Prodigit1 qr-code-url Prodigit2

Tirtha-Yatra1

Tirtha Yatra Kebangsaan Dan Kebhinnekaan Pasraman Satyam Eva Jayate : Menelusuri Jejak Spiritual, Kebangsaan, Hingga Peradaban Nusantara Di Jawa Timur

HinduKupang.com, Nusantara – Sebanyak 45 peserta yang tergabung dalam Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan (KaKeK) Pasraman Satyam Eva Jayate melaksanakan kegiatan Tirtha Yatra atau perjalanan suci dan spiritual pada 20–22 Juni 2026. Perjalanan yang mengusung semangat "1945" ini tidak hanya menjadi sarana persembahyangan di sejumlah Pura Hindu bersejarah di Pulau Jawa, tetapi juga menjadi momentum untuk menelusuri jejak kebangsaan, sejarah Nusantara, serta mengenang perjuangan Proklamator Bangsa Indonesia, Ir. Soekarno.

Kegiatan diawali pada 19 Juni 2026 malam, tepat jam 00:00 WITA, SembaHyang bersama "Matur Piuning" di Padma Candi Nusantara, Pasraman Satyam Eva Jayate, Kawasan Desa Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar. Kemudian perjalanan Bis menuju Penyawangan  atau Pengayengan Pura Rambut Siwi di Kabupaten Jembrana, Bali, dengan Nunas Air suci Tirtha dan Bija sebelum rombongan menyeberang menuju Pulau Jawa. Sebanyak 45 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang organisasi, mahasiswa-mahasiswi, Kader KMHDI, forum alumni KMHDI, serta pemerhati Kebangsaan dan Kebhinnekaan mengikuti perjalanan yang berlangsung selama tiga hari tersebut. Keberangkatan yang bertepatan dengan semangat tanggal 19 Juni dan jumlah 45 peserta yang sama dengan angka tahun kemerdekaan Indonesia (1945) menjadi simbol semangat nasionalisme yang menyertai perjalanan spiritual tersebut.

IMG 20260620 043311

Saat menyeberangi Selat Bali menuju Banyuwangi, 20 Juni 2026, para peserta disuguhi panorama matahari terbit yang dianggap sebagai pertanda baik sekaligus simbol awal perjalanan suci Tirtha Yatra. Fenomena alam tersebut menambah nuansa reflektif yang mengiringi rombongan dalam memasuki rangkaian kegiatan spiritual dan kebangsaan yang telah dipersiapkan.

IMG 20260620 061535

Pada Sabtu, 20 Juni 2026 pagi jam 07:00-10:00 WIB, seusai bersih-bersih dan mandi, kemudian rombongan Tirtha Yatra pertama kali melakukan persiapan persembahyangan di Pura Agung Blambangan, Kabupaten Banyuwangi. Di tempat ini, sebelumnya para peserta melaksanakan kerja bakti sebagai bagian nilai ide progresif dan humanis dengan aksi kegiatan membersihkan areal pura bersama Juru Sapuh , dan kemudian mempersiapkan Sarana dan Prasarana Persembahan di Pura Agung Blambangan. Kemudian seluruh peserta menuju tempat makan siang yang telah disediakan oleh Keluarga Alumni KMHDI, di Banyuwangi, pada jam 11:12WIB

IMG 20260620 101906

Perjalanan Tirtha Yatra kemudian dilanjutkan menuju kawasan Taman Nasional Alas Purwo yang dikenal sebagai salah satu kawasan sakral dan bersejarah di Pulau Jawa. Di lokasi ini peserta melaksanakan persembahyangan di Pura Kawitan dan Pura Luhur Giri Salaka pada rentang waktu pukul 12.12 hingga 14.30 WIB. Selain melakukan persembahyangan dan menerima tirtha serta bija, peserta juga melaksanakan kegiatan mereresik atau kerja bakti membersihkan areal pura bersama para pengelola setempat. Video Kerja Bakti dan Bersih Pura Kunjungi Disini.

IMG 20260620 144603

DSC09208

Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam kawasan Pura Kawitan Alas Purwo. Dalam wawancara bersama media, Romo Mangku Tego menjelaskan bahwa bagian utama Pura Kawitas Alas Purwo ini berkaitan dengan pemujaan kepada Rsi Markandeya dan Rsi Beradah, sementara pada bagian sisi luar Pura Kawitan Alas Purwo terdapat pemujaan kepada Sang Hyang Ismoyo dan Kanjeng Ratu Kidul yang memiliki keterkaitan dengan kearifan spiritual masyarakat Jawa.

IMG 20260620 145024

IMG 20260620 145316

DSC09214

Kegiatan di Pura Alas Purwo tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan ritual semata, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan lingkungan. Kawasan Alas Purwo yang sering disebut sebagai hutan (daratan) pertama atau hulunya Pulau Jawa tersebut menjadi ruang pembelajaran mengenai hubungan harmonis antara manusia, alam, dan spiritualitas. Saat meninggalkan kawasan Taman Nasional Alas Purwo, rombongan 45 Peserta Tirtha Yatra bahkan disambut kemunculan burung merak di gerbang Alas Purwo yang menambah kesan "Nature code" kode alamNYA yang sangat mendalam bagi seluruh peserta.
Perjalanan pun berlanjut selama 9 jam dari Pura Alas Purwo Kabupaten Banyuwangi, menuju Pura Bhuvana Kertha, Singosari Kabupaten Malang, dan beristirahat di Wantilan Pura tepat pada tengah malam.

6181485514624537114

IMG 20260621 122346

Memasuki Minggu subuh dini hari, 21 Juni 2026, jam 04:00 WIB , seluruh peserta usai mandi dan bersih-bersih, kemudian melanjutkan persiapan SembaHyang di Pura Bhuvana Kertha yang berada di kawasan Lanud Abdulrahman Saleh, Desa Tamanharjo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Persembahyangan dipimpin oleh Romo Mangku Jero Gede Bagus Gupta. Seusai persembahyangan, dilakukan penyerahan berbagai bibit pohon tanaman bunga seperti cempaka, kenanga, jempiring, dan jenis tanaman lainnya sebagai simbol kepedulian terhadap pelestarian lingkungan, yang diterima langsung oleh Ketua Pengurus yaitu Bapak I Ketut Ugrayana. Beliau mengucapkan aprsiasi dan terima kasih telah diberikan berbagai benih bibit pohon bunga yang bisa bermanfaat saat persembahyangan umat Hindu.

IMG 20260621 123021

Penyerahan bibit pohon tersebut melibatkan berbagai unsur elemen dan organisasi serta komunitas, mulai dari Penyerahan berbagai bibit tanaman pohon bunga, diserahkan perwakilan :
1. PD.KMHDI Provinsi BaLi
2. PC.KMHDI Buleleng
3. PC.KMHDI Karangasem
4. PC.KMHDI Denpasar
5. Forum Pemerhati Ramah Anak, Denpasar Timur
6. FPMHD Universitas Udayana
7. Perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Maluku Pulau Buru, Provinsi Maluku
8. Perwakilan dari Alumni KMHDI, Hindu Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur.
9. Perwakilan dari Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan (KaKeK) Pasraman Satyam Eva Jayate.
10. Demisioner Ketua KMHDI BaLi
11. Dan Forum Alumni KMHDI

Kegiatan ini menunjukkan bahwa Tirtha Yatra tidak hanya berfokus pada penguatan spiritual, tetapi juga mendorong kontribusi nyata terhadap lingkungan dan masyarakat. Perjalanan berikutnya pada 21 Juni 2026, jam 06:30-09:30 WIB, menuju Kota Blitar yang menempuh waktu selama 3 jam.

IMG 20260621 123322

Pada hari yang sama, 21 Juni 2026, jam 09:30 WIB, rombongan menghadiri peringatan Wafatnya "Haul" Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, di Kota Blitar. Kegiatan tabur bunga di kompleks makam Bung Karno Sang Proklamator NKRI berlangsung pada pukul 09.30 hingga 12.30 WIB dan menjadi bagian penting dalam rangkaian perjalanan kebangsaan tersebut. Setelah prosesi berlangsung, peserta disambut oleh Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin,S.H.I atau yang akrab disapa Mas Ibin, bersama Wakil Wali Kota Blitar yaitu Elim Tyu Samba , dan juga hadir Kapolres Kota Blitar yaitu AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo,S.I.K.,M.I.K, kemudian Komandan Kodim (Dandim) 0808/Blitar yaitu Letkol Inf. Virlani Arudyawan,S.H.,M.M.,M.H.I dan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Blitar yaitu Romulus Haholongan,S.H.,M.M.,M.H.,CPLA bersama unsur Forkopimda Kota Blitar.

IMG 20260621 121913

IMG 20260622 073415

Selesai Penaburan Bunga, serta Kembang Rampe serta Persembahan Doa bersama di Makam Bung Karno, Momentum tersebut dilanjutkan dengan makan siang bersama Wali Kota Blitar Bersama 45 Peserta Acara "Haul" Bung Karno dari Rumah Kebangsaan Dan Kebhinnekaan (KaKeK) Pasraman Satyam Eva Jayate. Kemudian dilanjutkan kunjungan ke Perpustakaan Bung Karno dan Istana Gebang yang merupakan rumah masa kecil dan remaja Sang Proklamator. Kunjungan tersebut menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda untuk memahami perjalanan hidup Bung Karno sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan dan nasionalisme.

DSC09601

Selesai Tabur Bunga Dalam Acara Peringatan Wafatnya Haul Bung Karno, 45 Peserta Rumah Kebangsaan Dan Kebhinnekaan (KaKeK) Pasraman Satyam Eva Jayate, Berada di Depan Makam Presiden Ri 1 Ir.Soekarno di Kota Blitar dan Foto Bersama Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin,S.H.I serta Wakil Wali Kota Blitar yaitu Elim Tyu Samba, 21 Juni 2026.

IMG 20260622 074133

DSC09644

Perjalanan berikutnya membawa rombongan menuju Pura Penataran Luhur Medang Kemulan di wilayah Jawa Timur. Setibanya di lokasi, peserta melaksanakan simakrama dan Dharmatula bersama Romo Sepuh Satya Bhuwana Medang Kemulan ditemani Romo Sepuh Istri Satya Bhuwana Medang Kemulan. Dalam suasana penuh kekeluargaan, peserta memperoleh wejangan spiritual, melakukan persembahyangan bersama serta persembahan pada Keluhuran Leluhur Nusantara, menerima tirtha dan bija, serta melaksanakan sungkem  di Pura Medang Kemulan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur dan guru spiritual.

DSC09857

IMG 20260622 154556

Kegiatan persembahyangan di Pura Medang Kemulan yang berlangsung hingga malam hari menjadi penutup rangkaian Tirtha Yatra sebelum rombongan kembali menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Seluruh rangkaian perjalanan dinilai berhasil memberikan pengalaman Spiritual, Kebangsaan dan Kebhinnekaan, serta Kepedulian sosial yang mendalam bagi seluruh peserta.

Aksi Nilai-Nilai 4 Jati Diri

Kegiatan Tirtha Yatra yang dilaksanakan oleh Yayasan Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan (Rumah KaKeK) Pasraman Satyam Eva Jayate memiliki nilai makna yang lebih dibandingkan perjalanan pada umumnya. Program ini berhasil memadukan empat dimensi utama yang selama ini menjadi fondasi pengembangan sumber daya manusia, yaitu spiritualitas, kemanusiaan, nasionalisme, dan progresivitas. Pendekatan tersebut sejalan dengan empat jati diri KMHDI, yakni Religius, Humanis, Nasionalis, dan Progresif.

Dari sisi Religius, perjalanan ini memperkuat pemahaman peserta terhadap jejak sejarah perkembangan Hindu Nusantara melalui kunjungan ke berbagai Pura Hindu yang memiliki nilai historis dan spiritual tinggi. Kehadiran para Romo dan Pemangku serta Sulinggih dalam memberikan penjelasan langsung turut memperkaya wawasan peserta mengenai warisan leluhur yang masih hidup hingga saat ini.

Pada aspek Humanis, kegiatan kerja bakti membersihkan Pura Hindu, dukungan konsumsi dan akomodasi dari jaringan alumni KMHDI, serta interaksi lintas daerah menunjukkan adanya budaya gotong royong yang kuat. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang juga mencerminkan praktik nyata nilai Kebhinnekaan yang menjadi identitas bangsa Indonesia.
Humanis yaitu dengan kerja bakti bersama membersihkan areal Pura Hindu, membantu Juru Sapuh, serta membangun rasa saling peduli sesama kemanusiaan dalam kegiatan Tirtha Yatra. Kemudian kemanusiaan saling peduli antar alumni KMHDI di Banyuwangi yang menyediakan konsumsi makan siang, dan juga alumni KMHDI di Singosari Malang atas kesediaan dan dukungannya dengan menyediakan akomodasi penginapan di wantilan Pura serta sarapan pagi bagi seluruh peserta. Sisi Humanis juga simakrama dan ramah tamah bersama Wali kota Blitar dan Wakil Wali Kota Blitar, serta Forkompinda Kota Blitar, seusai upacara peringatan wafatnya "Haul" Bung Karno bersama seluruh peserta Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan (Kakek) Pasraman Satyam Eva Jayate, yang terdiri dari Generasi Pemuda-Pemudi, Mahasiswa-mahasiswi berbagai suku , agama, dan ras antar golongan (SARA) yang turut menggunakan ikat kepala dari Sabang - Merauke dan Miangas Hingga Rote , dengan penuh semangat, seperti Kutipan Pidato Presiden RI 1 Ir.Soekarno , "Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia."

IMG 20260622 160434

Sementara itu, dimensi Nasionalis terlihat jelas melalui partisipasi dalam Peringatan 56 tahun Wafatnya "Haul" Bung Karno. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan sarana pendidikan karakter yang menghubungkan generasi muda dengan sejarah perjuangan bangsa. Nilai Nasionalis yaitu dengan mengunjungi Perayaan Wafatnya "Haul" Presiden RI 1 Ir.Soekarno yang dimakamkan 21 Juni 1970 di Blitar , bersebelahan dengan Pusara makam dari kedua orang tua Bung Karno, sang Proklamator Negara Indonesia.
Sisi Nasionalis para peserta juga terbangun dengan mengunjungi perpustakaan Bung Karno dan Bung Hatta, serta istana Gebang masa kecil dan masa remaja kehidupan Bung Karno di rumahnya di Kota Blitar. Kunjungan ke perpustakaan dan rumah masa kecil Bung Karno memperkuat pemahaman bahwa nasionalisme harus dibangun melalui pengetahuan dan keteladanan.

IMG 20260622 155342

Aspek progresif tercermin dari munculnya berbagai gagasan dan jaringan kolaborasi yang lahir selama perjalanan. Dukungan juga datang dari Gubernur Provinsi Bali Dr.Ir.Wayan Koster,M.M Kepada Yayasan Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan (KaKeK) Pasraman Satyam Eva Jayate, Gubernur Bali juga memberi semangat kepada 45 peserta karena bisa menghadiri langsung peringatan Haul Bung Karno ke kota Blitar. Salah satu yang menarik adalah apresiasi Pemerintah Kota Blitar yaitu Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin,S.H.I terhadap keterlibatan generasi muda-mudi dan mahasiswa dari berbagai suku dan daerah di Indonesia yang terhimpun dalam Rumah Kakek Pasraman Satyam Eva Jayate dalam peringatan Haul Bung Karno ke 56, serta munculnya gagasan dari "Guru Wisesa" Mas Ibin sebagai Wali Kota Blitar yang mengijinkan agar pemanfaatan rumah jabatan Wali Kota Blitar bisa sebagai pusat kegiatan pada penyelenggaraan berikutnya di Tahun 2027. Hal ini menunjukkan bahwa Tirtha Yatra tidak berhenti pada ritual dan refleksi, tetapi juga menjadi ruang lahirnya inovasi sosial dan penguatan jejaring Kebangsaan dan Kebhinnekaan.

DSC09037

45 Peserta Tirtha Yatra Rumah Kebangsaan Dan Kebhinnekaan (KaKeK) Pasraman Satyam Eva Jayate Di Pura Agung Blambangan, Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur, 20 Juni 2026, sumber foto : Dokumentasi Panitia Rumah KaKek

Tirtha Yatra yang merupakan Perjalanan Ke tempat Suci Hindu untuk memperoleh Air Suci "Amertha" yang diselenggarakan oleh Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan (KaKeK) Pasraman Satyam Eva Jayate sangat bermakna , yang berlangsung pada 20–22 Juni 2026 diikuti oleh 45 peserta dengan mengunjungi enam pura di Bali dan Jawa Timur, yakni Penyawangan Pura Rambut Siwi di Kabupaten Jembrana Bali, Pura Agung Blambangan di Kabupaten Banyuwangi, Pura Kawitan Alas Purwo, Pura Luhur Giri Salaka di Kabupaten Banyuwangi, Pura Bhuvana Kertha Singosari di Kabupaten Malang, dan Pura Penataran Luhur Medang Kemulan di Kabupaten Gresik. Selain melaksanakan persembahyangan, peserta juga melakukan kerja bakti, penyerahan dan penanaman bibit pohon bunga, serta menghadiri peringatan Haul Bung Karno di Blitar yang dilanjutkan dengan kunjungan ke Perpustakaan Bung Karno dan Istana Gebang. Kegiatan ini menjadi perpaduan antara penguatan spiritual, pelestarian lingkungan, pendidikan sejarah, dan pembentukan karakter Kebangsaan bagi Sumber Daya Manusia (SDM) generasi penerus Bangsa Indonesia.

DSC09709

Menurut Ketua Yayasan Pasraman Satyam Eva Jayate I Ketut Udi Prayudi, adapun Rumah Kebangsaan Dan Kebhinnekaan (KaKeK) Pasraman Satyam Eva Jayate yang berlokasi di Jalan Trengguli Gang IV D Nomor 3, Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Provinsi Bali ini secara data buku tamu register update 20 Mei 2026 di Hari Kebangkitan Nasional , bangunan gedung 3 lantai berwarna "Tri Datu" Merah Putih Hitam Pasraman Satyam Eva Jayate ini telah digunakan oleh lebih dari 100 organisasi dan komunitas serta lembaga dalam berbagai kegiatannya.

Secara keseluruhan, Tirtha Yatra Rumah Kebangsaan Dan Kebhinnekaan (KaKeK) Pasraman Satyam Eva Jayate 20–22 Juni 2026 dapat dipandang sebagai model pendidikan karakter berbasis Spiritualitas dan Kebangsaan serta Kebhinnekaan yang relevan bagi generasi penerus bangsa Indonesia. Perjalanan ini membuktikan bahwa penguatan identitas keagamaan dapat berjalan seiring dengan penguatan nilai kebangsaan, pelestarian budaya, kepedulian lingkungan, serta pembangunan jejaring sosial yang inklusif dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.(Guntara)

Editor : Rygun

Sumber dan Foto : www.hindukupang.com, Rygun, Pasraman Satyam Eva Jayate Bali , Alumni KMHDI , serta Dokumentasi Panitia Rumah KaKeK

Kumpulan Foto Tirtha Yatra 6 Pura Hindu Di Jawa Dan Peringatan 56 Tahun Wafatnya "Haul" Presiden RI 1 Ir.Soekarno : Kunjungi Disini (File Google Drive).

Dokumentasi Foto-Foto Kegiatan Dari Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan (KaKek) Pasraman Satyam Eva Jayate Kunjungi Disini (File Google Drive).

DSC09233

Baca Juga : Simakrama Forum Alumni KMHDI Bali Teguhkan Semangat Konsolidasi Kader Dan Gagasan Masa Depan Bali

Baca Juga : Rumah Kebangsaan Dan Kebhinnekaan “KaKek” Rayakan Tiga Tahun Pengabdian Dalam Semangat Hari Kebangkitan Nasional Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Ribuan Peserta Akan Ramaikan Karnaval Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 Di Kota Denpasar Provinsi Bali, Usung Semangat Nasionalisme Perkuat Nilai Kebangsaan Dan Kebhinnekaan

Baca Juga : Ribuan Warga Padati Karnaval Pancasila 2026 Di Denpasar Bali, Parade Budaya Nusantara Bersatu Dalam Semangat Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia

Baca Juga : Piodalan Agung Tahun ke 10 Pura Oebanantha Kupang : Wujud Bhakti dan Pelaksanaan Yadnya Umat Hindu Kupang NTT

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana