
Kolaborasi Dinas Kesehatan NTT, Edukasi Kesehatan Bersama PHDI NTT dan WHDI NTT : Tangani Stunting dan Depresi Sejak Dini, 21 Mei 2025 Gedung Aula El Tari Kantor Gubernur NTT (Sumber Foto : I Putu Agus Indrawan)
HinduKupang.com - NTT, Suasana penuh antusias terlihat di Aula Gedung El Tari, Kantor Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pagi ini , 21 Mei 2025 Jam 08:00-12:00WITA. Sekitar 200 peserta umat Hindu Kupang berbagai organisasi dan lembaga Hindu di Kota Kupang dan Provinsi NTT hadir di dalam kegiatan bertajuk “Edukasi Masalah Kesehatan tentang Gizi Buruk, Stunting, dan Penyakit Menular bagi Masyarakat”, yang diselenggarakan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang dan PHDI Provinsi NTT bersama Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Kupang dan Provinsi NTT, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kolaborasi Dinas Kesehatan NTT, Edukasi Kesehatan Bersama PHDI NTT dan WHDI NTT : Tangani Stunting dan Depresi Sejak Dini, 21 Mei 2025 Gedung Aula El Tari Kantor Gubernur NTT (Sumber Foto : Guntara / Hindukupang.com)
Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WITA ini diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dan Mars WHDI serta Doa Pembukaan oleh Pengurus Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Koordinator Wilayah NTT Bapak Pinandita I Wayan Budiadnya. Dalam sambutan Ketua Panitia dari Kepala Seksi P2M Dinas Kesehatan NTT, Bapak Anak Agung Suardipa menyampaikan harapan agar kegiatan ini membuka wawasan masyarakat terkait pentingnya pencegahan stunting dan menjaga kesehatan jiwa.
Materi utama disampaikan oleh dua narasumber ahli yaitu Ibu dr. Ernita Selviana,Sp.A (Spesialis Anak), dan Ibu dr. Dewa Ayu Putu Shinta Widari,Sp.KJ,MARS (Spesialis Kesehatan Jiwa). Moderator Acara ini Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Ibu Ir. Erlina R. Salmun,M.Kes, bagi kedua Narasumber dokter Spesialis menyoroti permasalahan serius yang masih dihadapi masyarakat NTT, yaitu stunting, kesehatan pada anak dan gangguan kesehatan jiwa.


Stunting Masih Jadi Perhatian Serius di Provinsi NTT
Menurut dr. Ernita, Provinsi NTT masih menempati peringkat pertama kasus stunting di Indonesia pada tahun 2022. Padahal, berbagai program telah digulirkan. Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah program-program tersebut belum dievaluasi secara tepat, atau kurang menyentuh akar permasalahan?
Ia menekankan pentingnya pengasuhan sejak dini, termasuk melatih anak makan dengan pola disiplin tanpa gangguan gadget atau televisi. “Latih anak duduk fokus saat makan, biarkan dia merasa lapar secara alami, ini melatih kesadaran makan,” ujar dr. Ernita. Ia juga mengingatkan orang tua untuk tidak melakukan body shaming pada anak, karena hal itu bisa melukai psikologis mereka.


Di Dalam Sesi tanya Jawab bersama narasumber, muncul pertanyaan dari Generasi Hindu Kupang, Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT, Kenapa depresi dan tingkat bunuh diri tinggi, di jaman sekarang dan bagaimanakah langkah antisipasi cegah dini gangguan kesehatan jiwa bagi generasi pemuda pemudi di NTT.
Serta para peserta juga bertanya Stunting di NTT ini sudah banyak program ke NTT tapi kenapa masih terus terjadi stunting tersebut, apakah sudah evaluasi program ataukah ada yang tidak tepat sasaran ?

Sesi Tanya Jawab Bersama Narasumber Ibu dr. Ernita Selviana,Sp.A (Spesialis Anak), dan Ibu dr. Dewa Ayu Putu Shinta Widari,Sp.KJ,MARS (Spesialis Kesehatan Jiwa), 21 Mei 2025, di Gedung Aula El Tari Kantor Gubernur NTT
Ibu Dokter Ernita,Sp.A menjelaskan peranan dari "Basic Feeding RuLes" , melatih pola makan dasar pada anak, 30menit-1jam (1-2 Minggu), dengan suruh anak duduk, full konsentrasi ajarin anak duduk fokus dan makan (disuap/makan sendiri), tidak boleh ada gadget HP, tidak main Boneka atau tidak nonton TV.
Saat berikan Makanan anak harus duduk dan fokus pada makanan. Biarkan anak Laper, (tanpa camilan) sampai dia meminta makan sendiri itu respon alami tubuh.Lalu ajak anak duduk, dan berikan makan, dan latihan fokusnya pada makanan yg disantap saat kunyah dan menelan makanan. Penjelasan dokter Ernita Selviana Spesialis Anak.
Benar kata Orang Wikan (Bijaksana) dalam Ajaran Hindu, Meditasi terbaik adalah meditasi pada makan, dan fokus hadapi makanan, jangan pikiran Lain-lain apalagi fokusnya terpecah. makan harus fokus rasakan tekstur dan rasa makanannya.

Depresi dan Kesehatan Jiwa Pada Anak Perlu Perhatian Serius
Sementara itu, Pertanyaan kepada dokter Shinta Spesialis Kesehatan Jiwa dari bberapa peserta yang hadir sdri Srikandi, sdr.Agus serta dr.Rosa, bagaimana menyikapi kesehatan jiwa pada anak stunting,, serta peranan manajemen emosional pada remaja yang akan menjadi keluarga membina rumah tangga dengan berbagai persoalannya. Kemudian bila konsultasi ke dokter spesialis Jiwa biayanya berapa agar masyarakat bisa konsultasi kesehatan jiwa. Jawaban dari Ibu dr. Shinta,Sp.KJ memaparkan bahwa setiap 40 detik, terjadi kasus bunuh diri di dunia akibat stress depresi. Ia menegaskan bahwa masalah kesehatan jiwa sering tidak terlihat, tetapi dampaknya sangat serius ibarat Fenomena Gunung Es, diatas terlihat kecil namun dibawah permukaan masih banyak masalah kejiwaan yang tertumpuk akumulasi.

Sesi Tanya Jawab Bersama Narasumber Ibu dr. Ernita Selviana,Sp.A (Spesialis Anak), dan Ibu dr. Dewa Ayu Putu Shinta Widari,Sp.KJ,MARS (Spesialis Kesehatan Jiwa), 21 Mei 2025, di Gedung Aula El Tari Kantor Gubernur NTT
Depresi, kecanduan gadget, gangguan tidur, tekanan akibat masalah ekonomi atau sosial, bahkan pernikahan tanpa persiapan emosional yang matang, dapat menjadi pemicu gangguan jiwa. Oleh karena itu, menurutnya, konsultasi kesehatan jiwa harus menjadi hal yang lumrah, dan masyarakat perlu tahu bahwa layanan ini bisa diakses gratis melalui BPJS.
Pernikahan dan tantangan pasti selalu ada, atasi depresi dalam hadapi masa Grahasta (berumah tangga ) harus matang secara emosional, menyatukan 2 Hati Mudah, Menyatukan 2 Keluarga tidak semudah itu, Selalu ada tantangan dan bisa timbulkan Depresi stress.
Hadapi pernikahan, ilmu parenting sangat penting, dan pahami juga manajemen konflik dalam berumah Tangga, bagaimana hadapi konflik dalam keluarga Hindu, dengan mengatur waktu dengan baik selama 24 Jam, perhatian pada keluarga pasangan anak, dan kebutuhan Rumah Tangga, 8 jam bekerja, 8 jam tidur berkualitas, 8 jam waktu keluarga,hobby, pengembangan diri, dan aktivitas lainnya.
Ketahuilah identitas diri anda sendiri, dalam atasi konflik dalam pasutri, harus ada juga dukungan sosial dalam persiapan Menikah, berumah tangga, dukungan keluarga, teman, karena kita mahluk sosial, jangan hadapi masalah sendirian, Karena semakin berat depresi stresnya,
Serta juga ekpektasi harus realistis, terbuka, jujur komunikasi pada pasangan, jangan bohong apalagi selingkuh sama pasangan Karena bisa timbul perceraian pada suami istri,
Serta konsultasi pra nikah (sebelum Kawin) sangat penting sebelum menikah secara Agama, agar bisa saling berdiskusi, serta problem apa yang akan muncul dan bisa teratasi.
Konsultasi ke psikiater, dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, bahwa kesehatan jiwa biaya tidak mahal, dan bisa dipakai BPJSnya, sehingga gratis, serta bila ada masalah kejiwaan silahkan konsultasi, kecanduan Gadget, kecanduan rokok, miras mabok, sulit tidur karena pikiran banyak simpanan dan simpenan , Orang Dengan Gangguan Jiwa ODGJ, serta banyak pikiran akibat cicilan kredit, putus cinta, hamil diluar kawin (married by accident) tanpa tanggung jawab , memiliki fantasi seksual menyimpang LGBT, asusila, bunuh diri, PedofiLia (melakukan hubungan Sex cabul pada anak kecil dibawah umur), dll silahkan konsultasikan kejiwaan diri anda segera ke Klinik kesehatan Jiwa, ungkap dr.Shinta Widari,Sp.KJ yang juga Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Kupang.
Ibu dr.Shinta,Sp.KJ, juga menekankan Lebih sabar hadapi rewelnya anak pada saat mau makan, dan pahami fase tumbuh kembang anak terkait kejiwaan anak, sehingga perlu lebih perhatian dan kasih sayang pada anak.
Pahami perubahan perilaku anak kecil ketika bergaul dengan lingkungannya, kenali betul problem anak anda Masing-masing dirumah, jangan cuek dengan masalah kejiwaan anak yang tidak diatasi.
Ibu dr.Shinta,Sp.KJ menjelaskan Pikiran Alam bawah sadar itu 82%, alam sadar itu hanya 12%, Kehidupan seseorang dan kejiwaannya ditentukan dari pikiran alam bawah sadarnya yang 82% tersebut.
Sebagai orang tua harus menjadi pendengar yang baik dengan anak anaknya, posisikan diri anda horizontal, jangan vertikal, orangtua bekerja itu di kantor, bila sudah dirumah berikan kasih sayang pada keluarga anda dirumah, serta lebih peka kepada kesehatan fisik dan kesehatan kejiwaan anggota keluarga anda masing-masing dirumah.
Seringlah sebagai orang tua bertanya pada anak, dan bangun komunikasi secara terbuka. Hindari "body shaming" pada anak stunting, kurang gizi, jangan membandingkan, kamu ini sudah kecil kerempeng, gak mau makan lagi, ini bahaya bisa bikin anak makin terpuruk, ingat ucapan adalah doa apalagi orang tuanya yang ucapkan.
Waspadai juga anak depresi sangat mudah terpengaruh narkoba, serta amati perubahan perilaku pada anak kecil, remaja, dan pergaulannya.
Penjelasan dokter Dewa Ayu Putu Shinta Widari, Spesialis Kesehatan Jiwa. "Konsultasi pra nikah sangat penting, tidak hanya secara agama, tapi juga kesiapan emosional dan manajemen konflik dalam rumah tangga,” tegasnya. Ia juga mengajak orang tua untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis anak, membangun komunikasi terbuka, dan menjadi pendengar yang baik di rumah.

"RENCANA TINDAK LANJUT" berupa Kampanye/Edukasi Masalah Kesehatan Tentang Gizi Buruk
Stunting Dan Penyakit Menular Bagi Masyarakat Dengan Lembaga Keagamaan Parisada Hindu Dharma Indonesia disingkat (PHDI) dan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Wilayah Provinsi NTT, tertuang dalam penandatangan kerja sama :
Pada hari ini Rabu Tanggal Dua Puluh Satu Bulan Mei Tahun Dua Ribu Dua Puluh Lima, kami yang bertandatangan dibawah ini merupakan Peserta Kampanye/Edukasi Masalah Kesehatan tentang Gizi Buruk, Stunting dan Penyakit Menular Bagi Masyarakat bersama Parisadha Hindu Dharma Indonesia disingkat (PHDI) dan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Wilayah Nusa Tenggara Timur, menyepakati untuk melakukan hal-hal sebagai berikut sebagai tindaklanjut dalam membantu penurunan stunting dan mewujudkan masyarakat sehat di wilayah kerja masing-masing antara lain adalah sebagai berikut :
1. Melaksanakan Edukasi terkait Stunting dan pencegahan penyakit menular di lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat (RT/RW) bersama kader dan tenaga puskesmas;
2. Mengawasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak gizi kurang dan ibu hamil Kurang Energi Kronis di tingkat rumah tangga bersama kader dan tenaga puskesmas
3. Mengedukasi orang tua balita untuk mengantar anak ke posyandu dan mendapat imunisasi lengkap serta ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya di fasilitas pelayanan kesehatan
4. Membantu tenaga kesehatan memberikan tablet tambah darah bagi Remaja Putri dan Ibu Hamil selama kehamilan
5. Menyediakan sarana cuci tangan termasuk sabun cuci tangan di tempat ibadah dan rumah tangga untuk membantu mencegah penyebaran kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit.
6. Pemilahan sampah di tingkat rumah tangga antara sampah organik (sisa makanan, daun- daunan dan kulit buah) dengan sampah anorganik (plastik, kertas dan bahan bahan yang sulit terurai) dan TIDAK membakar sampah di lingkungan untuk mencegah infeksi pernapasan pada anak
7. Mendukung pelayanan kesehatan terintegrasi dengan PHDI/WHDI Wilayah Nusa Tenggara Timur (organisasi, lembaga, komunitas, dll) berupa PMT bagi ibu hamil dan Anak yang mengalami masalah gizi dengan bekerjasama dengan puskesmas terdekat.
8. Pendidikan keluarga pada Kelas Pranikah (Pemeriksaan Kehamilan untuk mendapatakan pelayanan komprehensif termasuk Imunisasi Ibu Hamil), Persalinan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), ASI Eksklusif, Imunisasi pada anak, Vitamin A, Pemberian Makanan Tambahan dan Pemantauan Tumbuh Kembang Anak di Posyandu Serta Keluarga Berencana.
9. Mendorong pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Momen Ulang Tahun di Puskesmas untuk mengetahui masalah kesehatan secara dini sehingga memperoleh pelayanan kesehatan secara cepat
10. Menyampaikan pesan kesehatan tentang stunting, kesehatan jiwa dan penyakit menular dalam kegiatan-kegiatan keagamaan lingkup Parisadha Hindu Dharma Indonesia disingkat (PHDI) dan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Wilayah Nusa Tenggara Timur.
Demikian rencana tindak lanjut Kampanye / Edukasi Masalah Kesehatan Tentang Gizi Buruk, Stunting Dan Penyakit Menular Bagi Masyarakat Dengan Lembaga Keagamaan Parisadha Hindu Dharma Indonesia disingkat (PHDI) dan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) wilayah Provinsi NTT ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Kupang, 21 Mei 2025 , Perwakilan peserta dan Penandatanganan oleh :
1. Wayan Darmawa (Ketua PHDI Provinsi NTT)
2. dr.Dewa Ayu Dwi Suswati (Ketua WHDI Provinsi NTT)
3. Divtha Narayana (PD.KMHDI NTT)
4. dr.DAP Shinta Widari,Sp.KJ (Ketua WHDI Kota Kupang)
5. I Wayan Sumartika (Banjar Dharma Agung Kupang)
6. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Ibu Ir. Erlina R. Salmun,M.Kes.
"Anting BerLian": Tangani Stunting, Bersama Lindungi Anak
Di akhir sesi, kedua narasumber mengajak masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam menjaga kesehatan fisik dan mental anak-anak. Melalui pendekatan edukatif dan penuh kasih, keluarga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dengan semangat "Anting BerLian" : Tangani Stunting, Bersama Lindungi Anak, acara ini diharapkan menjadi titik awal untuk membangun kesadaran kolektif dalam menangani isu kesehatan yang sangat krusial di NTT.(Guntara)
File Googledrive Materi Narasumber (2 Dokter Spesialis) dan Surat MOU Kerjasama Dinkes NTT , Bisa Di Download Kunjungi Disini.
Sumber dan Foto : Hindukupang.com / RyGuN / Putu Agus Indrawan
Editor : Guntara

Baca Juga : Rangkaian Kegiatan Nyepi Tahun Baru Saka 1947 di Kota Kupang Tahun 2025
Baca Juga : Upacara Melasti 2025 Umat Hindu Kupang Gelar Ritual Penyucian Sambut Datangnya Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947
- Details
- Written by Admin
- Category: Kegiatan
- Published: 21 May 2025
- Hits: 829

















.jpg)









