
HinduKupang.com, NTT – Panitia Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948/2026 Kota Kupang mengawali rangkaian perayaan dengan kegiatan bakti sosial dan donor darah yang digelar di Wantilan Pura Agung Giri Kertha Bhuwana, hari Minggu , tanggal 1 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 12.12WITA ini dihadiri umat Hindu Kupang dari berbagai sektor/tempekan Banjar Dharma Agung Kupang, serta melibatkan sejumlah organisasi keagamaan Hindu di Kota Kupang. Sejumlah lembaga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, antara lain Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Kupang dan NTT, Pemuda Hindu Peradah Indonesia Kupang NTT, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT, Forum Alumni KMHDI, Puskor Hindunesia, serta Organisasi dan Lembaga hindu di Kupang NTT. Keterlibatan lintas organisasi ini mencerminkan soliditas internal umat Hindu dalam menyukseskan agenda keagamaan sekaligus sosial kemasyarakatan.

Dalam kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan UPTD.Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTT, tercatat lebih dari 70 orang mendaftar. Namun, setelah melalui pemeriksaan kesehatan seperti tensi darah dan kadar hemoglobin (Hb), sebanyak 59 peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya. Adapun total 59 kantong darah yang didapatkan dalam kegiatan Donor Darah Panitia Hari Suci Nyepi Saka 1948 Tahun 2026 Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur terdiri dari : golongan darah A sebanyak 7 kantong, golongan darah B sebanyak 22 kantong, golongan darah O sebanyak 24 kantong, golongan darah AB sebanyak 6 kantong, total 59 kantong darah.

Ketua Panitia Nyepi Kota Kupang Tahun Saka 1948, I Wayan Gede Astawa,S.Sos.,MM, dalam wawancara bersama media Hindukupang.com mengatakan bahwa donor darah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata nilai kemanusiaan. Ia menekankan semangat “satu bumi satu keluarga” Vasudaiva Kutumbhakam, Kita Semua adalah bersaudara , atau Vasudhaiva Kutumbakam (वसुधैव कुटुम्बकम्) yang dalam frasa Sansekerta berasal dari kitab suci Hindu seperti Maha Upanishad, yang bermakna "Seluruh Dunia adalah Satu Keluarga" sebagai landasan kegiatan, di mana seluruh umat manusia dipandang sebagai satu keluarga besar yang saling membantu, khususnya kegiatan Donor Darah sambut Nyepi 2026 ini sangat penting bagi mereka yang membutuhkan transfusi darah untuk menyelamatkan jiwa.
I Wayan Gede Astawa menambahkan, dari 64 peserta yang sempat terdata ulang, hanya 59 orang yang dapat mendonorkan darahnya karena beberapa kendala kesehatan. Sementara sebagian pendaftar lainnya tidak hadir akibat kondisi cuaca hujan. Meski demikian, panitia tetap bersyukur atas capaian tersebut dan menilai partisipasi masyarakat cukup tinggi.

Pada sore harinya,Panitia Hari Suci Nyepi Saka 1948 Tahun 2026 Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur melanjutkan kegiatan dengan pembagian 200 paket takjil kepada warga di sekitar Masjid Al Fitrah, Oesapa, yang dikenal sebagai kawasan kampung nelayan dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Pemilihan lokasi ini disebut sebagai simbol harmoni dan wujud toleransi antarumat beragama di Kota Kupang.
Di sisi lain, Wantilan Pura Agung Giri Kertha Bhuwana saat Donor Darah berlangsung, dukungan terhadap perayaan Nyepi juga datang dari sektor korporasi. PT.Pegadaian (Persero) melalui Deputi Bisnis Area Kupang NTT menyalurkan dana CSR sebesar Rp30 juta kepada Panitia Nyepi Tahun Saka 1948 Kota Kupang. Bantuan tersebut diserahkan untuk mendukung kelancaran rangkaian kegiatan, mulai dari prosesi rangkaian hari Suci Nyepi Tawur Kesanga hingga pawai ogoh-ogoh.
Deputi Bisnis Pegadaian Area Kupang, I Nyoman Mas Aryana, menyatakan bahwa kontribusi ini merupakan bagian dari komitmen sosial perusahaan melalui program Pegadaian Peduli. Ia berharap dukungan tersebut tidak hanya membantu suksesnya perayaan, tetapi juga memperkuat kehadiran Pegadaian di tengah masyarakat.
Komitmen Sosial yang Berkelanjutan dengan Pemberian bantuan ini merupakan bagian dari program Pegadaian Peduli. Selain menyasar kegiatan keagamaan, Pegadaian Area Kupang secara rutin menyalurkan CSR ke berbagai sektor lainnya, seperti bantuan ke panti asuhan dan tempat ibadah lainnya di wilayah NTT.
Sebagai informasi, wilayah kerja Pegadaian Area Kupang mencakup area yang sangat luas, meliputi 9 kabupaten/kota, di antaranya: Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, Rote Ndao, Alor, hingga Sabu Raijua.
Tring by Pegadaian adalah aplikasi keuangan digital terintegrasi untuk investasi emas, gadai, dan pembiayaan dalam satu genggaman. Dengan konsep "1 User ID", aplikasi ini memudahkan pembelian/penjualan emas (Tabungan Emas), cicil emas, hingga gadai digital, serta aman berizin OJK. Aplikasi ini dapat diunduh di Google Play Store atau App Store.
Selain penyaluran CSR, Pegadaian turut memperkenalkan aplikasi digital “Tring” sebagai inovasi layanan investasi emas. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat menabung emas mulai Rp10.000, melakukan cicilan emas, serta memiliki emas dalam bentuk digital maupun fisik tanpa harus datang ke outlet. Langkah ini dinilai sebagai strategi mendorong literasi keuangan dan budaya menabung berbasis digital di wilayah NTT.

Dalam Wawancara bersama Media Hindukupang.com, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang, dr.I Wayan Ari Wijana S.Putra,M.Si, menyampaikan rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 atau bertepatan dengan tahun 2026 Masehi yang akan dirayakan pada 19 Maret 2026. Dalam wawancara bersama media hindukupang.com, ia menegaskan bahwa rangkaian kegiatan Panitia Nyepi tingkat Kota Kupang ini dimulai sejak 1 Maret 2026 sebagai agenda perdana panitia Nyepi tahun ini.
Ketua PHDI Kota Kupang, dr. I Wayan Ari Wijana S. Putra,M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian perayaan Nyepi tahun ini. Selain donor darah, panitia juga merencanakan bakti sosial pembagian bahan pangan bersama Banjar serta kegiatan Saka Boga Sewanam berupa pembagian takjil bagi umat Muslim di bulan Ramadan. Kegiatan berbagi tersebut dilaksanakan di Masjid Al Fitrah, sekaligus dirangkaikan dengan peringatan HUT PHDI ke-67 pada 23 Februari 2026.

Kegiatan pembuka diawali dengan bakti sosial berupa donor darah, yang kemudian direncanakan dilanjutkan dengan pembagian bahan pangan hasil kolaborasi bersama Banjar. Pada sore harinya, Panitia Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 Kota Kupang juga menggelar aksi berbagi takjil di Masjid Al-Fitrah sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas antar umat beragama, sekaligus memperingati HUT ke-67 PHDI Indonesia (pada 23 Feb 2026 silam).
Pada Tahun 2025 sebelumnya, kegiatan Saka Boga Sevanam, berbagi buka puasa bersama umat islam pernah dilaksanakan di Masjid Kelapa Lima. Di Tahun 2026 ini, Panitia Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 Kota Kupang dijadwalkan berada di lokasi mulai pukul 17.00 WITA menggelar aksi berbagi takjil buka puasa bersama umat muslim di Masjid Al-Fitrah Oesapa Kota Kupang.
Memasuki rangkaian ritual keagamaan menyambut datangnya Hari Suci Nyepi, upacara Melasti akan digelar pada 16 Maret 2026 di Pura Manik Segara, kelurahan Fatubesi yang berada di belakang Pura Oebananta. Jika sebelumnya Upacara Melasti dilaksanakan di Pantai Pasir Panjang, kini lokasi dipusatkan di area Pura tersebut. Seluruh "Pralingga" Pura Hindu di Kota Kupang dijadwalkan ikut ambil bagian dalam prosesi penyucian ini.
Selanjutnya, pada 18 Maret 2026 bertepatan dengan Bulan gelap atau Tilem Sasih Kesanga, akan dilaksanakan upacara Tawur Kesanga sebagai simbol pengorbanan "Yadnya" demi keseimbangan dan kedamaian alam. Prosesi persembahyangan dimulai pukul 12.00 WITA, dilanjutkan Pawai Ogoh-Ogoh pada pukul 16.00 WITA. Rute pawai dimulai dari perempatan Patung Kirab menuju Taman Nostalgia, kemudian berbelok di depan Gedung Keuangan dan kembali finish di Patung Kirab.
Puncak perayaan Hari Suci Nyepi tepat pada 19 Maret 2026 dengan pelaksanaan Catur Brata Penyepian, yakni tidak bekerja, tidak bepergian, tidak menikmati hiburan, dan tidak menyalakan api amarah, kendali diri dengan berpuasa (upawasa). Umat Hindu menjalankan puasa dan tapa brata selama 24 jam, dari pukul 06.00 pagi hingga 06.00 pagi keesokan harinya. Rangkaian kegiatan Nyepi Tahun Saka 1948 juga mengingatkan kembali esensi Catur Brata Penyepian, yakni Amati Geni (tidak menyalakan api dan mengendalikan amarah), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelunganan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak mencari hiburan). Empat pantangan ini menjadi inti refleksi spiritual umat Hindu dalam mencapai ketenangan batin dan penyucian diri.
Keesokan harinya, pada 20 Maret 2026, umat Hindu merayakan Hari Ngembak Geni sebagai momentum Simakrama (silaturahmi) yang biasanya diisi dengan tradisi open house dan saling memaafkan, ungkap Ketua PHDI Kota Kupang dr.Wayan Ari Wijana.
Rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi 1948 Saka akan ditutup dengan Dharma Santi yang direncanakan berlangsung pada April 2026. Wali Kota Kupang, dr.Christian Widodo, juga telah menyetujui penggunaan aula rumah jabatan sebagai lokasi kegiatan tersebut. Penjadwalan Dharma Santi disesuaikan april, karena masih suasana libur dengan momentum Idul Fitri yang berdekatan dengan Nyepi tahun 2026 ini.
Dalam pesannya Ketua PHDI Kota Kupang, dr.I Wayan Ari Wijana menekankan pentingnya menjaga toleransi di Kota Kupang yang dikenal sebagai “Kota Kasih” dan salah satu kota toleran di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa upacara Tawur Kesanga di Catus Pata Patung Kirab merupakan doa bersama untuk membersihkan dan memohon keselamatan bagi Kota Kupang agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Ia juga mengapresiasi dukungan lintas agama yang selama ini terjalin erat. Menurutnya, kolaborasi antara umat Hindu, Muslim, Kristen, dan Katolik, Buddha, Khonghucu, terasa nyata dalam berbagai kegiatan keagamaan di Kupang. Sebagai pribadi yang telah 32 tahun mengabdi di Kota Kupang sebagai dokter hingga masa pensiun, ia merasakan langsung kuatnya semangat kebersamaan dan harmoni antarumat beragama di daerah Kota Kupang. "Kupang Kota Kasih" adalah julukan bagi Kota Kupang, sebagai ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang merupakan akronim dari KASIH : Karya, Aman, Sehat, Indah, dan Harmonis. Semboyan KASIH ini mencerminkan kota yang toleran, ramah, dan menjunjung tinggi solidaritas antar sesama di tengah masyarakat yang multietnis.(Guntara)
Editor : Rygun
Sumber dan Foto : HinduKupang.com / K'Gun



Baca Juga : Lokakarya Penguatan Empat Pilar Pembangunan Manusia Hindu Digelar Di Kupang NTT
Baca Juga : Rayakan HUT ke-38, WHDI Kota Kupang Gelar Turnamen Bulu Tangkis dan Berdayakan UMKM
Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama Dari Nusa Tenggara Timur Teguhkan Persatuan Gotong Royong Dan Komitmen Kemanusiaan
Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando
Baca Juga : Bhakti Untuk Regenerasi, MPAB ke XX Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT : "Melahirkan Kader Hindu Berjiwa Pemimpin”
Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama
- Details
- Written by Admin
- Category: Kegiatan
- Published: 01 March 2026
- Hits: 150















.jpg)









