Print 

panen

Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur, bersama Yayasan Upanisada dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang NTT pada 3 November 2021, jam 08:00WITA melaksanakan Panen Raya Perdana "GEMAR TANI" Gerakan Menanam Pekarangan Rumah Tanaman Pengendali Inflasi , yang berlokasi di Hindu Berkebun Yayasan Upanisada , Oebelo Kabupaten Kupang Provinsi NTT. Panen Raya Perdana ini berupa buah Semangka dengan dua varietas, yaitu Semangka tanpa biji, dan semangka dengan biji. Nampak hadir dalam kegiatan ini diantaranya Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, Humas Bank Indonesia NTT Bapak Henry A. Djo Wenyi Tim Koordinator Kehumasan Bank Indonesia NTT, Bapak Yuvensius Arselus Halek selaku Tim Koordinator PSBI (Program Sosial Bank Indonesia) Provinsi NTT, Ketua Yayasan Upanisada yaitu Bapak Anak Agung Gede Sayang Mega Putra,SE, Ketua PHDI Kota Kupang Bapak I Wayan Wira Susana,SE , Ketua Tim Teknis Pertanian Bapak I Komang Sudarma,SP,MP, para mahasiswa-mahasiswi Kampus Politani Kupang yang pernah praktek (PKL), di lokasi Hindu berkebun, Puskor Hindunesia Sdr.Guntara, jurnalis media, serta juga para petani disekitar lokasi Kebun. Cuaca awal november 2021 yang sudah mulai turun hujan membuat panen ini dipercepat dari target awal, karena mengingat curah hujan yang sudah mulai datang hingga di akhir desember tahun 2021 nanti.

Berbagai produk hortikultura milik umat Hindu Berkebun Kelompok Upanisada di kupang NTT ini diantaranya berupa Buah Semangka, Bunga Gemitir (Mari Gold) , Sayur Terung, Sayur Pare (Paria), Buncis, Ketimun, sayur baby kailan, sayur bayam, kubis, dan lainnya. Panen kali ini dikhususkan untuk Buah Semangka (Biji & Tanpa Biji), Bunga Gemitir, Sayur Terung dan Sayur Pare yang mana buah semangka sudah memasuki estimasi masa panen 56 hari atau sekitar 2 bulan sedangkan untuk bunga Gemitir sendiri estimasi sekitar 2-3 minggu masa panen, dan terus menerus bunga bertumbuh, sehingga umat Hindu Kupang bisa memenuhi kebutuhan karena sangat memerlukan bunga-bunga persembahan (Yajna/Yadnya Suci) persiapan menyambut hari raya Hindu seperti Galungan & Kuningan pada pertengahan november 2021 ini.
panen9

Panen2

Acara yang berlangsung dari jam 08:00-09:45 WITA ini, diisi dengan Atraksi Teknologi Pertanian terkini di "Hindu Berkebun" Kupang NTT yaitu, berupa Sprinkle Embun, Sprinkle Penyiraman Air memutar, irigasi Tetes, yang dipadukan secara apik dan menarik, sehingga memudahkan dalam penyiraman tanaman dengan luas lahan mencapai 5000 meter persegi.  Selanjutnya acara pun diisi dengan Kata Pengantar dari Ketua Yayasan Upanisada , Bapak Anak Agung Gede Sayang Mega Putra,SE yang juga merupakan Lurah Fatubesi, beliau mengatakan sangat berterima kasih atas kunjungan Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi NTT dalam Panen Raya dan segala support dukungannya selama ini kepada kebun Upanisada, sehingga segala proses pertanian bisa berjalan dengan baik dan lancar. Walaupun di masa lalu kebun sempat diterpa Badai Seroja yang melanda kupang serta wilayah provinsi NTT, namun semangat "Hindu Berkebun" di Kupang NTT tetap berkobar, demi terwujudnya ketahanan pangan bagi umat Hindu Kupang dan juga masyarakat.

IMG 20211103 094939

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, dalam sambutannya mengatakan Panen raya seperti ini sangatlah penting, guna mendorong terwujudnya pemenuhan kebutuhan produk-produk tanaman hortikultura di masyarakat, yang diharapkan berdampak terhadap ekonomi masyarakat, menuju NTT sejahtera. Panen Raya Perdana "GEMAR TANI" yaitu Gerakan Menanam Pekarangan Rumah Tanaman Pengendali Inflasi di lokasi Hindu Berkebun Upanisada Kupang NTT ini bisa menjadi contoh, bahwa lahan yang ada bisa dimaksimalkan dengan berbagai jenis ragam tanaman yang sangat berguna dan diperlukan serta memiliki nilai jual ketika di panen nanti.

panen01

IMG 20211103 094709 1

IMG 20211103 094903

Bank Indonesia adalah Bank Sentral yang tujuannya adalah pengendalian inflasi , inflasi sendiri memiliki arti sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu, serta Bank Indonesia wajib menjaga stabilitas nilai uang rupiah. Salah satu cara dalam pengendalian inflasi adalah upaya untuk mendorong seluruh lapisan masyarakat agar menanam komoditi-komoditi yang masuk dalam inflasi seperti tanaman hortikultura, diantaranya bawang merah putih, sayur bayam, kangkung, cabe (lombok), dan lainnya termasuk juga seperti di kebun ini terlihat terung (terong) , buncis, sawi, dan lainnya pungkas Nyoman Ariawan. Selain itu , pentingnya juga mendorong masyarakat NTT di bidang ekonomi, seperti terlihat pada kebun ini nampak indahnya bunga Gemitir, agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk hajatan, upacara keagamaan, ucapan / krans bunga, bahkan dekorasi seringkali diperlukan bunga yang segar. Begitu juga di kebun ini menurut Nyoman Ariawan Atmaja, adanya Semangka sebagai produksi dari tanaman buah-buahan, yang nantinya bisa dibeli & dikonsumsi oleh masyarakat ataupun diambil oleh supermarket, sehingga tentunya akan berdampak pada kemandirian dan peningkatan keuangan yayasan, dalam hal ini Yayasan Upanisada Pendidikan Hindu yang menaungi Pratama Widya Pasraman Saraswati (TK Hindu Saraswati) Akreditasi B dan Sekolah Adi Widya Pasraman Saraswati (SD Hindu Saraswati) dengan Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional. Diharapkan suatu saat akan terwujud SMP, SMA hingga Universitas Hindu di NTT. Yayasan Upanisada dengan lahan kebun ini diharapkan bisa terus berproduksi, dan menghasilkan uang dari kegiatan ini, agar bisa membantu kemandirian yayasan. Jadi Bank Indonesia NTT mendukung dengan adanya dua tujuan yaitu Pengendalian Inflasi dan Juga Kemandirian Ekonomi. 

panen8

IMG 20211103 095637

Gerakan yang dilakukan Bank Indonesia NTT ini mengajak seluruh lapisan masyarakat, misalkan di pekarangan seperti GEMAR TANI, yaitu Gerakan Menanam Pekarangan Rumah Tanaman Pengendali Inflasi, bila di kelompok, komunitas maka seperti Yayasan, atau Organisasi bertujuan untuk kemandirian. Menurut Kepala BI NTT, Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, dengan mengajak yayasan , atau organisasi keagamaan sebagai informal leader, agar mudah mengajak masyarakat atau umatnya untuk edukasi menanam yang bertujuan pengendalian inflasi ataupun kemandirian ekonomi. Beliau mengungkapkan, untuk mewujudkan seperti Kebun Yayasan Upanisada ini diperlukan beberapa langkah yang pertama adalah komitmen yang kuat, kemudian yang kedua adalah tenaga teknis yang terampil, serta yang ketiga adalah perlu adanya teknologi pertanian guna memudahkan perawatan tanaman dan pengawasan kontrol dalam penyiraman. Sehingga diharapkan hal-hal seperti ini bisa di copy, Amati, Tiru, Modifikasi (ATM), di tempat lainnya, seperti halnya hasil produksi pertanian gerakan Hindu Berkebun Kupang NTT ini walau terlihat sederhana bisa maksimal juga di berbagai tempat kebun/lahan yang lainnya. Berikutnya yang keempat adalah kemampuan marketing, agar mengetahui komoditi yang paling bisa terjual, dan mendapatkan uang ketika masa panen tiba, serta semua hasil kebun pertanian bisa diserap / dicari oleh pembeli dan bisa analisa pasar. Kelima adalah diperlukan Leadership / kepemimpinan yang tangguh, bisa menggerakan sumber daya manusia (SDM), merubah mindset Ayo kita berproduksi, jangan hanya meminta , ajukan proposal kesana - kesini tapi tidak hasilkan apapun, pungkas Nyoman Ariawan. Dengan berproduksi, hasilkan sesuatu maka akan berdampak penting seperti yang pertama organisasi ataupun yayasan akan merasa mampu dengan kemandirian, kedua dengan berproduksi ini juga akan menumbuhkan PDRB sehingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi, secara langsung akan menambah pendapatan, hal seperti inilah yang penting untuk ditularkan kepada organisasi keagamaan, yayasan dan kelompok/komunitas lainnya, kata Nyoman Ariawan Atmaja. Selamat untuk Hindu berkebun yayasan Upanisada Kupang , Bank Indonesia NTT juga berkomitmen, dan menaruh harapan kedepannya semoga Yayasan Upanisada dan organisasi keagamaan milik keumatan seperti ini bisa terus maju, mandiri, dan memberikan dampak yang luar biasa, tidak hanya pengendalian inflasi, kemandirian ekonomi, namun juga mengentaskan kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tercatat data kemiskinan di NTT terkini tahun 2021 mencapai 20,99% yang tercatat sebagai peringkat ketiga dari seluruh Provinsi yang ada di Indonesia. Dengan terus berproduksi, disinilah perlu adanya komitmen yang kuat, serta kolaborasi dari berbagai pihak serta kekompakkan, diantara ahli pertanian, mahasiswa-mahasiswi, para pengusaha, seluruh pihak agar provinsi NTT bisa Maju dan Sejahtera. Semoga Yayasan Upanisada bisa mandiri secara ekonomi, terus berproduksi dengan kondisi walaupun masa pandemi tetap bisa menjalankan kepercayaan dari masyarakat untuk memajukan pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga : Juara-Juara Bank Indonesia Young Entrepreneur School (BI YES) Batch Angkatan ke 2 di NTT 

 

IMG 20211103 085854

IMG 20211103 094119

(Panen Raya Hindu Berkebun Kupang NTT, foto dari Kiri ke Kanan yaitu Kepala Bank Indonesia NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, Ketua PHDI Kota Kupang NTT Bapak I Wayan Wira Susana, Ketua Tim Teknis Pertanian Bapak I Komang Sudarma, Ketua Yayasan Upanisada Bapak Anak Agung Gede Sayang Mega Putra). Foto : Guntara

Tim teknis pertanian Hindu Berkebun Yayasan Upanisada, Bapak I Komang Sudarma,SP,MP dalam wawancara bersama hindukupang.com , Beliau mengungkapkan jenis tanaman semangka ini berjumlah sekitar 105 tanaman, yang mampu hasilkan 2 sampai 3 buah, sehingga bila dikalkulasi mencapai 315 buah semangka. Dua Varietas Semangka ini yaitu tanpa biji disebut Amara, dan semangka dengan biji disebut Baginda, dengan minat yang paling disukai konsumen yakni semangka tanpa biji, namun jenis ini diperlukan ketrampilan khusus dalam budidaya semangka tanpa biji. Juara ketiga BI YES / Bank Indonesia NTT Young Entrepreneur School BI YES Batch 2 kelas Advance , Bapak Komang Sudarma ini mengatakan dari sisi rasa, semangka ini tergantung budidaya yang digunakan, faktor iklim, teknologi yang digunakan , SOP yang diterapkan dalam budidaya, sangatlah mempengaruhi rasa dari kedua jenis varietas buah semangka yang dihasilkan, pungkas Komang Sudarma. Harapannya kegiatan Hindu Berkebun budidaya pertanian ini bisa tetap berlanjut di yayasan Upanisada, dan diperkuat strategi pemasaran, serta pemilihan komoditi yang tepat agar bisa bernilai ekonomi menghasilkan keuntungan dan bisa menopang yayasan Upanisada dalam bidang Pendidikan.

panen11

panen10

Kegiatan Gemar Tani Hindu Berkebun Panen Raya Bersama Bank Indonesia (BI) NTT ini diakhiri dengan panen, kemudian foto bersama, serta makan buah semangka langsung di lokasi bersama Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan semua peserta yang hadir, serta hadir juga Wakapolres Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS) Bapak Gede Arya Bawa, kemudian dilanjutkan dengan transaksi penjualan berbagai tanaman hasil panen Hindu Berkebun Kupang NTT yaitu buah semangka, bunga gemitir, serta sayuran.

Sesuai dengan Sloka Kitab Suci Hindu yaitu : 

Annād bhavanti bhutāni parjanyād annasambhavah,
Yajnād bhavati parjanyo yajnah karma samudbhavah.
(Bhagavad-gita III : 14)

artinya : Karena makanan makhluk bisa hidup, karena hujan makanan bisa dihasilkan, karena yadnya hujan turun dan yadnya lahir oleh karena kerja.

Pengantaran / distribusi hasil panen sesuai pengamatan hindukupang.com, menuju 4 titik lokasi yaitu wilayah Kolhua di Saripitaka 2 Bapak Nengah Pustaka, Wilayah Oebobo Penjahit Purnama Bapak Wayan Suardikha, RSS Oesapa Selatan Bapak Komang Sudarma, dan Wilayah Liliba Rumah Bapak Wayan Wira untuk kemudian pengantaran lebih lanjut kepada para konsumen yang telah pesan hasil panen kebun sesuai rekapan dalam grup Whatsapp Hindu Kupang NTT.(KGun).

Baca Juga : Berita Hindu Kupang NTT Lainnya Klik Disini

panen1

IMG 20211103 102513

panen7

Berita Jurnalis, Pers Media "HINDU BERKEBUN" Kupang NTT :

Berita Hindu Kupang NTT, 3 November 2021 : 

http://hindukupang.com/index.php/berita-kegiatan/123-gemar-tani-hindu-berkebun-panen-raya-bersama-bank-indonesia-bi-ntt

Berita Pos Kupang NTT , 5 November 2021,
Kepala Bank Indonesia (BI) NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang dan Yayasan Upanisada Panen Raya Perdana Semangka , semangat "Gemar Tani" :

https://kupang.tribunnews.com/2021/11/05/bi-ntt-dan-phdi-panen-raya-perdana-gemartani-di-kabupaten-kupang?page=all

Berita Koran Victory News, 5 November 2021 Halaman 8 , Baca Klik Disini

Berita Koran Timor Express (TIMEX) , 10 November 2021, Halaman 9-10, Baca Klik Disini