Selamat Datang Di Hindu Kupang NTT

button

QRIS new

  • Home
  • Profil
    • Kata Pengantar
    • Struktur Organisasi
      • Struktur Organisasi Banjar 2024-2027
    • Nama Ketua Tempekan
    • Lembaga Hindu di NTT
    • Sejarah Banjar Hindu Kupang
  • Awig - Awig Banjar
    • Anggaran Dasar
    • Anggaran Rumah Tangga
  • Pura
    • Pura Di Kota Kupang
    • Pura Di NTT
    • Upacara Yadnya
      • Dewa Yadnya
        • Puja Tri Sandhya
        • Hari Raya Saraswati
        • Hari Raya Pagerwesi
        • Hari Raya Galungan
        • Hari Raya Kuningan
        • Hari Raya Nyepi
        • Hari Raya Siwaratri
      • Pitra Yadnya
      • Rsi Yadnya
      • Manusa Yadnya
      • Bhuta Yadnya
    • Pura di Rote Ndao NTT
  • Berita Kegiatan
  • Foto Kegiatan
  • Download
    • Blangko Pendaftaran Banjar
    • iuran pembangunan
    • Telepon Pengurus Banjar
    • Total Warga Banjar 2012
    • Jadwal Pinandita 2016
  • Artikel
  • Kontak
  • Pengempon
    • Pura Agung Giri Kerta Bhuwana
    • Pura Oebananta
  • WHDI Kupang dan Prov NTT
  • Pasraman Upanisada
  • Buku Tamu
  • Informasi
  • Peradah NTT
  • KMHDI NTT
  • UDG NTT
    • SK Gubernur NTT
  • LDD
  • PHDI NTT
  • Panitia NYEPI 2019
  • BPH NTT
    • Jadwal BPH NTT 2018
  • PHDI Kota Kupang
  • PHDI Kabupaten Kupang
  • Donasi (Dana Punia)

hut phdi

NL10

GubernurNTT

Foto Hindukupang.com : Bersama Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Periode 2018-2023 Bapak Dr.Viktor Bungtilu Laiskodat,S.H.,M.Si

Idul Fitri 2024h

Foto Hindukupang.com : Bersama Penjabat Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Periode 5 Sept 2023-2024 , Bapak Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake,S.H.,M.D.C

NTT1

Bapak EmanueL MeLkiades Laka Lena,S.Si.,Apt, Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Periode 2025 - 2030

Idul Fitri 2024

Foto Hindukupang.com  : Bersama Penjabat Gubernur NTT Bapak Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake,S.H.,M.D.C, Sekretaris Daerah Provinsi NTT Bapak Kosmas Damianus Lana,S.H.,M.Si, Kapolda NTT ★★ Bapak Irjen Pol.Daniel Tahi Monang Silitonga,S.H.,M.A, serta jajaran Pejabat Polda NTT, Danrem 161 Wirasakti Kupang ★ Bapak Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes,S.E.,M.M, Danlanud El Tari Kupang ★ Bapak Marsma TNI Djoko Hadipurwanto,S.E.,M.M, Danlantamal VII Kupang NTT ★ Bapak Laksma TNI I Putu Darjatna,M.Tr.Opsla, Kepala BIN Daerah (KABINDA) NTT ★ Bapak Brigjen TNI Agustinus Eko Mulyadi,S.IP.,M.M, Penjabat Walikota Kupang Bapak Fahrensy Priestley Funay,S.E.,M.Si, Penjabat Bupati Kupang Bapak Alexon Lumba,S.H.,M.Hum, Irwasda Polda NTT Kombes.Pol.I Made Sunarta,S.I.K.,M.H, Dansat Brimob POLDA NTT Kombes.Pol.Ferry Raimond Ukoli,S.I.K (Tanggal 10 April 2024/Rary Triguntara,SKM)

 

Home

Umat Hindu Kupang Gelar Ritual Tawur Kasanga dan Pawai Ogoh-Ogoh Sambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026

  •  Print 
  • Email

6183938507886235302 Umat Hindu Kupang Gelar Ritual Tawur Kasanga dan Pawai Ogoh-Ogoh Sambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 , Tanggal 18 Maret 2026 (Foto : k'gun)

HinduKupang.com, NTT – Ribuan umat Hindu di Kota Kupang memadati perempatan Catus Pata Jalan El Tari, tepat di depan Kantor Gubernur NTT, untuk melaksanakan upacara Tawur Kasanga dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948, pada hari Rabu 18 Maret 2026.
Prosesi ritual yang berlangsung khidmat sejak pukul 12.00 WITA ini dipimpin langsung oleh Ida Rsi Agung Nanda Wijaya Kusuma Manuaba, didampingi Ida Rsi Istri Manuaba. Turut serta dalam prosesi tersebut Ida Bhawati I Made Suaba Aryanta, para Jero Gede, serta Jero Mangku Lanang dan Istri.
Usai persembahyangan bersama dan prosesi nunas tirta serta bija, suasana berubah menjadi meriah dengan penampilan berbagai tarian persembahan. Seni tari tersebut dibawakan secara apik oleh Siswi TK Pratama Widyalaya Saraswati dan SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang, Sekolah Pasraman Upanisada Remaja Hindu, perwakilan sanggar seni, hingga ibu-ibu dari Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Kupang NTT.

6183938507886235319

6183938507886235321

6183938507886235327

6183938507886235326

6183938507886235325

6183938507886235309

Puncak acara yang paling dinantikan warga adalah Pawai Ogoh-ogoh. Sebanyak empat Ogoh-ogoh berukuran besar dan beberapa Ogoh-ogoh cilik diarak mengelilingi rute Jalan El Tari menuju Rumah Jabatan Gubernur NTT dan kembali ke titik semula. Karya seni tersebut berasal dari Umat Hindu yang tergabung dalam paguyuban Warga Banjar Dharma Agung Kupang (BDAK) yaitu Sektor / Tempekan Kuanino TNI, Tempekan Brimob, dan Tempekan Polda NTT, yang semuanya menampilkan wujud Asura (Raksasa) sebagai simbol Bhuta Kala, dan sisi gelap manusia yaitu amarah, dengki, iri hati dan kerakusan.

6183938507886235337

Rangkaian acara ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Kupang, Bapak dr.Christian Widodo, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang Ibu dr.Widya Cahya, Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol. Djoko Lestari,S.I.K.,M.M., Dandim 1604 Kupang yang diwakili Danramil 1604-01/Kupang Bapak Mayor Infanteri Hendry Dunant,S.IP, Jajaran Forkompinda Kota Kupang dan Wakil ketua II Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang Bapak I Gusti Ngurah Suarnawa, serta Ketua Panitia Nyepi 2026, I Wayan Gede Astawa. Hadir juga Ketua PHDI Provinsi NTT I Wayan Darmawa, Ketua Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korwil NTT Jero Gede I Made Suparta, Ketua Permabudhi NTT Indra Effendy, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi NTT Theo Widodo, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang yang diwakili Kepala Tata Usaha, serta Camat dan Lurah sekota Kupang, Mahasiswa-Mahasiswi Hindu PD.KMHDI NTT, Peradah Kupang NTT, Alumni KMHDI NTT, Puskor Hindunesia, ICHI NTT, BDAK, Organisasi dan Lembaga Hindu di Kupang, serta tamu undangan lainnya.

6183938507886235311

6183938507886235314

6183938507886235308

6183938507886235306

Kegiatan Pawai Ogoh-ogoh berlangsung hingga sore hari pukul 17.30 WITA, antusiasme umat Hindu Kupang dan warga sekitar tetap tinggi menyaksikan iring-iringan budaya tersebut di jantung Kota Kupang sebagai Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Acara pawai ogoh-ogoh juga diiringi oleh Sekehe Gong TAT TWAM ASI yang terdiri dari sekehe Sentana Satya Budaya (SSB), dan Sekehe Demen dan sekehe bleganjur Tri Datu.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana Nyepi Tahun Baru Saka 1948 / 2026 PHDI Kota Kupang, I Wayan Gede Astawa,S.Sos.,M.M., menyampaikan bahwa perayaan tahun ini mengusung tema "Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju". Tema ini menekankan pentingnya persatuan di tengah keberagaman bangsa.

"Rangkaian kegiatan telah kami mulai sejak awal Maret, yang tidak hanya menyasar internal umat Hindu, tetapi juga melibatkan saudara-saudara kita dari lintas agama," ujar Wayan Gede Astawa di hadapan jajaran Forkopimda Kota Kupang.

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

6186138755207467051

6183938507886235329

6183938507886235331

Aksi Sosial dan Simbol Toleransi
Panitia Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 / 2026 PHDI Kota Kupang, I Wayan Gede Astawa melaporkan sejumlah agenda yang telah sukses dilaksanakan, di antaranya:

Bakti Sosial: Donor darah di Pura Agung Giri Kertha Bhuwana pada 1 Maret 2026, yang berhasil mengumpulkan 59 kantong darah.

Saka Bhoga Sewanam: Aksi toleransi nyata berupa pembagian takjil dan buka puasa bersama umat islam jamaah Masjid Al-Fitrah Kampung Nelayan Oesapa.

Ritual Keagamaan: Upacara Melasti yang digelar di Pura Manik Segara Oebananta pada Senin (16/3/2026) sebagai sarana penyucian diri dan alam semesta.

6183938507886235320

6183938507886235318

6183938507886235307

Pawai Ogoh-ogoh di Tengah Libur Panjang
Tepat pada hari ini, Rabu (18/3), sebanyak empat buah Ogoh-ogoh diarak sebagai simbol penetralan kekuatan negatif sebelum umat melaksanakan Catur Brata Penyepian. I Wayan Gede Astawa mengakui adanya tantangan jumlah umat tahun ini, mengingat banyak warga yang memilih pulang ke Bali karena bertepatan dengan libur panjang nasional.

Meski demikian, dukungan dari berbagai pihak tetap mengalir kuat, termasuk bantuan dana dari Pemerintah Kota Kupang, sektor swasta, hingga kontribusi dari Klasis Kota Kupang Timur. "Dukungan dari saudara-saudara umat Kristiani melalui Klasis Kota Kupang Timur, baik secara moril maupun materiil, menunjukkan bahwa toleransi di Kota Kupang telah terjalin sangat harmonis dan menyentuh sisi emosional yang mendalam," tambahnya.

Pesan Damai Lintas Agama
Menutup laporannya, Wayan Gede Astawa juga memberikan ucapan selamat kepada umat Muslim yang tengah menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia berharap momentum Nyepi dan Idul Fitri yang berdekatan ini dapat membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kota Kupang.

6183938507886235323

6183938507886235322

6183938507886235328

Acara yang berlangsung khidmat dan meriah ini dipusatkan sebagai momentum penyucian diri serta alam semesta sebelum memasuki masa Catur Brata Penyepian. Wakil Ketua II Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang, I Gusti Ngurah Suarnawa,SKM.,M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ritual Tawur Kesanga Nyepi Tahun Saka 1948/2026 merupakan bagian dari upacara Bhuta Yadnya. Ritual ini bertujuan menjaga keseimbangan antara manusia dengan alam (Bhuana Agung) dan diri sendiri (Bhuana Alit).

"Kami bersyukur pelaksanaan Tawur Kesanga yang dipimpin oleh Ida Rsi Agung Nanda Wijaya Kusuma Manuaba berjalan lancar. Ini adalah upaya menetralkan energi negatif dan memohon kesejahteraan bagi seluruh makhluk," ujar Gusti Ngurah Suarnawa di hadapan Wali Kota Kupang serta para undangan.

Filosofi Ogoh-Ogoh dan Pesan Perdamaian

Puncak keramaian ditandai dengan pawai Ogoh-ogoh, karya seni patung raksasa yang melambangkan sifat buruk atau Bhuta Kala. I Gusti Ngurah Suarnawa menjelaskan bahwa pengarakan patung-patung Ogoh-Ogoh berwujud Raksasa ini merupakan simbol pembersihan diri manusia kalau amarah mirip raksasa yaitu berbagai sifat marah, rakus, dan iri hati yang nantinya akan disucikan, agar menjadi sifat dewata dan welas kasih.

Tahun 2026 ini, perayaan Nyepi mengusung tema "Vasudhaiva Kutumbakam", yang berarti Satu Bumi, Satu Keluarga. Tema ini menekankan harmoni nusantara dan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam menjaga persaudaraan dan toleransi di tengah masyarakat.

Baca Juga : Ribuan Umat Hindu Kupang NTT Gelar Prosesi Melasti Jelang Nyepi Tahun Baru Saka 1948 / 2026 Dalam Semangat "Vasudaiva Kutumbakam"

6183938507886235353

Persiapan Tapa Brata
Memasuki hari puncak Nyepi pada Kamis, 19 Maret 2026, umat Hindu akan melaksanakan Catur Brata Penyepian selama 24 jam penuh. Terdapat empat pantangan utama yang wajib dipatuhi:

Amati Geni: Tidak menyalakan api atau cahaya sebagai simbol pengendalian amarah.

Amati Karya: Tidak bekerja atau melakukan aktivitas fisik.

Amati Lelungaan: Tidak bepergian dan tetap berada di rumah untuk perenungan.

Amati Lelanguan: Tidak mencari hiburan demi menjaga keheningan batin.

"Keheningan ini adalah momen refleksi untuk menjaga hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta atau Tri Hita Karana," ungkap I Gusti Ngurah Suarnawa, Wakil Ketua PHDI Kota Kupang.

6183938507886235352

Baca Juga : Donor Darah Bagi Kemanusiaan Sambut Datangnya Tahun Saka 1948/2026, Panitia Hari Suci Nyepi Kota Kupang Himpun 59 Kantong Darah Serta Perkuat Harmoni Toleransi Antarumat Beragama

Apresiasi untuk Pemerintah Kupang Kota Kasih

Dalam kesempatan tersebut, PHDI Kota Kupang menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Pemerintah Kota Kupang atas dukungan dan fasilitas yang diberikan. Menurut I Gusti Ngurah Suarnawa, meskipun secara kuantitas umat Hindu di Kupang tergolong kecil, namun perhatian pemerintah memberikan ruang bagi kami umat Hindu Kota Kupang untuk berkontribusi dalam pembangunan kota ini.

"Kami bangga Bapak Wali Kota Kupang memberikan kesempatan bagi semua umat beragama, termasuk kami, untuk berpartisipasi di Kota Kasih ini," pungkasnya sebelum memohon kesediaan Wali Kota Kupang untuk melepas secara resmi peserta pawai Ogoh-ogoh. Rangkaian hari raya ini nantinya akan ditutup dengan prosesi Ngembak Geni pada tanggal 20 Maret 2026, di mana umat kembali simakrama / silaturahmi serta memulai aktivitas sosial dengan semangat kesucian yang baru.

6183938507886235301

Dalam sambutannya Wali Kota Kupang Bapak dr.Christian Widodo mengatakan tema Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di tahun 2026 adalah VASUDHAIVA KUTUMBAKAM, Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju. Tema pada puncak hari Suci Nyepi 19 Maret 2026 sangat bagus dan relevan dengan kota Kupang sebagai Kota Toleran dan Harmoni. Ibarat untaian nada-nada dalam lagu musik semua nada harmoni berbeda namun menjadi alunan yang indah, ungkap dr.Christian Widodo. Begitupun Nyepi sebagai hari keheningan yang bisa dimaknai untuk kita semuanya, sangat penting di era saat ini, ternyata kita memang harus perlu hening sejenak dari segala kesibukan, ibarat gadget HP saja apabila bapak ibu pakai terus tanpa restart atau hening jeda sejenak maka bisa macet error / hang, pungkas Wali Kota Kupang yang disambut tepuk tangan ribuan masyarakat.

6183938507886235304

Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo mengatakan begitupun juga kalau kalimat kata per kata disambung tanpa adanya jeda hening seperti spasi, maka kalimat akan tersambung semua dan tidak memiliki makna. Maka itulah jeda hening "Nyepi" seperti demikian, kata per kata diberikan spasi, jeda, agar menjadi makna dan bahasa yang bisa dipahami, ucap dr.Christian Widodo. Kemudian warna-warni kita perlu menjaga keragaman dalam semangat toleransi beragama di Kupang Kota KASIH, seperti warna warni dalam lukisan canvas,tidak mungkin semua satu warna saja, perlu ada warna warni lainnya di atas canvas sehingga menghasilkan lukisan yang indah dipandang, ibarat kota Kupang ini canvas Lukisan maka mari kita bersama-sama membangun kota kupang dalam Harmoni, semangat solidaritas dan toleransi. Kota Kupang NTT juga telah meraih penghargaan masuk 10 besar tingkat Nasional sebagai daerah toleransi terbaik, mari terus kita jaga, ungkap Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo. Acara Pawai Ogoh-Ogoh dibuka secara resmi oleh Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo dengan membunyikan gong gamelan disambut dengan sekehe gong Tat Twam Asi, dan parade Mepeed dari anak-anak dan ibu ibu WHDI Kota Kupang NTT kemudian dengan pawai Ogoh-Ogoh.

6183938507886235312

Pawai Ogoh-Ogoh Umat Hindu Kupang , Provinsi Nusa Tenggara Timur, Di Tilem Sasih Kesanga, dan Buda Wage Klawu , 18 Maret 2026, Alumni KMHDI NTT Bersama Ketua Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT sdr.Putu Eka Saputra.

6183938507886235305

6183938507886235310

6183938507886235311

Makna Ogoh-Ogoh dalam Ajaran Hindu Dharma

Dalam ajaran Hindu Dharma, Ogoh-ogoh bukan sekadar patung raksasa untuk pawai, melainkan memiliki kedalaman filosofis yang berkaitan erat dengan konsep Sad Kerthi dan keharmonisan alam semesta.
1. Simbolis Bhuta Kala
Ogoh-ogoh divisualisasikan dalam wujud Asura (raksasa) yang menyeramkan sebagai representasi dari Bhuta Kala. Dalam kosmologi Hindu, Bhuta berarti kekuatan alam dan Kala berarti waktu. Wujud yang menyeramkan ini menyimbolkan sifat-sifat negatif, angkara murka, dan kekuatan destruktif yang ada di alam semesta maupun di dalam diri manusia (Microcosmos).
2. Ritual Nyomya (Netralisasi)
Tujuan utama dari pembuatan dan pengarakan Ogoh-ogoh adalah untuk proses Nyomya. Setelah diarak, Ogoh-ogoh biasanya akan dibakar (ritual Pralina). Proses ini melambangkan upaya manusia untuk menetralisir kekuatan negatif (Bhuta Kala) agar menjadi kekuatan positif (Dewa) yang mendukung kehidupan.
3. Pembersihan Diri Sebelum Catur Brata Penyepian
Secara spiritual, pawai ini dilakukan pada hari Pengerupukan (sehari sebelum Nyepi). Dengan "mengeluarkan" simbol-simbol buruk dalam bentuk Ogoh-ogoh dan kemudian memusnahkannya, umat Hindu diharapkan telah membersihkan lingkungan dan batinnya dari noda-noda duniawi. Hal ini menjadi persiapan penting sebelum memasuki keheningan total saat melaksanakan Catur Brata Penyepian keesokan harinya.
4. Keseimbangan Bhuana Alit dan Bhuana Agung
Upacara ini merupakan manifestasi dari ajaran Tri Hita Karana, khususnya hubungan harmonis antara manusia dengan alam (Palemahan). Dengan menghormati dan menyeimbangkan kekuatan alam bawah, diharapkan tercipta kedamaian di dunia (Bhuana Agung) dan di dalam jiwa manusia (Bhuana Alit).

Narasi : k'Gun / HinduKupang.com
Foto : RyGuN

6183938507886235336

Foto Hindukupang.com : Alumni KMHDI bersama Bli Dewa Putra Utama, (Alumni Ketua PD.KMHDI NTT Ke 3)

6183938507886235324

6183938507886235315

 

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Ribuan Umat Hindu Kupang NTT Gelar Prosesi Melasti Jelang Nyepi Tahun Baru Saka 1948 / 2026 Dalam Semangat "Vasudaiva Kutumbakam"

Baca Juga : Donor Darah Bagi Kemanusiaan Sambut Datangnya Tahun Saka 1948/2026, Panitia Hari Suci Nyepi Kota Kupang Himpun 59 Kantong Darah Serta Perkuat Harmoni Toleransi Antarumat Beragama

Baca Juga : Lokakarya Penguatan Empat Pilar Pembangunan Manusia Hindu Digelar Di Kupang NTT

Baca Juga : Rayakan HUT ke-38, WHDI Kota Kupang Gelar Turnamen Bulu Tangkis dan Berdayakan UMKM

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama Dari Nusa Tenggara Timur Teguhkan Persatuan Gotong Royong Dan Komitmen Kemanusiaan

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando

Baca Juga : "Guru Wisesa" Gubernur NTT Bersama Wakil Gubernur NTT Buka Perayaan HUT RI ke 80 Tahun Dengan Semangat Ayo Bangun NTT Dalam Acara Kirab Budaya NTT "BaGaYa" : Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya Tahun 2025

Baca Juga : Bhakti Untuk Regenerasi, MPAB ke XX Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT : "Melahirkan Kader Hindu Berjiwa Pemimpin”

Baca Juga : Audiensi Bersama Gubernur NTT Melki, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT Tekankan Akses Jalan Pura Oebanantha , Pemerataan Pendidikan, Penguatan UMKM Serta Jaminan Perlindungan Kesehatan Sosial Masyarakat NTT

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

Details
Written by Admin
Category: Kegiatan
Published: 18 March 2026
Hits: 397

Ribuan Umat Hindu Kupang NTT Gelar Prosesi Melasti Jelang Nyepi Tahun Baru Saka 1948 / 2026 Dalam Semangat "Vasudaiva Kutumbakam"

  •  Print 
  • Email

6179300737775506073

HinduKupang.com , NTT - Suasana religius menyelimuti pesisir Oebananta, Kelurahan Fatubesi, pada Senin (16/3/2026) sore. Nampak ribuan umat Hindu dari Kota Kupang dan Kabupaten Kupang memadati Pura Manik Segara Oebananta, untuk melaksanakan upacara Melasti (Melis) dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 , yang tepat NYEPI dirayakan nanti pada 19 Maret 2026. 
Di hari Senin, 16 maret 2026, sejak pukul 15.00 WITA, iring-iringan umat Hindu yang mengusung berbagai Pralingga dan Tapakan (simbol suci Tuhan) dari berbagai Pura Hindu tiba di lokasi diiringi perpaduan sekehe gamelan gong Sentana Satya Budaya, sekehe demen dan sekehe bleganjur Tri Datu.

Deburan ombak Teluk Kupang menjadi saksi kekhusyukan umat dalam melakukan ritual penyucian, baik penyucian diri (Bhuana Alit) maupun alam semesta (Bhuana Agung), dengan sarana air suci kehidupan (Amerta) dari Tengah lautan TeLuk Kupang NTT. Perayaan Nyepi tahun 2026 ini mengusung tema nasional yang sarat makna: "Vasudaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga". Menurut Ketua Panitia Perayaan Hari Suci Nyepi 2026 PHDI Kota Kupang, I Wayan Gede Astawa bahwa pesan universal ini menekankan pentingnya persaudaraan tanpa sekat, harmoni, serta tanggung jawab kolektif seluruh umat manusia dalam menjaga kelestarian bumi.

6179300737775506075

6179300737775506071

Tema "Vasudaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga" ini merupakan panggilan bagi kita semua untuk menyadari bahwa di bawah langit yang sama, kita adalah satu keluarga besar yang harus saling menjaga," ujar Rary Triguntara , Alumni KMHDI NTT dan tokoh umat HinduKupang saat wawancara bersama media di sela-sela prosesi Upacara Melasti berlangsung. Upacara melasti ini juga turut berpartisipasi keamanan dari Satpol PP kota Kupang, Karang Taruna Kota Kupang dan Kelurahan Fatubesi, para pemuda lintas agama, kemudian Dinas Perhubungan serta Pecalang Banjar Dharma Agung Kupang, sehingga jalur menuju pasar Oeba Fatubesi dalam upacara Melasti berjalan dengan lancar.

 

Rangkaian hari suci akan berlanjut pada 18 Maret 2026 dengan ritual Tawur Kesanga. Menurut Wakil Ketua PHDI Kota Kupang I Gusti Ngurah Suarnawa bahwa di Kota Kupang, kemeriahan akan memuncak melalui Upacara Tawur Kesanga dan kemudian Pawai Ogoh-ogoh yang dipusatkan di Jalan El Tari, tepat di depan Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT. Pawai ini bertujuan sebagai simbol netralisasi kekuatan negatif agar alam semesta kembali murni sebelum memasuki hari Sipeng atau Nyepi pada 19 Maret 2026.

6179300737775506072

6179300737775506074

Makna Filosofis Upacara Melasti dan Nyepi 1948 Saka yaitu melalui Upacara Melasti bukan sekadar ritual tahunan, melainkan memiliki esensi teologis dan ekologis yang mendalam bagi umat Hindu :

1. Melasti (Penyucian Spirit, Jiwa dan raga)
Secara harfiah, Melasti bertujuan menyucikan berbagai Pralingga (Daksina Linggih), senjata Dewata Nawa Sanga, Pajeng Kober, berbagai Pura Hindu yang ada di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, dengan tirta Amerta dari laut menyucikan , kemudian kepada umat untuk menghanyutkan kotoran batin (klesa) dan segala bentuk pencemaran melebur spiritual ke laut menyambut datangnya Tahun Baru Saka 1948. Laut dipercaya sebagai sumber air suci (Amerta) yang mampu melebur kesalahan dan memberikan energi kehidupan baru.

6179300737775506077

6179300737775506076

2. Peningkatan Kesadaran "Vasudaiva Kutumbakam"
Sesuai tema tahun 1948 Saka, Melasti menjadi momentum untuk meruntuhkan ego individu. Melalui konsep "Satu Bumi, Satu Keluarga", umat diingatkan bahwa kerukunan antar sesama manusia dan toleransi adalah fondasi utama dalam menjaga kedamaian dunia.

3. Implementasi Tri Hita Karana
Rangkaian Melasti Nyepi ini merupakan wujud nyata keseimbangan hidup:
* Parahyangan: Hubungan harmonis manusia dengan Tuhan (brahman) melalui Doa SembaHyang di Pura Manik Segara , manifestasi Brahman yaitu Sang Hyang Baruna Dewa Penguasa Lautan.
* Pawongan: Hubungan harmonis antar sesama umat yang berkumpul tanpa membedakan status sosial.
* Palemahan: Hubungan harmonis dengan alam, yang disimbolkan melalui penyucian lingkungan dan pelestarian laut.

6179300737775506081

4. Refleksi dalam Keheningan
Puncak dari seluruh prosesi ini adalah hari Nyepi (19 Maret), di mana umat menjalankan Catur Brata Penyepian. Dalam keheningan total, manusia diajak untuk "pulang" ke dalam diri sendiri, mengevaluasi tindakan setahun terakhir, dan menyusun niat baru untuk menjadi pribadi yang lebih bijaksana di tahun yang baru. Adapun Informasi Tambahan rangkaian kegiatan Perayaan Hari Suci Nyepi tahun Saka 1948 / 2026 adalah :
* Tawur Kasanga : 18 Maret 2026 (Pembersihan alam semesta).
* Pawai Ogoh-ogoh: 18 Maret 2026 sore di Jalan El Tari, Kupang.
* Puncak Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 : 19 Maret 2026 dengan Catur Brata Nyepi (Refleksi dalam sunyi).
* Dharma Santi Nyepi Kota Kupang NTT, simakrama dan silaturahmi Nyepi Tahun Saka 1948 bersama yang akan dilaksanakan april 2026.

Editor : K'Gun
Sumber dan foto : Hindukupang.com / RyGuN

6179300737775506082

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Donor Darah Bagi Kemanusiaan Sambut Datangnya Tahun Saka 1948/2026, Panitia Hari Suci Nyepi Kota Kupang Himpun 59 Kantong Darah Serta Perkuat Harmoni Toleransi Antarumat Beragama

Baca Juga : Lokakarya Penguatan Empat Pilar Pembangunan Manusia Hindu Digelar Di Kupang NTT

Baca Juga : Rayakan HUT ke-38, WHDI Kota Kupang Gelar Turnamen Bulu Tangkis dan Berdayakan UMKM

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama Dari Nusa Tenggara Timur Teguhkan Persatuan Gotong Royong Dan Komitmen Kemanusiaan

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando

Baca Juga : "Guru Wisesa" Gubernur NTT Bersama Wakil Gubernur NTT Buka Perayaan HUT RI ke 80 Tahun Dengan Semangat Ayo Bangun NTT Dalam Acara Kirab Budaya NTT "BaGaYa" : Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya Tahun 2025

Baca Juga : Bhakti Untuk Regenerasi, MPAB ke XX Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT : "Melahirkan Kader Hindu Berjiwa Pemimpin”

Baca Juga : Audiensi Bersama Gubernur NTT Melki, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT Tekankan Akses Jalan Pura Oebanantha , Pemerataan Pendidikan, Penguatan UMKM Serta Jaminan Perlindungan Kesehatan Sosial Masyarakat NTT

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

Details
Written by Admin
Category: Kegiatan
Published: 16 March 2026
Hits: 161

Donor Darah Bagi Kemanusiaan Sambut Datangnya Tahun Saka 1948/2026, Panitia Hari Suci Nyepi Kota Kupang Himpun 59 Kantong Darah Serta Perkuat Harmoni Toleransi Antarumat Beragama

  •  Print 
  • Email

6134440938240151530

HinduKupang.com, NTT – Panitia Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948/2026 Kota Kupang mengawali rangkaian perayaan dengan kegiatan bakti sosial dan donor darah yang digelar di Wantilan Pura Agung Giri Kertha Bhuwana, hari Minggu , tanggal 1 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 12.12WITA ini dihadiri umat Hindu Kupang dari berbagai sektor/tempekan Banjar Dharma Agung Kupang, serta melibatkan sejumlah organisasi keagamaan Hindu di Kota Kupang. Sejumlah lembaga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, antara lain Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Kupang dan NTT, Pemuda Hindu Peradah Indonesia Kupang NTT, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT, Forum Alumni KMHDI, Puskor Hindunesia, serta Organisasi dan Lembaga hindu di Kupang NTT. Keterlibatan lintas organisasi ini mencerminkan soliditas internal umat Hindu dalam menyukseskan agenda keagamaan sekaligus sosial kemasyarakatan.

6134440938240151561

Dalam kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan UPTD.Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTT, tercatat lebih dari 70 orang mendaftar. Namun, setelah melalui pemeriksaan kesehatan seperti tensi darah dan kadar hemoglobin (Hb), sebanyak 59 peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya. Adapun total 59 kantong darah yang didapatkan dalam kegiatan Donor Darah Panitia Hari Suci Nyepi Saka 1948 Tahun 2026 Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur terdiri dari : golongan darah A sebanyak 7 kantong, golongan darah B sebanyak 22 kantong, golongan darah O sebanyak 24 kantong, golongan darah AB sebanyak 6 kantong, total 59 kantong darah.

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

6134440938240151529

Ketua Panitia Nyepi Kota Kupang Tahun Saka 1948, I Wayan Gede Astawa,S.Sos.,MM, dalam wawancara bersama media Hindukupang.com mengatakan bahwa donor darah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata nilai kemanusiaan. Ia menekankan semangat “satu bumi satu keluarga” Vasudaiva Kutumbhakam, Kita Semua adalah bersaudara , atau Vasudhaiva Kutumbakam (वसुधैव कुटुम्बकम्) yang dalam frasa Sansekerta berasal dari kitab suci Hindu seperti Maha Upanishad, yang bermakna "Seluruh Dunia adalah Satu Keluarga" sebagai landasan kegiatan, di mana seluruh umat manusia dipandang sebagai satu keluarga besar yang saling membantu, khususnya kegiatan Donor Darah sambut Nyepi 2026 ini sangat penting bagi mereka yang membutuhkan transfusi darah untuk menyelamatkan jiwa.

I Wayan Gede Astawa menambahkan, dari 64 peserta yang sempat terdata ulang, hanya 59 orang yang dapat mendonorkan darahnya karena beberapa kendala kesehatan. Sementara sebagian pendaftar lainnya tidak hadir akibat kondisi cuaca hujan. Meski demikian, panitia tetap bersyukur atas capaian tersebut dan menilai partisipasi masyarakat cukup tinggi.

6134440938240151557

Pada sore harinya,Panitia Hari Suci Nyepi Saka 1948 Tahun 2026 Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur melanjutkan kegiatan dengan pembagian 200 paket takjil kepada warga di sekitar Masjid Al Fitrah, Oesapa, yang dikenal sebagai kawasan kampung nelayan dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Pemilihan lokasi ini disebut sebagai simbol harmoni dan wujud toleransi antarumat beragama di Kota Kupang.

Di sisi lain, Wantilan Pura Agung Giri Kertha Bhuwana saat Donor Darah berlangsung, dukungan terhadap perayaan Nyepi juga datang dari sektor korporasi. PT.Pegadaian (Persero) melalui Deputi Bisnis Area Kupang NTT menyalurkan dana CSR sebesar Rp30 juta kepada Panitia Nyepi Tahun Saka 1948 Kota Kupang. Bantuan tersebut diserahkan untuk mendukung kelancaran rangkaian kegiatan, mulai dari prosesi rangkaian hari Suci Nyepi Tawur Kesanga hingga pawai ogoh-ogoh.

Deputi Bisnis Pegadaian Area Kupang, I Nyoman Mas Aryana, menyatakan bahwa kontribusi ini merupakan bagian dari komitmen sosial perusahaan melalui program Pegadaian Peduli. Ia berharap dukungan tersebut tidak hanya membantu suksesnya perayaan, tetapi juga memperkuat kehadiran Pegadaian di tengah masyarakat.

Komitmen Sosial yang Berkelanjutan dengan Pemberian bantuan ini merupakan bagian dari program Pegadaian Peduli. Selain menyasar kegiatan keagamaan, Pegadaian Area Kupang secara rutin menyalurkan CSR ke berbagai sektor lainnya, seperti bantuan ke panti asuhan dan tempat ibadah lainnya di wilayah NTT.

Sebagai informasi, wilayah kerja Pegadaian Area Kupang mencakup area yang sangat luas, meliputi 9 kabupaten/kota, di antaranya: Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, Rote Ndao, Alor, hingga Sabu Raijua.

Tring by Pegadaian adalah aplikasi keuangan digital terintegrasi untuk investasi emas, gadai, dan pembiayaan dalam satu genggaman. Dengan konsep "1 User ID", aplikasi ini memudahkan pembelian/penjualan emas (Tabungan Emas), cicil emas, hingga gadai digital, serta aman berizin OJK. Aplikasi ini dapat diunduh di Google Play Store atau App Store.

Selain penyaluran CSR, Pegadaian turut memperkenalkan aplikasi digital “Tring” sebagai inovasi layanan investasi emas. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat menabung emas mulai Rp10.000, melakukan cicilan emas, serta memiliki emas dalam bentuk digital maupun fisik tanpa harus datang ke outlet. Langkah ini dinilai sebagai strategi mendorong literasi keuangan dan budaya menabung berbasis digital di wilayah NTT. 

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

6134440938240151556

Dalam Wawancara bersama Media Hindukupang.com, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang, dr.I Wayan Ari Wijana S.Putra,M.Si, menyampaikan rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 atau bertepatan dengan tahun 2026 Masehi yang akan dirayakan pada 19 Maret 2026. Dalam wawancara bersama media hindukupang.com, ia menegaskan bahwa rangkaian kegiatan Panitia Nyepi tingkat Kota Kupang ini dimulai sejak 1 Maret 2026 sebagai agenda perdana panitia Nyepi tahun ini.

Ketua PHDI Kota Kupang, dr. I Wayan Ari Wijana S. Putra,M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian perayaan Nyepi tahun ini. Selain donor darah, panitia juga merencanakan bakti sosial pembagian bahan pangan bersama Banjar serta kegiatan Saka Boga Sewanam berupa pembagian takjil bagi umat Muslim di bulan Ramadan. Kegiatan berbagi tersebut dilaksanakan di Masjid Al Fitrah, sekaligus dirangkaikan dengan peringatan HUT PHDI ke-67 pada 23 Februari 2026.

6134440938240151528

Kegiatan pembuka diawali dengan bakti sosial berupa donor darah, yang kemudian direncanakan dilanjutkan dengan pembagian bahan pangan hasil kolaborasi bersama Banjar. Pada sore harinya, Panitia Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 Kota Kupang juga menggelar aksi berbagi takjil di Masjid Al-Fitrah sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas antar umat beragama, sekaligus memperingati HUT ke-67 PHDI Indonesia (pada 23 Feb 2026 silam).

Pada Tahun 2025 sebelumnya, kegiatan Saka Boga Sevanam, berbagi buka puasa bersama umat islam pernah dilaksanakan di Masjid Kelapa Lima. Di Tahun 2026 ini, Panitia Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 Kota Kupang dijadwalkan berada di lokasi mulai pukul 17.00 WITA menggelar aksi berbagi takjil buka puasa bersama umat muslim di Masjid Al-Fitrah Oesapa Kota Kupang.

Memasuki rangkaian ritual keagamaan menyambut datangnya Hari Suci Nyepi, upacara Melasti akan digelar pada 16 Maret 2026 di Pura Manik Segara, kelurahan Fatubesi yang berada di belakang Pura Oebananta. Jika sebelumnya Upacara Melasti dilaksanakan di Pantai Pasir Panjang, kini lokasi dipusatkan di area Pura tersebut. Seluruh "Pralingga" Pura Hindu di Kota Kupang dijadwalkan ikut ambil bagian dalam prosesi penyucian ini.

Selanjutnya, pada 18 Maret 2026 bertepatan dengan Bulan gelap atau Tilem Sasih Kesanga, akan dilaksanakan upacara Tawur Kesanga sebagai simbol pengorbanan "Yadnya" demi keseimbangan dan kedamaian alam. Prosesi persembahyangan dimulai pukul 12.00 WITA, dilanjutkan Pawai Ogoh-Ogoh pada pukul 16.00 WITA. Rute pawai dimulai dari perempatan Catus Pata Perempatan gedung Sasando Kantor Gubernur NTT menuju Rumah Jabatan Gubernur NTT dan kembali ke Perempatan Jalan El Tari depan Kantor Gubernur NTT.

Puncak perayaan Hari Suci Nyepi tepat pada 19 Maret 2026 dengan pelaksanaan Catur Brata Penyepian, yakni tidak bekerja, tidak bepergian, tidak menikmati hiburan, dan tidak menyalakan api amarah, kendali diri dengan berpuasa (upawasa). Umat Hindu menjalankan puasa dan tapa brata selama 24 jam, dari pukul 06.00 pagi hingga 06.00 pagi keesokan harinya. Rangkaian kegiatan Nyepi Tahun Saka 1948 juga mengingatkan kembali esensi Catur Brata Penyepian, yakni Amati Geni (tidak menyalakan api dan mengendalikan amarah), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelunganan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak mencari hiburan). Empat pantangan ini menjadi inti refleksi spiritual umat Hindu dalam mencapai ketenangan batin dan penyucian diri.

Keesokan harinya, pada 20 Maret 2026, umat Hindu merayakan Hari Ngembak Geni sebagai momentum Simakrama (silaturahmi) yang biasanya diisi dengan tradisi open house dan saling memaafkan, ungkap Ketua PHDI Kota Kupang dr.Wayan Ari Wijana.

Rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi 1948 Saka akan ditutup dengan Dharma Santi yang direncanakan berlangsung pada April 2026. Wali Kota Kupang, dr.Christian Widodo, juga telah menyetujui penggunaan aula rumah jabatan sebagai lokasi kegiatan tersebut. Penjadwalan Dharma Santi disesuaikan april, karena masih suasana libur dengan momentum Idul Fitri yang berdekatan dengan Nyepi tahun 2026 ini.

Dalam pesannya Ketua PHDI Kota Kupang, dr.I Wayan Ari Wijana menekankan pentingnya menjaga toleransi di Kota Kupang yang dikenal sebagai “Kota Kasih” dan salah satu kota toleran di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa upacara Tawur Kesanga di Catus Pata Jalan El Tari Kantor Gubernur NTT merupakan doa bersama untuk membersihkan dan memohon keselamatan bagi Kota Kupang agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Ia juga mengapresiasi dukungan lintas agama yang selama ini terjalin erat. Menurutnya, kolaborasi antara umat Hindu, Muslim, Kristen, dan Katolik, Buddha, Khonghucu, terasa nyata dalam berbagai kegiatan keagamaan di Kupang. Sebagai pribadi yang telah 32 tahun mengabdi di Kota Kupang sebagai dokter hingga masa pensiun, ia merasakan langsung kuatnya semangat kebersamaan dan harmoni antarumat beragama di daerah Kota Kupang. "Kupang Kota Kasih" adalah julukan bagi Kota Kupang, sebagai ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang merupakan akronim dari KASIH : Karya, Aman, Sehat, Indah, dan Harmonis. Semboyan KASIH ini mencerminkan kota yang toleran, ramah, dan menjunjung tinggi solidaritas antar sesama di tengah masyarakat yang multietnis.(Guntara)

Editor : Rygun

Sumber dan Foto : HinduKupang.com / K'Gun

6134440938240151560

6134440938240151559

6134440938240151558

Baca Juga : Lokakarya Penguatan Empat Pilar Pembangunan Manusia Hindu Digelar Di Kupang NTT

Baca Juga : Rayakan HUT ke-38, WHDI Kota Kupang Gelar Turnamen Bulu Tangkis dan Berdayakan UMKM

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama Dari Nusa Tenggara Timur Teguhkan Persatuan Gotong Royong Dan Komitmen Kemanusiaan

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando

Baca Juga : "Guru Wisesa" Gubernur NTT Bersama Wakil Gubernur NTT Buka Perayaan HUT RI ke 80 Tahun Dengan Semangat Ayo Bangun NTT Dalam Acara Kirab Budaya NTT "BaGaYa" : Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya Tahun 2025

Baca Juga : Bhakti Untuk Regenerasi, MPAB ke XX Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT : "Melahirkan Kader Hindu Berjiwa Pemimpin”

Baca Juga : Audiensi Bersama Gubernur NTT Melki, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT Tekankan Akses Jalan Pura Oebanantha , Pemerataan Pendidikan, Penguatan UMKM Serta Jaminan Perlindungan Kesehatan Sosial Masyarakat NTT

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

 

Details
Written by Admin
Category: Kegiatan
Published: 01 March 2026
Hits: 226

Rayakan HUT ke-38, WHDI Kota Kupang Gelar Turnamen Bulu Tangkis dan Berdayakan UMKM

  •  Print 
  • Email

IMG 20260208 123848

Hindukupang.com – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) yang jatuh pada 12 Februari 2026 mendatang, WHDI Kota Kupang menggelar turnamen bulu tangkis di Lapangan Puku Puku Arena, Oesapa, Minggu (8/2/2026).

Acara yang dimulai tepat pukul 08.30 WITA ini dibuka secara resmi oleh Ketua WHDI Kota Kupang, dr. Dewa Ayu Putu Shinta Widari, Sp.KJ. Pembukaan ditandai dengan dimulainya pertandingan di tiga lapangan secara bersamaan yang diikuti oleh para peserta dengan penuh antusias.

IMG 20260208 140131

dr.Dewa Ayu Putu Shinta Widari,Sp.KJ, Ketua WHDI Kota Kupang

Fisik Sehat, Jiwa Kuat
​Dalam Segalanya, dr. Shinta Widari menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental. Menurutnya, olahraga merupakan sarana yang tepat untuk mengimplementasikan prinsip Mens Sana in Corpore Sano .

​"Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menyehatkan badan, tetapi juga memperkuat jiwa. Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat," ujar pakar kedokteran jiwa tersebut di sela-sela pembukaan turnamen.
Suksesnya penyelenggaraan turnamen bulu tangkis dalam rangka HUT ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Kupang memicu optimisme baru bagi pengembangan bakat umat Hindu di Nusa Tenggara Timur. Ke depan, ajang olahraga ini diharapkan dapat bertransformasi menjadi Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) yang lebih komprehensif.
Kegiatan serupa tidak hanya terbatas pada cabang olahraga seperti bulutangkis, namun juga merambah ke bidang seni budaya.
 
Integrasi Olahraga dan Pelestarian Budaya
​Wacana pengembangan ke arah PORSENI ini bertujuan untuk mewadahi minat dan bakat umat dalam spektrum yang lebih luas. Selain mengasah ketangkasan fisik melalui berbagai cabang olahraga, ajang ini nantinya diproyeksikan menjadi panggung bagi seni religius dan tradisional. 
 
IMG 20260208 122630
Melalui Kegiatan ini bisa menjadi cikal bakal PORSENI bagi umat Hindu di Kupang. Selain badminton, juga bisa melihat lomba lainnya seperti kolaborasi seni mekidung , keharmonisan irama bleganjuran , hingga penampilan drama dan seni tari. 
Langkah ini dinilai sebagai strategi dalam menjaga eksistensi budaya Bali dan Hindu di tanah NTT, sekaligus mempererat tali persaudaraan antarumat melalui kompetisi yang sehat dan kreatif.
 
IMG 20260208 123055
Puncak Acara dan Penganugerahan Pemenang
​Kegiatan yang berlangsung meriah di Puku Puku Arena ini ditutup pada siang hari dengan upacara penyerahan penghargaan. Suasana penuh haru dan bangga mengukur prosesi pembagian piala serta medali kepada para pemenang lomba bulu tangkis.
​Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas sportivitas dan kerja keras para atlet selama bertanding di lapangan. Penyerahan medali ini sekaligus menandai suksesnya rangkaian peringatan HUT WHDI ke-38 yang mampu memadukan aspek kesehatan, ekonomi kreatif, dan semangat kebersamaan.
​Dengan berakhirnya turnamen ini, panitia berharap semangat "Sehat, Kuat, Semangat" tetap tertanam dalam jiwa setiap peserta hingga ajang yang lebih besar terlaksana di masa mendatang.


Geliat Ekonomi Kreatif
​Berdasarkan pantauan media HinduKupang.com , turnamen ini diikuti oleh sedikitnya 21 pasangan ganda . Persaingan sengit namun sportif tampak memenuhi atmosfer Puku Puku Arena sejak pagi hari.
​Menariknya, kemeriahan HUT WHDI kali ini tidak hanya mengacu pada bidang olahraga. Pihak panitia juga melibatkan berbagai UMKM Hindu di Kupang untuk menjajakan produk kuliner dan kesehatan. Pengunjung dapat menikmati aneka hidangan seperti bakso, soto, rujak buah, hingga bubur kacang hijau dan minuman kesehatan.
​”Selain berolahraga, kami ingin menggiatkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM Hindu. Ini adalah langkah nyata dalam mendukung kemandirian ekonomi umat,” dr. Shinta.

​Perayaan ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh anggota WHDI di Kota Kupang untuk tetap sehat, kuat, dan bersemangat dalam menjalankan pengabdian kepada organisasi dan masyarakat. Selamat Hari Ulang Tahun Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Kupang dan NTT ke 38 Tahun.(kgun) 
 
Sumber foto : HinduKupang.com / RyGuN
#Pukupukuarena #WHDIKotaKupang #Hindukupang #OlahragaBali #HUTWHDI38
Details
Written by Admin
Category: Kegiatan
Published: 08 February 2026
Hits: 225

Page 1 of 38

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • ...
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • You are here:  
  • Home

Donasi (Dana Punia)

QRIS new1

Pengunjung

4765248
TodayToday351
YesterdayYesterday379
This_WeekThis_Week248
This_MonthThis_Month5072
All_DaysAll_Days4765248

Ucapan Selamat Hari Suci NYEPI 2023 Bagian 1

 

Ucapan Selamat Hari Suci NYEPI 2023 Bagian 2

 

Pura Oebananta Sejak 1951

Kalender

Pawai Ogoh-ogoh HUT RI 2014

 

Film Ngenteg Linggih Pura Oebananta (Original Movie Durasi 1 Jam)

 

Rangkaian Acara Sambut Hari Suci Nyepi 2019

 

  • INFO / PENGUMUMAN :
  • Saka Boga Sevanam 22 Maret 2025 , Hindu berbagi makanan dan berbuka puasa bersama di Mesjid NuruL Hidayah, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang NTT.
  • Donor Darah 23 Maret 2025, di Wantilan Pura Oebanantha Kupang NTT, mendapatkan pendonor 66 kantong darah.
  • Pemasangan Penjor Hias, 25 Maret 2025 , sambut Nyepi di Jalan El Tari Kota Kupang NTT.
  • Upacara Melasti 26 Maret 2025 jam 14:00 di Pura Manik Segara, di areal Pura Oebananta
  • Tawur Kasanga Nyepi 1947 Saka, 28 Maret 2025, jam 14:00wita , SembaHyang TiLeM Sasih Kasanga di Perempatan Catus Pata Kantor Gubernur NTT.
  • Pawai Ogoh-ogoh 28 Maret 2025 jam 16:30wita, di Perempatan Catus Pata Kantor Gubernur NTT.
  • Puncak Hasi Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947, Tanggal 29 Maret 2025, Umat Hindu Melaksanakan Catur Brata Penyepian : Amati Gni, Amati Karya , Amati LeLungan, Amati LeLanguan.
  • Penanaman pohon 6 April 2025
  • Dharma Santi Nyepi Hindu Kota Kupang, Pertengahan April 2025.

Semoga bermanfaat karena berbagi kebaikan selalu beruntung.

Back to Top

© 2026 Selamat Datang Di Hindu Kupang NTT