabatan.

Dalam acara tersebut, Ida Rsi Rarendra juga membagikan pengetahuannya tentang kitab suci Hindu yang disebut VEDA dan pentingnya mengenalnya sejak dini bagi umat Hindu. Beliau juga menjelaskan sejarah kitab suci Veda, yang dianggap sebagai wahyu atau sabda suci langsung dari Brahman, Tuhan Hyang Maha Kuasa. Kitab suci ini diterima melalui meditasi oleh para Maharsi Suci secara mendalam yang disebut dengan Anubhawa, mikrocosmos menyatu dengan alam semesta (macrocosmic) sehingga Para Maharsi bisa mendengarkan (Sruti) sabda Suci Brahman. Kitab VEDA Sruti berarti yang didengar, dan merupakan wahyu, sabda suci langsung dari Brahman.

ShaDhar6

Selama pertemuan, Ida Rsi Rarendra menggarisbawahi pentingnya Panca Sradha, yaitu keyakinan dalam Veda sebagai kitab suci dengan koridor kepercayaan Hindu. Beliau juga menjelaskan konsep hukum alam semesta yang disebut Rtam dan hukum karma yang bersifat abadi, mengikat semua orang, sempurna, dan universal.

Tirtha Yatra, perjalanan ke berbagai Pura suci, juga dibahas dalam konteks spiritualitas Hindu. Kepercayaan ini menyatakan bahwa melinggih di Pura-pura tersebut akan membantu seseorang saat hari peradilan tiba, yaitu saat kematian menjemput.

Dalam penutup, Ida Rsi Rarendra menekankan pentingnya doa dan sembaHyang dalam kehidupan Hindu. Ia menyebutkan bahwa doa adalah ungkapan rasa syukur dan terima kasih, dan dalam SembaHyang Hindu, terdapat tiga elemen utama dalam setiap doa, yaitu syukur, permohonan, dan pengampunan. Ia juga menekankan bahwa ajaran Hindu adalah ajaran yang fleksibel, rasional, dan ilmiah, dan mengajak umat Hindu untuk bangga memeluknya.

ShaDhar7

Ida Rsi Rarendra juga memberikan motivasi kepada para orang tua Hindu di Kupang, agar anak-anaknya bisa bangga dengan agama Hindu, dan ia menegaskan bahwa meskipun terkadang terlihat rumit, ajaran Hindu sebenarnya sederhana, mudah, dan praktis. Sloka 9.29 dari Kitab Suci Hindu Bhagawad Gita juga disampaikannya, mengingatkan tentang pentingnya kasih sayang terhadap semua makhluk sebagai bagian dari ajaran Hindu.

ShaDhar8 

ShaDhar9

Dalam berakhirnya acara Sharing Dharma (ShaDhar) bersama Hindu Kupang, Ida Rsi Rarendra menyebutkan bahwa menjadi Manusia Hindu adalah sebuah kehormatan yang mulia, karena ajaran ini memberikan pemahaman tentang bagaimana memutus reinkarnasi atau kelahiran berulang. Kitab Suci Hindu Sarasamuccaya, melalui Sloka 2-4, juga menggambarkan keagungan menjadi seorang manusia Hindu yang memiliki pemahaman mendalam tentang nilai-nilai spiritual dalam kehidupan. Dengan demikian, kunjungan Ida Pandita Rsi Acharya Swi Rarendra Mahadharma ke Kota Kupang memberikan wawasan berharga tentang ajaran Hindu dan nilai-nilainya yang mendalam. Ida Rsi Rarendra juga menitipkan Poster Doa Hindu Sehari-Hari yang bisa diterapkan bagi Generasi Muda-Mudi Hindu di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, untuk memperkuat Sradha dan Bhaktinya kepada Brahman Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Hyang Maha Kuasa. (Hindukupang/Guntara)

ShaDhar10

ShaDhar11

ShaDhar12

 

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

 

IMG 20231001 105845e

Hindukupang.com - NTT
, Suasana di hari minggu bertempat di Wantilan Pura Oebanantha Kupang dilakukan Deklarasi Pura Ramah Anak, dengan bertemakan Anak terlindungi Menuju Indonesia Maju, Gerakan Nasional Revolusi Mental, 1 Oktober 2023.
Acara ini Turut dihadiri oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), yaitu Ibu Putri Bainuriza Qodriz sebagai Analis Kepemudaan, Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga.
Kemudian hadir Juga Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat yaitu Sekretaris Bidang Pemberdayaan Pemuda, Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) ibu Ni Luh Puspasari,S.Pt.

Serta juga hadir pula dari Kementerian Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kepala Dinas PPPA Kota Kupang Ibu Ir.Clementina Soengkono , Bimas Hindu NTT yang diwakili Penyelenggara Bimas Hindu Kota Kupang, Organisasi/Lembaga Hindu Provinsi NTT dan Kota Kupang, Banjar Dharma Agung Kupang, Pengempon Pura, dan dilanjutkan Penandatanganan Banner Peresmian Pura Oebananta sebagai Tempat Ibadah Hindu (Pura) yang Ramah Anak.

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

IMG 20231001 092905

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang Bapak Dokter I Wayan Ari Wijana S.Putra,M.Si (Foto : Hindukupang.com)

PRA1

Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat yaitu Sekretaris Bidang Pemberdayaan Pemuda, Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) ibu Ni Luh Puspasari,S.Pt. bersama Para Penari Pendet, Siswi-Siswi SD Hindu Adi Widya Pasraman Saraswati Kupang NTT.

IMG 20231001 093011

PRA5

Menurut Ibu Ni Luh Puspasari,S.Pt, sebagai Pengurus PHDI Pusat pada Sekretaris Bidang Pemberdayaan Pemuda, Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) bahwa Kegiatan ini dibuat di 5 Provinsi, dan baru pertama dilaksanakan untuk wilayah 22 Kabupaten Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur, maka Pura Oebanantha Kota Kupang yang terpilih menjadi Pura Ramah Anak, karena Pura Oebanantha ini yang merupakan Pura Pertama berdiri di wilayah NTT sejak Tahun 1950an, serta Pura Oebanantha juga masuk menjadi Padma Bhuwana Nusantara wilayah Tenggara oleh Pesamuhan Agung dalam Ketetapan MAHASABHA PHDI. Majelis tertinggi agama Hindu yakni Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menetapkan sembilan pura yang ada di sembilan penjuru Indonesia yang disebut Padma Bhuwana Nusantara. Penetapan ini termuat dalam Ketetapan Mahasabha X Nomor: VII/TAP/MAHASABHA X/2011 tentang Padma Bhuvana Nusantara, diantaranya : Pura Agung Surya Bhuvana di Jayapura wilayah Timur, Pura Jagatnatha Oebanantha di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mewakili wilayah Tenggara Nusantara, Pura Luhur Uluwatu mewakili wilayah Selatan Indonesia tepatnya di Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Kemudian Pura Parahyangan Agung Jagatkartta mewakili wilayah barat daya tepatnya di Kabupaten Bogor. Pura Agung Sriwijaya mewakili wilayah Barat, tepatnya di Kota Palembang. Kuil Agung Shri Mariamman sebagai tempat suci umat Hindu etnis India. Kuil ini mewakili wilayah Barat Laut tepatnya di Kota Medan Pulau Sumatera. Pura Agung Giri Jagat Natha mewakili wilayah Utara tepatnya di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Pura Agung Jagadhita mewakili wilayah Timur laut tepatnya di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Pura Agung Pitamaha mewakili wilayah Tengah Nusantara tepatnya di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah di Pulau (Borneo) Kalimantan.

IMG 20231001 103302

Anak-Anak Hindu Adi Widya Pasraman Saraswati dalam Balutan Busana Flobamora NTT yaitu Pakaian Adat Budaya dari Alor, Sabu, Manggarai, Sumba, dan Amarasi Timor. (Foto : RyGuN)

IMG 20231001 103620

IMG 20231001 105554

Ketua PHDI Kota Kupang Bapak Dokter I Wayan Ari Wijana S.Putra,M.Si mengungkapkan kegiatan ini sebagai bagian dari Kunjungan Pengurus PHDI Pusat bersama Kemenko PMK, yang sekaligus PHDI Kota Kupang membentuk tim pengurus Pura Ramah Anak yang diketuai oleh Bapak dr.Made Kawiana serta juga penetapan Pengurus Pura Ramah Anak melalui SK Penjabat Walikota Kupang, untuk berbagai Pura Lainnya yang ada di wilayah Kota Kupang NTT. Pengurus PHDI NTT yang diwakili oleh Sekretaris PHDI NTT Bapak Dr.Gusti Bagus Adwita Arsa juga mengatakan Pura Ramah Anak (PRA) adalah merupakan Tempat Ibadah yang juga nyaman dan ramah bagi anak, baik secara fisik dan mental anak, sehingga Pura sebagai sentral dari berbagai aktifitas keumatan Hindu dan juga pendidikan yang ramah anak.

 

IMG 20231001 102436

Seperti diungkapkan juga oleh Ibu Putri Bainuriza Qodriz sebagai Analis Kepemudaan, Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), bahwa di Pulau jawa ada beberapa Mesjid juga orang tua membawa anak dan tempat ibadah sebagai wilayah yang ramah bagi tumbuh kembang anak.

Acara yang berlangsung jam 09:00 wita dalam semangat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2023 ini dimulai dengan Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, tarian Pendet dari Anak-anak Sekolah Hindu Adi Widya Pasraman Saraswati, kemudian dilanjutkan Pembacaan Sloka Kitab Suci VEDA dari siswa Pasraman Upanisada.

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

PRA2

PRA3

Kegiatan ini sekaligus dengan Penyampaian Deklarasi dari seluruh Organisasi dan lembaga Hindu yang ada di Kota Kupang dan Wilayah Provinsi NTT, sekaligus penyerahan SK dari PHDI Kota Kupang Bapak dr.Wayan Ari Wijana kepada Pengurus Pura Ramah Anak yaitu Bapak dr.Made Kawiana.
Adapun isi Deklarasi Pura Ramah Anak yaitu :
Kami Berkomitmen Mendukung Pura Ramah Anak Untuk Menyiapkan Generasi Penerus Yang Tangguh, Inovatif, Kreatif, Berkarakter Dan Bermartabat.

1. Melakukan Pelayanan Anak Dengan Prespektif Anak
2. Mengutamakan Kepentingan Yang Terbaik Bagi Anak
3. Mengasihi Anak Tanpa Diskriminasi Dan Tanpa Syarat
4. Memenuhi Hak Hidup, Kelangsungan Hidup Dan Tumbuh Kembang Anak
5. Memberikan Ruang Seluas Luasnya Untuk Berpartisipasi, Termasuk Melibatkan Anak Dalam Pengambilan Keputusan.

Kupang, 1 Oktober 2023 Yang Bertanda Tangan Di Bawah ini :
Kemenko PMK, Kementerian PPPA, Kementerian Agama Bimas Hindu NTT Penyelenggara Bimas Hindu Kota Kupang, PHDI Pusat, PHDI NTT, PHDI Kota Kupang, WHDI NTT, WHDI Kota Kupang, Pemerintah Daerah Kota Kupang, Badan Penyiaran Hindu NTT, Peradah NTT, PD.KMHDI NTT, LPDG, BDDN NTT, Hindu Peduli, Banjar Dharma Agung Kupang (BDAK), Yayasan Upanisada, Dewi Shri, Kepala Sekolah Adi Widya Pasraman Saraswati, Kepala Taman Kanak-Kanak Hindu Pratama Widya Pasraman Saraswati, ICHI NTT, Hindukupang.com , Dekornas Puskor Hindunesia, Forum Alumni KMHDI, Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Koordinator Wilayah NTT, Posyandu Narayana, Peradah Kota Kupang, Pasraman Upanisada.
Acara dilanjutkan dengan Tarian Kreasi bumi Flobamora NTT yakni Tari "Tamang Pung Kisah" dari Anak-anak Sekolah Hindu Adi Widya Pasraman Saraswati dan TK Hindu Pratama Widya Pasraman Saraswati dengan Pakaian Adat Budaya dari Alor, Sabu, Manggarai, Sumba, dan Amarasi Timor, yang kemudian diikuti oleh menari bersama-sama para peserta Deklarasi Pura Ramah Anak.

IMG 20231001 103615

IMG 20231001 112049e
Kegiatan ini diisi dengan SembaHyang Puja Tri Sandhya tepat jam 12:00 dan makan siang bersama , kemudian dilakukan Bimbingan dan Teknis (BIMTEK) pura ramah anak untuk semua pimpinan Organisasi dan Lembaga Hindu yang ada di Kupang dan NTT. (Hindukupang/Guntara).

Photo : #hindukupang.com
#KemenkoPMK, #KemenPPPA , #Hindukupang, #PuraOebanantha , #PuraRamahAnak, #Kupangkota , #PHDINTT, #WHDINTT, #PSNNTT, #PeradahNTT, #PD.KMHDINTT, #PuskorHindunesia, #ForumAlumniKMHDI, #ICHINTT, #YayasanUpanisada, #PHDIKotaKupang, #WHDIKotaKupang, #PeradahKotaKupang, #BanjarDharmaAgungKupang, #BDAK, #PengemponPura, #BimasHinduNTT , #PenyelenggaraHinduKotaKupang , #Kupangkota

IMG 20231001 100019e
Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Kupang Ibu Ir.Clementina Soengkono. (Foto : RyGuN)

IMG 20231001 094448

Putu Dharma , Ketua Pemuda Hindu (Peradah) Kota Kupang dan Hindukupang.com , Alumni KMHDI

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia