kmhd1

Siklus Badai Seroja yang menerpa Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu meninggalkan duka mendalam bagi warga Nusa Tenggara Timur. Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Nusa Tenggara Timur (PD.KMHDI NTT) melakukan aksi penyaluran bantuan tahap 1 kepada korban terdampak bencana badai seroja. Menurut I Putu Gede Suastra Wirawan selaku Ketua PD.KMHDI NTT juga turut menggalang Aksi donasi bencana alam di berbagai jalan Denpasar Bali bersama seluruh elemen organisasi mahasiswa dan Bali Peduli NTT (pray for NTT). Forum Alumni KMHDI NTT pun turut serta di dalam penyaluran bantuan badai Seroja bersama mahasiswa-mahasiswi Hindu NTT. I Ketut Wira Drana Wasistha selaku sekretaris dan Plh. Ketua PD KMHDI NTT menyatakan “kegiatan penyaluran bantuan yang terkumpul melalui rekening PD.KMHDI NTT, kami salurkan ke Naibonat, Kabupaten Kupang karena disana juga merupakan daerah terkena Badai Seroja dan lumayan besar dampaknya, akan tetapi di Naibonat khususnya para pengungsi sudah pulang ke rumah masing-masing untuk memperbaiki rumah mereka serta kebutuhan bantuan di Naibonat itu adalah alat dapur yang minim dimana alat dapur itu seperti wajan, dandang, piring, dan sendok serta pakaian layak pakai karena kebanyakan dari mereka hanya tinggal pakaian di badan saja, Untuk korban jiwa khususnya di Naibonat itu sekitar 18 RT dengan KK sebanyak 800 lebih kepala keluarga yang mempunyai warga lebih dari 2000 jiwa.

kmhd2

 

PD KMHDI NTT Melakukan aksi penyaluran bantuan tahap 1 ini dilaksanakan pada tiga tempat yaitu di Naibonat, Kabupaten Kupang, Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara serta di Kabupaten Malaka.“Tempat berikutnya itu Kabupaten Malaka ibukota Betun daerah pemekaran dari Atambua (daerah perbatasan) khusus di malaka itu kami memberikan bantuan berupa sembako, MCK, dan air mineral. Karena kebutuhan yang urgent seperti demikian, jadi yang kami bawa seperti itu ke lokasi yang kami berikan bantuan tepatnya di malaka tengah, daerah fatuhaik, dusun bolan A. Khusus daerah tersebut yang paling terdampak dimana mereka lebih dekat dengan jalur banjir dari sungai (kali) Benanain ada sekitar 8 dusun lebih yang terdampak di daerah tersebut akan tetapi belum pernah tersentuh bantuan sama sekali dimana mereka sangat kesusahan dan sangat kecewa karena kabanyakan bantuan yang datang itu malah bukan ke daerah terdampak yang parah akan tetapi ke tempat yang ringan, sehingga  kami PD.KMHDI NTT menyalurkan bantuan di posko MBS di daerah tersebut.”. sambung Wira Drana yang juga mahasiswa Psikologi Universitas Nusa Cendana, Kota Kupang NTT.

kmhd3

 

Badai serta Banjir ini juga menyebabkan banyaknya hewan ternak serta kebun warga yang mati dan rusak sehingga gagal panen. Sumber bantuan yang diperoleh PD.KMHDI NTT merupakan hasil open donasi yang dilakukan serta bantuan dari rekan-rekan KMHDI daerah lain di Indonesia seperti Surabaya, Bali, Sulteng, Kendari dan juga semua donatur yang telah menyumbang. “Kami menyadari bahwa apa yang kami bawa pada saat ini masih kurang untuk keperluan warga yang terdampak, dan besar harapan kami ada bantuan lanjutan baik dari pemerintah maupun seluruh masyarakat guna membangkitkan kembali roda kehidupan masyarakat yang terdampak” tutup Wira Drana yang juga Sekretaris Daerah dari PD KMHDI NTT.  (adm-humas)