Prodigit1 qr-code-url Prodigit2

Tirtha-Yatra1

Tirtha Yatra Kebangsaan Dan Kebhinnekaan Pasraman Satyam Eva Jayate : Menelusuri Jejak Spiritual, Kebangsaan, Hingga Peradaban Nusantara Di Jawa Timur

HinduKupang.com, Nusantara – Sebanyak 45 peserta yang tergabung dalam Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan (KaKeK) Pasraman Satyam Eva Jayate melaksanakan kegiatan Tirtha Yatra atau perjalanan suci dan spiritual pada 20–22 Juni 2026. Perjalanan yang mengusung semangat "1945" ini tidak hanya menjadi sarana persembahyangan di sejumlah Pura Hindu bersejarah di Pulau Jawa, tetapi juga menjadi momentum untuk menelusuri jejak kebangsaan, sejarah Nusantara, serta mengenang perjuangan Proklamator Bangsa Indonesia, Ir. Soekarno.

Kegiatan diawali pada 19 Juni 2026 malam, tepat jam 00:00 WITA, SembaHyang bersama "Matur Piuning" di Padma Candi Nusantara, Pasraman Satyam Eva Jayate, Kawasan Desa Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar. Kemudian perjalanan Bis menuju Penyawangan  atau Pengayengan Pura Rambut Siwi di Kabupaten Jembrana, Bali, dengan Nunas Air suci Tirtha dan Bija sebelum rombongan menyeberang menuju Pulau Jawa. Sebanyak 45 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang organisasi, mahasiswa-mahasiswi, Kader KMHDI, forum alumni KMHDI, serta pemerhati Kebangsaan dan Kebhinnekaan mengikuti perjalanan yang berlangsung selama tiga hari tersebut. Keberangkatan yang bertepatan dengan semangat tanggal 19 Juni dan jumlah 45 peserta yang sama dengan angka tahun kemerdekaan Indonesia (1945) menjadi simbol semangat nasionalisme yang menyertai perjalanan spiritual tersebut.

IMG 20260620 043311

Saat menyeberangi Selat Bali menuju Banyuwangi, 20 Juni 2026, para peserta disuguhi panorama matahari terbit yang dianggap sebagai pertanda baik sekaligus simbol awal perjalanan suci Tirtha Yatra. Fenomena alam tersebut menambah nuansa reflektif yang mengiringi rombongan dalam memasuki rangkaian kegiatan spiritual dan kebangsaan yang telah dipersiapkan.

IMG 20260620 061535

Pada Sabtu, 20 Juni 2026 pagi jam 07:00-10:00 WIB, seusai bersih-bersih dan mandi, kemudian rombongan Tirtha Yatra pertama kali melakukan persiapan persembahyangan di Pura Agung Blambangan, Kabupaten Banyuwangi. Di tempat ini, sebelumnya para peserta melaksanakan kerja bakti sebagai bagian nilai ide progresif dan humanis dengan aksi kegiatan membersihkan areal pura bersama Juru Sapuh , dan kemudian mempersiapkan Sarana dan Prasarana Persembahan di Pura Agung Blambangan. Kemudian seluruh peserta menuju tempat makan siang yang telah disediakan oleh Keluarga Alumni KMHDI, di Banyuwangi, pada jam 11:12WIB

IMG 20260620 101906

Perjalanan Tirtha Yatra kemudian dilanjutkan menuju kawasan Taman Nasional Alas Purwo yang dikenal sebagai salah satu kawasan sakral dan bersejarah di Pulau Jawa. Di lokasi ini peserta melaksanakan persembahyangan di Pura Kawitan dan Pura Luhur Giri Salaka pada rentang waktu pukul 12.12 hingga 14.30 WIB. Selain melakukan persembahyangan dan menerima tirtha serta bija, peserta juga melaksanakan kegiatan mereresik atau kerja bakti membersihkan areal pura bersama para pengelola setempat. Video Kerja Bakti dan Bersih Pura Kunjungi Disini.

IMG 20260620 144603

DSC09208

Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam kawasan Pura Kawitan Alas Purwo. Dalam wawancara bersama media, Romo Mangku Tego menjelaskan bahwa bagian utama Pura Kawitas Alas Purwo ini berkaitan dengan pemujaan kepada Rsi Markandeya dan Rsi Beradah, sementara pada bagian sisi luar Pura Kawitan Alas Purwo terdapat pemujaan kepada Sang Hyang Ismoyo dan Kanjeng Ratu Kidul yang memiliki keterkaitan dengan kearifan spiritual masyarakat Jawa.

IMG 20260620 145024

IMG 20260620 145316

DSC09214

Kegiatan di Pura Alas Purwo tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan ritual semata, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan lingkungan. Kawasan Alas Purwo yang sering disebut sebagai hutan (daratan) pertama atau hulunya Pulau Jawa tersebut menjadi ruang pembelajaran mengenai hubungan harmonis antara manusia, alam, dan spiritualitas. Saat meninggalkan kawasan Taman Nasional Alas Purwo, rombongan 45 Peserta Tirtha Yatra bahkan disambut kemunculan burung merak di gerbang Alas Purwo yang menambah kesan "Nature code" kode alamNYA yang sangat mendalam bagi seluruh peserta.
Perjalanan pun berlanjut selama 9 jam dari Pura Alas Purwo Kabupaten Banyuwangi, menuju Pura Bhuvana Kertha, Singosari Kabupaten Malang, dan beristirahat di Wantilan Pura tepat pada tengah malam.

6181485514624537114

IMG 20260621 122346

Memasuki Minggu subuh dini hari, 21 Juni 2026, jam 04:00 WIB , seluruh peserta usai mandi dan bersih-bersih, kemudian melanjutkan persiapan SembaHyang di Pura Bhuvana Kertha yang berada di kawasan Lanud Abdulrahman Saleh, Desa Tamanharjo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Persembahyangan dipimpin oleh Romo Mangku Jero Gede Bagus Gupta. Seusai persembahyangan, dilakukan penyerahan berbagai bibit pohon tanaman bunga seperti cempaka, kenanga, jempiring, dan jenis tanaman lainnya sebagai simbol kepedulian terhadap pelestarian lingkungan, yang diterima langsung oleh Ketua Pengurus yaitu Bapak I Ketut Ugrayana. Beliau mengucapkan aprsiasi dan terima kasih telah diberikan berbagai benih bibit pohon bunga yang bisa bermanfaat saat persembahyangan umat Hindu.

IMG 20260621 123021

Penyerahan bibit pohon tersebut melibatkan berbagai unsur elemen dan organisasi serta komunitas, mulai dari Penyerahan berbagai bibit tanaman pohon bunga, diserahkan perwakilan :
1. PD.KMHDI Provinsi BaLi
2. PC.KMHDI Buleleng
3. PC.KMHDI Karangasem
4. PC.KMHDI Denpasar
5. Forum Pemerhati Ramah Anak, Denpasar Timur
6. FPMHD Universitas Udayana
7. Perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Maluku Pulau Buru, Provinsi Maluku
8. Perwakilan dari Alumni KMHDI, Hindu Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur.
9. Perwakilan dari Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan (KaKeK) Pasraman Satyam Eva Jayate.
10. Demisioner Ketua KMHDI BaLi
11. Dan Forum Alumni KMHDI

Kegiatan ini menunjukkan bahwa Tirtha Yatra tidak hanya berfokus pada penguatan spiritual, tetapi juga mendorong kontribusi nyata terhadap lingkungan dan masyarakat. Perjalanan berikutnya pada 21 Juni 2026, jam 06:30-09:30 WIB, menuju Kota Blitar yang menempuh waktu selama 3 jam.

IMG 20260621 123322

Pada hari yang sama, 21 Juni 2026, jam 09:30 WIB, rombongan menghadiri peringatan Wafatnya "Haul" Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, di Kota Blitar. Kegiatan tabur bunga di kompleks makam Bung Karno Sang Proklamator NKRI berlangsung pada pukul 09.30 hingga 12.30 WIB dan menjadi bagian penting dalam rangkaian perjalanan kebangsaan tersebut. Setelah prosesi berlangsung, peserta disambut oleh Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin,S.H.I atau yang akrab disapa Mas Ibin, bersama Wakil Wali Kota Blitar yaitu Elim Tyu Samba , dan juga hadir Kapolres Kota Blitar yaitu AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo,S.I.K.,M.I.K, kemudian Komandan Kodim (Dandim) 0808/Blitar yaitu Letkol Inf. Virlani Arudyawan,S.H.,M.M.,M.H.I dan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Blitar yaitu Romulus Haholongan,S.H.,M.M.,M.H.,CPLA bersama unsur Forkopimda Kota Blitar.

IMG 20260621 121913

IMG 20260622 073415

Selesai Penaburan Bunga, serta Kembang Rampe serta Persembahan Doa bersama di Makam Bung Karno, Momentum tersebut dilanjutkan dengan makan siang bersama Wali Kota Blitar Bersama 45 Peserta Acara "Haul" Bung Karno dari Rumah Kebangsaan Dan Kebhinnekaan (KaKeK) Pasraman Satyam Eva Jayate. Kemudian dilanjutkan kunjungan ke Perpustakaan Bung Karno dan Istana Gebang yang merupakan rumah masa kecil dan remaja Sang Proklamator. Kunjungan tersebut menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda untuk memahami perjalanan hidup Bung Karno sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan dan nasionalisme.

DSC09601

Selesai Tabur Bunga Dalam Acara Peringatan Wafatnya Haul Bung Karno, 45 Peserta Rumah Kebangsaan Dan Kebhinnekaan (KaKeK) Pasraman Satyam Eva Jayate, Berada di Depan Makam Presiden Ri 1 Ir.Soekarno di Kota Blitar dan Foto Bersama Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin,S.H.I serta Wakil Wali Kota Blitar yaitu Elim Tyu Samba, 21 Juni 2026.

IMG 20260622 074133

DSC09644

Perjalanan berikutnya membawa rombongan menuju Pura Penataran Luhur Medang Kemulan di wilayah Jawa Timur. Setibanya di lokasi, peserta melaksanakan simakrama dan Dharmatula bersama Romo Sepuh Satya Bhuwana Medang Kemulan ditemani Romo Sepuh Istri Satya Bhuwana Medang Kemulan. Dalam suasana penuh kekeluargaan, peserta memperoleh wejangan spiritual, melakukan persembahyangan bersama serta persembahan pada Keluhuran Leluhur Nusantara, menerima tirtha dan bija, serta melaksanakan sungkem  di Pura Medang Kemulan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur dan guru spiritual.

DSC09857

IMG 20260622 154556

Kegiatan persembahyangan di Pura Medang Kemulan yang berlangsung hingga malam hari menjadi penutup rangkaian Tirtha Yatra sebelum rombongan kembali menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Seluruh rangkaian perjalanan dinilai berhasil memberikan pengalaman Spiritual, Kebangsaan dan Kebhinnekaan, serta Kepedulian sosial yang mendalam bagi seluruh peserta.

Aksi Nilai-Nilai 4 Jati Diri

Kegiatan Tirtha Yatra yang dilaksanakan oleh Yayasan Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan (Rumah KaKeK) Pasraman Satyam Eva Jayate memiliki nilai makna yang lebih dibandingkan perjalanan pada umumnya. Program ini berhasil memadukan empat dimensi utama yang selama ini menjadi fondasi pengembangan sumber daya manusia, yaitu spiritualitas, kemanusiaan, nasionalisme, dan progresivitas. Pendekatan tersebut sejalan dengan empat jati diri KMHDI, yakni Religius, Humanis, Nasionalis, dan Progresif.

Dari sisi Religius, perjalanan ini memperkuat pemahaman peserta terhadap jejak sejarah perkembangan Hindu Nusantara melalui kunjungan ke berbagai Pura Hindu yang memiliki nilai historis dan spiritual tinggi. Kehadiran para Romo dan Pemangku serta Sulinggih dalam memberikan penjelasan langsung turut memperkaya wawasan peserta mengenai warisan leluhur yang masih hidup hingga saat ini.

Pada aspek Humanis, kegiatan kerja bakti membersihkan Pura Hindu, dukungan konsumsi dan akomodasi dari jaringan alumni KMHDI, serta interaksi lintas daerah menunjukkan adanya budaya gotong royong yang kuat. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang juga mencerminkan praktik nyata nilai Kebhinnekaan yang menjadi identitas bangsa Indonesia.
Humanis yaitu dengan kerja bakti bersama membersihkan areal Pura Hindu, membantu Juru Sapuh, serta membangun rasa saling peduli sesama kemanusiaan dalam kegiatan Tirtha Yatra. Kemudian kemanusiaan saling peduli antar alumni KMHDI di Banyuwangi yang menyediakan konsumsi makan siang, dan juga alumni KMHDI di Singosari Malang atas kesediaan dan dukungannya dengan menyediakan akomodasi penginapan di wantilan Pura serta sarapan pagi bagi seluruh peserta. Sisi Humanis juga simakrama dan ramah tamah bersama Wali kota Blitar dan Wakil Wali Kota Blitar, serta Forkompinda Kota Blitar, seusai upacara peringatan wafatnya "Haul" Bung Karno bersama seluruh peserta Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan (Kakek) Pasraman Satyam Eva Jayate, yang terdiri dari Generasi Pemuda-Pemudi, Mahasiswa-mahasiswi berbagai suku , agama, dan ras antar golongan (SARA) yang turut menggunakan ikat kepala dari Sabang - Merauke dan Miangas Hingga Rote , dengan penuh semangat, seperti Kutipan Pidato Presiden RI 1 Ir.Soekarno , "Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia."

IMG 20260622 160434

Sementara itu, dimensi Nasionalis terlihat jelas melalui partisipasi dalam Peringatan 56 tahun Wafatnya "Haul" Bung Karno. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan sarana pendidikan karakter yang menghubungkan generasi muda dengan sejarah perjuangan bangsa. Nilai Nasionalis yaitu dengan mengunjungi Perayaan Wafatnya "Haul" Presiden RI 1 Ir.Soekarno yang dimakamkan 21 Juni 1970 di Blitar , bersebelahan dengan Pusara makam dari kedua orang tua Bung Karno, sang Proklamator Negara Indonesia.
Sisi Nasionalis para peserta juga terbangun dengan mengunjungi perpustakaan Bung Karno dan Bung Hatta, serta istana Gebang masa kecil dan masa remaja kehidupan Bung Karno di rumahnya di Kota Blitar. Kunjungan ke perpustakaan dan rumah masa kecil Bung Karno memperkuat pemahaman bahwa nasionalisme harus dibangun melalui pengetahuan dan keteladanan.

IMG 20260622 155342

Aspek progresif tercermin dari munculnya berbagai gagasan dan jaringan kolaborasi yang lahir selama perjalanan. Dukungan juga datang dari Gubernur Provinsi Bali Dr.Ir.Wayan Koster,M.M Kepada Yayasan Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan (KaKeK) Pasraman Satyam Eva Jayate, Gubernur Bali juga memberi semangat kepada 45 peserta karena bisa menghadiri langsung peringatan Haul Bung Karno ke kota Blitar. Salah satu yang menarik adalah apresiasi Pemerintah Kota Blitar yaitu Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin,S.H.I terhadap keterlibatan generasi muda-mudi dan mahasiswa dari berbagai suku dan daerah di Indonesia yang terhimpun dalam Rumah Kakek Pasraman Satyam Eva Jayate dalam peringatan Haul Bung Karno ke 56, serta munculnya gagasan dari "Guru Wisesa" Mas Ibin sebagai Wali Kota Blitar yang mengijinkan agar pemanfaatan rumah jabatan Wali Kota Blitar bisa sebagai pusat kegiatan pada penyelenggaraan berikutnya di Tahun 2027. Hal ini menunjukkan bahwa Tirtha Yatra tidak berhenti pada ritual dan refleksi, tetapi juga menjadi ruang lahirnya inovasi sosial dan penguatan jejaring Kebangsaan dan Kebhinnekaan.

DSC09037

45 Peserta Tirtha Yatra Rumah Kebangsaan Dan Kebhinnekaan (KaKeK) Pasraman Satyam Eva Jayate Di Pura Agung Blambangan, Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur, 20 Juni 2026, sumber foto : Dokumentasi Panitia Rumah KaKek

Tirtha Yatra yang merupakan Perjalanan Ke tempat Suci Hindu untuk memperoleh Air Suci "Amertha" yang diselenggarakan oleh Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan (KaKeK) Pasraman Satyam Eva Jayate sangat bermakna , yang berlangsung pada 20–22 Juni 2026 diikuti oleh 45 peserta dengan mengunjungi enam pura di Bali dan Jawa Timur, yakni Penyawangan Pura Rambut Siwi di Kabupaten Jembrana Bali, Pura Agung Blambangan di Kabupaten Banyuwangi, Pura Kawitan Alas Purwo, Pura Luhur Giri Salaka di Kabupaten Banyuwangi, Pura Bhuvana Kertha Singosari di Kabupaten Malang, dan Pura Penataran Luhur Medang Kemulan di Kabupaten Gresik. Selain melaksanakan persembahyangan, peserta juga melakukan kerja bakti, penyerahan dan penanaman bibit pohon bunga, serta menghadiri peringatan Haul Bung Karno di Blitar yang dilanjutkan dengan kunjungan ke Perpustakaan Bung Karno dan Istana Gebang. Kegiatan ini menjadi perpaduan antara penguatan spiritual, pelestarian lingkungan, pendidikan sejarah, dan pembentukan karakter Kebangsaan bagi Sumber Daya Manusia (SDM) generasi penerus Bangsa Indonesia.

DSC09709

Menurut Ketua Yayasan Pasraman Satyam Eva Jayate I Ketut Udi Prayudi, adapun Rumah Kebangsaan Dan Kebhinnekaan (KaKeK) Pasraman Satyam Eva Jayate yang berlokasi di Jalan Trengguli Gang IV D Nomor 3, Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Provinsi Bali ini secara data buku tamu register update 20 Mei 2026 di Hari Kebangkitan Nasional , bangunan gedung 3 lantai berwarna "Tri Datu" Merah Putih Hitam Pasraman Satyam Eva Jayate ini telah digunakan oleh lebih dari 100 organisasi dan komunitas serta lembaga dalam berbagai kegiatannya.

Secara keseluruhan, Tirtha Yatra Rumah Kebangsaan Dan Kebhinnekaan (KaKeK) Pasraman Satyam Eva Jayate 20–22 Juni 2026 dapat dipandang sebagai model pendidikan karakter berbasis Spiritualitas dan Kebangsaan serta Kebhinnekaan yang relevan bagi generasi penerus bangsa Indonesia. Perjalanan ini membuktikan bahwa penguatan identitas keagamaan dapat berjalan seiring dengan penguatan nilai kebangsaan, pelestarian budaya, kepedulian lingkungan, serta pembangunan jejaring sosial yang inklusif dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.(Guntara)

Editor : Rygun

Sumber dan Foto : www.hindukupang.com, Rygun, Pasraman Satyam Eva Jayate Bali , Alumni KMHDI , serta Dokumentasi Panitia Rumah KaKeK

Kumpulan Foto Tirtha Yatra 6 Pura Hindu Di Jawa Dan Peringatan 56 Tahun Wafatnya "Haul" Presiden RI 1 Ir.Soekarno : Kunjungi Disini (File Google Drive).

Dokumentasi Foto-Foto Kegiatan Dari Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan (KaKek) Pasraman Satyam Eva Jayate Kunjungi Disini (File Google Drive).

DSC09233

Baca Juga : Simakrama Forum Alumni KMHDI Bali Teguhkan Semangat Konsolidasi Kader Dan Gagasan Masa Depan Bali

Baca Juga : Rumah Kebangsaan Dan Kebhinnekaan “KaKek” Rayakan Tiga Tahun Pengabdian Dalam Semangat Hari Kebangkitan Nasional Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Ribuan Peserta Akan Ramaikan Karnaval Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 Di Kota Denpasar Provinsi Bali, Usung Semangat Nasionalisme Perkuat Nilai Kebangsaan Dan Kebhinnekaan

Baca Juga : Ribuan Warga Padati Karnaval Pancasila 2026 Di Denpasar Bali, Parade Budaya Nusantara Bersatu Dalam Semangat Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia

Baca Juga : Piodalan Agung Tahun ke 10 Pura Oebanantha Kupang : Wujud Bhakti dan Pelaksanaan Yadnya Umat Hindu Kupang NTT

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

6161228859718700940

Upacara Hindu Piodalan Agung Tahun ke-10 Pura Oebanantha Kupang : Wujud Bhakti dan Pelaksanaan Yadnya Umat Hindu Kupang NTT

HinduKupang.com, NTT – Umat Hindu Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur telah mempersiapkan pelaksanaan Piodalan Agung Tahun ke-10 (Nugtug Karya) Pura Oebanantha yang akan mencapai puncaknya pada Rahina Hari Suci Galungan, Buda Kliwon Dungulan, Rabu 17 Juni 2026 mendatang. Pura Oebananta yang termasuk Padma Bhuwana Nusantara wilayah Tenggara Indonesia ini berdiri sejak 1950an di areal Oeba-Fatubesi, sejarah mencatat di tahun 1979 pernah dilakukan Upacara Ngenteng Linggih, dan pada september tahun 2016 juga telah dilaksanakan Upacara Mendem Pedagingan dan Ngenteg Linggih Pura Oebananta, dan saat ini tepat 10 tahun (2016-2026) menjelang Puncak Hari Suci Galungan sekaligus dilaksanakan Perayaan Hari Piodalan Agung Pura Oebananta. Rangkaian kegiatan yang telah disusun Panitia Pelaksana PHDI Kota Kupang bersama PSN Korwil NTT dan pengempon pura Oebananta ini berlangsung hampir tiga bulan, dimulai sejak April hingga penutupan upacara pada Umanis Galungan 18 Juni 2026. Seluruh tahapan tersebut merupakan pelaksanaan Dewa Yadnya, Rsi Yadnya, Bhuta Yadnya yang sarat makna spiritual, pengabdian, dan kebersamaan umat dalam memuliakan Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta seluruh manifestasi-Nya.

Pada 30 April 2026, umat Hindu Kupang memulai persiapan alat dan bahan upacara berupa usuk, bambu, triplek, pelepah kelapa, slepan, lontar, serta berbagai kebutuhan untuk pembuatan banten dan caru. Tahapan ini menjadi fondasi awal pelaksanaan yadnya karena seluruh sarana upacara dipersiapkan dengan penuh kesungguhan sebagai bentuk persembahan yang tulus dan suci kepada Tuhan. Dalam ajaran Hindu, kesucian yadnya tidak hanya terletak pada pelaksanaan ritual, tetapi juga pada niat dan proses persiapannya.

Memasuki 29–30 April 2026, umat melaksanakan kegiatan mereresik atau pembersihan pelinggih, alat-alat upacara, serta lingkungan pura. Pada kesempatan yang sama dilakukan persiapan lubang untuk pelaksanaan caru enam tempekan. Kegiatan ini melambangkan proses penyucian alam sekala dan niskala agar seluruh rangkaian karya dapat berlangsung dengan harmonis. Selanjutnya pada 1 Mei 2026, dilaksanakan prosesi Dewasa Nanceb dan Mecaru 6 Tempekan, yang bertujuan menyeimbangkan kekuatan alam dan menetralisir energi negatif sebelum memasuki tahapan karya yang lebih besar.

Sejak 2 hingga 12 Mei 2026, umat Hindu bergotong royong melaksanakan ngayah membangun berbagai wewangunan upacara seperti Penegteg, Sanggah Surya, Sanggah Agung, Tetaring Pewedan, Tetaring Gedong, Sunari, hingga berbagai pawedan dan sanggah pendukung lainnya. Seluruh sarana tersebut harus selesai paling lambat 12 Mei 2026 sebagai bagian dari kesiapan fisik dan spiritual menjelang piodalan. Semangat ngayah yang ditunjukkan umat mencerminkan ajaran Hindu tentang pengabdian tanpa pamrih sebagai bentuk bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

IMG 20260615 145125

Pada periode 13 Mei hingga 10 Juni 2026, kegiatan dilanjutkan dengan proses ngulapin sarwa wewangunan atau penyempurnaan seluruh bangunan upacara. Pada saat yang sama, kaum ibu membuat berbagai jenis banten seperti Sanganan Suci, Sanganan Pule Gembal, Sanganan Bebangkit, dan Sanganan Catur, sedangkan kaum bapak mempersiapkan rak banten, katikan sate caru, serta perlengkapan lainnya. Pembagian tugas tersebut menggambarkan keseimbangan peran umat dalam mewujudkan yadnya yang sempurna.

Tahapan penting berikutnya berlangsung pada 1 Juni 2026, ketika para Serati Banten dari Bali tiba di Kupang untuk membantu persiapan upacara. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan kesakralan sarana upakara yang akan digunakan selama piodalan. Kemudian pada 6 Juni 2026, umat melaksanakan ngayah membuat bahan Upakara dan Upacara Caru (Eteh-Eteh Caru) sebagai bagian dari persiapan Bhuta Yadnya.

Pada 7 Juni 2026, panitia bersama perwakilan umat melaksanakan prosesi Nunas Toya Pekuluh di Pura Giri Suci Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan serta Nunas Toya Anyar di Baumata Kabupaten Kupang. Tirta yang diperoleh dari prosesi ini memiliki makna sebagai simbol kehidupan dan penyucian. Dalam ajaran Hindu, air suci diyakini sebagai media anugerah Tuhan yang membersihkan lahir dan batin umat sebelum memasuki puncak karya.

Memasuki 8–9 Juni 2026, umat Hindu Kupang kembali bergotong royong membuat lima buah penjor dan berbagai kebutuhan bumbu upacara. Selanjutnya pada 10 Juni 2026, Ratu Pedanda / Sulinggih Pandita Bodha dari Bali tiba di Kupang. Pada hari yang sama dilaksanakan pemasangan wastra, pemasangan penjor, serta pembuatan ulam caru sebagai bagian dari persiapan akhir menjelang dimulainya tahapan inti karya.

6161228859718700938

6161228859718700939

Rangkaian upacara memasuki fase yang lebih sakral pada 11 Juni 2026 melalui prosesi Nuasen Karya dan Ngingsah Beras, yang menandai dimulainya pelaksanaan karya secara spiritual. Pada hari yang sama umat mulai melaksanakan Mekemit, yaitu bermalam di pura sambil berdoa, bermeditasi, dan menjalankan pelayanan spiritual. Mekemit berlangsung hingga 17 Juni 2026, memberikan kesempatan kepada umat untuk memperdalam bhakti dan kedekatan rohani dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Pada 12 Juni 2026, panitia melakukan pengecekan terakhir terhadap seluruh sarana upacara dan memastikan seluruh wewalungan telah siap digunakan. Kemudian pada 13 Juni 2026, umat melaksanakan pemasangan wastra pada wewalungan, kegiatan mepepada hewan dan binatang (Wewalungan), dan pembuatan ulam caru. Seluruh tahapan ini bertujuan menyempurnakan persiapan menjelang pelaksanaan ritual utama.

61612288597187009366161228859718700937

Momentum penting berikutnya berlangsung pada 14 Juni 2026, bertepatan dengan Tilem Sadha, ketika dilaksanakan prosesi Mecaru Rsi Gana, yang dipimpin oleh Sulinggih / Pandita Bodha yaitu Ida Pedanda Istri Ratna Kania dari Nongan Karangasem Bali, dan Pandita Siwa dari Kupang NTT yaitu Ida Rsi Agung Nanda Wijaya Kusuma Manuaba. Upacara ini merupakan bagian dari Bhuta Yadnya yang bertujuan menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan kekuatan-kekuatan alam semesta. Melalui Mecaru, upacara Bhuta Yadnya kemudian dilanjutkan Upacara Dewa Yadnya yang dipimpin oleh Sulinggih Bodha dan Sulinggih Siwa, guna memohon keharmonisan Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit, serta keselamatan, ketentraman jagat bagi seluruh masyarakat dan lingkungan sekitar.

Pada 15 Juni 2026, dilaksanakan kegiatan pemotongan babi untuk keperluan upakara serta Santi Puja pada malam harinya. Selanjutnya pada 16 Juni 2026, umat melaksanakan Melasti, yaitu ritual penyucian diri dan seluruh sarana upacara dengan memohon pembersihan segala kekotoran lahir dan batin. Pada hari yang sama juga dilakukan pembuatan Bebangkit dan "Gayah" sebagai bagian dari persiapan puncak karya. Melasti menjadi simbol perjalanan spiritual manusia menuju kesucian sebelum menghadap Tuhan dalam persembahyangan utama.

6161228859718700943

Puncak Piodalan Agung Tahun ke-10 Pura Oebanantha berlangsung pada Rabu, 17 Juni 2026, bertepatan dengan Hari Raya Galungan, yang bermakna Kemenangan Dharma (Kebenaran) melawan Adharma (Ketidakbenaran), dimana siklus 210 hari Pawukon yang tepat istimewanya di tahun 2026 ini setahun sekali Galungan yaitu pada Rabu (Buda) Kliwon Wuku Dungulan.

6161228859718700943

Sejak pagi hari seluruh panitia dan umat Hindu Kupang melaksanakan persiapan akhir sebelum kegiatan piodalan dimulai. Pada siang hari, Tapakan Ida Bhatara dari Pura Agung dijadwalkan tiba di Pura Oebanantha, disusul kehadiran Wali Kota Kupang sebagai Guru Wisesa, Pemerintah Daerah sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan kehidupan keagamaan umat Hindu di Nusa Tenggara Timur. Puncak piodalan ini menjadi momentum spiritual tertinggi yang mempertemukan nilai bhakti, tradisi, dan kebersamaan umat dalam satu persembahan suci kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

6161228859718700939

6161228859718700942

IMG 20260615 144841

Sebagai penutup rangkaian karya, pada 18 Juni 2026 dilaksanakan prosesi Nganyarin dan Nyineb yang dipuput oleh Rsi Bojana dalam wujud Rsi Yadnya. Prosesi ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian yadnya sekaligus mengembalikan energi sakral yang telah dihadirkan selama upacara ke tempat dan kedudukannya masing-masing sesuai tata ritual Hindu. Dengan demikian, Piodalan Agung Tahun ke-10 Pura Oebanantha tidak hanya menjadi perayaan ulang tahun pura, tetapi juga manifestasi nyata ajaran Tri Hita Karana, yaitu keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.(Guntara)

Editor : Rygun
Sumber dan Foto : www.hindukupang.com, grup whatsapp Hindu Kupang, dan Dewa Putra Utama (Alumni PD.KMHDI NTT)

Kumpulan Foto-Foto Kegiatan bisa Kunjungi Disini.

6161228859718701049

Baca Juga : Kelulusan Siswa-Siswi SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang NTT 2026 Dalam Pentas seni "Unity Bloom" Tekankan Pendidikan Sebagai Jalan Menuju Kesuksesan

Baca juga : Wali Kota Kupang Christian Widodo Apresiasi Semangat Toleransi Dan Solidaritas Kebersamaan Umat Hindu Kupang Dalam Dharma Santi Nyepi 1948 Saka Tahun 2026

Baca Juga : Dharma Santi Nyepi Nasional 2026 Di Taman Werdhi Budaya Art Center Denpasar Bali, Tegaskan Tat Twam Asi, Tri Hita Karana Dan Persaudaraan Dalam Semangat "Vasudhaiva Kutumbakam, Satu Bumi, Satu Keluarga, Harmoni Nusantara Indonesia Maju”

Baca Juga : Umat Hindu Kupang Gelar Ritual Tawur Kasanga dan Pawai Ogoh-Ogoh Sambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026

Baca Juga : Ribuan Umat Hindu Kupang NTT Gelar Prosesi Melasti Jelang Nyepi Tahun Baru Saka 1948 / 2026 Dalam Semangat "Vasudaiva Kutumbakam"

Baca Juga : Donor Darah Bagi Kemanusiaan Sambut Datangnya Tahun Saka 1948/2026, Panitia Hari Suci Nyepi Kota Kupang Himpun 59 Kantong Darah Serta Perkuat Harmoni Toleransi Antarumat Beragama

Baca Juga : Simakrama Forum Alumni KMHDI Bali Teguhkan Semangat Konsolidasi Kader Dan Gagasan Masa Depan Bali

 Baca Juga : Rumah Kebangsaan Dan Kebhinnekaan “KaKek” Rayakan Tiga Tahun Pengabdian Dalam Semangat Hari Kebangkitan Nasional Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara

Baca Juga : SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang Raih Juara III Di Filosi Robotic Competititon 2026 Provinsi Nusa Tenggara Timur

Baca Juga : Dinas Pendidikan Kota Kupang Gelar Olimpiade Sains Nasional OSN 2026, SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Meraih Peringkat 6 Besar Kategori IPA Dari 158 Sekolah Dasar Dan Siap Harumkan Nama NTT

Baca Juga : Lokakarya Penguatan Empat Pilar Pembangunan Manusia Hindu Digelar Di Kupang NTT

Baca Juga : Rayakan HUT ke-38, WHDI Kota Kupang Gelar Turnamen Bulu Tangkis dan Berdayakan UMKM

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama Dari Nusa Tenggara Timur Teguhkan Persatuan Gotong Royong Dan Komitmen Kemanusiaan

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando

Baca Juga : "Guru Wisesa" Gubernur NTT Bersama Wakil Gubernur NTT Buka Perayaan HUT RI ke 80 Tahun Dengan Semangat Ayo Bangun NTT Dalam Acara Kirab Budaya NTT "BaGaYa" : Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya Tahun 2025

Baca Juga : Bhakti Untuk Regenerasi, MPAB ke XX Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT : "Melahirkan Kader Hindu Berjiwa Pemimpin”

Baca Juga : Audiensi Bersama Gubernur NTT Melki, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT Tekankan Akses Jalan Pura Oebanantha , Pemerataan Pendidikan, Penguatan UMKM Serta Jaminan Perlindungan Kesehatan Sosial Masyarakat NTT

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

 

SKL07460

HinduKupang.com, NTT – Suasana penuh kebanggaan dan kebersamaan mewarnai kegiatan Pentas Seni, Pelepasan Siswa Kelas VI, serta Kenaikan Kelas SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di D'Art Café & Gallery, Sikumana, Minggu (7/6/2026). Acara yang mengusung tema "Unity Bloom" tersebut menjadi momentum penting bagi sekolah dalam mengapresiasi perjalanan pendidikan siswa sekaligus mempererat hubungan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur pemangku kepentingan pendidikan dan keagamaan Hindu. Pelaksanaan Pentas Seni Perpisahan dan Kenaikan Kelas Sekolah Dasar Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang mendapat dukungan luas dari berbagai unsur pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan Hindu, serta tokoh masyarakat. Hal tersebut terlihat dari daftar undangan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang selama ini berperan dalam pengembangan pendidikan dan pembinaan umat Hindu di Kota Kupang maupun Provinsi Nusa Tenggara Timur.

SKL07005

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pembimas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Penyelenggara Hindu Kementerian Agama Kota Kupang, Koordinator Pengawas Pendidikan, serta Pengawas Pembina sekolah. Kehadiran unsur pemerintah dan pengawas pendidikan menunjukkan adanya perhatian terhadap proses pembelajaran dan perkembangan lembaga pendidikan Hindu di daerah.

Selain unsur pemerintah, sejumlah organisasi keagamaan Hindu turut diundang untuk menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua PHDI Provinsi NTT, Ketua PHDI Kota Kupang, Ketua WHDI Provinsi NTT, Ketua WHDI Kota Kupang, Ketua Banjar Dharma Agung Kupang, Ketua ICHI NTT, serta para tokoh agama Hindu. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan terhadap upaya pembinaan generasi muda Hindu melalui jalur pendidikan formal.

SKL07459

Pihak yayasan dan lembaga pendukung pendidikan juga menjadi bagian penting dalam acara tersebut. Ketua dan Wakil Yayasan Upanisada, Ketua Dewan Penyantun Sekolah, Ketua Yayasan Dewi Sri serta Ketua Komite Sekolah diundang untuk menyaksikan langsung capaian para siswa selama mengikuti proses pendidikan. Keterlibatan yayasan dan komite sekolah mencerminkan kolaborasi yang kuat dalam mendukung kemajuan pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan dan karakter.

Turut hadir dalam daftar undangan Kepala Sekolah Pratama Widyalaya TK Hindu Saraswati, Lurah Fatubesi, Ketua PD.KMHDI NTT, Ketua Koperasi Mahalaksmi, pembina kegiatan ekstrakurikuler sastra dan pramuka, serta insan jrunalis media. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sekolah tidak hanya menjadi urusan internal lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat yang lebih luas.

SKL07461

Yang tidak kalah penting, para orang tua dan wali murid menjadi elemen utama dalam kegiatan perpisahan dan kenaikan kelas tersebut. Mereka merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan pendidikan anak-anak selama menempuh proses belajar di sekolah selama 6 tahun. Momentum ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap dukungan keluarga yang selama ini mendampingi tumbuh kembang peserta didik.

Melalui keterlibatan berbagai pihak, Pentas Seni Perpisahan dan Kenaikan Kelas SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang NTT tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi wadah memperkuat sinergi antara sekolah, pemerintah, organisasi keagamaan, yayasan, masyarakat, dan keluarga dalam membangun kualitas pendidikan Hindu yang semakin maju dan berdaya saing.

Baca Juga Berita Tahun 2025 : Pentas Seni Meriahkan Lulusan Angkatan III Sekolah Dasar SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang NTT Dilepas Penuh Cinta dan Apresiasi

SKL06844

SKL06746

SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Lepas Siswa Kelas VI, Pembimas Hindu NTT Tekankan Pendidikan sebagai Jalan Menuju Kesuksesan

Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan dukungan yang kuat terhadap pengembangan pendidikan Hindu di Kota Kupang. Dalam sambutannya, Pembimas Hindu Provinsi NTT, I Ketut Suji, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada para siswa kelas VI yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan dasar selama enam tahun. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan siswa semata, tetapi juga merupakan hasil sinergi antara guru, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses pembelajaran.

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan instrumen utama dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan masa depan generasi muda. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan terus memberikan dukungan terhadap proses pendidikan agar anak-anak dapat berkembang menjadi pribadi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan di masa mendatang.

SKL06701

SKL06745

Pembimas Hindu NTT juga menyampaikan ucapan selamat kepada delapan siswa kelas VI yang resmi dilepas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Pada kesempatan tersebut, ia mengajak umat Hindu untuk terus mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada SD Adi Widyalaya Saraswati yang telah memperoleh akreditasi A dan memiliki berbagai prestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Lebih lanjut, I Ketut Suji menekankan bahwa SD Adi Widyalaya Saraswati merupakan lembaga pendidikan yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang agama. Menurutnya, pendidikan memiliki tujuan universal, yakni mencerdaskan kehidupan manusia dan memuliakan martabat kemanusiaan, sementara agama menjadi landasan spiritual dalam membentuk keimanan dan moralitas peserta didik.

Baca Juga Berita Tahun 2024 : Sekolah Dasar Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang NTT Angkatan II Tahun 2024 Rayakan Kenaikan Kelas dan Kelulusan dengan Pagelaran Seni dan Penghargaan, "Generasi Berkarakter, Sukses Menggapai Impian"

SKL06746

SKL06742

Dalam kesempatan yang sama, Pembimas Hindu NTT turut menyampaikan informasi mengenai komitmen Bimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT dalam meningkatkan mutu pendidikan keagamaan Hindu. Meski pemerintah tengah melakukan penyesuaian anggaran, pihaknya tetap berupaya memenuhi berbagai hak tenaga pendidik, termasuk pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru yang telah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahun 2025 yang direncanakan terealisasi pada Juli 2026.

SKL06745

Menurut Kepala Sekolah SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati, Ni Nyoman Suparwati,S.Pd.,M.Pd.Gr mengungkapkan rangkaian acara berlangsung meriah melalui berbagai penampilan seni dan budaya yang dibawakan oleh para siswa-siswi kelas I hingga kelas VI . Mulai dari tari penyambutan, tari Bali , tari Kreasi Rote Ndao NTT, pembacaan sloka Pustaka Suci Veda, drama musikal, parade puisi, hingga hiburan yang melibatkan guru dan orang tua siswa. Penampilan tersebut menjadi wadah bagi peserta didik untuk menampilkan kreativitas, bakat, dan kepercayaan diri yang telah dibangun selama menempuh pendidikan di sekolah. Acara selanjutnya adalah sungkem dan penghormatan kepada orang tua dari 8 Siswa-Siswi kelas VI yang telah berhasil lulus di SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang tahun 2026 guna melanjutkan ke jenjang SMP.

Baca Berita 17 Juni 2023 : SD Hindu Adi Widya Pasraman Saraswati Angkatan I merayakan Kelulusan 100 Persen dengan Gelar Karya dan Pentas Seni di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur

SKL06741

Kegiatan pelepasan dan kenaikan kelas ini tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif. Semangat kebersamaan yang tercermin dalam acara tersebut diharapkan mampu memperkuat komitmen seluruh pihak dalam mendukung kemajuan pendidikan Hindu di Kota Kupang.(Guntara)

Editor : Rygun
Sumber dan Foto : www.hindukupang.com, kepala SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati / Ni Nyoman Suparwati

Foto-Foto kegiatan Acara bisa Kunjungi Disini

Baca juga : Wali Kota Kupang Christian Widodo Apresiasi Semangat Toleransi Dan Solidaritas Kebersamaan Umat Hindu Kupang Dalam Dharma Santi Nyepi 1948 Saka Tahun 2026

Baca Juga : Dharma Santi Nyepi Nasional 2026 Di Taman Werdhi Budaya Art Center Denpasar Bali, Tegaskan Tat Twam Asi, Tri Hita Karana Dan Persaudaraan Dalam Semangat "Vasudhaiva Kutumbakam, Satu Bumi, Satu Keluarga, Harmoni Nusantara Indonesia Maju”

Baca Juga : Umat Hindu Kupang Gelar Ritual Tawur Kasanga dan Pawai Ogoh-Ogoh Sambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026

Baca Juga : Ribuan Umat Hindu Kupang NTT Gelar Prosesi Melasti Jelang Nyepi Tahun Baru Saka 1948 / 2026 Dalam Semangat "Vasudaiva Kutumbakam"

Baca Juga : Donor Darah Bagi Kemanusiaan Sambut Datangnya Tahun Saka 1948/2026, Panitia Hari Suci Nyepi Kota Kupang Himpun 59 Kantong Darah Serta Perkuat Harmoni Toleransi Antarumat Beragama

Baca Juga Berita Tahun 2025 : Pentas Seni Meriahkan Lulusan Angkatan III Sekolah Dasar SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang NTT Dilepas Penuh Cinta dan Apresiasi

Baca Juga Berita Tahun 2024 : Sekolah Dasar Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang NTT Angkatan II Tahun 2024 Rayakan Kenaikan Kelas dan Kelulusan dengan Pagelaran Seni dan Penghargaan, "Generasi Berkarakter, Sukses Menggapai Impian"

Baca Berita 17 Juni 2023 : SD Hindu Adi Widya Pasraman Saraswati Angkatan I merayakan Kelulusan 100 Persen dengan Gelar Karya dan Pentas Seni di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur

Baca Juga : Simakrama Forum Alumni KMHDI Bali Teguhkan Semangat Konsolidasi Kader Dan Gagasan Masa Depan Bali

Baca Juga : Rumah Kebangsaan Dan Kebhinnekaan “KaKek” Rayakan Tiga Tahun Pengabdian Dalam Semangat Hari Kebangkitan Nasional Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara

Baca Juga : SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang Raih Juara III Di Filosi Robotic Competititon 2026 Provinsi Nusa Tenggara Timur

Baca Juga : Dinas Pendidikan Kota Kupang Gelar Olimpiade Sains Nasional OSN 2026, SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Meraih Peringkat 6 Besar Kategori IPA Dari 158 Sekolah Dasar Dan Siap Harumkan Nama NTT

Baca Juga : Lokakarya Penguatan Empat Pilar Pembangunan Manusia Hindu Digelar Di Kupang NTT

Baca Juga : Rayakan HUT ke-38, WHDI Kota Kupang Gelar Turnamen Bulu Tangkis dan Berdayakan UMKM

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama Dari Nusa Tenggara Timur Teguhkan Persatuan Gotong Royong Dan Komitmen Kemanusiaan

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando

Baca Juga : "Guru Wisesa" Gubernur NTT Bersama Wakil Gubernur NTT Buka Perayaan HUT RI ke 80 Tahun Dengan Semangat Ayo Bangun NTT Dalam Acara Kirab Budaya NTT "BaGaYa" : Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya Tahun 2025

Baca Juga : Bhakti Untuk Regenerasi, MPAB ke XX Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT : "Melahirkan Kader Hindu Berjiwa Pemimpin”

Baca Juga : Audiensi Bersama Gubernur NTT Melki, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT Tekankan Akses Jalan Pura Oebanantha , Pemerataan Pendidikan, Penguatan UMKM Serta Jaminan Perlindungan Kesehatan Sosial Masyarakat NTT

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

 

IMG-20260527-WA0042e1

HinduKupang.com, NTT - Perayaan Dharma Santi sebagai puncak rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 Tahun 2026 di Kota Kupang berlangsung khidmat dan sarat pesan persaudaraan. Kegiatan yang digelar pada hari Selasa sore, 26 Mei 2026 bertempat di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang itu menjadi momentum penguatan nilai toleransi, kebersamaan, dan harmoni antarumat beragama di tengah masyarakat multikultural Kota Kupang. Kehadiran umat Hindu Kupang dan tamu undangan Pemerintah Daerah Kota Kupang sebagai "Guru Wisesa" dalam perayaan tersebut memperlihatkan komitmen nyata dalam merawat keberagaman sebagai fondasi pembangunan sosial di daerah.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap dedikasi umat Hindu kota Kupang yang terus menjaga nilai budaya dan spiritualitas melalui rangkaian perayaan Nyepi. Ia menilai keberagaman yang tumbuh di Kota Kupang merupakan kekuatan sosial yang harus dirawat bersama. Menurutnya, penampilan budaya yang ditampilkan umat Hindu tidak sekadar hiburan seremonial, melainkan bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur yang memiliki nilai pemersatu masyarakat.

Dharma Santi HinduKupang2026

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo sebagai Guru Wisesa Pemerintah Daerah juga menyoroti makna filosofis Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 / 2026 ini sebagai momentum refleksi diri. Di tengah kehidupan modern yang dipenuhi kesibukan dan tekanan sosial, Nyepi dinilai menghadirkan ruang kontemplasi yang penting bagi manusia untuk kembali menata batin dan mengevaluasi perjalanan hidup. Pesan tersebut dinilai relevan dengan kondisi masyarakat perkotaan yang semakin dihadapkan pada dinamika kehidupan yang cepat dan kompetitif.

IMG-20260527-WA0055e1

Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo menegaskan bahwa pembangunan kota tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik dan infrastruktur semata. Ia menilai pembangunan yang sejati harus menghadirkan nilai kemanusiaan melalui empati sosial, kepedulian terhadap sesama, dan penguatan hubungan antarmasyarakat. Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi kegiatan keagamaan dan budaya yang membawa dampak positif bagi kerukunan warga.

Semangat “Vasudhaiva Kutumbakam” atau “Satu Bumi, Satu Keluarga” yang diangkat dalam Dharma Santi Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 / 2026 di Kota Kupang NTT ini menjadi simbol kuat persatuan lintas perbedaan. Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo berharap nilai tersebut dapat terus menjadi pedoman masyarakat dalam membangun interaksi sosial yang harmonis sehingga Kota Kupang tetap menjadi contoh toleransi dan kerukunan di Indonesia Timur.

Baca Juga : Umat Hindu Kupang Gelar Ritual Tawur Kasanga dan Pawai Ogoh-Ogoh Sambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026

Umat Hindu Sampaikan Apresiasi atas Dukungan Pemerintah Kota Kupang

Ketua PHDI Kota Kupang, dr. I Wayan Ari Wijana S.Putra,M.Si, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang atas dukungan yang diberikan selama rangkaian Hari Suci Nyepi berlangsung. Ia menyebut dukungan pemerintah tidak hanya berupa arahan moral dan koordinasi kelembagaan, tetapi juga dukungan anggaran melalui APBD yang memungkinkan seluruh kegiatan terlaksana secara maksimal.

Menurutnya, perhatian Pemerintah Daerah Kota Kupang yang dipimpin Wali Kota dr.Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Franscies,S.Sos.,M.,Sc terhadap kegiatan keagamaan umat Hindu menjadi bukti hadirnya negara dalam menjamin kebebasan beragama dan menjaga keharmonisan sosial. Dukungan tersebut dinilai memperkuat rasa percaya diri umat Hindu sebagai bagian integral dari masyarakat Kota Kupang yang hidup berdampingan dengan berbagai komunitas agama lainnya.

IMG 20260527 144322e

Rangkaian perayaan Nyepi di Kota Kupang melibatkan banyak unsur masyarakat, mulai dari panitia, sponsor, donatur hingga umat sedharma yang bergotong royong menyukseskan kegiatan. Tercatat sebanyak 68 panitia terlibat aktif dalam penyelenggaraan acara. Solidaritas tersebut mencerminkan kuatnya budaya kebersamaan di lingkungan umat Hindu Kota Kupang yang berjumlah sekitar 565 kepala keluarga atau sekitar 3.000 jiwa (sesuai data update banjar 10-2-2024).

Melalui tema Hari Suci Nyepi Nasional 2026 : “Vasudhaiva Kutumbakam” atau “Satu Bumi, Satu Keluarga”  “Harmoni Nusantara, Indonesia Maju”, umat Hindu Kota Kupang berharap suasana toleransi yang selama ini terbangun dapat terus terjaga. Perayaan Dharma Santi bukan hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga ruang mempererat persaudaraan lintas komunitas demi menciptakan kehidupan sosial yang damai dan inklusif.

Baca Juga : Ribuan Umat Hindu Kupang NTT Gelar Prosesi Melasti Jelang Nyepi Tahun Baru Saka 1948 / 2026 Dalam Semangat "Vasudaiva Kutumbakam"

Dharma Santi Nyepi Jadi Simbol Harmoni dan Toleransi di Kota Kupang

Pelaksanaan Dharma Santi Nyepi 1948 Saka di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang berlangsung meriah dengan nuansa budaya yang kental. Ribuan peserta hadir mengenakan kebaya Bali dan tenun khas NTT, menampilkan perpaduan identitas budaya yang harmonis. Pentas seni tari daerah, Renungan Nyepi dan Dharma wacana, dan doa bersama menjadi bagian penting dalam memperkuat nilai spiritual dan kebudayaan dalam perayaan tersebut.

Pengurus Wakil Ketua PHDI Provinsi NTT, Jero Gede Dr.dr. Dewa Putu Sahadewa, dalam dharma wacananya menjelaskan bahwa Nyepi merupakan momentum spiritual untuk “mengistirahatkan” dunia dari kebisingan aktivitas manusia. Menurutnya, keheningan bukanlah simbol berhentinya kehidupan, melainkan kesempatan bagi manusia untuk memulihkan keseimbangan batin dan membangun kesadaran spiritual di tengah tekanan kehidupan modern.

Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap pelaksanaan Dharma Santi terlihat nyata melalui penyediaan Aula Rumah Jabatan Wali Kota sebagai lokasi acara tanpa biaya sewa. Kebijakan tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap penguatan toleransi dan kehidupan beragama yang sehat di tengah masyarakat. Pemerintah memandang kegiatan keagamaan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial dan mempererat hubungan antarwarga.

6104886538131935104

Ketua Panitia Nyepi 2026, I Wayan Gede Astawa,S.Sos.,MM menegaskan bahwa aksi sosial tersebut lahir dari semangat kebersamaan dan kepedulian antarumat beragama. Praktik toleransi yang dibangun melalui aksi nyata dinilai lebih efektif memperkuat persaudaraan dibanding sekadar slogan atau seruan formal, Ungkap Wayan Astawa. Rangkaian Nyepi tahun 2026 ini juga diwarnai aksi sosial lintas agama yang memperlihatkan praktik toleransi secara konkret. Ketua Panitia Nyepi 2026 yang dibentuk PHDI Kota Kupang, I Wayan Gede Astawa,S.Sos.,MM yang juga Alumni Ketua PD.KMHDI NTT 1 merupakan Camat Kelapa Lima , menyampaikan rangkaian acara Nyepi 2026 diantaranya Melasti dan Upacara Tawur Kesanga Pawai Ogoh-Ogoh, juga sebelumnya dilaksanakan kegiatan donor darah dan aksi Saka Bhoga Sevanam, umat Hindu Kota Kupang membagikan takjil kepada umat Muslim di Masjid Al Fitrah Oesapa. Kegiatan tersebut menjadi simbol kuat bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk saling berbagi dan memperkuat solidaritas kemanusiaan. Alumni KMHDI yang juga generasi Hindu Kupang yaitu Rary Triguntara dalam wawancara juga menyampaikan hakikat (Tattwa) Nyepi dalam pelaksaanaan Catur Brata Penyepian merupakan jalan pengendalian diri dan meningkatkan keyakinan "Panca Sraddha" dengan mengisi pengetahuan suci (Jnana). Seperti Dalam Pustaka Suci Hindu , Upanisad sebagai Veda Sruti , tercantum 

CHĀNDOGYA UPANIṢAD-VIII.5.2

अथ यत् सत्त्रायणम् इत्य् आचक्षते ब्रह्मचर्यम् एव तत् ब्रह्मचर्येण ह्य् एव सत आत्मनस् त्राणम् विन्दते अथ यन् मौनम् इत्य् आचक्षते ब्रह्मचर्यम् एव तत् ब्रह्मचर्येण ह्य् एवात्मानम् अनुविद्य मनुते

atha yat sattrāyaṇam ity ācakṣate brahmacaryam eva tat brahmacaryeṇa hy eva sata ātmanas trāṇam vindate. atha yan maunam ity ācakṣate brahmacaryam eva tat, brahmacaryeṇa hy evātmānam anuvidya manute.

6104886538131935057

 

Artinya : Sekarang apa yang disebut sebagai kurban yang berkepanjangan (sattr-ayanam) sebenarnya adalah hidup yang patuh dari siṣya pengetahuan suci. Hanya dengan hidup yang patuh dari siṣya pengetahuan suci sajalah seseorang memperoleh perlindungan dari ātman yang nyata. Sekarang apa yang disebut sebagai mauna-brata (tapa-diam), sesungguhnya adalah hidup yang patuh dari siṣya pengetahuan suci dengan menemukan ātman melalui hidup yang patuh sebagai siṣya dari pengetahuan suci sajalah seorang siṣya pengetahuan suci sesungguhnya samādhi.(Guntara)

Editor :  Rygun

Sumber dan Foto : Www.HinduKupang.com, / Ketua Panitia Nyepi 2026 / Wayan Astawa / Umat Hindu Kupang NTT / Santi 

 

Baca Juga : Dharma Santi Nyepi Nasional 2026 Di Taman Werdhi Budaya Art Center Denpasar Bali, Tegaskan Tat Twam Asi, Tri Hita Karana Dan Persaudaraan Dalam Semangat "Vasudhaiva Kutumbakam, Satu Bumi, Satu Keluarga, Harmoni Nusantara Indonesia Maju”

Baca Juga : Umat Hindu Kupang Gelar Ritual Tawur Kasanga dan Pawai Ogoh-Ogoh Sambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026

Baca Juga : Ribuan Umat Hindu Kupang NTT Gelar Prosesi Melasti Jelang Nyepi Tahun Baru Saka 1948 / 2026 Dalam Semangat "Vasudaiva Kutumbakam"

Baca Juga : Donor Darah Bagi Kemanusiaan Sambut Datangnya Tahun Saka 1948/2026, Panitia Hari Suci Nyepi Kota Kupang Himpun 59 Kantong Darah Serta Perkuat Harmoni Toleransi Antarumat Beragama

Baca Juga : Simakrama Forum Alumni KMHDI Bali Teguhkan Semangat Konsolidasi Kader Dan Gagasan Masa Depan Bali

 Baca Juga : Rumah Kebangsaan Dan Kebhinnekaan “KaKek” Rayakan Tiga Tahun Pengabdian Dalam Semangat Hari Kebangkitan Nasional Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara

Baca Juga : SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang Raih Juara III Di Filosi Robotic Competititon 2026 Provinsi Nusa Tenggara Timur

Baca Juga : Dinas Pendidikan Kota Kupang Gelar Olimpiade Sains Nasional OSN 2026, SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Meraih Peringkat 6 Besar Kategori IPA Dari 158 Sekolah Dasar Dan Siap Harumkan Nama NTT

Baca Juga : Lokakarya Penguatan Empat Pilar Pembangunan Manusia Hindu Digelar Di Kupang NTT

Baca Juga : Rayakan HUT ke-38, WHDI Kota Kupang Gelar Turnamen Bulu Tangkis dan Berdayakan UMKM

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama Dari Nusa Tenggara Timur Teguhkan Persatuan Gotong Royong Dan Komitmen Kemanusiaan

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando

Baca Juga : "Guru Wisesa" Gubernur NTT Bersama Wakil Gubernur NTT Buka Perayaan HUT RI ke 80 Tahun Dengan Semangat Ayo Bangun NTT Dalam Acara Kirab Budaya NTT "BaGaYa" : Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya Tahun 2025

Baca Juga : Bhakti Untuk Regenerasi, MPAB ke XX Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT : "Melahirkan Kader Hindu Berjiwa Pemimpin”

Baca Juga : Audiensi Bersama Gubernur NTT Melki, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT Tekankan Akses Jalan Pura Oebanantha , Pemerataan Pendidikan, Penguatan UMKM Serta Jaminan Perlindungan Kesehatan Sosial Masyarakat NTT

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

6095989659407159726

HinduKupang.com, NTT - Denpasar Bali – Suasana kebersamaan dan semangat kaderisasi mewarnai kegiatan Simakrama Forum Alumni Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (FA.KMHDI) yang digelar pada 24 Mei 2026 di Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan (KaKek) Pasraman Satyam Eva Jayate, Kota Denpasar, Provinsi Bali. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 14.30 hingga 18.00 WITA itu menghadirkan alumni dan kader KMHDI dari berbagai kabupaten/kota seluruh Bali, serta sejumlah peserta dari luar pulau. Forum tersebut menjadi ruang silaturahmi (simakrama) sekaligus ajang diskusi strategis mengenai arah organisasi dan kontribusi generasi muda Hindu terhadap pembangunan Bali di masa mendatang.

6095989659407159727

Acara dibuka secara formal melalui rangkaian pembukaan oleh Master of Ceremony (MC), dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza, Mars KMHDI, dan doa bersama sebagai simbol rasa syukur. Momentum tersebut memperlihatkan semangat nasionalisme dan nilai spiritual yang menjadi identitas organisasi mahasiswa Hindu tersebut. Kehadiran para alumni lintas generasi juga mempertegas posisi KMHDI sebagai organisasi kader yang terus menjaga kesinambungan nilai, jaringan, dan pengabdian sosial.

6095989659407159730

6095989659407159731

Ketua Forum Alumni KMHDI Provinsi Bali, I Ketut Sae Tanju,SE.,MM., dalam sambutannya, menekankan bahwa Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) harus berkembang dari sekadar ruang kaderisasi menuju ruang strategis dalam pembangunan Bali. Ia menyampaikan bahwa organisasi yang telah memasuki usia 33 tahun itu perlu membangun kapasitas kader secara serius agar mampu hadir di berbagai sektor, mulai dari UMKM, dunia usaha, hingga kepemimpinan publik. Menurutnya, topik simakrama “KMHDI Menguasai Bali” bukanlah bentuk arogansi organisasi, melainkan simbol kesiapan kader serta para alumninya dalam membangun jaringan, kualitas diri, dan daya saing untuk masa depan Bali.

Baca Juga : Rumah Kebangsaan Dan Kebhinnekaan “KaKek” Rayakan Tiga Tahun Pengabdian Dalam Semangat Hari Kebangkitan Nasional Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara

6095989659407159724

Semangat regenerasi juga disampaikan oleh Komang Dia Damayanti sebagai Ketua dari Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC.KMHDI) Buleleng. Dalam mimbar sharing bersama di simakrama FA.KMHDI, ia sebagai mahasiswi Hindu menyampaikan apresiasi kepada para alumni yang telah membangun fondasi kaderisasi KMHDI sejak 1993-2026 hingga menjadi ruang belajar dan perjuangan bagi mahasiswa Hindu secara Nasional. Ia menilai berbagai diskusi dan pertukaran gagasan antar Pengurus Cabang KMHDI di Bali menjadi modal penting dalam memperkuat organisasi. Menurutnya, kader muda KMHDI harus mampu melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya dan menjadikan organisasi lebih progresif serta relevan dengan tantangan zaman.

Sementara itu, Ketua PC KMHDI Badung, I Made Arya Bayu Suta, menilai kegiatan simakrama seperti ini penting untuk terus dilaksanakan guna mempererat hubungan antara kader dan alumni. Ia juga memaparkan sejumlah agenda organisasi, seperti talkshow, Dharma Tula, hingga kegiatan Tirtha Yatra yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai kampus, termasuk Politeknik Negeri Bali dan Forum Persaudaraan Mahasiswa Hindu Dharma (FPMHD) Udayana. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah pengembangan wawasan, solidaritas, dan kreativitas kader mahasiswa Hindu di Bali.

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

6095989659407159725

Salah satu sesi yang paling mendapat perhatian peserta adalah mimbar refleksi yang disampaikan oleh Alumni KMHDI yaitu I Nyoman Parta yang juga Anggota Komisi III DPR RI Daerah Pemilihan Bali. Ia memberi semangat bagi kaum generasi mahasiswa Hindu KMHDI agar terus mengembangkan diri dan menggapai cita-cita. Seperti Kutipan Pesan Presiden RI 1 Ir.Soekarno dalam mendirikan bangsa Indonesia ini mengatakan "Gantungkan cita-citamu setinggi langit, Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang", yang disambut tepuk tangan antusias kader KMHDI. Dalam pemaparannya, ia mengajak peserta Simakrama Forum Alumni dan KMHDI untuk melihat kondisi Bali secara kritis di tengah pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata. Ia menyinggung pentingnya refleksi terhadap arah pembangunan Bali dalam 25 tahun terakhir, termasuk dampak sosial dan lingkungan yang muncul akibat tingginya kunjungan wisatawan. Menurutnya, Bali perlu melakukan “moratorium” atau jeda reflektif agar pembangunan tidak mengorbankan identitas budaya, lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat lokal.

IMG 20260524 223132e2

I Nyoman Parta juga menyoroti ketimpangan antara pertumbuhan ekonomi Bali dengan kesejahteraan masyarakat. Ia mempertanyakan relevansi angka pertumbuhan ekonomi yang terus positif, sementara Upah Minimum Regional (UMR) Bali masih berada di kisaran Rp3,2 juta hingga Rp3,5 juta, jauh dibandingkan beberapa daerah industri lain seperti Bekasi maupun Surabaya yang telah di angka 5-6 juta per bulan. Ia menilai tingginya jumlah wisatawan ke Bali yang mencapai sekitar 17 juta kunjungan belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan taraf hidup masyarakat Bali. Masukan tersebut menjadi sorotan penting dalam forum, terutama terkait arah kebijakan ekonomi dan distribusi manfaat pariwisata bagi warga lokal dan juga menjaga kebudayaan Bali. Nyoman Parta juga menyampaikan Bali istimewa karena merupakan daerah yang toleransi terhadap daging babi, kemudian masyarakat dalam ritual upacara juga menggunakan hewan babi, serta Bali menjadi daerah yang banyak dikunjungi wisatawan dari mancanegara dan juga wisatawan domestik, ini adalah potensi yang perlu dijaga, bahkan perlu adanya managemen terkait pelestarian indukan hewan babi (jantan dan betina), pabrikasi serta pakan babi, dengan nilai jual daging babi yang sesuai agar bisa mensejahterakan para peternak babi di Bali, yang disambut tepuk tangan para kader mahasiswa hindu, tamu undangan dan alumni KMHDI.

6095989659407159723

Foto Alumni KMHDI : Rary Triguntara Bersama I Nyoman Parta , Anggota Komisi III DPR RI Daerah Pemilihan Provinsi Bali

6095989659407159732

Dinamika internal organisasi turut menjadi perhatian dalam forum simakrama tersebut. Ketua PD KMHDI Bali, Pitriyo, menegaskan perlunya rekonsiliasi internal dan peningkatan keaktifan kader dalam organisasi. Ia mengajak seluruh anggota untuk menjaga soliditas dan memperkuat komunikasi antarstruktur organisasi. Kepengurusan PD KMHDI Bali periode 2025–2027, kata dia, berkomitmen menjaga persatuan serta terus membangun semangat kaderisasi dengan dukungan penuh dari para alumni.

IMG 20260524 230342e2

6095989659407159728

Dukungan moral juga datang dari Alumni KMHDI Dr.I Wayan Jondra yang juga pengurus PHDI Pusat , ia meminta para kader KMHDI untuk tidak berkecil hati dalam menghadapi tantangan organisasi maupun kehidupan sosial. Ia menekankan pentingnya penyusunan arah dan timeline perjuangan jangka panjang, mulai dari lima hingga 50 tahun ke depan. Menurutnya, keberhasilan kader tidak hanya ditentukan oleh usaha, tetapi juga oleh doa dan nilai spiritual yang terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Doa dan berusaha harus berjalan beriringan bagi setiap kader KMHDI maupun para alumni agar tujuan bisa tercapai, ungkap Wayan Jondra.

6095989659407159729

Foto Dari atas ke Bawah : Bli I Nyoman Parta Komisi III DPR RI, Bli Anak Agung Lidartawan KPU Provinsi Bali, Bli Gede Wirakusuma Wahyudi Kepala Dinas Kominfo Kota Denpasar, I Ketut Sae Tanju Ketua Forum Alumni KMHDI Bali, I Kadek Adiawan Ketua KPU Kabupaten Bangli, Dewa Wirajaya Presidium PP KMHDI Pusat 2010-2012, Bli Prama Budarta (Jambenk) Alumni KMHDI Karangasem Bali, Bli Putu Arnata Wakil Ketua Komisi Informasi (KI) Bali, Bli Ketut Narta Bawaslu Kabupaten Tabanan, Alumni KMHDI dan Peradah.

Kegiatan Simakrama FA.KMHDI kemudian ditutup dengan sosialisasi pembangunan Gedung Creative Space KMHDI di Jakarta yang telah mencapai 75%, kemudian sesi foto bersama Alumni dan kader KMHDI seluruh Bali, menikmati suguhan loloh don cemcem dan makan bersama, hiburan karaoke, dan tari "ngibing joged bumbung" yang berlangsung penuh keakraban. Penutupan tersebut menjadi simbol bahwa Forum Alumni KMHDI bukan hanya ruang diskusi intelektual, tetapi juga ruang kebersamaan lintas generasi dalam memperkuat identitas, solidaritas, gotong royong, dan masa depan KMHDI di Bali maupun tingkat nasional.(Guntara)

Editor : Rygun

Sumber dan Foto : Forum Alumni KMHDI, Alumni KMHDI NTT dan Rygun / Hindukupang.com

6095989659407159721

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Rumah Kebangsaan Dan Kebhinnekaan “KaKek” Rayakan Tiga Tahun Pengabdian Dalam Semangat Hari Kebangkitan Nasional Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara

Baca Juga : SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang Raih Juara III Di Filosi Robotic Competititon 2026 Provinsi Nusa Tenggara Timur

Baca Juga : Dinas Pendidikan Kota Kupang Gelar Olimpiade Sains Nasional OSN 2026, SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Meraih Peringkat 6 Besar Kategori IPA Dari 158 Sekolah Dasar Dan Siap Harumkan Nama NTT

Baca Juga : Dharma Santi Nyepi Nasional 2026 Di Taman Werdhi Budaya Art Center Denpasar Bali, Tegaskan Tat Twam Asi, Tri Hita Karana Dan Persaudaraan Dalam Semangat "Vasudhaiva Kutumbakam, Satu Bumi, Satu Keluarga, Harmoni Nusantara Indonesia Maju”

Baca Juga : Ribuan Umat Hindu Kupang NTT Gelar Prosesi Melasti Jelang Nyepi Tahun Baru Saka 1948 / 2026 Dalam Semangat "Vasudaiva Kutumbakam"

Baca Juga : Donor Darah Bagi Kemanusiaan Sambut Datangnya Tahun Saka 1948/2026, Panitia Hari Suci Nyepi Kota Kupang Himpun 59 Kantong Darah Serta Perkuat Harmoni Toleransi Antarumat Beragama

Baca Juga : Lokakarya Penguatan Empat Pilar Pembangunan Manusia Hindu Digelar Di Kupang NTT

Baca Juga : Rayakan HUT ke-38, WHDI Kota Kupang Gelar Turnamen Bulu Tangkis dan Berdayakan UMKM

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama Dari Nusa Tenggara Timur Teguhkan Persatuan Gotong Royong Dan Komitmen Kemanusiaan

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando

Baca Juga : "Guru Wisesa" Gubernur NTT Bersama Wakil Gubernur NTT Buka Perayaan HUT RI ke 80 Tahun Dengan Semangat Ayo Bangun NTT Dalam Acara Kirab Budaya NTT "BaGaYa" : Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya Tahun 2025

Baca Juga : Bhakti Untuk Regenerasi, MPAB ke XX Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT : "Melahirkan Kader Hindu Berjiwa Pemimpin”

Baca Juga : Audiensi Bersama Gubernur NTT Melki, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT Tekankan Akses Jalan Pura Oebanantha , Pemerataan Pendidikan, Penguatan UMKM Serta Jaminan Perlindungan Kesehatan Sosial Masyarakat NTT

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana