ojk1

 

OM Svastyastu

Suasana Dharma Wacana Umat Hindu bersama Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK), 29 Januari 2020, jam 17:52wita di lantai 3 gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT. Dengan topik Dharma Wacana :

1. Penjelasan BhagavadGita dari Sekretaris Sabha Walaka PHDI Pusat, dan bagaimana menjadi Hindu yang mudah (simple).
2. Penguatan Jnana Hindu
3. Apa itu Yajna Satvika?

Dengan moderator : Bapak Dr. I Gusti Made Budiana
Pembicara : Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja
Wakil Bidang Keagamaan PHDI Kota Kupang : Bapak Anak Agung Gede Sayang Mega Putra.

MC : Sdri.Okta (OJK NTT)

Acara Dharma Wacana Umat Hindu yang bekerja di berbagai lembaga jasa keuangan , yaitu berbagai Bank, Finance, Asuransi dll yang digagas oleh FKLJK dari OJK NTT bersama BI NTT ini dengan PHDI Kota Kupang NTT ini membahas diantaranya :

Di jaman modern Kalau teknologi telekomunikasi punya 4G, Hindu juga punya 4G dimana 4G Hindu diwejangkan dalam Kitab Suci Pancama VEDA Bhagawad Gita pada saat Bisma sedang menunggu kematian di padang kuru setra.
4G Hindu yaitu Gita, Gangga, Gayatri dan Govindethi dengan sloka sebagai berikut :

Gita gangga ca gayatri
Govindethi catus tayam
Catur gakara samyukte
Punarjanma na vidyate

Lakukan setiap hari dgn membaca kitab suci (Gita), metirtha air suci (Gangga), melantukan mantram Gayatri (Gayatri) dan menjapakan nama suci Brahman (Govindethi) setiap hari
4G ini agar dilaksanakan secara disiplin diri untuk semua orang Hindu dalam menyempurnakan kehidupan, dan menjadi Hindu yang simple, mudah dan sederhana (Kanista).

4G versi Hindu :
Gita, melantunkan Nyanyian Suci Brahman
Gangga : tirtha air suci
Gayatri : Mantra Suci ,
Govindethi : Japakan nama Tuhan

4G ini dilakukan Sesuai perpindahan waktu (jam6,12,18)

Didalam mempelajari dan Membaca Kitab Suci Pancama VEDA Bhagawadgita , maka persiapan yang dilakukan adalah mandi bersih, keramas, dan persiapkan diri anda, kemudian bacakanlah
Sloka 7 dan Sloka 9, yakni Mantra Password sebelum Baca Kitab Suci PancamaVeda BhagavadGita.

Acara ini pun membahas manfaat Japam, dan sarana yang digunakan, yakni : Genitri, dengan unusr Genitri yang digunkana bagi Dewa :
Siwa : dari Rudraksa
Wisnu : dari Tulasi
Brahma : dari silver

 

Dharma Wacana Hindu Bersama Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) di OJK NTT, sangat penting dilakukan diluar rutinitas pekerjaan yang menyita waktu, untuk mengisi pembinaan iman (PI) para pekerja di sektor perbankan dan keuangan.

Menurut Pak Agung Sayang (wakil bidang keagamaan PHDI Kota Kupang) mengatakan Perlu diketahui bahwa saat ini di masyarakat Hindu menjadi minoritas pasif yang berada diantara berbagai agama yg Mayoritas aktif

Maka sudah saatnya Umat Hindu wajib belajar meningkatkan Jnana melalui peningkatan NIAT membaca Kitab Suci Hindu Veda menurut yang disampaikan Pak Agung Sayang

Sedangkan menurut Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja (sekretaris Sabha Walaka PHDI Pusat) dan juga Kepala Bank Indonesia Provinsi NTT mengatakan, jangan salah men gucapkan dan pelafalan mantra sesuai bahasa Sanskrit (Sansekerta) karena akan berbeda maknanya, seperti OM Svastyastu (semoga diberkati Brahman) dan OSA (bakar), Shiva (Penguasa kematian) dan Siwa (semoga mati), Shanti dan Santi akan berbeda maknanya, maka umat Hindu wajib waspada dan berhati-hati dalam mengucapkan mantra serta pelafalannya Bahasa Sansekerta harus benar.

Begitupun Mantra untuk Membuat ari suci ( ngarge tirta ) :

Om gangge ca yamune ca iva
Godhavari sarasvati
Narmade sindho kaveri
Jalesmin sanidhim kuru

Perlu diketahui berbagai manfaat yang akan diperoleh dalam membaca Kitab Suci Hindu PANCAMA VEDA Bhagawad Gita yaitu berupa mutiara VEDA yakni :

GITA MAHATMIYA
Keagungan Kitab Suci Bhagavad gita.

Sabda Sri Varaha pada Ibu Bhumi dalam Varaha Purana

Sloka 1
Dharo’vaacha:
Bhagavan parameshaana bhaktiravyabhichaarinee;
Praarabdham bhujyamaanasya katham bhavati he prabho.

Bhumi, Ibu Pertiwi berkata : Oh Tuhan, O Yang Maha Kuasa! Mohon menjelaskan kepada hamba, bagaimanakah seseorang dapat mengembangkan rasa cinta kasih bhakti yang tidak tergoyahkan kepada Anda, sementara ia sibuk dalam berbagai kegiatan di dunia material ini?

Sloka 2
Sri Vishnur uvaacha:
Praarabdham bhujyamaano hi geetaabhyaasa-ratah sadaa;
Sa muktah sa sukhi loke
karmanaa nopalipyate.

Srii Vishnu bersabda : walaupun seseorang sibuk dalam berbagai kegiatan duniawi, tetapi dengan teratur membaca kitab suci Bhagavad Gita ia dibebaskan. Ia adalah makhluk yang paling berbahagia di dunia ini sebab ia tidak terikat oleh karma atau reaksi perbuatan.

Sloka 3
Mahaa-paapaadi paapaani giitaadhyaanam karoti chet;
Kvachit sparsham na kurvanti
nalinii-dalam ambuvat.

Seperti halnya daun teratai yang tidak terbasahi oleh air, demikian pula seseorang yang tekun membaca kitab suci Bhagavad Gita dengan teratur tidak akan ternodai oleh dosa – dosa termasuk dosa maha besar

Sloka 4
Giitaayaah pustakam yatra
yatra paathah pravartate;
Tatra sarvaani tiirthaani
prayaagaadiini tatra vai.

Seluruh tempat suci yang ada di dunia ini seperti Prayaaga dan lain – lain, akan bersemayam dimana kitab suci Bhagavad Gita disimpan dan dibaca

Sloka 5
Sarve devaash ca rishayo
yoginah pannagaash ca ye;
Gopaalaa-gopikaa vaapi naarado’ddhava paarshadaih.

Semua dewa – dewi, para rsi agung, para yogi, para naga agung, gopala, gopika (sahabat dan penyembah Sri Krishna), Narada, Uddhava, dan lain- lain juga bersemayam disana

Sloka 6
Sahaayo jaayate shiighram
yatra giitaa pravartate;
Yatra giitaa vichaarash ca
pathanam paathanam shrtam;
Tatraaham nishchitam prithvi nivasaami sadaiva hi.

Pertolongan segera datang dimana sloka – sloka suci Bhagavad Gita dibaca. Wahai Bhumi, secara pasti Aku tinggal selamanya dimana kitab suci Bhagavad Gita dibaca, dibacakan dan direnungkan

Sloka 7
Giitaashraye’ham tishthaami
giitaa me chottamam griham;
Giitaajnaanam upaashritya
trimllokaan paalayaamy aham.

Aku sendiri berlindung pada Bhagavad Gita, karena Bhagavad gita adalah tempat tinggal-Ku. Aku menjaga dan melindungi ketiga dunia d
engan pengetahuan Bhagavad Gita

Sloka 8
Giitaa me paramaa vidyaa
brahma rupaa na samshayah;
Ardha-maatraaksharaa nityaa svaanirvaachya-padaatmikaa.

Bhagavad Gita adalah ilmu Pengetahuan-Ku yang tertinggi, tidak dapat diragukan lagi, Ia adalah bentuk Brahman yang kekal, Ardhamaatraa dari aksara suci OM, keagungan dan kemegahan yang dimiliki oleh sang roh.

Sloka 9
Chidaanandena krishnena
proktaa svamukhato’rjunam;
Veda-trayii paraanandaa
tatvaartha-jnaanasamyutaa.

Bhagavad gita disabdakan sendiri oleh Srii Krishna, Beliau Yang Maha Mengetahui, dari Bibir Padma-Nya kepada Arjuna. Ia berisikan intisari dari ajaran – ajaran Veda Trayi (Rg, Yayur dan Sama Veda), pengetahuan sejati yang penuh kebahagiaan.

Sloka 10
Yo’shtaadasa japo nityam
naro nishchalamaanasah;
Jnaanasiddhim sa labhate
tato yaati param padam.

Ia yang melafalkan 18 Bab Bhagavad Gita setiap hari, dengan penuh ketulusan dan ketetapan hati, pikirannya mantap dan tidak tergoyahkan, mencapai pengetahuan sempurna, dan tujuan yang tertinggi.

Sloka 11
Paat he’asamarthah sampurne tato’rdham paat hamaacharet;
Tadaa godaanajam punyam
labhate naatra samshayah.

Jika tidak memungkinkan untuk membaca keseluruhan sloka Bhagavad Gita, maka membaca setengahnya saja akan memberikan seseorang berkah sama dengan berkah yang didapatkan dari menyumbahkan seekor sapi

Sloka 12
Tribhaagam pat hamaanastu ganggaasnaanaphalam labhet;
Sadam sam japamaanastu somayaagaphalam labhet.

Ia yang membaca sepertiga dari sloka – sloka suci Bhagavad Gita kan memperoleh berkah yang sama seperti mandi di sungai Suci Gangga dan ia yang membaca seperenamnya akan mendapatkan berkah seperti melakukan persembahan soma

Sloka 13
Ekaadhyaayam tu yo nityam pathate bhaktisam yuta;
Rudralokam avaapnoti
Gan o bhutvaa vasecchiram.

Orang yang membaca satu bab Bhagavad Gita dengan penuh rasa bhakti akan mencapai tempat tinggal Rudra dan menjadi pelayan Shiva. Ia tinggal disana selama bertahun – tahun

Sloka 14
Adhyaayam shlokapaadam vaa nityam yah pathate narah;
Sa yaati narataam yaavan
manwantaram vasundhare.

Wahai Bhumi, jika seseorang membaca seperempat dari sloka – sloka suci Bhagavad Gita maka ia akan mendapatkan badan manusia hingga akhir perputaran jaman

Sloka 15 – 16
Giitaayaah shlokadasakam sapta pancha chatushtayam;
Dvau triinekam tadardham vaa

shlokaanaam yah pathennarah.
Chandralokam avaapnoti varshaanaamayutam dhruvam;
Giitaapaathasamaayukto
mrito maanush ataam vrajet.

Ia yang membaca berulang – ulang sepuluh, tujuh, lima, empat, tiga, dua atau bahkan satu atau setengah sloka akan mencapai planet bulan dan tinggal disana selama sepuluh ribu tahun. Dengan membiasakan diri mempelajari kitab suci Bhagavad Gita setiap hari, maka orang yang sedang sekarat sekalipun akan bangkit dan segar bugar kembali

Sloka 17
Geetaabhyaasam punah kritvaa labhate muktim-uttamaam;
Giitetyucchaarasam yukto mriyamaano gatim labhet.

Dengan mempelajari ajaran – ajaran suci Bhagavad Gita secara tekun seseorang mencapai pembebasan. Mengucapkan sloka suci Bhagavad Gita pada saat menjelang ajal akan membawa seseorang pada pembebasan.

Sloka 18
Giitaarthashravanaasakto mahaapaapayuto’pi vaa;
Vaikuntham samavaapnoti vishnunaa saha modate.

Walaupun seseorang itu penuh dosa, namun jika ia tekun dan mantap mendengarkan ajaran – ajaran suci Bhagavad Gita maka ia akan mencapai kerajaan Tuhan dan menikmati pelayanan pada Sriii Visnu

Sloka 19
Giitaartham dhyaayate nityam kritvaa karmaani bhurishah;
Jiivanmuktah sa vijneyo dehaante paramam padam.

Ia yang dengan tekun bermeditasi pada ajaran – ajaran suci Bhagavad Gita, setelah melakukan banyak kegiatan – kegiatan mulia, maka ia akan mencapai tujuan tertinggi setelah meninggalkan badannya. Orang seperti itu disebut Jivanmukta, yaitu orang yang mencapai pembebasan semasih hidup

Sloka 20
Giitaamaashritya bahavo bhubhujo janakaadayah;
Nirdhutakalmashaa loke
giitaayaataah param padam.

Ada banyak roh – roh agung seperti Janaka yang telah mencapai kesempurnaan, terbebas dari segala dosa di dunia ini dengan berlindung pada kitab suci Bhagavad Gita.

Sloka 21
Giitaayaah pathanam
kritvaa maahaatmyam naiva yah pathet;
Vrithaa paatho bhavet tasya shrama eva hyudaahritah.

Ia yang tidak membaca keagungan Bhagavad Gita, setelah membaca kitab suci Bhagavad Gita, kehilangan segala berkah yang seharusnya dicapainya.

Sloka 22
Etan maahaatmya-samyuktam giitaabhyaasam karoti yah;
Sa tat-phalam avaapnoti durlabhaam gatim aapnuyaat.

Ia yang mempelajari ajaran – ajaran suci Bhagavad Gita dan pada saat yang bersamaan juga mempelajari keagungan Bhagavad Gita, maka ia akan mencapai segala berkah yang telah disebutkan diatas yang sesungguhnya sangat sulit untuk dicapai.

Sloka 23
Suta Uvaacha:
Maahaatmyam etad giitaayaa mayaa proktam sanaatanam;
Giitaante cha pathed yas tu yaduktam tat-phalam labhet.

Rsi Suta Bersabda: Keagungan kitab Bhagavad Gita yang kekal ini, hendaknya dibaca setelah seseorang membaca sloka – sloka suci Bhagavad Gita, maka ia mencapai tujuan – tujuan seperti yang sudah aku jelaskan

Iti srivaraahapuraane srigiitaamaahaatmyam sampurnam.
OM Shanti, Shanti, Shanti OM

Demikian keagungan Bhagavad Gita dalam Kitab Sri Varaha Purana

Selain itu , Menurut Pak I Nyoman Ariawan Atmaja , juga dibahas berbagai buku yang bermanfaat dalam meningkatkan Jnana pengetahuan Hindu berupa judul Buku-buku Hindu :

Weda sabda suci (I Made Titib)

10 upanisad utama (Agus S.Mantik)

BhagawadGita (Prabu Darmayana)

Buku-Buku terbitan Majalah Media Hindu

Buku diatas adalah Untuk awal mengenal filsafat Hindu (Tattwa)

Menurut pak Agung Sayang, Pendidikan Hindu wajib dimulai di masa golden age, sekolah paud-sd

Dengan tahapan pendidikan :
1. Puja Doa Dewi Saraswati
2. Baca BhagawadGita beberapa Sloka
3. Meditasi bersama
4. Belajar Hindu

Menurut Pak I Wayan Wira Susana (Ketua PHDI Kota Kupang), sudah saatnya umat Hindu menyeimbangkan Tattwa, Susila dan Upacara.
bila ingin menyederhanakan Upacara dan banten (yajna diluar diri) maka wajib bagi umat Hindu meningkatkan yajna dalam Diri (pengorbanan Disiplin Diri) berupa, rajin SembaHYANG Tri Sandhya tepat waktu, Upawasa (berpuasa), tidak menyakiti mahluk hidup, tidak makan hewan berkaki 4, memperdalam Jnana Pengetahuan Suci dengan membaca kitab Suci, berjapa, dst.

Menurut Bapak Dr.I Gusti Made Budiana (selaku moderator dan sekretaris PHDI Kota Kupang) , Dharma Wacana inis angat bermanfaat menambah wawasan dan pencerahan bagi umat Hindu, sehingga generasi milenial hindu bisa menjadi generasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, tidak ribet, hindu yang mudah, dan menyenangkan.

maka kesimpulan yang bisa dipetik adalah Hindu akan Simple dan mudah ketika NIAT manusia Hindu sendiri untuk lascarya, dan mampu seimbangkan antara TATTWA (pengetahuan suci), SUSILA (etika prilaku), dan UPACARA (Yajna Pengorbanan).

Acara Dharma Wacana bersama Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan ditutup dengan sesi tanya jawab, foto bersama serta makan malam bersama.

Semoga bermanfaat karena berbagi kebaikan takkan pernah merugi dan selalu beruntung. "Satyam Eva Jayate" 

www.hindukupang.com 
(Guntara)

OM SHANTI SHANTI SHANTI OM

Damai Di Hati, Damai Di Dunia, Damai Selamanya

 ojk2