Hindu Kupang PEKA Peduli Kasih

"Manawa Sewa , Madhawa Sewa , Melayani Sesama, Melayani Tuhan : Aksi Hindu Kupang PEKA (PeduLi Kasih) untuk Kemanusiaan" (25 Mei 2025)

HinduKupang.com - NTT, Ajaran luhur dalam Agama Hindu yang dikenal sebagai "Tri Hita Karana" kembali diwujudkan dalam bentuk nyata oleh umat Hindu di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tiga pilar kehidupan Ajaran Hindu Dharma yang mencakup "Parahyangan" yaitu hubungan manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa Tuhan yang Maha Kuasa, "Pawongan" hubungan manusia dengan sesama dalam kemanusiaan, dan "Palemahan" hubungan manusia dengan lingkungan serta alam semesta, menjadi landasan utama dalam gerakan kepedulian kemanusiaan yang digelar pada 23-25 Mei 2025.

Kegiatan sosial yang dilakukan "Hindu Kupang PEKA (Peduli Kasih)" ini menggugah banyak pihak turut berpartisipasi dari berbagai organisasi keumatan seperti Pengurus Pengempon Pura Agung Giri Kertha Bhuwana, Warga Tempekan Alak dan Pengempon Pura Mandala Natha, Donasi Warga Tempekan Oebufu, dan Hindu Peduli Kemanusiaan, kemudian Donasi Penyelenggara Hindu Kota Kupang dan staf pegawai, serta Donasi yang terhimpun pada Whatsapp group Media Hindukupang.com. Mereka bersama-sama menyalurkan bantuan kepada salah satu keluarga umat Hindu yang sedang mengalami kesulitan di wilayah Alak, Kota Kupang.

Hindu Kupang PEKA Peduli Kasih2

"Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan : Hindu Kupang Wujudkan Tri Hita Karana"
Menekankan perlunya keseimbangan antara ritual keagamaan dan kepedulian sosial.

Penerima bantuan adalah Keluarga Bapak I Putu Eka Kurniawan (39tahun), seorang penyandang disabilitas yang kehilangan kedua tangannya akibat amputasi. Ia tinggal bersama istrinya Ibu Hodijah atau Dina (seorang Dharmika asal Bogor), bersama tiga anaknya yang masih SD, SMP dan SMA yakni Gede Prana, Kadek Ghisyia Maharani, Komang Caitanya. Kondisi keluarga ini ditopang oleh usaha Laundry yang dijalankannya bersama istri, namun saat ini istrinya menjalani operasi kesehatan di Rumah Sakit Tentara (RST) Wira Sakti Kupang dan sudah pulang serta sedang dalam masa pemulihan di rumah.

Bentuk bantuan yang disalurkan Media "Hindu Kupang PEKA (Peduli Kasih)" ini berupa uang donasi, sembako seperti beras sebanyak tiga (3) karung (masing-masing 5kg dan 10kg), serta telur. Bantuan tersebut ditujukan untuk meringankan beban ekonomi keluarga yang kini masuk dalam daftar warga Tempekan (sektor) Alak, wilayah komunitas umat Hindu setempat. Hindu Peduli Kemanusiaan juga menyalurkan donasi uang sebesar 1.058.000, dan dari Pengempon Pura Agung Giri Kertha Bhuwana  serta Ketua Tempekan Oepura Sikumana juga memberikan bantuan donasi uang, kepada keluarga penerima bantuan.

Hindu Kupang PEKA Peduli Kasih3

"Dari Donasi hingga Pustaka Suci : Wujud Aksi Hindu Kupang PeKa (PeduLi Kasih) untuk Umat Hindu"
Dukungan bantuan kemanusiaan, hingga spiritual (Jnana Yadnya).

Semangat pengabdian yang melandasi aksi ini tercermin dalam Filsafat Tattwa Ajaran Hindu Dharma : “Manawa Sewa, Madhawa Sewa” melayani sesama manusia berarti juga melayani Tuhan. Nilai ini menjadi fondasi bagi gerakan sosial insidentil yang muncul dari kepedulian terhadap kondisi umat yang membutuhkan uluran tangan.
Manawa Sewa , Madhawa Sewa , melayani sesama dalam kemanusiaan sama dengan melayani Tuhan, adalah hal yang patut dilaksanakan dalam segala kehidupan sosial kemasyarakatan. Hal ini tercermin dalam wujud aksi nyata, secara insidentil, karena melihat kondisi umat Hindu yang memerlukan bantuan kemanusiaan, seperti yang selama ini terlaksana adanya Donor Darah ke PMI, maupun membantu sesama dalam kehidupan sosial.

Media Hindukupang.com dalam wawancara singkat bersama penerima bantuan Bapak I Putu Eka Kurniawan sekeluarga, menyampaikan limpah terima kasih atas segala bantuan yang telah diberikan kepada Umat Hindu yang sangat memerlukan bantuan dalam bentuk sembako, serta uang donasi (dana punia) dari semua pihak yang secara ikhlas turut membantu kemanusiaan.

Selain kegiatan distribusi bantuan, tim HinduKupang.com yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga melakukan Sharing Dharma (ShaDhar) Hindu Kupang dengan keluarga penerima bantuan. Bapak I Putu Eka Kurniawan dan keluarga menyampaikan rasa terima kasih atas segala bantuan yang diberikan, serta berharap semangat solidaritas ini terus berlanjut dalam membantu umat Hindu lainnya yang membutuhkan.

"To Govern is To Serve" , Memimpin adalah Melayani, serta lebih Peka terhadap berbagai kondisi permasalahan keumatan umat Hindu di kota Kupang maupun Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan berbagai Dinamika Sosial yang ada bahkan jarang terungkap ke permukaan.

Momen ini juga menjadi refleksi bagi umat Hindu di Kupang maupun Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk menyeimbangkan aspek "Parahyangan dan Pawongan". Sering kali, banyak Pihak berfokus pada pelaksanaan upacara Yadnya dengan biaya besar bisa puluhan juta bahkan ratusan juta, namun lupa akan kebutuhan dasar dan kemanusiaan sisi "Pawongan" hubungan sesama manusia dalam kemanusiaan di sekitar mereka. Kepedulian terhadap sesama adalah bagian esensial terpenting dari pelaksanaan Ajaran Hindu Dharma.

Sudah saatnya sisi Parahyangan dengan berbagai upacara yadnya puluhan bahkan ratusan juta, diseimbangkan dengan Pawongan menolong sesama yang memerlukan bantuan ekonomi, sebagai wujud membantu sesama dari sisi kemanusiaan.
Begitupun sisi Palemahan, menjaga ekosistem kebersihan lingkungan sekitar dan alam semesta agar harmoni dan seimbang.

Demikian pula, aspek "Palemahan" atau pelestarian ekosistem lingkungan tidak boleh diabaikan. Tri Hita Karana menekankan keseimbangan antara Tuhan, sesama Manusia, dan harmoni lingkungan alam semesta. Dalam praktik nyata, hal nyata ini bisa diterapkan lewat kegiatan menjaga kebersihan lingkungan, penghijauan, dan aksi ramah lingkungan lainnya.

Prinsip Guru Wisesa Kota Kupang “To Govern is To Serve” atau “Memimpin adalah Melayani” ditekankan dalam gerakan ini. Tokoh-tokoh umat Hindu, pemimpin organisasi keumatan Hindu di Kupang maupun NTT, dan pengurus lembaga keagamaan Hindu diharapkan lebih peka terhadap persoalan sosial di tengah umat, terutama yang hidup dalam kondisi sulit, namun kerap luput dari perhatian publik.

Pemimpin umat Hindu di Kupang dan NTT dihimbau untuk tidak hanya menunggu laporan, tetapi aktif turun langsung ke lapangan, mendeteksi kondisi umat yang membutuhkan, dan segera bertindak nyata. Ketepatan dan kecepatan respons menjadi kunci dalam membantu umat yang berada dalam kondisi darurat sosial ekonomi.

Hindu Kupang PEKA Peduli Kasih1

Setelah kegiatan penyaluran bantuan, Media HinduKupang.com , melalui admin Sdr.Guntara juga melaksanakan "Jnana Yadnya" berupa pemberian "Pustaka Suci Hindu Sarasamuccaya" (terbitan Dirjen Bimas Hindu Pusat) kepada keluarga Hindu Bapak I Putu Eka Kurniawan. Pustaka Suci Sarasamuccaya itu diterima oleh anak beliau yang masih SMP, Sdri.Ghisyia, yang menyambutnya dengan antusias, dengan tatapan matanya yang lembut dan senyum ceria, sebagai simbol semangat belajar ajaran Hindu Dharma (Masa Brahmacari) dan harapan baru dari kedua orangtuanya.

Pustaka Suci Hindu Sarasamuccaya juga diberikan kepada Pinandita (Mangku) Bapak I Ketut Nerdon, seorang pemangku agama Hindu di Kupang. Beliau menyatakan bahwa pemberian Pustaka Suci Veda "Sarasamuccaya" tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan spiritual umat, dan menjadi bagian dari pelaksanaan "Yadnya dalam bentuk ilmu pengetahuan keagamaan".

Kegiatan Hindu Kupang PEKA (Peduli Kasih) ini membuktikan bahwa berbagi tidak hanya sekadar memberikan materi, tetapi juga membawa harapan, pengetahuan, dan kasih. Seperti petunjuk Pesan Semesta (Nature Code) dalam berbagai momentum : “Berbagi kebaikan selalu membawa keberuntungan. God Bless Us (GBU), Uis Neno Nokan Kit, Tuhan Memberkati Kita Semua. Rahayu, OM Tat Sat.”(Hindukupang.com)

Sumber Narasi : Hindukupang.com / Kak Guntara

Foto : Bapak I Nengah Pustaka, Ibu Ni Nyoman Yuliani, RyGuN

 

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

 

Baca Juga : Kolaborasi PHDI NTT, WHDI NTT dan Dinas Kesehatan NTT Ratusan Umat Hindu Hadir di Aula El Tari Komitmen Bergerak Bersama Melawan Gizi Buruk, Edukasi Stunting dan Pentingnya Kesehatan Jiwa Sejak Dini

Baca Juga : Dharma Santi Nyepi 2025 Kupang Ibukota NTT Hadirkan Pentas Seni Budaya, Refleksi, Pelayanan "Manawa Sewa, Madhawa Sewa", Dan Inspirasi Pancasila Dari Timur Nusantara

Baca Juga : Audiensi Bersama Gubernur NTT Melki, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT Tekankan Akses Jalan Pura Oebanantha , Pemerataan Pendidikan, Penguatan UMKM Serta Jaminan Perlindungan Kesehatan Sosial Masyarakat NTT

Baca Juga : Upacara Tawur Kesanga 2025 Dan Pawai 7 Ogoh-Ogoh Meriahkan Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 Di Kota Kupang NTT

Baca Juga : Rangkaian Kegiatan Nyepi Tahun Baru Saka 1947 di Kota Kupang Tahun 2025

Baca Juga : Upacara Melasti 2025 Umat Hindu Kupang Gelar Ritual Penyucian Sambut Datangnya Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947

Baca Juga : Sambut Nyepi Tahun Saka 1947 Umat Hindu Kota Kupang NTT Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan Dalam Semangat "Manawa Sewa, Madhawa Sewa"