Selamat Datang Di Hindu Kupang NTT

button

QRIS new

  • Home
  • Profil
    • Kata Pengantar
    • Struktur Organisasi
      • Struktur Organisasi Banjar 2024-2027
    • Nama Ketua Tempekan
    • Lembaga Hindu di NTT
    • Sejarah Banjar Hindu Kupang
  • Awig - Awig Banjar
    • Anggaran Dasar
    • Anggaran Rumah Tangga
  • Pura
    • Pura Di Kota Kupang
    • Pura Di NTT
    • Upacara Yadnya
      • Dewa Yadnya
        • Puja Tri Sandhya
        • Hari Raya Saraswati
        • Hari Raya Pagerwesi
        • Hari Raya Galungan
        • Hari Raya Kuningan
        • Hari Raya Nyepi
        • Hari Raya Siwaratri
      • Pitra Yadnya
      • Rsi Yadnya
      • Manusa Yadnya
      • Bhuta Yadnya
    • Pura di Rote Ndao NTT
  • Berita Kegiatan
  • Foto Kegiatan
  • Download
    • Blangko Pendaftaran Banjar
    • iuran pembangunan
    • Telepon Pengurus Banjar
    • Total Warga Banjar 2012
    • Jadwal Pinandita 2016
  • Artikel
  • Kontak
  • Pengempon
    • Pura Agung Giri Kerta Bhuwana
    • Pura Oebananta
  • WHDI Kupang dan Prov NTT
  • Pasraman Upanisada
  • Buku Tamu
  • Informasi
  • Peradah NTT
  • KMHDI NTT
  • UDG NTT
    • SK Gubernur NTT
  • LDD
  • PHDI NTT
  • Panitia NYEPI 2019
  • BPH NTT
    • Jadwal BPH NTT 2018
  • PHDI Kota Kupang
  • PHDI Kabupaten Kupang
  • Donasi (Dana Punia)

hut phdi

NL10

GubernurNTT

Foto Hindukupang.com : Bersama Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Periode 2018-2023 Bapak Dr.Viktor Bungtilu Laiskodat,S.H.,M.Si

Idul Fitri 2024h

Foto Hindukupang.com : Bersama Penjabat Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Periode 5 Sept 2023-2024 , Bapak Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake,S.H.,M.D.C

NTT1

Bapak EmanueL MeLkiades Laka Lena,S.Si.,Apt, Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Periode 2025 - 2030

Idul Fitri 2024

Foto Hindukupang.com  : Bersama Penjabat Gubernur NTT Bapak Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake,S.H.,M.D.C, Sekretaris Daerah Provinsi NTT Bapak Kosmas Damianus Lana,S.H.,M.Si, Kapolda NTT ★★ Bapak Irjen Pol.Daniel Tahi Monang Silitonga,S.H.,M.A, serta jajaran Pejabat Polda NTT, Danrem 161 Wirasakti Kupang ★ Bapak Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes,S.E.,M.M, Danlanud El Tari Kupang ★ Bapak Marsma TNI Djoko Hadipurwanto,S.E.,M.M, Danlantamal VII Kupang NTT ★ Bapak Laksma TNI I Putu Darjatna,M.Tr.Opsla, Kepala BIN Daerah (KABINDA) NTT ★ Bapak Brigjen TNI Agustinus Eko Mulyadi,S.IP.,M.M, Penjabat Walikota Kupang Bapak Fahrensy Priestley Funay,S.E.,M.Si, Penjabat Bupati Kupang Bapak Alexon Lumba,S.H.,M.Hum, Irwasda Polda NTT Kombes.Pol.I Made Sunarta,S.I.K.,M.H, Dansat Brimob POLDA NTT Kombes.Pol.Ferry Raimond Ukoli,S.I.K (Tanggal 10 April 2024/Rary Triguntara,SKM)

 

Home

"Guru Wisesa" Gubernur NTT Bersama Wakil Gubernur NTT Buka Perayaan HUT RI ke 80 Tahun Dengan Semangat Ayo Bangun NTT Dalam Acara Kirab Budaya NTT "BaGaYa" : Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya Tahun 2025

  •  Print 
  • Email


HinduKupang.com, NTT – Parade Kirab Budaya Menyambut Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80 Tahun di Provinsi Nusa Tenggara Timur dibuka secara resmi oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena,S.Si.,Apt Bersama Wakil Gubernur NTT Irjen Pol.(Purn) Drs.Johanis Asadoma,S.I.K.,M.Hum, dan Ketua DPRD NTT Ibu Ir.Emelia Julia Nomleni, pada hari rabu, 13 Agustus 2025 di depan Rumah Jabatan Gubernur NTT. Hadir pula Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Franscies, S.Sos., M.Sc., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) tingkat provinsi dan kota, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Tingkat Provinsi NTT, Brimob, POLDA NTT, TNI, Drumband Siswa Siswi SMA dan SMK , Paguyuban Berbagai Etnis Sulawesi Selatan, Minangkabau, "Banjar Dharma Agung Kupang (BDAK) Paguyuban Etnis Bali (Hindu) di Kupang NTT, serta Universitas di Kota Kupang, insan jurnalis pers media, dan seluruh masyarakat.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Kirab Budaya bertajuk "NTT Bagaya Merayakan Warisan Menyongsong Masa Depan", serta Mengusung tema NTT BaGaYa : “Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya”, kirab budaya yang diikuti oleh 80 peserta ini menjadi simbol kebangkitan semangat berkarya di tengah masyarakat. Kegiatan ini mencerminkan tekad bersama untuk membangun daerah melalui Budaya, kreativitas, inovasi, dan kolaborasi antara pemerintah, swasta, serta masyarakat.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sambutannya menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni peringatan kemerdekaan. “Kirab budaya dan pameran ini adalah refleksi capaian pembangunan, wadah promosi potensi daerah, serta ruang bagi pelaku UMKM untuk menampilkan karya terbaik mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan NTT harus dibangun melalui penguatan kreativitas lokal, melestarikan budaya NTT, pengembangan ekonomi mikro, dan keterlibatan masyarakat akar rumput. “Sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan NTT yang mandiri dan berdaya saing,” tegas Gubernur NTT Melki.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menggelar Kirab Budaya bertajuk “NTT Bagaya Merayakan Warisan Menyongsong Masa Depan” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebanyak 80 kelompok peserta dari instansi pemerintahan, sekolah, dan paguyuban etnis turut ambil bagian dalam pawai budaya ini. Kirab dilepas secara resmi oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, yang mengajak seluruh masyarakat untuk mengenang perjuangan para pahlawan bangsa.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan, kemerdekaan Indonesia bukan hadiah dari penjajah, melainkan buah perjuangan panjang yang ditempa oleh pengorbanan rakyat dari berbagai suku, agama, dan latar belakang. “Kemerdekaan ini adalah bagian dari perjuangan seluruh rakyat Indonesia, termasuk rakyat Nusa Tenggara Timur,” ujarnya. Tahun ini, kirab budaya mengusung semangat baru dengan menghubungkan warisan budaya lokal dan konsep pariwisata berkelanjutan (eco-cultural tourism) yang kini menjadi tren global. Para peserta menampilkan keindahan kain tenun, musik tradisional, tarian daerah, kuliner khas, dan prosesi adat dari berbagai wilayah di NTT.

Pawai kirab dimulai dari depan Rumah Jabatan Gubernur NTT, melintasi Jalan El Tari, melewati Kuanino, dan berakhir di Gereja Katedral Kristus Raja Kota Kupang. Sepanjang rute, ribuan warga tumpah ruah menyaksikan suguhan budaya dari berbagai etnis dan daerah di NTT.

Berbagai tarian adat dipersembahkan berbagai peserta Parade berbagai pulau-pulau di Nua Tenggara Timur yaitu dari Pulau Flores, Sumba, Timor, Alor, Rote, Sabu, Lembata, dan Adonara , yang dikenal dengan sebutan FLOBAMORATA. Gerak, kostum, dan musik tradisional yang dibawakan menjadi daya tarik tersendiri, mempertegas kekayaan budaya NTT di mata publik.

Salah satu penampilan yang menyedot perhatian adalah paguyuban etnis Bali “Banjar Dharma Agung Kupang” (BDAK) yang membawakan Sendratari Ramayana. Kisah legendaris  yang sering dalam Pewayangan Nusantara ini mengisahkan perjuangan Rama yang merupakan titisan Awatara Dewa Wisnu bersama pasukan kera dan Hanoman melawan Rahwana untuk menyelamatkan Dewi Sinta. 

Paguyuban etnis Bali yaitu "Banjar Dharma Agung Kupang (BDAK) sebagai perwakilan Etnis Bali (Hindu) di Kota Kupang NTT, menampilkan Sendratari RAMAYANA, yaitu kisah Rama dan Dewi Sinta, serta Rahwana dan Hanoman. Kisah Ramayana ini menceritakan Raksasa Rahwana menculik Dewi Sinta istri dari Rama, dan akhirnya terjadi perang merebut kembali Dewi Sinta di kerajaan AlengkaPura dan Rama dengan pasukan kera dan Hanonan bertempur melawan raksasa Rahwana yang kalah berperang. Akhirnya Rama berhasil berjumpa kembali dengan istrinya Dewi Sinta dan hidup berbahagia. Sendratari Ramayana diiringi Gamelan Gong "Sekehe Demen" yang dipersembahkan di hadapan Guru Wisesa, Pemimpin Daerah Gubernur NTT, Wakil Gubernur NTT , Ketua DPRD NTT dan Wakil Walikota Kupang mendapatkan tepuk tangan meriah dan apresiasi yang memukau seluruh masyarakat.

Dengan iringan gamelan gong “Sekehe Demen”, pertunjukan tersebut berhasil menghipnotis penonton, termasuk para pejabat daerah yang hadir di panggung kehormatan. Adegan pertempuran, keanggunan gerak tari, dan musik gamelan yang ritmis memancing tepuk tangan meriah dari penonton.

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Franscies, memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan seluruh elemen masyarakat. “Kegiatan ini menjadi bukti bahwa keberagaman budaya adalah kekuatan NTT dalam membangun masa depan,” ujarnya.

Selain kirab, rangkaian perayaan HUT RI ke-80 di NTT juga diisi dengan pameran pembangunan yang diikuti 225 stand bertempat di lapangan Hotel Harper 11-20 Agustus 2025. Stan-stan pameran ini menampilkan capaian pembangunan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi NTT, produk UMKM, kerajinan khas, hingga inovasi layanan publik.

Ketua Panitia yang juga Kepala Dinas Kominfo Provinsi NTT, Frederik C.P. Koenunu, menjelaskan bahwa tujuan pameran ini adalah menyampaikan capaian pembangunan, mempromosikan produk lokal, serta memperkuat kecintaan pada budaya daerah. “Pameran ini adalah ruang bersama yang menghubungkan ekonomi kreatif, UMKM, dan pelestarian budaya,” katanya.

Bagi yang tidak sempat hadir langsung, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT serta Dinas Kominfo Provinsi NTT menyiarkan kirab budaya ini secara langsung melalui kanal YouTube masing-masing, Video Kunjungi Disini, agar memungkinkan masyarakat di seluruh pelosok NTT bahkan luar daerah untuk ikut merasakan kemeriahannya serta semangat Kemerdekaan "Ayo Bangun NTT".(Guntara)

Foto : Hindukupang.com / k'Gun

Editor : RyGun

Hindukupang.com : Bersama Penata Tari Sdri.Kini Kinanti Dan Kera Sakti "Hanuman" dan Rahwana Dalam Pawai Ramayana Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur , menyambut Dirgahayu Hari Kemerdekaan RI ke 80 Tahun, 13 Agustus 2025, Parade Kirab Budaya ini Dibuka Oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. 

Baca Juga : Sekolah Dasar Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang NTT Angkatan II Tahun 2024 Rayakan Kenaikan Kelas dan Kelulusan dengan Pagelaran Seni dan Penghargaan, "Generasi Berkarakter, Sukses Menggapai Impian"

Baca Juga : SD Hindu Adi Widya Pasraman Saraswati Angkatan I merayakan Kelulusan 100 Persen dengan Gelar Karya dan Pentas Seni di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Kolaborasi PHDI NTT, WHDI NTT dan Dinas Kesehatan NTT Ratusan Umat Hindu Hadir di Aula El Tari Komitmen Bergerak Bersama Melawan Gizi Buruk, Edukasi Stunting dan Pentingnya Kesehatan Jiwa Sejak Dini

Baca Juga : Dharma Santi Nyepi 2025 Kupang Ibukota NTT Hadirkan Pentas Seni Budaya, Refleksi, Pelayanan "Manawa Sewa, Madhawa Sewa", Dan Inspirasi Pancasila Dari Timur Nusantara

 

Details
Written by Admin
Category: Kegiatan
Published: 13 August 2025
Hits: 271

Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

  •  Print 
  • Email

6215513453880265265

Sharing Dharma (ShaDhar) berbagi Sembako oleh HinduKupang.com Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Bulan Purnama Sasih Sadha 10 Juni 2025, di Keluarga Dharmika Bapak I Gusti Bawa, berjumpa dengan Ida Bhawati I Made Suaba Aryanta, di Kebun Taebenu Baumata Kupang NTT.

HinduKupang.com, NTT — Aksi Kemanusiaan Hindu Kupang Warnai Purnama Juni 2025. Hindu Kupang menggelar aksi sosial bertajuk Sharing Dharma (ShaDhar) Pawongan bertepatan dengan Bulan Purnama Sasih Sadha pada 10 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan Dharma kemanusiaan, menyasar umat Hindu yang membutuhkan, seperti janda, keluarga disabilitas, dan para penganut Hindu Dharmika (Penganut Hindu pemula) yang hidup dalam keterbatasan.

Momentum Bulan terang "Purnama" serta Matahari (Surya) menuju "Uttarayana" Jadi Landasan Spiritualitas kegiatan kemanusiaan Hindukupang.com yang mengikuti petunjuk "Nature code" Kode AlamNYA sesuai Sastra Tattwa Pustaka Suci Hindu "Sarasamuccaya" dalam beramal sedekah.

6215513453880265292

Sumber BMKG : Garis Balik Utara (GBU) = God Bless Us (GBU), Uttarayana (Pustaka Suci Sarasamuccaya)

Kegiatan Aksi Kemanusiaan berbagi Sembako Hindukupang.com ini digelar pada masa "Uttarayana", saat matahari bergerak ke belahan bumi utara dari garis khatulistiwa. Dalam ajaran Hindu, dan Pustaka Suci Hindu Sarasamuccaya, pada Sloka 181-183 , kemudian Sloka 187-189, sangat jelas dan tegas aturan dalam beramal sedekah.

Sarasamuccaya ≈ Sa Rasa Kamu Harus Percaya 
pada Sloka 183,

Bahasa Sanskerta :
ayaneșu ca yaddattarin şadacitimukhesa ca, candrasüryoparáge ca visuve ca tadakşayam

Jawa Kuno :
Nyang cubhakala, pratyekanya, hana dakainayana ngaranya, tambe sang hyang ädityängidul, hana uttarayana ngaranya, tambe sang byang adityängalor, hana sadasitimukha ngaranya, somagraha, suryagraha, wisuwakala wisu kunang, ikang wastu dānākéna ri kāla samangkana, atisaya rakwa bhärani phalanika.

Artinya :
Inilah perincian waktu yang baik ada yang disebut daksinayana, waktu matahari mulai berkisar ke arah selatan; uttarayana, waktu mulai matahari ke arah utara; ada yang bernama saat menjelang sadaciti mukha, saat gerhana bulan atau gerhana matahari; juga waktu baik yaitu ketika matahari berada di khatulistiwa (wisuwakala); sesuatu barang yang disedekahkan pada waktu itu, bukan alang kepalang besar pahalanya.

6215513453880265293

6215513453880265294

6215513453880265295

6215513453880265296

"Uttarayana Jadi Momentum Berbagi, Hindu Kupang NTT Salurkan Sembako dan Spiritualitas" , Perpaduan aspek astronomis keagamaan dengan aksi sosial.

Periode "Waktu" Beramal dalam Sloka 181-190 Pustaka Suci Hindu Sarasamuccaya oleh Bhagawan Wararuci, ini dipercaya dan diyakini umat Hindu sebagai waktu terbaik untuk berbagi, bersedekah, dan menebar kebajikan. Ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kasih sayang sesama dalam wujud spiritualitas yang lebih dalam dan penuh makna.

6215513453880265260

"ShaDhar Purnama : Hindu Kupang Tebar Kasih di Tengah Keterbatasan" , momen Bulan Purnama dan aksi nyata kepada umat Hindu yang membutuhkan.

Bantuan Sembako serta Dupa Sebagai Wujud Kasih disalurkan melalui berbagai donatur yang turut berpartisipasi bersama Hindukupang.com. Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok seperti beras 10 kilogram, minyak goreng 2 liter, minyak goreng tambahan 1 liter, satu papan telur ayam, dan Dupa untuk sembahyang. Semua bantuan ini dimaksudkan untuk meringankan beban para keluarga Hindu yang tengah berjuang dalam keterbatasan.

6215513453880265266

Dharmika Hindu Kupang sedang "Mejejahitan" Merangkai Bunga dan Wangi Daun Pandan, Canang Sari dan Buat Kwangen untuk SembaHyang sore hari Bulan Purnama Sasih Sadha 10 Juni 2025.

6215513453880265261

"Dari Dharma untuk Sesama : Bantuan Hindu Kupang Sentuh Umat Marginal" , Kepedulian dan Semangat Pelayanan Dharma dalam bentuk bantuan nyata kepada umat kecil.

Tujuh Keluarga Penerima Bantuan terpilih melalui informasi media Hindukupang. Adapun Tercatat tujuh kepala keluarga menerima bantuan ini, antara lain keluarga Bapak Wayan Sutama di Liliba, keluarga I Gusti Bawa dan Ibu Tutut Wati di Taebenu Baumata, serta Ibu Yuliana seorang janda yang menjaga tanah Banjar Dharma Agung Kupang di Lasiana. Juga keluarga Bapak Nyongki (Tim BorBor) atau tim krematorium Hindu yang berprofesi ojek online Grab Bike, serta juga Ibu Agung Rai, janda yang seorang diri masih bertahan menjadi pemeluk Hindu di Kelapa Lima walaupun beberapa anaknya sudah menikah dan beralih keyakinan.

Kemudian Bantuan juga disalurkan kepada Disabilitas Hindu dan Pekerja Swasta di Lapangan pun Tak Dilupakan. Bantuan juga menyasar keluarga Bapak Eka Kurniawan, seorang disabilitas Hindu di Alak, serta Bapak Nyoman Simpen, ojek online Maxim Hindu yang berdomisili di Belo, Kolhua. Mereka adalah simbol perjuangan umat yang tetap teguh dalam Dharma meskipun berada dalam kondisi yang serba sulit.

6215513453880265262

"Solidaritas Tanpa Nama : Donatur Hindu Kupang Bergerak untuk Umat Dharmika" , Fokus pada nilai keikhlasan dan kerja kolektif untuk kepedulian Umat.

Kegiatan aksi kemanusiaan ini dengan dukungan para Donatur Tanpa Pamrih melalui bersama Hindukupang. Dana bantuan diperoleh dari berbagai donatur yang memilih untuk tidak disebutkan namanya. Para dermawan ini percaya bahwa amal terbaik adalah yang dilakukan tanpa pamrih dan tanpa harus diketahui banyak orang apalagi para donatur juga tidak mau disebut namanya. Semangat berbagi ini mencerminkan nilai-nilai luhur dalam ajaran Hindu.

Penyaluran Berlangsung dari Pagi Hingga Petang pada 10 Juni 2025. Penyaluran bantuan dilakukan sepanjang hari, mulai pukul 09.00 hingga 18.30 WITA. Tak hanya distribusi sembako, kegiatan juga diisi dengan penguatan kerohanian dan "Sharing Dharma" untuk memberikan semangat hidup kepada para penerima bantuan.

6215513453880265268

Tanah Banjar Dharma Agung Kupang (BDAK) di Lasiana, dan Penjaga Ibu Yuliana bersama Anaknya Wayan Nurchana

6215513453880265267

ShaDhar : Berbagi Dharma dan Kasih, 
Konsep "ShaDhar" atau "Sharing Dharma menjadi inti kegiatan Hindukupang.com di Ibukota Provinsi NTT ini. Tidak hanya berbagi materi, tetapi juga menyebarkan kebijaksanaan, semangat, dan dukungan spiritual kepada umat Hindu Dharma. Ini adalah bentuk sedekah spiritual yang memberi manfaat lebih luas dan mendalam.

Panggilan Kepedulian bagi Semua Organisasi dan Lembaga Hindu di Kupang maupun NTT.
Kegiatan ini menjadi panggilan moral bagi semua organisasi dan lembaga Hindu, baik di Kupang maupun Provinsi Nusa Tenggara Timur, untuk lebih peka dan proaktif mendeteksi kondisi keumatan di masyarakat, agar tidak ada umat yang terabaikan dalam kesulitan hidup.

6215513453880265263

Sedekah Bukan Hanya Materi.
Penyaluran bantuan melalui Hindukupang.com menegaskan bahwa bantuan tidak selalu dalam bentuk uang. Sedekah bisa berupa bahan makanan, dukungan moral, tenaga, waktu, bahkan hanya dengan mendengarkan keluh kesah umat. Ini adalah bentuk-bentuk cinta kasih yang harus terus dijaga dan dibudayakan.

Permasalahan "Pawongan" Umat Hindu di Kupang dan NTT pun Masih Banyak, Realita di lapangan menunjukkan masih banyak permasalahan *Pawongan* (hubungan antar manusia) umat Hindu di Kupang dan sekitarnya. Kesadaran kolektif sangat dibutuhkan agar persoalan umat dapat diselesaikan sejak dini, langsung dari akar rumput, dan menjadi Tugas Bersama Para Pengurus Organisasi Umat Hindu di Kupang dan NTT.

6215513453880265264

Hindukupang.com : Penyaluran Sembako kepada Keluarga Dharmika Bapak Wayan Sutama di LiLiba (Foto Atas), Keluarga Dharmika Bapak Nyongki - oesapa, Tim BorBor Krematorium Hindu di Kupang (Foto Tengah), dan Keluarga Ibu Agung Rai (Janda Hindu) di Kelapa Lima Kota Kupang NTT (Foto Bawah), 10 Juni 2025.

6215513453880265269

6215513453880265270

Tanggung jawab besar ini tidak bisa hanya ditanggung satu pihak. Semua elemen Pengurus Organisasi umat Hindu, dari Lembaga, Pura, organisasi , pemuda, hingga lembaga keagamaan Hindu, memiliki peran penting untuk saling bahu membahu dalam membantu sesama, dalam sisi Pawongan, Sudah Cukup Parahyangan dengan upacara puluhan bahkan ratusan juta, namun sisi kepedulian Pawongan, hubungan sesama manusia masih banyak yang terabaikan, bahkan cenderung tak terdeteksi dan tak pernah mengetahui kondisi umat Hindu di level terbawah. Maka tak heran kondisi ekonomi terjepit, hingga berbagai permasalahan dan desakan depresi yang terakumulasi menjadi penyebab dari banyaknya kasus Ulah Pati "Bunuh Diri" terjadi dan harus segera diantisipasi berbagai pihak. Sebagai para pengurus Organisasi dan lembaga Hindu di Kupang dan NTT harus lebih sering turun melihat kondisi umat Hindu yang masih banyak sekali memerlukan bantuan dan siraman kerohanian agar mereka tidak kekeringan dan dahaga kehausan dalam memperoleh siraman Tattwa , dan etika susila dalam berupacara yadnya yang tulus dan ihklas (Lascarya).

6215513453880265273

Keluarga Dharmika Bapak Eka Kurniawan, Disabilitas Hindu, di Alak Kota Kupang NTT
Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

6215513453880265272

Peliharaan usaha ternak Bebek, Keluarga Bapak Eka Kurniawan (Disabilitas Hindu), dan Juga Usaha Laundry Rumahan di Alak Kota Kupang NTT

6215513453880265271

Sarasamuccaya : Petunjuk Luhur dalam Beramal
Di Dalam kitab suci Sarasamuccaya, disebutkan bahwa sedekah dan beramal adalah jalan utama menuju kebahagiaan sejati. “Di dunia ini tiada tempat berbuat Dharma yang tak menghasilkan kebahagiaan.” Maka dari itu, berbagi adalah jalan menuju kebebasan rohani dan kebahagiaan sejati, baik bagi pemberi maupun penerima.(*OMTatSat/RyGuN)

Sumber dan Foto : Hindukupang.com / Guntara

6215513453880265274

Hindukupang.com : Keluarga Dharmika Bapak I Nyoman Simpen, di Belo Kolhua Kota Kupang NTT,
Kak Guntara, Bersama Ojek Online Bapak Made Wawan Grab Bike dan Bapak Nyoman Simpen Maxim Hindu Kupang NTT.

6215513453880265275

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Kolaborasi PHDI NTT, WHDI NTT dan Dinas Kesehatan NTT Ratusan Umat Hindu Hadir di Aula El Tari Komitmen Bergerak Bersama Melawan Gizi Buruk, Edukasi Stunting dan Pentingnya Kesehatan Jiwa Sejak Dini

Baca Juga : Dharma Santi Nyepi 2025 Kupang Ibukota NTT Hadirkan Pentas Seni Budaya, Refleksi, Pelayanan "Manawa Sewa, Madhawa Sewa", Dan Inspirasi Pancasila Dari Timur Nusantara

Baca Juga : Audiensi Bersama Gubernur NTT Melki, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT Tekankan Akses Jalan Pura Oebanantha , Pemerataan Pendidikan, Penguatan UMKM Serta Jaminan Perlindungan Kesehatan Sosial Masyarakat NTT

Baca Juga : Upacara Tawur Kesanga 2025 Dan Pawai 7 Ogoh-Ogoh Meriahkan Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 Di Kota Kupang NTT

Baca Juga : Rangkaian Kegiatan Nyepi Tahun Baru Saka 1947 di Kota Kupang Tahun 2025

Baca Juga : Upacara Melasti 2025 Umat Hindu Kupang Gelar Ritual Penyucian Sambut Datangnya Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947

Baca Juga : Sambut Nyepi Tahun Saka 1947 Umat Hindu Kota Kupang NTT Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan Dalam Semangat "Manawa Sewa, Madhawa Sewa"

Details
Written by Admin
Category: Kegiatan
Published: 10 June 2025
Hits: 643

Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

  •  Print 
  • Email

Hindu Kupang PEKA Peduli Kasih

"Manawa Sewa , Madhawa Sewa , Melayani Sesama, Melayani Tuhan : Aksi Hindu Kupang PEKA (PeduLi Kasih) untuk Kemanusiaan" (25 Mei 2025)

HinduKupang.com - NTT, Ajaran luhur dalam Agama Hindu yang dikenal sebagai "Tri Hita Karana" kembali diwujudkan dalam bentuk nyata oleh umat Hindu di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tiga pilar kehidupan Ajaran Hindu Dharma yang mencakup "Parahyangan" yaitu hubungan manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa Tuhan yang Maha Kuasa, "Pawongan" hubungan manusia dengan sesama dalam kemanusiaan, dan "Palemahan" hubungan manusia dengan lingkungan serta alam semesta, menjadi landasan utama dalam gerakan kepedulian kemanusiaan yang digelar pada 23-25 Mei 2025.

Kegiatan sosial yang dilakukan "Hindu Kupang PEKA (Peduli Kasih)" ini menggugah banyak pihak turut berpartisipasi dari berbagai organisasi keumatan seperti Pengurus Pengempon Pura Agung Giri Kertha Bhuwana, Warga Tempekan Alak dan Pengempon Pura Mandala Natha, Donasi Warga Tempekan Oebufu, dan Hindu Peduli Kemanusiaan, kemudian Donasi Penyelenggara Hindu Kota Kupang dan staf pegawai, serta Donasi yang terhimpun pada Whatsapp group Media Hindukupang.com. Mereka bersama-sama menyalurkan bantuan kepada salah satu keluarga umat Hindu yang sedang mengalami kesulitan di wilayah Alak, Kota Kupang.

Hindu Kupang PEKA Peduli Kasih2

"Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan : Hindu Kupang Wujudkan Tri Hita Karana"
Menekankan perlunya keseimbangan antara ritual keagamaan dan kepedulian sosial.

Penerima bantuan adalah Keluarga Bapak I Putu Eka Kurniawan (39tahun), seorang penyandang disabilitas yang kehilangan kedua tangannya akibat amputasi. Ia tinggal bersama istrinya Ibu Hodijah atau Dina (seorang Dharmika asal Bogor), bersama tiga anaknya yang masih SD, SMP dan SMA yakni Gede Prana, Kadek Ghisyia Maharani, Komang Caitanya. Kondisi keluarga ini ditopang oleh usaha Laundry yang dijalankannya bersama istri, namun saat ini istrinya menjalani operasi kesehatan di Rumah Sakit Tentara (RST) Wira Sakti Kupang dan sudah pulang serta sedang dalam masa pemulihan di rumah.

Bentuk bantuan yang disalurkan Media "Hindu Kupang PEKA (Peduli Kasih)" ini berupa uang donasi, sembako seperti beras sebanyak tiga (3) karung (masing-masing 5kg dan 10kg), serta telur. Bantuan tersebut ditujukan untuk meringankan beban ekonomi keluarga yang kini masuk dalam daftar warga Tempekan (sektor) Alak, wilayah komunitas umat Hindu setempat. Hindu Peduli Kemanusiaan juga menyalurkan donasi uang sebesar 1.058.000, dan dari Pengempon Pura Agung Giri Kertha Bhuwana  serta Ketua Tempekan Oepura Sikumana juga memberikan bantuan donasi uang, kepada keluarga penerima bantuan.

Hindu Kupang PEKA Peduli Kasih3

"Dari Donasi hingga Pustaka Suci : Wujud Aksi Hindu Kupang PeKa (PeduLi Kasih) untuk Umat Hindu"
Dukungan bantuan kemanusiaan, hingga spiritual (Jnana Yadnya).

Semangat pengabdian yang melandasi aksi ini tercermin dalam Filsafat Tattwa Ajaran Hindu Dharma : “Manawa Sewa, Madhawa Sewa” melayani sesama manusia berarti juga melayani Tuhan. Nilai ini menjadi fondasi bagi gerakan sosial insidentil yang muncul dari kepedulian terhadap kondisi umat yang membutuhkan uluran tangan.
Manawa Sewa , Madhawa Sewa , melayani sesama dalam kemanusiaan sama dengan melayani Tuhan, adalah hal yang patut dilaksanakan dalam segala kehidupan sosial kemasyarakatan. Hal ini tercermin dalam wujud aksi nyata, secara insidentil, karena melihat kondisi umat Hindu yang memerlukan bantuan kemanusiaan, seperti yang selama ini terlaksana adanya Donor Darah ke PMI, maupun membantu sesama dalam kehidupan sosial.

Media Hindukupang.com dalam wawancara singkat bersama penerima bantuan Bapak I Putu Eka Kurniawan sekeluarga, menyampaikan limpah terima kasih atas segala bantuan yang telah diberikan kepada Umat Hindu yang sangat memerlukan bantuan dalam bentuk sembako, serta uang donasi (dana punia) dari semua pihak yang secara ikhlas turut membantu kemanusiaan.

Selain kegiatan distribusi bantuan, tim HinduKupang.com yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga melakukan Sharing Dharma (ShaDhar) Hindu Kupang dengan keluarga penerima bantuan. Bapak I Putu Eka Kurniawan dan keluarga menyampaikan rasa terima kasih atas segala bantuan yang diberikan, serta berharap semangat solidaritas ini terus berlanjut dalam membantu umat Hindu lainnya yang membutuhkan.

"To Govern is To Serve" , Memimpin adalah Melayani, serta lebih Peka terhadap berbagai kondisi permasalahan keumatan umat Hindu di kota Kupang maupun Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan berbagai Dinamika Sosial yang ada bahkan jarang terungkap ke permukaan.

Momen ini juga menjadi refleksi bagi umat Hindu di Kupang maupun Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk menyeimbangkan aspek "Parahyangan dan Pawongan". Sering kali, banyak Pihak berfokus pada pelaksanaan upacara Yadnya dengan biaya besar bisa puluhan juta bahkan ratusan juta, namun lupa akan kebutuhan dasar dan kemanusiaan sisi "Pawongan" hubungan sesama manusia dalam kemanusiaan di sekitar mereka. Kepedulian terhadap sesama adalah bagian esensial terpenting dari pelaksanaan Ajaran Hindu Dharma.

Sudah saatnya sisi Parahyangan dengan berbagai upacara yadnya puluhan bahkan ratusan juta, diseimbangkan dengan Pawongan menolong sesama yang memerlukan bantuan ekonomi, sebagai wujud membantu sesama dari sisi kemanusiaan.
Begitupun sisi Palemahan, menjaga ekosistem kebersihan lingkungan sekitar dan alam semesta agar harmoni dan seimbang.

Demikian pula, aspek "Palemahan" atau pelestarian ekosistem lingkungan tidak boleh diabaikan. Tri Hita Karana menekankan keseimbangan antara Tuhan, sesama Manusia, dan harmoni lingkungan alam semesta. Dalam praktik nyata, hal nyata ini bisa diterapkan lewat kegiatan menjaga kebersihan lingkungan, penghijauan, dan aksi ramah lingkungan lainnya.

Prinsip Guru Wisesa Kota Kupang “To Govern is To Serve” atau “Memimpin adalah Melayani” ditekankan dalam gerakan ini. Tokoh-tokoh umat Hindu, pemimpin organisasi keumatan Hindu di Kupang maupun NTT, dan pengurus lembaga keagamaan Hindu diharapkan lebih peka terhadap persoalan sosial di tengah umat, terutama yang hidup dalam kondisi sulit, namun kerap luput dari perhatian publik.

Pemimpin umat Hindu di Kupang dan NTT dihimbau untuk tidak hanya menunggu laporan, tetapi aktif turun langsung ke lapangan, mendeteksi kondisi umat yang membutuhkan, dan segera bertindak nyata. Ketepatan dan kecepatan respons menjadi kunci dalam membantu umat yang berada dalam kondisi darurat sosial ekonomi.

Hindu Kupang PEKA Peduli Kasih1

Setelah kegiatan penyaluran bantuan, Media HinduKupang.com , melalui admin Sdr.Guntara juga melaksanakan "Jnana Yadnya" berupa pemberian "Pustaka Suci Hindu Sarasamuccaya" (terbitan Dirjen Bimas Hindu Pusat) kepada keluarga Hindu Bapak I Putu Eka Kurniawan. Pustaka Suci Sarasamuccaya itu diterima oleh anak beliau yang masih SMP, Sdri.Ghisyia, yang menyambutnya dengan antusias, dengan tatapan matanya yang lembut dan senyum ceria, sebagai simbol semangat belajar ajaran Hindu Dharma (Masa Brahmacari) dan harapan baru dari kedua orangtuanya.

Pustaka Suci Hindu Sarasamuccaya juga diberikan kepada Pinandita (Mangku) Bapak I Ketut Nerdon, seorang pemangku agama Hindu di Kupang. Beliau menyatakan bahwa pemberian Pustaka Suci Veda "Sarasamuccaya" tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan spiritual umat, dan menjadi bagian dari pelaksanaan "Yadnya dalam bentuk ilmu pengetahuan keagamaan".

Kegiatan Hindu Kupang PEKA (Peduli Kasih) ini membuktikan bahwa berbagi tidak hanya sekadar memberikan materi, tetapi juga membawa harapan, pengetahuan, dan kasih. Seperti petunjuk Pesan Semesta (Nature Code) dalam berbagai momentum : “Berbagi kebaikan selalu membawa keberuntungan. God Bless Us (GBU), Uis Neno Nokan Kit, Tuhan Memberkati Kita Semua. Rahayu, OM Tat Sat.”(Hindukupang.com)

Sumber Narasi : Hindukupang.com / Kak Guntara

Foto : Bapak I Nengah Pustaka, Ibu Ni Nyoman Yuliani, RyGuN

 

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

 

Baca Juga : Kolaborasi PHDI NTT, WHDI NTT dan Dinas Kesehatan NTT Ratusan Umat Hindu Hadir di Aula El Tari Komitmen Bergerak Bersama Melawan Gizi Buruk, Edukasi Stunting dan Pentingnya Kesehatan Jiwa Sejak Dini

Baca Juga : Dharma Santi Nyepi 2025 Kupang Ibukota NTT Hadirkan Pentas Seni Budaya, Refleksi, Pelayanan "Manawa Sewa, Madhawa Sewa", Dan Inspirasi Pancasila Dari Timur Nusantara

Baca Juga : Audiensi Bersama Gubernur NTT Melki, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT Tekankan Akses Jalan Pura Oebanantha , Pemerataan Pendidikan, Penguatan UMKM Serta Jaminan Perlindungan Kesehatan Sosial Masyarakat NTT

Baca Juga : Upacara Tawur Kesanga 2025 Dan Pawai 7 Ogoh-Ogoh Meriahkan Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 Di Kota Kupang NTT

Baca Juga : Rangkaian Kegiatan Nyepi Tahun Baru Saka 1947 di Kota Kupang Tahun 2025

Baca Juga : Upacara Melasti 2025 Umat Hindu Kupang Gelar Ritual Penyucian Sambut Datangnya Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947

Baca Juga : Sambut Nyepi Tahun Saka 1947 Umat Hindu Kota Kupang NTT Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan Dalam Semangat "Manawa Sewa, Madhawa Sewa"

Details
Written by Admin
Category: Kegiatan
Published: 25 May 2025
Hits: 456

Kolaborasi PHDI NTT, WHDI NTT dan Dinas Kesehatan NTT Ratusan Umat Hindu Hadir di Aula El Tari Komitmen Bergerak Bersama Melawan Gizi Buruk, Edukasi Stunting dan Pentingnya Kesehatan Jiwa Sejak Dini

  •  Print 
  • Email

DinkesNTT8

Kolaborasi Dinas Kesehatan NTT, Edukasi Kesehatan Bersama PHDI NTT dan WHDI NTT : Tangani Stunting dan Depresi Sejak Dini, 21 Mei 2025 Gedung Aula El Tari Kantor Gubernur NTT (Sumber Foto : I Putu Agus Indrawan)

HinduKupang.com - NTT, Suasana penuh antusias terlihat di Aula Gedung El Tari, Kantor Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pagi ini , 21 Mei 2025 Jam 08:00-12:00WITA. Sekitar 200 peserta umat Hindu Kupang berbagai organisasi dan lembaga Hindu di Kota Kupang dan Provinsi NTT hadir di dalam kegiatan bertajuk “Edukasi Masalah Kesehatan tentang Gizi Buruk, Stunting, dan Penyakit Menular bagi Masyarakat”, yang diselenggarakan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang dan PHDI Provinsi NTT bersama Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Kupang dan Provinsi NTT, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

DinkesNTT9

Kolaborasi Dinas Kesehatan NTT, Edukasi Kesehatan Bersama PHDI NTT dan WHDI NTT : Tangani Stunting dan Depresi Sejak Dini, 21 Mei 2025 Gedung Aula El Tari Kantor Gubernur NTT (Sumber Foto : Guntara / Hindukupang.com)

Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WITA ini diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dan Mars WHDI serta Doa Pembukaan oleh Pengurus Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Koordinator Wilayah NTT Bapak Pinandita I Wayan Budiadnya. Dalam sambutan Ketua Panitia dari Kepala Seksi P2M Dinas Kesehatan NTT, Bapak Anak Agung Suardipa menyampaikan harapan agar kegiatan ini membuka wawasan masyarakat terkait pentingnya pencegahan stunting dan menjaga kesehatan jiwa.

Materi utama disampaikan oleh dua narasumber ahli yaitu Ibu dr. Ernita Selviana,Sp.A (Spesialis Anak), dan Ibu dr. Dewa Ayu Putu Shinta Widari,Sp.KJ,MARS (Spesialis Kesehatan Jiwa). Moderator Acara ini Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Ibu Ir. Erlina R. Salmun,M.Kes, bagi kedua Narasumber dokter Spesialis menyoroti permasalahan serius yang masih dihadapi masyarakat NTT, yaitu stunting, kesehatan pada anak dan gangguan kesehatan jiwa.

DinkesNTT1

DinkesNTT6

Stunting Masih Jadi Perhatian Serius di Provinsi NTT
Menurut dr. Ernita, Provinsi NTT masih menempati peringkat pertama kasus stunting di Indonesia pada tahun 2022. Padahal, berbagai program telah digulirkan. Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah program-program tersebut belum dievaluasi secara tepat, atau kurang menyentuh akar permasalahan?

Ia menekankan pentingnya pengasuhan sejak dini, termasuk melatih anak makan dengan pola disiplin tanpa gangguan gadget atau televisi. “Latih anak duduk fokus saat makan, biarkan dia merasa lapar secara alami, ini melatih kesadaran makan,” ujar dr. Ernita. Ia juga mengingatkan orang tua untuk tidak melakukan body shaming pada anak, karena hal itu bisa melukai psikologis mereka.

DinkesNTT3

DinkesNTT4

Di Dalam Sesi tanya Jawab bersama narasumber, muncul pertanyaan dari Generasi Hindu Kupang, Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT, Kenapa depresi dan tingkat bunuh diri tinggi, di jaman sekarang dan bagaimanakah langkah antisipasi cegah dini gangguan kesehatan jiwa bagi generasi pemuda pemudi di NTT.

Serta para peserta juga bertanya Stunting di NTT ini sudah banyak program ke NTT tapi kenapa masih terus terjadi stunting tersebut, apakah sudah evaluasi program ataukah ada yang tidak tepat sasaran ?

Dinkes NTT01

Sesi Tanya Jawab Bersama Narasumber Ibu dr. Ernita Selviana,Sp.A (Spesialis Anak), dan Ibu dr. Dewa Ayu Putu Shinta Widari,Sp.KJ,MARS (Spesialis Kesehatan Jiwa), 21 Mei 2025, di Gedung Aula El Tari Kantor Gubernur NTT

Ibu Dokter Ernita,Sp.A menjelaskan peranan dari "Basic Feeding RuLes" , melatih pola makan dasar pada anak, 30menit-1jam (1-2 Minggu), dengan suruh anak duduk, full konsentrasi ajarin anak duduk fokus dan makan (disuap/makan sendiri), tidak boleh ada gadget HP, tidak main Boneka atau tidak nonton TV.

Saat berikan Makanan anak harus duduk dan fokus pada makanan. Biarkan anak Laper, (tanpa camilan) sampai dia meminta makan sendiri itu respon alami tubuh.Lalu ajak anak duduk, dan berikan makan, dan latihan fokusnya pada makanan yg disantap saat kunyah dan menelan makanan. Penjelasan dokter Ernita Selviana Spesialis Anak.

Benar kata Orang Wikan (Bijaksana) dalam Ajaran Hindu, Meditasi terbaik adalah meditasi pada makan, dan fokus hadapi makanan, jangan pikiran Lain-lain apalagi fokusnya terpecah. makan harus fokus rasakan tekstur dan rasa makanannya.

DinkesNTT2

Depresi dan Kesehatan Jiwa Pada Anak Perlu Perhatian Serius
Sementara itu, Pertanyaan kepada dokter Shinta Spesialis Kesehatan Jiwa dari bberapa peserta yang hadir sdri Srikandi, sdr.Agus serta dr.Rosa, bagaimana menyikapi kesehatan jiwa pada anak stunting,, serta peranan manajemen emosional pada remaja yang akan menjadi keluarga membina rumah tangga dengan berbagai persoalannya. Kemudian bila konsultasi ke dokter spesialis Jiwa biayanya berapa agar masyarakat  bisa konsultasi kesehatan jiwa. Jawaban dari Ibu dr. Shinta,Sp.KJ memaparkan bahwa setiap 40 detik, terjadi kasus bunuh diri di dunia akibat stress depresi. Ia menegaskan bahwa masalah kesehatan jiwa sering tidak terlihat, tetapi dampaknya sangat serius ibarat Fenomena Gunung Es, diatas terlihat kecil namun dibawah permukaan masih banyak masalah kejiwaan yang tertumpuk akumulasi.

Dinkes NTT02

Sesi Tanya Jawab Bersama Narasumber Ibu dr. Ernita Selviana,Sp.A (Spesialis Anak), dan Ibu dr. Dewa Ayu Putu Shinta Widari,Sp.KJ,MARS (Spesialis Kesehatan Jiwa), 21 Mei 2025, di Gedung Aula El Tari Kantor Gubernur NTT

Depresi, kecanduan gadget, gangguan tidur, tekanan akibat masalah ekonomi atau sosial, bahkan pernikahan tanpa persiapan emosional yang matang, dapat menjadi pemicu gangguan jiwa. Oleh karena itu, menurutnya, konsultasi kesehatan jiwa harus menjadi hal yang lumrah, dan masyarakat perlu tahu bahwa layanan ini bisa diakses gratis melalui BPJS.

Pernikahan dan tantangan pasti selalu ada, atasi depresi dalam hadapi masa Grahasta (berumah tangga ) harus matang secara emosional, menyatukan 2 Hati Mudah, Menyatukan 2 Keluarga tidak semudah itu, Selalu ada tantangan dan bisa timbulkan Depresi stress.

Hadapi pernikahan, ilmu parenting sangat penting, dan pahami juga manajemen konflik dalam berumah Tangga, bagaimana hadapi konflik dalam keluarga Hindu, dengan mengatur waktu dengan baik selama 24 Jam, perhatian pada keluarga pasangan anak, dan kebutuhan Rumah Tangga, 8 jam bekerja, 8 jam tidur berkualitas, 8 jam waktu keluarga,hobby, pengembangan diri, dan aktivitas lainnya. 

Ketahuilah identitas diri anda sendiri, dalam atasi konflik dalam pasutri, harus ada juga dukungan sosial dalam persiapan Menikah, berumah tangga, dukungan keluarga, teman, karena kita mahluk sosial, jangan hadapi masalah sendirian, Karena semakin berat depresi stresnya,
Serta juga ekpektasi harus realistis, terbuka, jujur komunikasi pada pasangan, jangan bohong apalagi selingkuh sama pasangan Karena bisa timbul perceraian pada suami istri,

Serta konsultasi pra nikah (sebelum Kawin) sangat penting sebelum menikah secara Agama, agar bisa saling berdiskusi, serta problem apa yang akan muncul dan bisa teratasi.

Konsultasi ke psikiater, dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, bahwa kesehatan jiwa biaya tidak mahal, dan bisa dipakai BPJSnya, sehingga gratis, serta bila ada masalah kejiwaan silahkan konsultasi, kecanduan Gadget, kecanduan rokok, miras mabok, sulit tidur karena pikiran banyak simpanan dan simpenan , Orang Dengan Gangguan Jiwa ODGJ, serta banyak pikiran akibat cicilan kredit, putus cinta, hamil diluar kawin (married by accident) tanpa tanggung jawab , memiliki fantasi seksual menyimpang LGBT, asusila, bunuh diri, PedofiLia (melakukan hubungan Sex cabul pada anak kecil dibawah umur), dll silahkan konsultasikan kejiwaan diri anda segera ke Klinik kesehatan Jiwa, ungkap dr.Shinta Widari,Sp.KJ yang juga Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Kupang.

Ibu dr.Shinta,Sp.KJ,  juga menekankan Lebih sabar hadapi rewelnya anak pada saat mau makan, dan pahami fase tumbuh kembang anak terkait kejiwaan anak, sehingga perlu lebih perhatian dan kasih sayang pada anak.

Pahami perubahan perilaku anak kecil ketika bergaul dengan lingkungannya, kenali betul problem anak anda Masing-masing dirumah, jangan cuek dengan masalah kejiwaan anak yang tidak diatasi.

Ibu dr.Shinta,Sp.KJ menjelaskan Pikiran Alam bawah sadar itu 82%, alam sadar itu hanya 12%, Kehidupan seseorang dan kejiwaannya ditentukan dari pikiran alam bawah sadarnya yang 82% tersebut.

Sebagai orang tua harus menjadi pendengar yang baik dengan anak anaknya, posisikan diri anda horizontal, jangan vertikal, orangtua bekerja itu di kantor, bila sudah dirumah berikan kasih sayang pada keluarga anda dirumah, serta lebih peka kepada kesehatan fisik dan kesehatan kejiwaan anggota keluarga anda masing-masing dirumah.

Seringlah sebagai orang tua bertanya pada anak, dan bangun komunikasi secara terbuka. Hindari "body shaming" pada anak stunting, kurang gizi, jangan membandingkan, kamu ini sudah kecil kerempeng, gak mau makan lagi, ini bahaya bisa bikin anak makin terpuruk, ingat ucapan adalah doa apalagi orang tuanya yang ucapkan.

Waspadai juga anak depresi sangat mudah terpengaruh narkoba, serta amati perubahan perilaku pada anak kecil, remaja, dan pergaulannya.

Penjelasan dokter Dewa Ayu Putu Shinta Widari, Spesialis Kesehatan Jiwa. "Konsultasi pra nikah sangat penting, tidak hanya secara agama, tapi juga kesiapan emosional dan manajemen konflik dalam rumah tangga,” tegasnya. Ia juga mengajak orang tua untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis anak, membangun komunikasi terbuka, dan menjadi pendengar yang baik di rumah.

DinkesNTT5

"RENCANA TINDAK LANJUT" berupa Kampanye/Edukasi Masalah Kesehatan Tentang Gizi Buruk

Stunting Dan Penyakit Menular Bagi Masyarakat Dengan Lembaga Keagamaan Parisada Hindu Dharma Indonesia disingkat (PHDI) dan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Wilayah Provinsi NTT, tertuang dalam penandatangan kerja sama : 

Pada hari ini Rabu Tanggal Dua Puluh Satu Bulan Mei Tahun Dua Ribu Dua Puluh Lima, kami yang bertandatangan dibawah ini merupakan Peserta Kampanye/Edukasi Masalah Kesehatan tentang Gizi Buruk, Stunting dan Penyakit Menular Bagi Masyarakat bersama Parisadha Hindu Dharma Indonesia disingkat (PHDI) dan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Wilayah Nusa Tenggara Timur, menyepakati untuk melakukan hal-hal sebagai berikut sebagai tindaklanjut dalam membantu penurunan stunting dan mewujudkan masyarakat sehat di wilayah kerja masing-masing antara lain adalah sebagai berikut :

1. Melaksanakan Edukasi terkait Stunting dan pencegahan penyakit menular di lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat (RT/RW) bersama kader dan tenaga puskesmas;
2. Mengawasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak gizi kurang dan ibu hamil Kurang Energi Kronis di tingkat rumah tangga bersama kader dan tenaga puskesmas
3. Mengedukasi orang tua balita untuk mengantar anak ke posyandu dan mendapat imunisasi lengkap serta ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya di fasilitas pelayanan kesehatan
4. Membantu tenaga kesehatan memberikan tablet tambah darah bagi Remaja Putri dan Ibu Hamil selama kehamilan
5. Menyediakan sarana cuci tangan termasuk sabun cuci tangan di tempat ibadah dan rumah tangga untuk membantu mencegah penyebaran kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit.
6. Pemilahan sampah di tingkat rumah tangga antara sampah organik (sisa makanan, daun- daunan dan kulit buah) dengan sampah anorganik (plastik, kertas dan bahan bahan yang sulit terurai) dan TIDAK membakar sampah di lingkungan untuk mencegah infeksi pernapasan pada anak
7. Mendukung pelayanan kesehatan terintegrasi dengan PHDI/WHDI Wilayah Nusa Tenggara Timur (organisasi, lembaga, komunitas, dll) berupa PMT bagi ibu hamil dan Anak yang mengalami masalah gizi dengan bekerjasama dengan puskesmas terdekat.
8. Pendidikan keluarga pada Kelas Pranikah (Pemeriksaan Kehamilan untuk mendapatakan pelayanan komprehensif termasuk Imunisasi Ibu Hamil), Persalinan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), ASI Eksklusif, Imunisasi pada anak, Vitamin A, Pemberian Makanan Tambahan dan Pemantauan Tumbuh Kembang Anak di Posyandu Serta Keluarga Berencana.
9. Mendorong pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Momen Ulang Tahun di Puskesmas untuk mengetahui masalah kesehatan secara dini sehingga memperoleh pelayanan kesehatan secara cepat
10. Menyampaikan pesan kesehatan tentang stunting, kesehatan jiwa dan penyakit menular dalam kegiatan-kegiatan keagamaan lingkup Parisadha Hindu Dharma Indonesia disingkat (PHDI) dan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Wilayah Nusa Tenggara Timur.

Demikian rencana tindak lanjut Kampanye / Edukasi Masalah Kesehatan Tentang Gizi Buruk, Stunting Dan Penyakit Menular Bagi Masyarakat Dengan Lembaga Keagamaan Parisadha Hindu Dharma Indonesia disingkat (PHDI) dan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) wilayah Provinsi NTT ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Kupang, 21 Mei 2025 , Perwakilan peserta dan Penandatanganan oleh :

1. Wayan Darmawa (Ketua PHDI Provinsi NTT)

2. dr.Dewa Ayu Dwi Suswati (Ketua WHDI Provinsi NTT)

3. Divtha Narayana (PD.KMHDI NTT)

4. dr.DAP Shinta Widari,Sp.KJ (Ketua WHDI Kota Kupang)

5. I Wayan Sumartika (Banjar Dharma Agung Kupang)

6. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Ibu Ir. Erlina R. Salmun,M.Kes.

"Anting BerLian": Tangani Stunting, Bersama Lindungi Anak
Di akhir sesi, kedua narasumber mengajak masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam menjaga kesehatan fisik dan mental anak-anak. Melalui pendekatan edukatif dan penuh kasih, keluarga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Dengan semangat "Anting BerLian" : Tangani Stunting, Bersama Lindungi Anak, acara ini diharapkan menjadi titik awal untuk membangun kesadaran kolektif dalam menangani isu kesehatan yang sangat krusial di NTT.(Guntara)

File Googledrive Materi Narasumber (2 Dokter Spesialis) dan Surat MOU Kerjasama Dinkes NTT , Bisa Di Download Kunjungi Disini.

Sumber dan Foto : Hindukupang.com / RyGuN / Putu Agus Indrawan

Editor : Guntara

DinkesNTT7

 
Baca Juga : Dharma Santi Nyepi 2025 Kupang Ibukota NTT Hadirkan Pentas Seni Budaya, Refleksi, Pelayanan "Manawa Sewa, Madhawa Sewa", Dan Inspirasi Pancasila Dari Timur Nusantara

Baca Juga : Audiensi Bersama Gubernur NTT Melki, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT Tekankan Akses Jalan Pura Oebanantha , Pemerataan Pendidikan, Penguatan UMKM Serta Jaminan Perlindungan Kesehatan Sosial Masyarakat NTT

Baca Juga : Upacara Tawur Kesanga 2025 Dan Pawai 7 Ogoh-Ogoh Meriahkan Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 Di Kota Kupang NTT

Baca Juga : Rangkaian Kegiatan Nyepi Tahun Baru Saka 1947 di Kota Kupang Tahun 2025

Baca Juga : Upacara Melasti 2025 Umat Hindu Kupang Gelar Ritual Penyucian Sambut Datangnya Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947

Baca Juga : Sambut Nyepi Tahun Saka 1947 Umat Hindu Kota Kupang NTT Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan Dalam Semangat "Manawa Sewa, Madhawa Sewa"

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

 

 

Details
Written by Admin
Category: Kegiatan
Published: 21 May 2025
Hits: 506

Page 2 of 36

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • ...
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • You are here:  
  • Home

Donasi (Dana Punia)

QRIS new1

Pengunjung

4708512
TodayToday282
YesterdayYesterday506
This_WeekThis_Week3955
This_MonthThis_Month4171
All_DaysAll_Days4708512

Ucapan Selamat Hari Suci NYEPI 2023 Bagian 1

 

Ucapan Selamat Hari Suci NYEPI 2023 Bagian 2

 

Pura Oebananta Sejak 1951

Kalender

Pawai Ogoh-ogoh HUT RI 2014

 

Film Ngenteg Linggih Pura Oebananta (Original Movie Durasi 1 Jam)

 

Rangkaian Acara Sambut Hari Suci Nyepi 2019

 

  • INFO / PENGUMUMAN :
  • Saka Boga Sevanam 22 Maret 2025 , Hindu berbagi makanan dan berbuka puasa bersama di Mesjid NuruL Hidayah, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang NTT.
  • Donor Darah 23 Maret 2025, di Wantilan Pura Oebanantha Kupang NTT, mendapatkan pendonor 66 kantong darah.
  • Pemasangan Penjor Hias, 25 Maret 2025 , sambut Nyepi di Jalan El Tari Kota Kupang NTT.
  • Upacara Melasti 26 Maret 2025 jam 14:00 di Pura Manik Segara, di areal Pura Oebananta
  • Tawur Kasanga Nyepi 1947 Saka, 28 Maret 2025, jam 14:00wita , SembaHyang TiLeM Sasih Kasanga di Perempatan Catus Pata Kantor Gubernur NTT.
  • Pawai Ogoh-ogoh 28 Maret 2025 jam 16:30wita, di Perempatan Catus Pata Kantor Gubernur NTT.
  • Puncak Hasi Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947, Tanggal 29 Maret 2025, Umat Hindu Melaksanakan Catur Brata Penyepian : Amati Gni, Amati Karya , Amati LeLungan, Amati LeLanguan.
  • Penanaman pohon 6 April 2025
  • Dharma Santi Nyepi Hindu Kota Kupang, Pertengahan April 2025.

Semoga bermanfaat karena berbagi kebaikan selalu beruntung.

Back to Top

© 2025 Selamat Datang Di Hindu Kupang NTT