Marapu0  Marapu1 Marapu2


Konsultasi Tokoh Marapu Sumba dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) NTT dan PHDI Pusat pada tanggal 28 - 30 Agustus 2017 dilakukan di Grand Mirah Hotel Denpasar Bali. Acara yang dilaksanakan pada hari pertama adalah konsultasi, arahan dan perkenalan bersama 11 Tokoh Marapu (Rato) yang datang dari Kabupaten Sumba Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan Ketua PHDI Pusat, Dirjen Bimas Hindu, dan Ketua PHDI Provinsi Bali. Yang diundang pada kegiatan tersebut untuk menyaksikan adalah Ketua PHDI Kabupaten Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Sumba Timur dan juga hadir perwakilan PHDI NTT (sekretaris) serta Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT.

Marapu22Serah Terima Cinderamata Parang dari Rato Lado Regi Tera (Tokoh Marapu Sumba NTT) Kepada
Prof. Drs. I Ketut Widnya M.A., M.Phil., Ph.D. (Dirjen Bimas Hindu) dan Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (Ketua PHDI Pusat)

Di Hari kedua dilanjutkan dengan PHDI beserta Rato Lado Regi Tera bersama seluruh Tokoh Marapu Sumba berkunjung ke Pura Penataran Agung Besakih, di Kabupaten Karangasem Bali, dan Pura Ulundanu Batur Kabupaten Bangli, Bali. 

Di Pura Besakih dilakukan Upacara Sudi Wadani untuk 11 orang Rato yang sebelumnya sebagai penganut kepercayaan Marapu kemudian menjadi penganut agama Hindu setelah mengajukan permohonan kepada Ketua PHDI Pusat, dengan prosesi penyerahan persembahan sebagai wujud terima kasih, pada saat proses Upacara Sudi Wadani. Kemudian dilakukan penyerahan sertifikat Sudhi Wadani kepada sebelas orang Rato yang sudah di Sudikan menjadi Hindu.

Setelah selesai pelaksanaan Upacara Sudhi Wadani di Pura Besakih, dilanjutkan dengan Persembahyangan di Pura Ulundanu Batur Kabupaten Bangli. Disini para Rato bertatap muka dengan Pengempon Pura Ulundanu Batur sebelum melakukan persembahyangan. Malam harinya dilanjutkan persembahyangan di Pura Jagatnatha Denpasar Bali. Di Hari ketiga semua peserta kembali ke daerah masing-masing.

Warga asli Sumba penganut kepercayaan Marapu, yaitu percaya kepada Sang Penguasa Alam Semesta dan Para Leluhurnya.
Marapu adalah sebuah Kepercayaan lokal yang dianut oleh masyarakat di Pulau Sumba. Kepercayaan ini merupakan pemujaaan kepada nenek moyang dan leluhur.
Marapu adalah kepercayaan asli atau "sumbu hidup" nenek moyang penduduk Sumba, baik selama di bumi maupun di dunia lain. Sumbu hidup itu hingga kini masih diyakini oleh sebagian besar masyarakat. Ini dibuktikan dengan masih kuatnya norma Marapu menjadi acuan dalam mengatur tatanan sosial warga sehari-hari dengan kepercayaan kepada Penguasa Alam Semesta dan Leluhurnya.

Tidak ada kitab suci atau buku panduan tentang aliran marapu. Ajarannya hanya diturunkan dari mulut ke mulut. Akibatnya, keaslian ajaran tak lagi sama dalam pandangan penganut Marapu, bahkan bagi Rato atau Tokoh Marapu sekalipun. Namun ucapan yang disampaikan sang Rato ini dipercaya sebagai perkataan Tuhan yang berisi tuntunan hidup.

Pada 27 Agustus - 30 Agustus 2017 , Berbagai perwakilan Tokoh Marapu dari Kabupaten Sumba Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 11 Orang tiba di Bali dan mengikuti Konsultasi, pengenalan bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI). Acara pun ditutup dengan penyerahan sertifikat oleh PHDI kepada seluruh Tokoh Marapu yang sudah hadir di Pura.  Untuk mengetahui informasi perkembangan Marapu bersama Parisada bisa menghubungi langsung tim PHDI Pusat Jakarta.

OM Anobadrah Kratawyu Yantu Wiswatah, OM Loka Samesta Sukhino Bhawantu..
Semoga Pikiran Yang Baik Datang Dari Segala Penjuru, serta Seluruh Alam Semesta Beserta isinya selalu hidup Berbahagia.
Damai di hati, damai di dunia, damai selamanya

 Marapu3Marapu6Marapu7

Marapu4

Marapu5Marapu8Marapu9

 Marapu10Marapu11 

 Marapu12

Marapu13Marapu14

Marapu15Marapu16

Marapu18Marapu17

Marapu19Marapu21Marapu20