6087028905928756306

Hindukupang.com, NTT - Kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) ke XX Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD.KMHDI) Provinsi Nusa Tenggara Timur berlangsung khidmat dan penuh semangat di Aula Serbaguna Pura Oebanantha, Kota Kupang, Sabtu (8/11/2025). Acara yang mengusung tema “Bhakti untuk Regenerasi : Melahirkan Kader Hindu yang Berjiwa Pemimpin” ini menjadi momentum penting bagi organisasi mahasiswa Hindu di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam mencetak generasi muda yang berkarakter dan berjiwa kepemimpinan. Acara Pembukaan MPAB ini dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswi baru dari berbagai kampus dan universitas, Pengurus PD.KMHDI NTT, Demisioner dan Alumni KMHDI, serta seluruh Kader Mahasiswa Mahasiswi Hindu PD.KMHDI NTT.

Ketua Panitia MPAB ke XX PD.KMHDI NTT, sdri.Ni Putu Diah Indriswari Devi, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang merupakan agenda rutin tahunan Mahasiswa-Mahasiswi Hindu PD.KMHDI NTT. Ia menegaskan, MPAB ke XX tidak hanya menjadi ajang penerimaan anggota baru, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai "Sanatana Dharma" keHinduan, semangat Dharma Agama dan Dharma Negara, serta rasa cinta terhadap tanah air.

Baca Juga : Audiensi Bersama Gubernur NTT Melki, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT Tekankan Akses Jalan Pura Oebanantha , Pemerataan Pendidikan, Penguatan UMKM Serta Jaminan Perlindungan Kesehatan Sosial Masyarakat NTT

6087028905928756310

6087028905928756311

“Kegiatan ini menjadi wujud nyata langkah strategis dalam mencetak kader Hindu yang berintegritas, berkarakter, serta memiliki semangat kepemimpinan dan tanggung jawab terhadap organisasi maupun masyarakat,” ujar Diah Devi di hadapan peserta, pengurus, alumni, dan tamu undangan.

Dalam kesempatan tersebut, Diah Devi juga menjelaskan bahwa kegiatan MPAB diselenggarakan berkat dukungan penuh dari kas PD.KMHDI NTT. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan acara hingga berjalan dengan baik dan lancar.

6087028905928756312

“Saya haturkan terima kasih kepada teman-teman panitia yang telah bahu membahu mempersiapkan kegiatan ini, serta telah mempercayakan saya sebagai ketua panitia. Mohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan,” ungkap Ketua Panitia Pelaksana MPAB. Diah Devi dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang berkontribusi dalam terselenggaranya MPAB ke XX. Ia menekankan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan empat jati diri KMHDI yang menjadi pedoman pengembangan diri setiap kader.

6087028905928756305

Suasana Kegiatan MPAB Ke XX yang dipandu oleh MC Acara sdr.Dewa Baskara, hangat penuh semangat kebersamaan mewarnai pelaksanaan Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) ke XX Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD.KMHDI) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan berlangsung di Aula Serbaguna Pura Oebanantha, Kota Kupang, pada Sabtu, 8 November 2025, pukul 08.00 hingga 16.00 WITA. Puluhan mahasiswa Hindu dan para Kader PD.KMHDI NTT dari berbagai perguruan tinggi di Kupang tampak antusias mengikuti kegiatan yang menjadi gerbang awal proses kaderisasi organisasi tersebut.

6087028905928756377

6087028905928756378

6087028905928756309

Dalam sambutannya, Ketua PD.KMHDI NTT, I Putu Eka Saputra, secara resmi membuka kegiatan sekaligus menegaskan pentingnya regenerasi kader sebagai bentuk keberlanjutan organisasi. Kegiatan MPAB dengan total peserta mahasiswa baru 9 orang yang berasal dari berbagai kampus dan universitas ini, menurutnya, MPAB bukan sekadar seremoni penerimaan anggota baru, melainkan momentum bagi generasi muda Hindu untuk menanamkan nilai-nilai dasar perjuangan organisasi dan memperkuat rasa persaudaraan antar sesama mahasiswa Hindu di NTT.

6087028905928756308

Kegiatan turut dihadiri oleh Ketua Forum Alumni KMHDI NTT, Dr.I Putu Yoga Bumi Pradana,S.Sos.,M.Si, yang memberikan sambutan sekaligus menyerahkan punia atau donasi sebagai bentuk dukungan moral dan material bagi proses kaderisasi. Dalam kesempatan itu, ia berpesan agar mahasiswa Hindu mampu menjadi agen perubahan yang berjiwa pemimpin serta berkarakter sesuai nilai-nilai Dharma. Ketua FA.KMHDi NTT Putu Yoga Pradana juga mengungkapkan jadikan laboratorium KMHDI NTT ini untuk menjadi proses pembelajaran, guna menjadi pemimpin di masa depan, baik dalam dunia kerja maupun dalam mengasah potensi diri para mahasiswa-mahasiswi Hindu, serta jangan pernah ragu bertanya kepada para alumni-alumni KMHDI NTT yang telah merintis organisasi ini sejak 1993.

6087028905928756388

Alumni KMHDI NTT, Rary Triguntara,S.KM juga dalam sesi perkenalan bersama para kader mahasiswa Hindu Kupang NTT mengatakan, selamat berproses di wadah organisasi Hindu tingkat nasional KMHDI, teruslah menempa diri, membangun relasi dan belajar berbagai hal, guna mengasah jiwa berorganisasi baik internal keumatan maupun eksternal kemasyarakatan. Kemudian Kak Guntara juga membagikan kado aplikasi (Apps) Hindu di google playstore kepada para kader Mahasiswa PD.KMHDI dan langsung terinstal dalam perangkat gadget android masing-masing peserta yaitu aplikasi "Bhagawad Gita" dan "Mantra Hindu" yang bisa membantu meningkatkan keimanan Sradha Bhakti, mengasah kecerdasan spiritual / Spiritual Quotient (SQ) bagi para kader PD.KMHDI NTT.

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

6087028905928756304

Dengan mengusung tema “Bhakti untuk Regenerasi : Melahirkan Kader Hindu yang Berjiwa Pemimpin”, kegiatan ini diharapkan melahirkan kader-kader muda-mudi Mahasiswa Hindu yang tangguh, berintegritas, dan siap mengabdi bagi masyarakat serta agama. Serangkaian sesi pengenalan, diskusi, dan pembinaan dilakukan untuk menanamkan semangat pengabdian dan kebersamaan di antara para peserta.

Kegiatan MPAB ke XX juga menjadi ruang konsolidasi dan pengakraban antara pengurus, anggota, serta alumni PD.KMHDI NTT, dalam rangka memperkuat solidaritas dan memperkokoh semangat regenerasi organisasi. Acara ditutup dengan ungkapan syukur dan foto bersama, menandai dimulainya proses pembinaan kader baru Pimpinan Daerah KMHDI NTT, dengan semangat "Hanya Kebenaran yang pasti menang bukan ketidakbenaran" tercantum dalam pustaka suci Hindu Mundaka Upanisad III.1.6 yaitu : "Satyam Eva Jayate" Jaya.(Kgun)

Sumber Foto : Rygun, HinduKupang.com dan PD.KMHDI NTT

6087028905928756307

Baca Juga : Audiensi Bersama Gubernur NTT Melki, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT Tekankan Akses Jalan Pura Oebanantha , Pemerataan Pendidikan, Penguatan UMKM Serta Jaminan Perlindungan Kesehatan Sosial Masyarakat NTT

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando

Baca Juga : "Guru Wisesa" Gubernur NTT Bersama Wakil Gubernur NTT Buka Perayaan HUT RI ke 80 Tahun Dengan Semangat Ayo Bangun NTT Dalam Acara Kirab Budaya NTT "BaGaYa" : Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya Tahun 2025

Baca Juga : Sekolah Dasar Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang NTT Angkatan II Tahun 2024 Rayakan Kenaikan Kelas dan Kelulusan dengan Pagelaran Seni dan Penghargaan, "Generasi Berkarakter, Sukses Menggapai Impian"

Baca Juga : SD Hindu Adi Widya Pasraman Saraswati Angkatan I merayakan Kelulusan 100 Persen dengan Gelar Karya dan Pentas Seni di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Kolaborasi PHDI NTT, WHDI NTT dan Dinas Kesehatan NTT Ratusan Umat Hindu Hadir di Aula El Tari Komitmen Bergerak Bersama Melawan Gizi Buruk, Edukasi Stunting dan Pentingnya Kesehatan Jiwa Sejak Dini

Baca Juga : Dharma Santi Nyepi 2025 Kupang Ibukota NTT Hadirkan Pentas Seni Budaya, Refleksi, Pelayanan "Manawa Sewa, Madhawa Sewa", Dan Inspirasi Pancasila Dari Timur Nusantara

hut 44

HinduKupang.com, NTT — Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur mewarnai perayaan HUT ke 44 Tempekan Perumnas Pasir Panjang yang digelar di Resto Su"Basuka", Kupang, pada Minggu (12/10/2025). Acara tersebut menjadi momentum berharga untuk menelusuri kembali jejak sejarah berdirinya sektor/Tempekan adat suka duka dan umat Hindu di kawasan Perumnas Pasir Panjang, yang telah berdiri dan eksis sejak tahun 1981. Tempekan Perumnas Pasir Panjang adalah bagian dari Banjar Dharma Agung Kupang (BDAK) yang menaungi wilayah terdiri dari 17 sektor / Tempekan di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Sejarah tempekan ini diungkap oleh salah satu sesepuh umat, Bapak Prof.I Gusti Bagus Arjana, yang dikenal sebagai tokoh awal pembentukan sektor / tempekan Perumnas Pasir Panjang. Dalam kesaksiannya, I Gusti Bagus Arjana menceritakan perjalanan awal pembentukan tempekan yang dimulai dari semangat pelayanan umat di perumahan Perumnas, hingga akhirnya dirinya dipercaya menjadi ketua sektor pertama. Ia dikenal rajin mendatangi umat dari rumah ke rumah, sembari tetap menjalankan tugasnya sebagai Dosen di Kampus Universitas Nusa Cendana (Undana) masa itu 1981.

hut 44c

Perjalanan regenerasi kepemimpinan juga berlangsung harmonis, di mana setelah Gusti Arjana melanjutkan pendidikan dosen, tampuk kepemimpinan diteruskan oleh (Alm) Mangku I Gede Made Sueka, yang kemudian turut memperkuat struktur dan kebersamaan umat. Seiring perkembangan waktu, para tokoh seperti : I Gusti Bagus Arjana, (Alm) Mangku I Gede Made Sueka, Dewa Putu Narka, Dewa Arya Jaya, I Ketut Angga Suyadnya, Gede Arya Bawa, I Komang Wirna menjadi bagian penting dalam perjalanan Silsilah Kepemimpinan tempekan Perumnas Pasir Panjang ini.

Dalam sambutannya, Ketua Tempekan Perumnas Pasir Panjang, Bapak I Komang Wirna, menyampaikan apresiasi atas kebersamaan seluruh anggota yang kini berjumlah sekitar 37 Kepala Keluarga dengan lebih dari 60 warga hadir dalam acara. Ia menegaskan pentingnya menjaga solidaritas dan semangat gotong royong dalam setiap kegiatan sosial, adat menyame braye di rantauan dan upacara keagamaan Hindu Kupang NTT.

hut 44a

Senada dengan itu, Ketua Banjar Dharma Agung Kupang (BDAK), Bapak I Gede Arya Bawa, mengapresiasi kekompakan umat Tempekan Perumnas Pasir Panjang yang dinilai menjadi teladan bagi sektor lain. Ia menjelaskan bahwa dari 19 tempekan kini tersisa 17 Tempekan (sektor), setelah dilakukan penggabungan wilayah seperti Brigif–Naibonat dan Kuanino–Benteng. Ketua BDAK Bapak Gede Arya berharap Tempekan Perumnas Pasir Panjang dapat menjadi pilot project bagi sektor lain dalam memperkuat peran sosial, budaya, dan spiritual umat Hindu di Kupang.

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

hut 44d

hut 44e

hut 44i

Selain kegiatan seremonial, kegiatan Banjar juga menggelar kerja bakti di Pura Prajapati dan tanah PHDI Kabupaten Kupang pada bulan september 2025, sebagai wujud nyata semangat ngayah dan bhakti gotong royong, ungkap Ketua Banjar Dharma Agung Kupang (BDAK) Gede Arya Bawa. Pada minggu 19 Oktober 2025 nanti kerja bakti Banjar dilakukan pada areal Pura Prajapati Alak dalam pembuatan bale pesandekan, dalam kekompakan Kerja bersama-sama dan sama-sama bekerja , ungkap Gede Arya penuh semangat.

hut 44g

hut 44f

hut 44h

Puncak acara Ulang Tahun Tempekan Perumnas Pasir Panjang ke 44 tahun ini diwarnai dengan Angayubagia doa syukur makan malam bersama dan pemotongan tumpeng , dan tiup lilin kue yang dipimpin Pinandita I Putu Abdi Riadi.
Kemudian dilanjutkan pemandu acara MC I Putu Satria dan Ketua Tempekan I Komang Wirna dalam pemotongan kue tumpeng, dan tiup lilin kue ulang tahun dan foto bersama seluruh anggota tempekan perumnas pasir panjang.

Seusai acara makan malam bersama yang diiringi karaoke bersama, kemudian acara dilanjutkan dengan permainan games quiz berhadiah serta penampilan hiburan seperti karaoke bersama, dan tarian zumba yang menambah keakraban antar anggota.(k'Gun)

Editor : RyGuN

Sumber Foto : Hindukupang.com

hut 44b

 

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando

Baca Juga : "Guru Wisesa" Gubernur NTT Bersama Wakil Gubernur NTT Buka Perayaan HUT RI ke 80 Tahun Dengan Semangat Ayo Bangun NTT Dalam Acara Kirab Budaya NTT "BaGaYa" : Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya Tahun 2025

Baca Juga : Sekolah Dasar Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang NTT Angkatan II Tahun 2024 Rayakan Kenaikan Kelas dan Kelulusan dengan Pagelaran Seni dan Penghargaan, "Generasi Berkarakter, Sukses Menggapai Impian"

Baca Juga : SD Hindu Adi Widya Pasraman Saraswati Angkatan I merayakan Kelulusan 100 Persen dengan Gelar Karya dan Pentas Seni di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Kolaborasi PHDI NTT, WHDI NTT dan Dinas Kesehatan NTT Ratusan Umat Hindu Hadir di Aula El Tari Komitmen Bergerak Bersama Melawan Gizi Buruk, Edukasi Stunting dan Pentingnya Kesehatan Jiwa Sejak Dini

Baca Juga : Dharma Santi Nyepi 2025 Kupang Ibukota NTT Hadirkan Pentas Seni Budaya, Refleksi, Pelayanan "Manawa Sewa, Madhawa Sewa", Dan Inspirasi Pancasila Dari Timur Nusantara

PHDINTT2

HinduKupang.com, NTT , Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar doa bersama lintas agama di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Minggu (31/8/2025) malam. Acara ini menjadi wadah kebersamaan seluruh elemen masyarakat, menandai pentingnya persatuan dan solidaritas di tengah dinamika bangsa.

Doa bersama yang dimulai pukul 19.30 Wita itu dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena,S.Si.,Apt, Wakil Gubernur NTT Irjen Pol.(Purn) Johni Asadoma, Pimpinan Ketua DPRD Provinsi NTT Ir.Emelia Julia Nomleni, Forkopimda, Tokoh Agama, hingga ratusan undangan. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama menjaga keharmonisan dan kedamaian daerah.

Suasana berlangsung hening dan khidmat. Lantunan doa bergantian dipimpin pemuka agama Katolik, Protestan, Islam, Hindu, dan Buddha. Kehadiran lintas iman ini memperlihatkan betapa kuatnya semangat toleransi yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat NTT.

Para umat yang hadir larut dalam keheningan malam. Doa-doa yang terucap sesekali terdengar lirih, berpadu dengan tiupan angin di Kota Kupang. Atmosfer itu semakin menguatkan nuansa kebersamaan dan kerinduan akan perdamaian. “Jaga kami Tuhan, pulihkan negeri ini. Jauhkan kami dari kejahatan yang memecah belah,” doa salah satu tokoh agama. Seruan ini disambut lantunan doa pemuka agama lain, menandakan kesatuan suara demi Indonesia yang damai.

Ratusan hadirin tampak berbaris rapi sejak halaman depan hingga gerbang Kantor Gubernur. Pakaian putih yang dipadu dengan celana hitam mendominasi suasana, menjadi simbol kesederhanaan, persatuan, dan niat tulus menjaga kebersamaan.

PHDINTT1

Puncak acara ditandai dengan pembacaan deklarasi damai bersama. Setelah itu, hadirin melantunkan lagu “Indonesia Tanah Air Beta” dan “Padamu Negeri”, menutup rangkaian doa dengan penuh haru dan semangat kebangsaan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan melarang masyarakat menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi. Namun, ia menekankan bahwa segala bentuk kerusuhan tidak akan diberi ruang.

“Demonstrasi boleh, menyuarakan pendapat boleh, ke DPRD boleh, ke Polda boleh, ke Pemprov pun silakan. Tapi harus damai. Kalau ada perusuh, kita tindak,” ujar Melki dengan tegas. Pesan ini menegaskan komitmen demokrasi sekaligus menjaga ketertiban umum.

Melki mengingatkan bahwa NTT selama ini dikenal sebagai daerah yang aman dan damai. Menurutnya, tidak pernah ada sejarah kerusuhan hanya karena persoalan yang bisa diselesaikan lewat dialog. Ia memastikan pemerintah terbuka untuk berdialog dengan semua pihak.

Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat pun sepakat menjaga stabilitas daerah. Gubernur Melki meminta masyarakat segera melapor jika ada pihak yang mencoba memicu kerusuhan. “NTT tidak punya tempat bagi perusuh,” tegasnya.

PHDINTT

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) NTT, Dr. Wayan Darmawa, dalam sambutan khususnya mengingatkan agar masyarakat menjauhkan diri dari amarah dan menumbuhkan kebahagiaan. Ia menekankan pentingnya cinta kasih, kebersyukuran, dan kedewasaan dalam menghadapi ujian kehidupan.

Dalam suasana doa bersama lintas agama, ketua PHDI NTT Bapak Wayan Darmawa mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai kondisi yang terjadi sebagai ujian dari Tuhan. Ia menekankan pentingnya menyikapi setiap peristiwa dengan cinta kasih, kedamaian, serta kedewasaan dalam bertindak.

Seruan itu sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat NTT dan Indonesia pada umumnya terus menjaga persaudaraan, menghindari amarah, dan mengedepankan sikap saling menghargai. “Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberkati kita semua di NTT dan memberkati bangsa Indonesia,” ujarnya.

Dalam doa yang dilantunkan Ketua PHDI NTT dengan penuh khidmat,  ia memohon ampun kepada Tuhan atas segala kesalahan pikiran, perkataan, maupun perbuatan, baik secara pribadi, profesi, maupun sebagai bangsa. Ia juga berdoa agar masyarakat dibimbing meninggalkan jalan yang salah menuju kebenaran, dari kegelapan pikiran menuju cahaya pengetahuan.

Doa tersebut juga memohon agar bangsa Indonesia dilepaskan dari segala kedukaan dan bencana, serta dianugerahi kehidupan yang aman, damai, dan sejahtera sesuai kehendak Tuhan. Untaian doa itu ditutup dengan mantra perdamaian, “Om Santi, Santi, Santi Om”, Damai Di Hati, Damai Di Dunia, Damai Selamanya  menggema sebagai simbol harapan dan ketenangan bagi masyarakat NTT dan seluruh Wilayah Indonesia.

Doa yang dipanjatkan Ketua PHDI NTT menggema penuh makna. Ia memohon agar bangsa Indonesia dibimbing keluar dari kegelapan menuju cahaya pengetahuan, serta dijauhkan dari bencana dan kesedihan. Doa itu menutup malam penuh hikmat dengan harapan bagi kedamaian NTT dan Indonesia.(Guntara)

Editor : RyGuN

Sumber Foto : Dinas Kominfo NTT.

VIDEO Doa Bersama Untuk Negeri Kunjungi Disini

PHDINTT3

Baca Juga : "Guru Wisesa" Gubernur NTT Bersama Wakil Gubernur NTT Buka Perayaan HUT RI ke 80 Tahun Dengan Semangat Ayo Bangun NTT Dalam Acara Kirab Budaya NTT "BaGaYa" : Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya Tahun 2025

Baca Juga : Sekolah Dasar Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang NTT Angkatan II Tahun 2024 Rayakan Kenaikan Kelas dan Kelulusan dengan Pagelaran Seni dan Penghargaan, "Generasi Berkarakter, Sukses Menggapai Impian"

Baca Juga : SD Hindu Adi Widya Pasraman Saraswati Angkatan I merayakan Kelulusan 100 Persen dengan Gelar Karya dan Pentas Seni di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Kolaborasi PHDI NTT, WHDI NTT dan Dinas Kesehatan NTT Ratusan Umat Hindu Hadir di Aula El Tari Komitmen Bergerak Bersama Melawan Gizi Buruk, Edukasi Stunting dan Pentingnya Kesehatan Jiwa Sejak Dini

Baca Juga : Dharma Santi Nyepi 2025 Kupang Ibukota NTT Hadirkan Pentas Seni Budaya, Refleksi, Pelayanan "Manawa Sewa, Madhawa Sewa", Dan Inspirasi Pancasila Dari Timur Nusantara

Juara1 Sanggar Saraswati2

Sanggar Saraswati Dari Sekolah Dasar (SD) Hindu Adi Widyalaya Saraswati Raih Juara 1 Lomba Tarian Daerah Seluruh Kota Kupang 2025 Dalam Acara Panggung Budaya Pameran Pembangunan Menyambut Semarak HUT RI Ke 80 Tahun (14 Agustus 2025)

Hindukupang.com, NTT – Suasana Panggung Pentas Budaya NTT BAGAYA dalam Pameran Pembangunan di Lapangan Hotel Harper pada Kamis 14 Agustus 2025, jam 17:00wita sore hingga malam hari dipenuhi warna-warni kain tradisional, denting musik khas Nusa Tenggara Timur, dan semangat para pelajar. Dalam rangka memeriahkan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang menggelar Lomba Tarian Daerah Antar Pelajar tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Kupang Tahun 2025.

Panggung megah yang Mengusung tema NTT BaGaYa : “Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya”, dan menjadi bagian dari Pameran Pembangunan ini menjadi saksi hadirnya puluhan peserta dari berbagai sekolah. Salah satunya adalah SD Adi Widyalaya Saraswati yang tampil membawakan tarian tradisional Hegong “Soka Toja” dari Kabupaten Sikka, Flores.

Tarian Hegong “Soka Toja” memiliki makna kultural yang mendalam. Dalam tradisi masyarakat Sikka, tarian ini kerap dipentaskan untuk menyambut tamu kehormatan sekaligus mengajak mereka turut menari bersama. Gerakannya yang dinamis dipadu dengan irama musik lokal gong waning menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan.

VIDEO PENAMPILAN TARIAN HEGONG SOKA HOJA DARI SANGGAR SARASWATI KUNJUNGI DISINI

Menurut sejarahnya, tarian ini berkembang di wilayah Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ia bukan sekadar hiburan, melainkan simbol keramahan dan penghormatan masyarakat Sikka kepada para tamu. Awalan tarian biasanya diawali seruan bahasa daerah: “Eeee… Mai Sai, Mai Ita Soka Hama-Hama”, yang berarti ajakan untuk bergabung dan menari bersama.

Juara1 Sanggar Saraswati

Dalam penampilan kali ini, para penari dari "Sanggar Saraswati" asuhan SD Adi Widyalaya Saraswati tampil anggun dengan balutan busana adat Sikka. Penari perempuan mengenakan labu tengge, busana khusus anak-anak perempuan dalam tradisi setempat. Sementara penari laki-laki mengenakan labu lipa mitan, dilengkapi lensu dan semba, serta membawa ikun atau sapu tangan sebagai properti tari. Penampilan mereka kian berkesan berkat busana adat Sikka Pulau Flores NTT yang autentik. 

Delapan siswa terpilih menjadi duta seni sekolah mereka. Mereka adalah Dewa Ayu Mas Suhitatridevi Dewanta, Kadek Denaya Putri Gangga Maheswari, Komang Devania Maharini Wijaya, Kadek Sabrina Putri Wicaksana, Ni Kadek Legita Ishana Maheswari, Ni Ketut Revnys Diana Gayatri, Septiera Cinthia Sukma Wati, dan satu-satunya penari laki-laki, dan I Kadek Anantawijaya Putra, satu-satunya penari laki-laki dalam tim.

Kehadiran mereka di panggung tidak hanya membawa misi menghibur penonton, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda di Provinsi NTT. Guru pendamping, Asmi Susanti Laiboys, S.Pd, mengaku bangga anak-anak didiknya dapat tampil di ajang sebesar ini. “Mereka berlatih berbulan-bulan. Bukan hanya menghafal gerakan, tapi memahami makna di balik setiap langkah tari,” ujarnya.

Dari pinggir panggung, tabuhan gong waning menggema, memandu ritme gerakan penari. Suara alat musik ini berpadu harmonis dengan tepuk tangan penonton yang mengikuti alunan lagu. Sorakan dan dukungan terdengar setiap kali penari melakukan formasi tertentu yang memukau.

Selain memamerkan keterampilan, lomba ini menjadi ruang edukasi budaya. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, yang hadir langsung di lokasi, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui pelestarian budaya lokal. “Anak-anak kita harus mengenal dan bangga dengan tarian daerah. Ini adalah identitas kita,” tegasnya.

Tarian Hegong “Soka Toja” bukan hanya menyuguhkan gerak yang indah, tapi juga mencerminkan nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan keterbukaan menerima orang baru. Nilai-nilai ini sejalan dengan semangat kemerdekaan yang dirayakan dalam HUT RI ke-80 tahun ini.

Meski berada dalam suasana kompetisi, para peserta menunjukkan sportivitas. Sekolah-sekolah dari berbagai penjuru Kota Kupang saling memberikan dukungan. Nuansa kekeluargaan terasa, seakan panggung bukan medan persaingan, melainkan tempat berbagi kebahagiaan.

Penampilan "Sanggar Saraswati" dari Sekolah Dasar Hindu Adi Widyalaya Saraswati menjadi salah satu sorotan sore itu. Kostum yang mencolok, gerakan yang kompak, dan penghayatan yang kuat membuat penonton betah menyaksikan hingga akhir. Tak sedikit penonton yang ikut bergoyang mengikuti alunan musik.

Ketika tarian usai, tepuk tangan riuh menggema di seluruh area panggung. Bagi para penari cilik ini, pengalaman tampil di panggung besar menjadi kenangan tak terlupakan. Lebih dari sekadar lomba, mereka telah menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya, menghidupkan tradisi, dan merayakan kemerdekaan dengan cara yang paling indah menari bersama.

Guru pendamping, Asmi Susanti Laiboys, S.Pd., menyampaikan rasa bangganya. “Mereka berlatih berbulan-bulan. Bukan hanya menghafal gerakan, tapi memahami makna di balik setiap langkah tari,” ujarnya. Latihan yang intens membuat setiap detail penampilan terlihat rapi dan kompak.

Dari sisi panggung, denting gong waning berpadu dengan riuh tepuk tangan penonton. Alunan musik khas Maumere itu menjadi pengiring ritme gerakan para penari. Setiap perubahan formasi dan hentakan kaki disambut sorakan kagum dari penonton.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang yang hadir langsung menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal melalui ajang seperti ini. “Anak-anak kita harus mengenal dan bangga dengan tarian daerah. Ini adalah identitas kita,” katanya, disambut anggukan para orang tua yang hadir.

Tarian Hegong “Soka Toja” tidak sekadar menyajikan keindahan gerak, tetapi juga memancarkan pesan kebersamaan dan keramahan. Dalam tradisi Sikka, tarian ini digunakan untuk menyambut tamu dan mengajak mereka menari bersama, mencerminkan keterbukaan serta persaudaraan yang menjadi ciri masyarakat setempat.

Meski acara berlangsung dalam suasana kompetisi, nuansa persaudaraan tetap terasa. Sekolah-sekolah dari berbagai penjuru Kota Kupang saling memberi semangat dan apresiasi. Panggung terasa lebih sebagai ruang berbagi kegembiraan daripada arena persaingan semata.

Saat pengumuman pemenang, ketegangan pun pecah menjadi sorak kegembiraan. “Sanggar Saraswati” berhasil meraih Juara 1 utama kategori SD/MI. Prestasi ini menjadi buah manis dari kerja keras dan dedikasi seluruh tim.

Kepala Sekolah SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang NTT, Ni Nyoman Suparwati,S.Pd., dalam wawancara bersama media www.Hindukupang.com  menyampaikan rasa syukurnya. “Anak-anak tampil luar biasa. Kostum yang mencolok, gerakan yang kompak, dan penghayatan yang kuat membuat penonton betah menyaksikan hingga akhir,” ujarnya.

Penampilan itu bahkan membuat sebagian penonton ikut bergoyang mengikuti irama musik. Momen ini menjadi bukti bahwa seni tradisi masih mampu menjembatani generasi dan mempersatukan orang dari berbagai latar belakang.

Dengan prestasi tersebut, “Sanggar Saraswati” Sekolah Dasar (SD) Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang yang juga memiliki Akreditasi "A" ini akhirnya membawa Predikat Juara 1 dalam Lomba Tarian Daerah Antar Pelajar Sekolah Dasar SD/MI dan SMP/MTS seluruh Kota Kupang Tahun 2025, dan mengukir sejarah kecil di hati penonton dalam semarak sambut Dirgahayu ke 80 Tahun Kemerdekaan RI di Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam Semangat "Ayo Bangun NTT" Mereka Para Penari Sanggar Saraswati telah membuktikan bahwa seni budaya di Bumi FLOBAMORATA NTT, jika dilestarikan dengan cinta dan dedikasi, akan terus hidup di tengah masyarakat.(Guntara)

VIDEO PENAMPILAN TARIAN HEGONG SOKA HOJA DARI SANGGAR SARASWATI KUNJUNGI DISINI

Narasi dan editor : www.Hindukupang.com / K'Gun

Sumber Foto : Ni Nyoman Suparwati,S.Pd , Kepala Sekolah Dasar (SD) Adi Widyalaya Saraswati

Baca Juga : "Guru Wisesa" Gubernur NTT Bersama Wakil Gubernur NTT Buka Perayaan HUT RI ke 80 Tahun Dengan Semangat Ayo Bangun NTT Dalam Acara Kirab Budaya NTT "BaGaYa" : Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya Tahun 2025

Baca Juga : Sekolah Dasar Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang NTT Angkatan II Tahun 2024 Rayakan Kenaikan Kelas dan Kelulusan dengan Pagelaran Seni dan Penghargaan, "Generasi Berkarakter, Sukses Menggapai Impian"

Baca Juga : SD Hindu Adi Widya Pasraman Saraswati Angkatan I merayakan Kelulusan 100 Persen dengan Gelar Karya dan Pentas Seni di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Kolaborasi PHDI NTT, WHDI NTT dan Dinas Kesehatan NTT Ratusan Umat Hindu Hadir di Aula El Tari Komitmen Bergerak Bersama Melawan Gizi Buruk, Edukasi Stunting dan Pentingnya Kesehatan Jiwa Sejak Dini

Baca Juga : Dharma Santi Nyepi 2025 Kupang Ibukota NTT Hadirkan Pentas Seni Budaya, Refleksi, Pelayanan "Manawa Sewa, Madhawa Sewa", Dan Inspirasi Pancasila Dari Timur Nusantara


HinduKupang.com, NTT – Parade Kirab Budaya Menyambut Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80 Tahun di Provinsi Nusa Tenggara Timur dibuka secara resmi oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena,S.Si.,Apt Bersama Wakil Gubernur NTT Irjen Pol.(Purn) Drs.Johanis Asadoma,S.I.K.,M.Hum, dan Ketua DPRD NTT Ibu Ir.Emelia Julia Nomleni, pada hari rabu, 13 Agustus 2025 di depan Rumah Jabatan Gubernur NTT. Hadir pula Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Franscies, S.Sos., M.Sc., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) tingkat provinsi dan kota, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Tingkat Provinsi NTT, Brimob, POLDA NTT, TNI, Drumband Siswa Siswi SMA dan SMK , Paguyuban Berbagai Etnis Sulawesi Selatan, Minangkabau, "Banjar Dharma Agung Kupang (BDAK) Paguyuban Etnis Bali (Hindu) di Kupang NTT, serta Universitas di Kota Kupang, insan jurnalis pers media, dan seluruh masyarakat.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Kirab Budaya bertajuk "NTT Bagaya Merayakan Warisan Menyongsong Masa Depan", serta Mengusung tema NTT BaGaYa : “Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya”, kirab budaya yang diikuti oleh 80 peserta ini menjadi simbol kebangkitan semangat berkarya di tengah masyarakat. Kegiatan ini mencerminkan tekad bersama untuk membangun daerah melalui Budaya, kreativitas, inovasi, dan kolaborasi antara pemerintah, swasta, serta masyarakat.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sambutannya menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni peringatan kemerdekaan. “Kirab budaya dan pameran ini adalah refleksi capaian pembangunan, wadah promosi potensi daerah, serta ruang bagi pelaku UMKM untuk menampilkan karya terbaik mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan NTT harus dibangun melalui penguatan kreativitas lokal, melestarikan budaya NTT, pengembangan ekonomi mikro, dan keterlibatan masyarakat akar rumput. “Sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan NTT yang mandiri dan berdaya saing,” tegas Gubernur NTT Melki.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menggelar Kirab Budaya bertajuk “NTT Bagaya Merayakan Warisan Menyongsong Masa Depan” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebanyak 80 kelompok peserta dari instansi pemerintahan, sekolah, dan paguyuban etnis turut ambil bagian dalam pawai budaya ini. Kirab dilepas secara resmi oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, yang mengajak seluruh masyarakat untuk mengenang perjuangan para pahlawan bangsa.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan, kemerdekaan Indonesia bukan hadiah dari penjajah, melainkan buah perjuangan panjang yang ditempa oleh pengorbanan rakyat dari berbagai suku, agama, dan latar belakang. “Kemerdekaan ini adalah bagian dari perjuangan seluruh rakyat Indonesia, termasuk rakyat Nusa Tenggara Timur,” ujarnya. Tahun ini, kirab budaya mengusung semangat baru dengan menghubungkan warisan budaya lokal dan konsep pariwisata berkelanjutan (eco-cultural tourism) yang kini menjadi tren global. Para peserta menampilkan keindahan kain tenun, musik tradisional, tarian daerah, kuliner khas, dan prosesi adat dari berbagai wilayah di NTT.

Pawai kirab dimulai dari depan Rumah Jabatan Gubernur NTT, melintasi Jalan El Tari, melewati Kuanino, dan berakhir di Gereja Katedral Kristus Raja Kota Kupang. Sepanjang rute, ribuan warga tumpah ruah menyaksikan suguhan budaya dari berbagai etnis dan daerah di NTT.

Berbagai tarian adat dipersembahkan berbagai peserta Parade berbagai pulau-pulau di Nua Tenggara Timur yaitu dari Pulau Flores, Sumba, Timor, Alor, Rote, Sabu, Lembata, dan Adonara , yang dikenal dengan sebutan FLOBAMORATA. Gerak, kostum, dan musik tradisional yang dibawakan menjadi daya tarik tersendiri, mempertegas kekayaan budaya NTT di mata publik.

Salah satu penampilan yang menyedot perhatian adalah paguyuban etnis Bali “Banjar Dharma Agung Kupang” (BDAK) yang membawakan Sendratari Ramayana. Kisah legendaris  yang sering dalam Pewayangan Nusantara ini mengisahkan perjuangan Rama yang merupakan titisan Awatara Dewa Wisnu bersama pasukan kera dan Hanoman melawan Rahwana untuk menyelamatkan Dewi Sinta. 

Paguyuban etnis Bali yaitu "Banjar Dharma Agung Kupang (BDAK) sebagai perwakilan Etnis Bali (Hindu) di Kota Kupang NTT, menampilkan Sendratari RAMAYANA, yaitu kisah Rama dan Dewi Sinta, serta Rahwana dan Hanoman. Kisah Ramayana ini menceritakan Raksasa Rahwana menculik Dewi Sinta istri dari Rama, dan akhirnya terjadi perang merebut kembali Dewi Sinta di kerajaan AlengkaPura dan Rama dengan pasukan kera dan Hanonan bertempur melawan raksasa Rahwana yang kalah berperang. Akhirnya Rama berhasil berjumpa kembali dengan istrinya Dewi Sinta dan hidup berbahagia. Sendratari Ramayana diiringi Gamelan Gong "Sekehe Demen" yang dipersembahkan di hadapan Guru Wisesa, Pemimpin Daerah Gubernur NTT, Wakil Gubernur NTT , Ketua DPRD NTT dan Wakil Walikota Kupang mendapatkan tepuk tangan meriah dan apresiasi yang memukau seluruh masyarakat.

Dengan iringan gamelan gong “Sekehe Demen”, pertunjukan tersebut berhasil menghipnotis penonton, termasuk para pejabat daerah yang hadir di panggung kehormatan. Adegan pertempuran, keanggunan gerak tari, dan musik gamelan yang ritmis memancing tepuk tangan meriah dari penonton.

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Franscies, memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan seluruh elemen masyarakat. “Kegiatan ini menjadi bukti bahwa keberagaman budaya adalah kekuatan NTT dalam membangun masa depan,” ujarnya.

Selain kirab, rangkaian perayaan HUT RI ke-80 di NTT juga diisi dengan pameran pembangunan yang diikuti 225 stand bertempat di lapangan Hotel Harper 11-20 Agustus 2025. Stan-stan pameran ini menampilkan capaian pembangunan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi NTT, produk UMKM, kerajinan khas, hingga inovasi layanan publik.

Ketua Panitia yang juga Kepala Dinas Kominfo Provinsi NTT, Frederik C.P. Koenunu, menjelaskan bahwa tujuan pameran ini adalah menyampaikan capaian pembangunan, mempromosikan produk lokal, serta memperkuat kecintaan pada budaya daerah. “Pameran ini adalah ruang bersama yang menghubungkan ekonomi kreatif, UMKM, dan pelestarian budaya,” katanya.

Bagi yang tidak sempat hadir langsung, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT serta Dinas Kominfo Provinsi NTT menyiarkan kirab budaya ini secara langsung melalui kanal YouTube masing-masing, Video Kunjungi Disini, agar memungkinkan masyarakat di seluruh pelosok NTT bahkan luar daerah untuk ikut merasakan kemeriahannya serta semangat Kemerdekaan "Ayo Bangun NTT".(Guntara)

Foto : Hindukupang.com / k'Gun

Editor : RyGun

Hindukupang.com : Bersama Penata Tari Sdri.Kini Kinanti Dan Kera Sakti "Hanuman" dan Rahwana Dalam Pawai Ramayana Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur , menyambut Dirgahayu Hari Kemerdekaan RI ke 80 Tahun, 13 Agustus 2025, Parade Kirab Budaya ini Dibuka Oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. 

Baca Juga : Sekolah Dasar Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang NTT Angkatan II Tahun 2024 Rayakan Kenaikan Kelas dan Kelulusan dengan Pagelaran Seni dan Penghargaan, "Generasi Berkarakter, Sukses Menggapai Impian"

Baca Juga : SD Hindu Adi Widya Pasraman Saraswati Angkatan I merayakan Kelulusan 100 Persen dengan Gelar Karya dan Pentas Seni di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Kolaborasi PHDI NTT, WHDI NTT dan Dinas Kesehatan NTT Ratusan Umat Hindu Hadir di Aula El Tari Komitmen Bergerak Bersama Melawan Gizi Buruk, Edukasi Stunting dan Pentingnya Kesehatan Jiwa Sejak Dini

Baca Juga : Dharma Santi Nyepi 2025 Kupang Ibukota NTT Hadirkan Pentas Seni Budaya, Refleksi, Pelayanan "Manawa Sewa, Madhawa Sewa", Dan Inspirasi Pancasila Dari Timur Nusantara