NL10

Karya Agung Ngenteg Linggih adalah rangkaian upacara pemberkatan Pura (tempat ibadah umat Hindu) yang bertujuan memberikan energi dan kekuatan suci secara spiritual kepada tempat suci atau Pura beserta bangunan-bangunan yang ada didalamnya, biasanya dilakukan >30 tahun bahkan 50 tahun sekali. Pura Oebananta yang tergolong Jagatnatha ini, adalah Pura yang pertama kali berdiri di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur sekitar tahun 1950an, yang piodalannya dilaksanakan setiap "Buda Kliwon Dungulan" atau hari raya Galungan menurut Sekapur sirih dari Pesamuhan Walaka yaitu Bapak Prof. Dr. I Gusti Bagus Arjana,MS. Upacara Ngenteg Linggih Pura Oebananta ini terakhir dilaksanakan pada tahun 1979 dan sekarang pada 7 september 2016 bertepatan dengan Hari Raya Galungan, kembali dilaksanakan Puncak Upacara Ngenteg Linggih guna menyucikan kembali Pura Oebananta akibat renovasi/pemugaran yang sudah dilakukan sejak tahun 2009-2016. Pura Oebananta ini pun sudah ditetapkan menjadi "Padma Bhuwana Nusantara" yaitu Pura wilayah tenggara yang wajib dikunjungi bila umat Hindu melaksanakan tirtha yatra di seluruh Nusantara Indonesia. 

Menurut Laporan Ketua Panitia Upacara Ngenteg Linggih Pura Oebananta, Bapak I Wayan Wira Susana bahwa renovasi Pura ini sudah selesai  dan mengucapkan terima kasih atas dukungan berbagai pihak baik materiil dan non materiil, diantaranya dari pemerintah daerah, Gubernur NTT, Walikota Kupang, Dirjen Bimas Hindu, Pemda Bali baik eksekutif dan legislatif, seluruh umat hindu di tempekan, banjar, pengempon, serta masyarakat non Hindu yang turut berpartisipasi dalam berbagai acara. 
Dalam rangkaian Karya Agung Ngenteg Linggih Pura Oebananta ini yaitu 1-11 september 2016, dilaksanakan berbagai rangkaian acara diantaranya :

  • 23 Agustus 2016 : Nwasen karya, Penancapan Sunari (bunyi-bunyian alam), pindekan, dan penyucian perlengkapan upakara.
  • 1 Sept 2016 : Mepepada & Ngingsah Beras Panca Warna
  • 2 Sept 2016 : Tawur / Mecaru yaitu caru balik sumpah & caru Rsi Gana serta Melaspas Mendem Pedagingan (5 unsur logam bumi)
  • 3 Sept 2016 : Nyegara Melasti ke Pantai Pasir Panjang & sembahyang bersama umat serta matur piuning.
  • 4 Sept 2016 : Gunung Mutis Kabupaten Timor Tengah Selatan & sembahyang bersama umat serta matur piuning.
  • 5 Sept 2016 : Puja Shanti bersama seluruh umat Hindu.
  • 6 Sept 2016 : Nyapuh dan menghaturkan persiapan puncak Adhining karya
  • 7 Sept 2016 : Puncak Upacara Ngenteg Linggih & Piodalan Hari Raya Galungan
  • 8 Sept 2016 : Acara Ceremony bersama Guru Wisesa (unsur pemerintah) dan Rsi Bhojana, dilanjutkan pembekalan metatah massal (upacara potong gigi)
  • 9 Sept 2016 : Upacara Manusa Yadnya, Metatah Massal (upacara potong gigi), mepetik, menek kelih, megedong-gedongan dan mewinten umat.
  • 10 Sept 2016 : Nyenuk, Makebat Daun dilanjutkan Nyegara Gunung mengucapkan terima kasih wujud syukur.
  • 11 Sept 2016 : Nyineb 
  • 17 Sept 2016 : Persembahyangan Hari Raya KUNINGAN.

NL3 NL2 NL1 NL5

Pada acara ceremony Ngenteg Linggih Pura Oebananta , 8 September 2016 dilaksanakan penandatanganan prasasti oleh Gubernur NTT Bapak Drs.Frans Lebu Raya dan juga oleh 2 Pandita/Sulinggih yaitu Ida Pedanda Gde Panji Sogata serta Ida Pedanda Gde Putra Abyan sebagai Yajamana Pemuput Karya (Rohaniwan). Berbagai tamu undangan tampak hadir dalam acara ini diantaranya :  Dirjen Bimas Hindu, PHDI Pusat, Perwakilan Dirjen Bimas Katolik, Perwakilan Dirjen Bimas Budha, Kakanwil Kemenag Provinsi NTT, Ketua PHDI NTT,  Ketua MUI NTT, Ketua SINODE GMIT, Keuskupan Katolik, FKUB, Bapak Irjen Pol I Ketut Untung Yoga (Mabes Polri), Kapolda NTT, perwakilan Danlanud, perwakilan Korem 161 Wirasakti, Perwakilan Danlantamal VII, Ketua Pengadilan Tinggi, Kejaksaan, Walikota Kupang, Kepala Kantor Kemenag Kota Kupang, Camat Kota Lama, Lurah Fatubesi, PHDI Kota Kupang, PHDI Kabupaten Kupang, WHDI, unsur OKP dan kepemudaan, KNPI, GP.Ansor, Peradah, KMHDI, Komunitas Peace Maker (KOMPAK), Perwakilan dari Bali yaitu DPRD, Perwakilan dari Adat MERAPU Pulau Sumba yaitu Rato, dll.
NL7 NL8 NL9

Berbagai kegiatan dalam acara ceremony bersama "Guru Wisesa" (unsur pemerintahan & penguasa daerah) dilakukan dengan penghijauan Penanaman Pohon disekitar areal Pura Oebananta sebagai wujud implementasi "TRI HITA KARANA" (hubungan harmonis manusia dengan alam lingkungannya) serta Pelepasan Burung yang dilakukan oleh Bapak Drs.Frans Lebu Raya (Gubernur NTT) dan Bapak Jonas Salean,SH,M.Si (Walikota Kupang) secara simbolis disaksikan oleh 2 Sulinggih, Muspida dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda). Kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Pura Oebananta bersama seluruh tamu undangan, wartawan serta seluruh umat Hindu. Acara ini diakhiri dengan ramah tamah dan makan siang bersama. (rtg)