
HinduKupang.com, NTT , Jakarta – Prambanan Shiva Festival (PSF) 2027 resmi diluncurkan dalam rangkaian Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, Sabtu (17/10/2026). Mengusung tema “The Holy Month of Shiva for Spiritual, Peace, and Harmony”, festival ini diharapkan memperkuat posisi Candi Prambanan sebagai destinasi wisata budaya dan spiritual yang menawarkan pengalaman bermakna bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Prambanan Shiva Festival 2027 dijadwalkan berlangsung pada Januari hingga Maret 2027 dengan sejumlah kegiatan keagamaan, seni, budaya, dan edukasi. Rangkaian acara diawali dengan Ritual Shivaratri pada 6 Januari 2027, dilanjutkan Pameran Lukisan pada 6 Januari hingga 17 Maret 2027, serta Seminar Internasional pada 14 Februari 2027. Puncak festival akan berlangsung pada 6 Maret 2027 dengan menghadirkan Parade Budaya, Maha Gangga Tirta Gamana, Ritual Mahashivaratri, serta Festival Deepa & Damaru.

Ketua Tim Kerja Pemanfaatan Candi Prambanan, I Nyoman Ariawan Atmaja, mengatakan bahwa penyelenggaraan Prambanan Shiva Festival (PSF) 2027 dirancang lebih matang dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Penguatan nilai spiritual tetap menjadi fokus utama, disertai pengembangan kegiatan sosial, seni, dan budaya agar festival dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi ruang pelaksanaan kegiatan keagamaan, tetapi juga wadah untuk memperkenalkan kekayaan tradisi dan budaya kepada publik.
Selain penyempurnaan program, penyelenggara juga memberikan perhatian pada pengalaman pengunjung atau "consumer journey". Penataan tersebut mencakup upaya menghadirkan alur kunjungan yang lebih nyaman, terarah, dan terintegrasi, mulai dari perencanaan perjalanan hingga partisipasi dalam rangkaian kegiatan festival. Panitia juga menyiapkan paket wisata dan berbagai kegiatan pendukung agar wisatawan dapat menikmati festival sekaligus menjelajahi kawasan Candi Prambanan dan destinasi di sekitarnya.
Pengembangan kegiatan Shivagraha Art & Culture turut direncanakan untuk memperkaya pengalaman wisata melalui ruang apresiasi seni dan budaya. Program ini diharapkan dapat mempertemukan nilai sejarah, spiritualitas, dan kreativitas dalam satu rangkaian kegiatan. Dengan semakin beragamnya aktivitas yang ditawarkan, wisatawan diharapkan tidak hanya berkunjung dalam waktu singkat, tetapi juga tinggal lebih lama dan memberikan dampak ekonomi bagi pelaku industri pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat setempat.
Duta Besar India untuk Indonesia, H.E. Sandeep Chakravorty, menilai Candi Prambanan memiliki arti penting dalam hubungan sejarah dan kebudayaan Indonesia–India. Ia menyebut Prambanan sebagai salah satu simbol hubungan budaya kedua negara. Menurutnya, penyelenggaraan festival ini menjadi kesempatan untuk mempererat persahabatan Indonesia dan India sekaligus menyampaikan pesan perdamaian serta harmoni kepada masyarakat internasional.
Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, menyampaikan bahwa PSF 2027 berpotensi memperkuat daya tarik Candi Prambanan sebagai destinasi wisata budaya dan spiritual. Ia menegaskan bahwa wisatawan diharapkan tidak sekadar datang untuk menyaksikan festival, tetapi juga memahami nilai sejarah, spiritualitas, seni, dan budaya yang terkandung dalam warisan peradaban Indonesia. Dengan pendekatan tersebut, festival diharapkan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang lebih berkualitas dan bermakna.
Ni Luh Puspa juga menekankan pentingnya kolaborasi antara penyelenggara, pelaku industri pariwisata, dan masyarakat dalam mengembangkan manfaat ekonomi festival. Penguatan program dan paket wisata diharapkan mendorong wisatawan memperpanjang masa tinggal serta mengunjungi destinasi lain di sekitar Prambanan. Dengan demikian, perputaran ekonomi tidak hanya terpusat pada kawasan utama festival, tetapi juga dapat menjangkau UMKM, penyedia jasa wisata, pelaku seni, dan masyarakat lokal.
Lebih jauh, Ni Luh Puspa menilai pesan spiritualitas, perdamaian, dan harmoni yang diusung PSF 2027 relevan bagi masyarakat dunia di tengah pentingnya membangun hubungan yang saling menghormati. Candi Prambanan diharapkan tidak hanya dikenal karena kemegahan arsitektur dan nilai sejarahnya, tetapi juga berkembang sebagai ruang perjumpaan budaya yang memperkuat toleransi, keharmonisan, dan persahabatan antarbangsa. Melalui festival ini, warisan budaya diharapkan menjadi jembatan dialog lintas budaya sekaligus memperkuat citra pariwisata Indonesia di tingkat internasional.(Rygun)
Editor : Guntara
Sumber dan Foto : Siaran pers Prambanan Shiva Festival (PSF) , Ngurah , Hindukupang.com
Baca Juga : Simakrama Forum Alumni KMHDI Bali Teguhkan Semangat Konsolidasi Kader Dan Gagasan Masa Depan Bali
Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama
- Details
- Written by Admin
- Category: Kegiatan
- Published: 17 October 2026
- Hits: 33

















.jpg)









