PHDINTT2

HinduKupang.com, NTT , Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar doa bersama lintas agama di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Minggu (31/8/2025) malam. Acara ini menjadi wadah kebersamaan seluruh elemen masyarakat, menandai pentingnya persatuan dan solidaritas di tengah dinamika bangsa.

Doa bersama yang dimulai pukul 19.30 Wita itu dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena,S.Si.,Apt, Wakil Gubernur NTT Irjen Pol.(Purn) Johni Asadoma, Pimpinan Ketua DPRD Provinsi NTT Ir.Emelia Julia Nomleni, Forkopimda, Tokoh Agama, hingga ratusan undangan. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama menjaga keharmonisan dan kedamaian daerah.

Suasana berlangsung hening dan khidmat. Lantunan doa bergantian dipimpin pemuka agama Katolik, Protestan, Islam, Hindu, dan Buddha. Kehadiran lintas iman ini memperlihatkan betapa kuatnya semangat toleransi yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat NTT.

Para umat yang hadir larut dalam keheningan malam. Doa-doa yang terucap sesekali terdengar lirih, berpadu dengan tiupan angin di Kota Kupang. Atmosfer itu semakin menguatkan nuansa kebersamaan dan kerinduan akan perdamaian. “Jaga kami Tuhan, pulihkan negeri ini. Jauhkan kami dari kejahatan yang memecah belah,” doa salah satu tokoh agama. Seruan ini disambut lantunan doa pemuka agama lain, menandakan kesatuan suara demi Indonesia yang damai.

Ratusan hadirin tampak berbaris rapi sejak halaman depan hingga gerbang Kantor Gubernur. Pakaian putih yang dipadu dengan celana hitam mendominasi suasana, menjadi simbol kesederhanaan, persatuan, dan niat tulus menjaga kebersamaan.

PHDINTT1

Puncak acara ditandai dengan pembacaan deklarasi damai bersama. Setelah itu, hadirin melantunkan lagu “Indonesia Tanah Air Beta” dan “Padamu Negeri”, menutup rangkaian doa dengan penuh haru dan semangat kebangsaan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan melarang masyarakat menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi. Namun, ia menekankan bahwa segala bentuk kerusuhan tidak akan diberi ruang.

“Demonstrasi boleh, menyuarakan pendapat boleh, ke DPRD boleh, ke Polda boleh, ke Pemprov pun silakan. Tapi harus damai. Kalau ada perusuh, kita tindak,” ujar Melki dengan tegas. Pesan ini menegaskan komitmen demokrasi sekaligus menjaga ketertiban umum.

Melki mengingatkan bahwa NTT selama ini dikenal sebagai daerah yang aman dan damai. Menurutnya, tidak pernah ada sejarah kerusuhan hanya karena persoalan yang bisa diselesaikan lewat dialog. Ia memastikan pemerintah terbuka untuk berdialog dengan semua pihak.

Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat pun sepakat menjaga stabilitas daerah. Gubernur Melki meminta masyarakat segera melapor jika ada pihak yang mencoba memicu kerusuhan. “NTT tidak punya tempat bagi perusuh,” tegasnya.

PHDINTT

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) NTT, Dr. Wayan Darmawa, dalam sambutan khususnya mengingatkan agar masyarakat menjauhkan diri dari amarah dan menumbuhkan kebahagiaan. Ia menekankan pentingnya cinta kasih, kebersyukuran, dan kedewasaan dalam menghadapi ujian kehidupan.

Dalam suasana doa bersama lintas agama, ketua PHDI NTT Bapak Wayan Darmawa mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai kondisi yang terjadi sebagai ujian dari Tuhan. Ia menekankan pentingnya menyikapi setiap peristiwa dengan cinta kasih, kedamaian, serta kedewasaan dalam bertindak.

Seruan itu sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat NTT dan Indonesia pada umumnya terus menjaga persaudaraan, menghindari amarah, dan mengedepankan sikap saling menghargai. “Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberkati kita semua di NTT dan memberkati bangsa Indonesia,” ujarnya.

Dalam doa yang dilantunkan Ketua PHDI NTT dengan penuh khidmat,  ia memohon ampun kepada Tuhan atas segala kesalahan pikiran, perkataan, maupun perbuatan, baik secara pribadi, profesi, maupun sebagai bangsa. Ia juga berdoa agar masyarakat dibimbing meninggalkan jalan yang salah menuju kebenaran, dari kegelapan pikiran menuju cahaya pengetahuan.

Doa tersebut juga memohon agar bangsa Indonesia dilepaskan dari segala kedukaan dan bencana, serta dianugerahi kehidupan yang aman, damai, dan sejahtera sesuai kehendak Tuhan. Untaian doa itu ditutup dengan mantra perdamaian, “Om Santi, Santi, Santi Om”, Damai Di Hati, Damai Di Dunia, Damai Selamanya  menggema sebagai simbol harapan dan ketenangan bagi masyarakat NTT dan seluruh Wilayah Indonesia.

Doa yang dipanjatkan Ketua PHDI NTT menggema penuh makna. Ia memohon agar bangsa Indonesia dibimbing keluar dari kegelapan menuju cahaya pengetahuan, serta dijauhkan dari bencana dan kesedihan. Doa itu menutup malam penuh hikmat dengan harapan bagi kedamaian NTT dan Indonesia.(Guntara)

Editor : RyGuN

Sumber Foto : Dinas Kominfo NTT.

VIDEO Doa Bersama Untuk Negeri Kunjungi Disini

PHDINTT3

Baca Juga : "Guru Wisesa" Gubernur NTT Bersama Wakil Gubernur NTT Buka Perayaan HUT RI ke 80 Tahun Dengan Semangat Ayo Bangun NTT Dalam Acara Kirab Budaya NTT "BaGaYa" : Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya Tahun 2025

Baca Juga : Sekolah Dasar Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang NTT Angkatan II Tahun 2024 Rayakan Kenaikan Kelas dan Kelulusan dengan Pagelaran Seni dan Penghargaan, "Generasi Berkarakter, Sukses Menggapai Impian"

Baca Juga : SD Hindu Adi Widya Pasraman Saraswati Angkatan I merayakan Kelulusan 100 Persen dengan Gelar Karya dan Pentas Seni di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Kolaborasi PHDI NTT, WHDI NTT dan Dinas Kesehatan NTT Ratusan Umat Hindu Hadir di Aula El Tari Komitmen Bergerak Bersama Melawan Gizi Buruk, Edukasi Stunting dan Pentingnya Kesehatan Jiwa Sejak Dini

Baca Juga : Dharma Santi Nyepi 2025 Kupang Ibukota NTT Hadirkan Pentas Seni Budaya, Refleksi, Pelayanan "Manawa Sewa, Madhawa Sewa", Dan Inspirasi Pancasila Dari Timur Nusantara